HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pembelajaran Biologi Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses Sains

Judul Tesis : Pembelajaran Biologi Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses Sains dengan Model Berpikir Induktif dan Model Pencapaian Konsep Ditinjau dari Aktivitas Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Penggunaan model pembelajaran yang tepat dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran diharapkan akan menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik.  Suatu model pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran biologi belum tentu sesuai untuk setiap kompetensi dasar. Guru sebaiknya inovatif dalam memilih model pembelajaran yang tepat dengan materi pembelajaran yang disajikan, agar terjadi proses pembelajaran yang komunikatif antara guru dan siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut diperlukan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan, fasilitas, karakteristik siswa, guru, dan materi pelajaran.

Berdasarkan kasus tersebut, untuk mengatasi agar siswa mampu berperan aktif pembelajaran maka perlu adanya inovasi dalam menggunakan beberapa pendekatan dan model pembelajaran. Model pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan pendidikan. Penggunaan model yang tepat akan menentukan efektivitas dan efisiensi suatu proses pembelajaran. Model Berpikir Induktif dan Model Pencapaian Konsep merupakan model-model yang mengembangkan kemampuan memproses informasi (berpikir). Model pemrosesan informasi menjelaskan bagaimana cara individu memberi respon yang datang darilingkungannya dan memberikan kepada siswa sejumlah konsep dan memusatkan perhatian pada pengembangan kemampuan kreatif (Sagala, 2010).

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran biologi menggunakan keterampilan proses sains konsep terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Apakah ada pengaruh aktivitas belajar terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Apakah ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar siswa?

C. Kajian Teori

Model Berpikir Induktif

Penerapan model berpikir induktif melibatkan pengolahan dan pengumpulan data secara terpisah dan pengolahan kembali untuk mencari gagasan-gagasan. Dalam hal ini, pengumpulan data muncul terlebih dahulu, tetapi data baru dapat ditambah dan dibuang saat penelitian (pengumpulan data oleh siswa). Seperangkat data dikembangkan dari ranah yang substansif yang ditujukan untuk kegiatan-kegiatan akademik. Pada model ini, pembelajaran dilakukan berdasarkan langkah yang telah ditentukan secara berurutan untuk membangun sebuah pengetahuan (Joyce et al., 2009).

Model Pencapaian Konsep

Model pencapaian konsep dikonstruksikan oleh J.S.Bruner, J.Goodnow dan George Austine pada tahun 1967 (Joyce et al. 2009). Model ini merupakan proses berpikir yang terjadi pada diri seseorang. Model ini didasarkan pada kemampuan untuk membedakan dan mengkategorisasikan pengetahuan yang di dapat dalam kelompok. Pencapaian konsep merupakan proses mencari dan mendaftar sifat-sifat yang dapat digunakan untuk membedakan contoh-contoh yang tepat dengan contoh-contoh yang tidak tepatdari berbagai katagori.

Aktivitas Belajar

Aktivitas belajar adalah suatu kegiatan individu yang dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik pada diri individu karena adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungan. Keaktifan belajar menimbulkan perubahan pada diri individu baik tingkah laku maupun kepribadian yang bersifat kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian yang bersifat konstan dan berbekas. Keaktifan belajar akan terjadi pada diri siswa apabila terdapat interaksi antara situasi stimulus dengan isi memori, sehingga perilaku siswa berubah dari waktu sebelum dan sesudah adanya situasi stimulus tersebut.

Kemampuan Berpikir Kritis

Pemikiran kritis mengacu pada penggunaan keterampilan teori atau strategi untuk meningkatkan kemungkinan suatu hasil yang diinginkan. Pemikir kritis menggunakan ketrampilan ini tanpa ada pengaruh dan pada umumnya dengan tujuan sadar. Seseorang yang berpikir dengan kritis, dapat mengevaluasi hasil pemikiran suatu proses, baik berupa suatu keputusan ataupun seberapa baik suatu masalah dapat dipecahkan (Halpern, 1999). Pemikiran kritis memiliki tujuan, alasan, dan arah pencapaian. Berpikir kritis melibatkan pemecahan masalah, penarikan kesimpulan, hipotesis, dan membuat keputusan.

D. Metode Penilitian

Penelitian menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Muhammadiyah I Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012, sejumlah 10 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas yaitu kelas XE sebagai kelas eksperimen model berpikir induktif dan XF sebagai kelas eksperimen model pencapaian konsep.

Data aktivitas belajar dan berpikir kritis dikumpulkan melalui angket. Data prestasi kognitif dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi. Data afektif dan psikomotor dikumpulkan dengan teknik observasi.

Uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas menggunakan metode Levene-test.

Analisis data menggunakan anava dengan desain faktorial 2x2x2.

E. Kesimpulan

1. Model pembelajaran merupakan faktor eksternal yang berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar. Prestasi belajar ranah kognitif dan afektif serta psikomotorik siswa yang diberi pembelajaran biologi menggunakan pendekatan keterampilan proses sains dengan model berpikir induktif dan model pencapaian konsep secara umum memberikan hasil yang seimbang dalam arti keduanya sama-sama memberikan pengaruh hasil belajar yang cenderung hampir sama (tidak berbeda jauh). Dengan demikian tidak ada pengaruh pembelajaran biologi menggunakan pendekatan keterampilan proses sains dengan model berpikir induktif dan model pencapaian konsep terhadap prestasi belajar siswa pada materi Protista kelas X semester gasal SMA Muhammadiyah I Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.

2. Aktivitas belajar berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar biologi. Prestasi belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotorik pada siswa yang memiliki aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki aktivitas belajar rendah. Dengan demikian ada pengaruh aktivitas belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Protista kelas X semester gasal SMA Muhammadiyah I Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.

3. Kemampuan berpikir kritis berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar biologi. Prestasi belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotorik pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah. Dengan demikian ada pengaruh kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Protista kelas X semester gasal SMA Muhammadiyah I Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.

Leave a Reply