HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembahasan tentang Penyakit Kusta

Kusta Pembahasan tentang Penyakit Kusta

Kusta

Kusta ~ Penyakit menular yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae) yang menyerang syaraf tepi, kulit dan jaringan tumbuh lainnya kecuali susunan saraf pusat. Untuk keperluan pengobatan kombinasi atau Multidrug Therapy (MDT) yaitu menggunakan gabungan Rifampicin, Lamprene dan DDS, maka penyakit kusta di Indonesia diklasifikasikan menjadi 2 tipe yaitu :

  • Tipe PB (Pausi basiler)
  • Tipe MB (Multi basiler).

Kusta adalah nama penyakit yang sudah pasti tidak asing lagi di telinga Anda, tetapi sudah tahu kah Anda dengan benar tentang hal ini dan bagaimana mendeteksi serta mencegahnya secara tepat?

Penjelasan di bawah berikut akan mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. Secara singkat, kusta atau lepra merupakan penyakit infeksi yang berlangsung dalam waktu lama yang disebabkan oleh mycobacterium leprae. Sejumlah ilmuwan meyakini bahwa penyakit ini dapat ditularkan melalui saluran pernafasan dan juga melalui kulit. Sebuah hasil penelitian membuktikan kuman kusta yang masih utuh bentuknya, lebih besar kemungkinan menimbulkan penularan dibandingkan dengan yang tidak utuh.

Tanda-tanda dari penyakit kusta sangat beragam, namun ini bisa diketahui dengan melihat tanda fisik pada tubuh yakni di kulit dan saraf. Tanda yang tampak pada kulit penderita kusta berupa bercak putih seperti panu atau bercak merah seperti kadas pada kulit yang tidak gatal, tidak mengeluarkan keringat, tidak ditumbuhi bulu, dan mati rasa atau kurang rasa terhadap rasa nyeri, kapas terhadap rasa raba, tabung berisi air panas dan air dingin terhadap rasa suhu. Terdapat benjolan-benjolan kemerahan (nodul) yang tersebar pada kulit, alis dan rambut rontok, muka berbenjol-benjol dan tegang (muka singa).

Lalu, tanda-tanda yang menunjukkan telah terjadi kerusakan saraf bisa diketahui dengan nyeri saraf atau luka yang tidak sakit, lepuh kulit, sukarnya melakukan aktivitas sehari-hari seperti memasang kancing baju, memegang pulpen, atau mengambil benda kecil, kesukaran berjalan, dan kesukaran menutup mata dengan rapat.

Lebih sederhana dan mudah lagi, Dr. dr. Faridha Ilyas, SP.KK menyatakan gunakan saja jarum (bisa jarum pentul) untuk mendeteksi. Adapun caranya : tekan bercak putih yang tampak di kulit dengan jarum. Jika bercak itu ditekan dan tidak terasa sakit atau mati rasa, segeralah periksakan lebih lanjut untuk melihat kemungkinan penyakit kusta. ada tiga cara terbaik yang bisa kita lakukan supaya terhindar dari kusta:

  1. Periksakan diri ke klinik atau rumah sakit
  2. Minum obat secara teratur
  3. Perbaiki dan pertahankan sistem pertahanan tubuh

Leave a Reply