HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembahasan Lengkap Teori Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/Farmasi Menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/Farmasi

Gambaran dari Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/Farmasi

Definisi Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/ Farmasi

Manajemen logistik adalah suatu ilmu pengetahuan dan atau seni serta proses mengenai perencanaan dan penentuan kebutuhan pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan serta penghapusan material/alat-alat. (Subagya, 1994)

Martin (1988) mengartikan manajemen logistic sebagai proses yang secara strategik mengatur pengadaan bahan (procurement), perpindahan dan penyimpanan bahan, komponen dan penyimpanan barang jadi (dan informasi terkait) melalui organisasi dan jaringan pemasarannya dengan cara tertentu.

Pembahasan Lengkap Teori Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/Farmasi Menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/Farmasi

PERENCANAAN. PENCATATAN & PELAPORAN. PENGENDALIAN OBAT. DISTRIBUSI. PENYIMPANAN. PERMINTAAN.

 

 

 

 

Manajemen logistik obat adalah proses pengelolaan yang strategis mengenai pengadaan, distribusi dan penyimpanan obat dalam upaya mencapai kinerja yang optimal. (Indrawati, 1999)

Tujuan Sistem Informasi Logistik

Tujuan dari manajemen logistik adalah tersedianya bahan logistik setiap saat dibutuhkan, baik mengenai jenis, jumlah maupun kualitas yang dibutuhkan secara efisien.

Adapun tujuan perencanaan pengadaan obat antara lain Untuk:

  • Mengetahui jenis dan jumlah obat yang tepat sesuai dengan kebutuhan,
  • Menghindari terjadinya kekosongan obat,
  • Meningkatkan penggunaan obat yang rasional,
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan obat.

Teori-teori dari gambar Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/Farmasi


Proses Perencanaan Obat

Menurut Kristin (2002) ada enam langkah utama yang harus dilakukan dalam proses perencanaan obat:

  • Menetapkan Tim Perencanaan Logistik
  • Menetapkan tujuan perencanaan logistik obat
  • Menetapkan prioritas
  • Menggambarkan keadaan setempat dan ketersediaan sumber daya
  • Mengidentifikasi kelemahan dalam proses logistik
  • Membuat rancangan perbaikan

Data yang   diperlukan untuk mendukung proses perencanaan obat antara lain:

  • Data populasi total di suatu wilayah dan rata-rata pertumbuhan penduduk per tahun.
  • Data status kesehatan yang menyangkut angka penyakit terbanyak pada dewasa dan anak.
  • Data yang berkaitan dengan obat, seperti jumlah penulis resep (prescriber), jumlah biaya yang tersedia, jumlah farmasis dan asisten apoteker dan jumlah item obat yang tersedia di pasaran.

Pengelolaan Obat Yang Efektif dan Efisien

Menurut badan pengawasan obat dan makanan (2001), pengelolaan obat yang efektif dan efisien diharapkan dapat menjamin:

  • Tersedianya rencana kebutuhan jenis dan jumlah obat sesuai dengan kebutuhan PKD di Kabupaten / Kota.
  • Tersedianya anggaran pengadaan obat yang dibutuhkan sesuai dengan waktunya.
  • Terlaksananya pengadaan obat yang efektif dan efisien.
  • Terjaminnya penyimpanan obat dengan mutu yang baik.

 

Pembahasan Lengkap Teori Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/Farmasi Menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/Farmasi

 

  • Terjaminnya pendistribusian obat yang efektif dengan waktu tunggu (lead time) yang pendek.
  • Terpenuhinya kebutuhan obat yang mendukung PKD sesuai dengan jenis, jumlah dan waktu yang dibutuhkan.
  • Tersedianya sumber daya manusia (SDM) dengan jumlah dan kualifikasi yang tepat.
  • Digunakannya obat secara rasional sesuai dengan pedoman yang disepakati.
  • Tersedianya informasi pengelolaan dan penggunaan obat yang sahih, akurat dan mutkakhir.

Contoh Tesis yang membahas tentang Sistem Informasi Logistik Obat/Manajemen Obat/Farmasi

Contoh Tesis 1 : Analisis Pengelolaan Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Rsud Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto TAHUN 2016

Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengelolaan manajemen logistik obat di instalasi farmasi RSUD Lanto Daeng Pasewang mulai dari perencanaan (dilaksanakan oleh kepala instalasi dan pihak manajemen, pemilihan obatnya berdasarkan stock obat yang akan habis, kebutuhan, pola penyakit, e-katalog, keputusan kepala instalasi, permintaan serta formularium nasional, penentuan jumlah kebutuhan obat berdasarkan obat yang kosong, stok obat terakhir, sistem analisa ABC, pola penyakit, pemakaian periode lalu, dan berdasarkan permintaan), pengadaan (dilakukan setiap waktu ketika obat akan habis, berdasarkan sistem tender dan pembelian langsung, pemesanan ulang terjadi ketika distributor lupa, stok obat kosong pada distributor, pembayaran sebelumnya belum lunas dan obat yang dipesan belum datang, langkah-langkah dalam pemesanan ulang yaitu melalui telepon dan membuat SP kembali, obat yang dipesan kadang datang tidak tepat waktu, hal yang perlu diperhatikan dalam pemesanan obat adalah jumlah, expire date, kualitas, mutu, obat yang sangat dibutuhkan, kemasan, harga sesuai e-katalog dan dana), penyimpanan (penanggung jawabnya adalah kepala gudang dan stafnya, penyimpanan obat dilakukan dengan memisahkan obat berdasarkan sumber dan jenisnya, suhu kamar serta model penyimpanannya menggunakan sistem FIFO, FEFO dan sesuai abjad, penataan obat dilemari berdasarkan alfabetis, dipisah berdasarkan jenisnya dan menggunakan sistem FIFO FEFO, penyimpanan obat selalu disertai kartu stok, pencatatan keluar masuknya obat dilakukan oleh penanggung jawab gudang), pendistribusian (pendistribusian pada rawat jalan menggunakan sistem resep perorangan dan pendistribusian obat di rawat inap menggunakan sistem resep perorangan) dan penghapusan (penghapusan dalam setahun terakhir belum pernah dilakukan).

Diharapkan kepada Instalasi Farmasi RSUD Lanto Daeng Pasewang Sebaiknya dibentuk tim perencanaan, dalam pengadaan sebaiknya menjamin ketrsediaan obat pada penyalur/distributor dan mengantisipasi kekosongan obat dengan menyediakan Buffer Stock, penghapusan obat sebaiknya mengikuti prosedur yang ada pada SPO RSUD Lanto Daeng Pasewang, penyimpanan sediaan yang rusak/kadaluarsa di tumpuk bersama di tempat yang aman dan membuat Flowchart untuk manajemen logistik yang nantinya dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan manajemen logistik obat.

Contoh Tesis 2 : Rancangan Sistem Informasi Rumah Sakit Subsistem: Pengelolaan Inventory dan Transaksi Obat

Rumah sakit telah melakukan pengaturan terhadap persediaan-persediaan yang dimilikinya dalam kegiatan operasionalnya. Akan tetapi, rumah sakit masih mengalami kesulitan dalam meningkatkan kinerja pengelolaan persediaan yang dilakukan agar dapat berjalan secara optimal. Hal ini terjadi karena rumah sakit masih menerapkan sistem pencatatan persediaan secara manual sehingga menyebabkan informasi persediaan yang dibutuhkan rumah sakit dalam menganalisa pengelolaan persediaan menjadi tidak begitu akurat, memerlukan waktu yang lama, dan biaya yang besar. Tujuan yang akan dicapai adalah melakukan analisis sistem persediaan yang sedang berjalan pada rumah sakit, melakukan perancangan sistem informasi persediaan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, metode analisis dan metode perancangan. Metode analisis digunakan untuk meneliti masalah yang dihadapi rumah sakit. Metode perancangan digunakan untuk merancang suatu sistem yang baru yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Hasil yang dicapai adalah dihasilkannya laporan yang berhubungan dengan pengelolaan inventory dan transaksi obat dan tampilan layar yang dapat digunakan untuk melakukan pengelolaan inventory dan transaksi obat. Simpulan dari penulisan penelitia ini adalah diharapkan sistem yang baru dapat memberikan kemudahan pada pihak yang terkait dalam melakukan pengelolaan inventory dan transaksi obat, serta menghasilkan laporan yang akurat.

 

Contoh Tesis 3 : Pemetaan Sistem Informasi Manajemen Logistik dalam Penanggulangan bencana di Indonesia

Pengelolaan sis tern logistik dalam penanggulangan bencana adalah suatu pendekatan terpadu dalam mengelola barang bantuan penanggulangan bencana. Aktivitas pengelolaan sistem logistik bencana alam dimulai dengan pemilihankomoditas, pendekatan ini antara lain mencakup pencarian sumber, pengadaan, jaminan kualitas, pengemasan, pengiriman, pengangkutan, penyimpanan di gudang, pengelolaan inventori, dan asuransi. Aktivitas ini melibatkan banyak pelaku yang berbeda tetapi semua kegiatan yang dilakukan oleh setiap pelaku harus terkoordinasi. Dengan demikian, peran sistem informasi menjadi sangat penting agar aktivitas tanggap darurat dan penanggulang bencana dapat dilakukan dengan secepat dan setepat mungkin, sehingga perlu dirancang sebuah sistem infonnasi manajemen logistik untuk penanggulangan bencana. Paper ini membahas tentang pemetaan terhadap sistem informasi mimajemen logistik dalam penanggulangan bencana yang ada saat ini.

 

Contoh Tesis 4 : Implementasi Supply Chain Management Untuk Stok Dan Pendistribusian Obat Pada Apotek Karya Sehat

Apotek Karya Sehat adalah sebuah apotek yang sedang berkembang dalam pelayanan jasa membantu masyarakat dalam mengatasi masalah penyakit yang ada dalam masyarakat, selain itu Apotek Karya Sehat juga berperan sebagai distributor obat untuk beberapa apotek rekanannya yang berada di dalam kota dan sebagian lainnya berada di luar kota. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak apotek didapat informasi tentang pengolahan data obat-obatan masih dilakukan secara manual mulai dari transaksi penjualan, laporan pembelian, laporan penjualan, laporan permintaan obat dari rekanan, laporan stok obat dari rekanan, laporan pengiriman obat untuk rekanan dan laporan kegiatan sistem pembukuannya yang masih kurang terstruktur. Kendala yang muncul dengan menggunakan sistem manual yaitu masalah pelaporan obat dari apotek rekanan ke Apotek Karya Sehat sering mengalami keterlambatan dan data jumlah stok obat antara apotek rekanan dan Apotek Karya Sehat tidak sama. Hal ini menyebabkan proses klaim untuk pengambilan dana dari BPJS mengalami kendala, karena laporan data pemakaian obat yang seharusnya diserahkan setiap bulan dari rekanan selalu mengalami keterlambatan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi stok dan pendistribusian barang yang menerapkan konsep supply chain management  didalamnya. Dengan menerapkan konsep supply chain management, diharapkan permasalahan-permasalahan stok dan pendistribusan obat yang ada di Apotek Karya Sehat dapat teratasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi, sedangkan metode pengembangan sistemnya menggunakan metode extreme programming. Dari hasil penelitian yang dilakukan, penulis telah berhasil membuat aplikasi stok dan pendistribusian obat yang sudah siap untuk diimplementasikan pada Apotek Karya Sehat.

 

Contoh Tesis 5 : Rancang Bangun Sistem Informasi Logistik

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi manajemen logistik yang mampu untuk mengatasi permasalahan keterlambatan dalam pengiriman item-item data informasi. Sistem informasi ini dirancang untuk mempermudah manajemen data perusahaan dan menjadikan semua pekerjaan lebih efektif dan efisien. Salah satu kemudahan yang ditawarkan oleh sistem informasi ini ada dalam hal pencarian informasi terkait sebuah item karena semua data item akan disimpan untuk penyertaannya dalam database sehingga pencarian informasi menjadi lebih mudah dan cepat.

 

Contoh Tesis 6 : Analisis Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Logistik (SIL) Untuk Perencanaan, Pelaporan dan Pengendalian Berbasis WEB dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja dan Kepuasan Pengguna

Pemanfaatan teknologi komputer dengan baik dan optimal telah dimanfaatkan oleh Perum BULOG. Perum BULOG memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyediakan informasi terkait persediaan logistik dan kegiatan operasional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan aplikasi SIL untuk perencanaan (X1), penggunaan aplikasi SIL untuk pelaporan (X2) penggunaan aplikasi SIL untuk pengendalian logistik (X3) dan pengaruhnya terhadap kinerja (Y1) dan Kepuasan Pengguna (Y2). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatory reseac dengan melakukan pendekatan survey. Obyek analisis dalam penelitian ini adalah pengguna aplikasi SIL. Penelitian ini bertempat di PERUM BULOG Devisi Regional Jawa Timur Jalan A. Yani 146-148 Surabaya. Dengan sampel penelitian berjumlah 88 pengguna. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan metode analisis data menggunakan path analysis. Tools atau Software yang digunakan dalam pengolahan data statistik penelitian adalah SPSS 20. Berdasarkan hasil penelitian, hasil analisis data, dan pembahasan hasil penelitian serta pengujian 7 hipotesis yang dilakukan, maka diperoleh hasil penelitian bahwa ada 6 hipotesis yang diterima, dan 1 hipotesis yang ditolak. Hipotesis yang diterima diantaranya H1 penggunaan aplikasi SIL untuk perencanaan logistik berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pengguna, H2 penggunaan aplikasi SIL untuk perencanaan logistik berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pengguna, H3 penggunaan aplikasi SIL untuk pelaporan logistik berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pengguna, H4 penggunaan aplikasi SIL untuk perencanaan logistik tidak berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pengguna, H5 penggunaan aplikasi SIL untuk pengendalian logistik berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pengguna, H6 penggunaan aplikasi SIL untuk pengendalian logistik berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pengguna, dan H7 kinerja pengguna berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pengguna.

 

Contoh Tesis 7 : Perencanaan Obat Antibiotik Berdasarkan Kombinasi Metode Konsumsi Dengan Analisis Abc dan Reorder Point terhadap Nilai Persediaan dan Turn Over Ratio Di Instalasi Farmasi Rs Darul Istiqomah Kaliwungu Kendal

Perencanaan obat di IFRS Darul Istiqomah Kaliwungu Kendal dilakukan oleh kepala IFRS dengan menggunakan metode konsumsi yaitu dengan penambahan sekitar 10% dari pemakaian sebelumnya. Dengan hanya menggunakan metode konsumsi tidak dapat diketahui obat apa saja yang harus diprioritaskan dalam perencanaan, juga tidak dapat diketahui kapan saatnya memesan obat yang tepat. Sehingga dengan perencanaan obat seperti yang berjalan selama ini dimungkinkan terjadinya kelebihan stok obat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya nilai persediaan antibiotik yang meningkat dari tahun 2005 sebesar 26,77% (Rp. 44.193.750) menjadi 34,30% (Rp. 80.835.000) pada tahun 2006. Keadaan ini menunjukkan adanya penggunaan dana yang kurang efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai persediaan dan Turn Over Ratio (TOR) antibiotik setelah penerapan perencanaan obat antibiotik berdasarkan kombinasi metode konsumsi dengan analisis ABC dan Reorder Point (ROP) dibandingkan dengan perencanaan yang selama ini dilakukan.  Jenis penelitian yang dilakukan adalah pre-eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Juga dilakukan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion. Uji coba dilakukan terhadap 7 antibiotik fast moving yaitu 2 antibiotik kelompok A, 2 antibiotik kelompok B dan 3 antibiotik kelompok C dalam analisis ABC. Uji coba ini dilakukan selama 3 bulan yaitu April s.d Juni 2008.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan uji coba model dapat menurunkan nilai persediaan antibiotik dari Rp. 13.086.675 menjadi Rp. 9.142.800, meningkatkan TOR antibiotik dari 2,11 menjadi 3,58 dan didapatkan efisiensi sebesar Rp. 3.943.875 Kesimpulan dari penelitian ini bahwa perencanaan antibiotik berdasarkan kombinasi metode konsumsi dengan analisis ABC dan ROP terbukti dapat menurunkan nilai persediaan dan meningkatkan TOR serta didapatkan efisiensi sebesar 30,14%. Saran penelitian perlu dilakukan penelitian uji coba model ini dengan waktu pengamatanselama 1 tahun.

 

Contoh Tesis 8 : Sistem Informasi Manajemen Bantuan Logistik Berbasis Could Computing (STUDI KASUS : GUNUNG MERAPI)

Gunung merapi merupakan salah satu gunung yang paling aktif di seluruh dunia. Bencana gunung merapi

sangat berpotensi mengancam kelangsungan kehidupan manusia, seperti korban jiwa, korban luka, kelaparan, kerugain materi kerusakan lingkungan. Salah satu komponen agar aktivitas penanggulan becana dapat berjalan dengan baik adalah manajemen pendistribusian logistik. Dengan membuat sistem informasi berbasis cloud computing diharapkan pendistribusian logistik di daerah yang terkena dari dampak gunung merapi dapat dibagikan secara merata, tepat sasaran, jumlah, kwalitas dan transparan dalam hal penggunaan uang yang disumbangkan oleh para donatur.

 

Contoh Tesis 9 : Analisis Manajemen Logistik Obat Di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Lubuk Pakam Tahun 2017

Manajemen logistik obat merupakan rangkaian kegiatan yang menyangkut aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan penghapusan obat. Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang telah melaksanakan manajemen logistik ini namun masih terdapat beberapa masalah yaitu sumber daya manusia yang kurang, belum adanya tim perencanaan obat, pengadaan obat yang belum terealisasi, serta sarana yang belum memadai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi sebagai cara untuk mengumpulkan data. Informan dalam penelitian ini adalah unsur dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas berjumlah 6 orang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum adanyan tim perencanaan obat terpadu dan sumber daya manusia khususnya tenaga kefarmasian masih kurang, terutama di Puskesmas sebagai tenaga pengelola obat. LPLPO dan usulan permintaan obat Puskesmas belum sepenuhnya dapat dijadikan sebagai alat akomodasi dalam perencanaan obat. Pengadaan dilakukan dengan sistem epurchasing berdasarkan e-catalogue, serta dana pengadaan obat berasal dari APBD, BOK Program, dan BPJS. Penyimpanan obat dilakukan di gudang farmasi tetapi masih ada obat yang tidak disimpan secara alfabetis. Begitu pula untuk pendistribusian obat, tata cara yang dilakukan untuk ditribusi obat setiap 2 bulan sekali sesuai dengan usulan permintaan dalam LPLPO tetapi proses ditribusi obat dilakukan dengan sistem jemput bola dari puskesmas ke dinas kesehatan. Selanjutnya, penghapusan obat belum pernah dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan agar menyupayakan pembentukan tim perencanaan obat terpadu, pengelola obat yang berlatar belakang ahli kefarmasian, mengupayakan mengadakan pelatihan perencanaan kebutuhan obat bagi pengelola obat Puskesmas, melengkapi sarana penyimpanan obat, serta menyediakan anggaran untuk pendistribusian dan penghapusan obat.

 

Contoh Tesis 10 : Analisis Kebutuhan Sistem Informasi Manajemen Logistik Obat Pada Tingkat Puskesmas Kota Jayapura

Dalam mendukung visi Kota Jayapura tentang Good Government, Dinas Kesehatan Kota Jayapura perlu melakukan inovasi melalui puskesmas. Salah satu inovasi yaitu adanya pengelolaan obat dengan menggunakan sistem informasi di Puskesmas. Sistem informasi pengelolaan obat di Puskesmas diharapkan mampu menjawab kebutuhan obat dan tata kelola obat yangbaik. Tujuan penelitian ini adalahMempersiapkan penerapan logistik di puskesmas dan mendukung pengelolaan logistik obat serta meningkatkan pelayanan logistic obat di puskesmas terutama dalam mendukung puskesmas dalam menyampaikan laporan laporan pertanggung jawaban obat yang sesuai dengan kebutuhan puskesmas. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif observasional. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan tehnik Purposive Sampling. Informan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang adalah kepala puskesmas, penanggung jawab apotik dan staf apotik. Data primer diperoleh melalui proses wawancara, pengamatan langsung dan fokus group diskusi (FGD). Hasil : Mengetahui kebutuhan sistem informasi melalui observasi, wawancar dan focus group yang telah di laksanakan yaitu bagaimana proses pengelolaan obat dipuskesmas mulai dari perencanaan,pembelian,distribusi dan juga penggunaan obat,ketersediaan infratruktur sistem informasi pengelolaan obat,ketersediaan sumber daya manusia pengelola obat, dukungan organisasi dalam pengelolaan obat di Puskesmas,output informasi yang di harapkan ada pada sistem informasi pengelolaan obat. Kesimpulan : Perlu adanya dukungan sistem informasi dalam tata kelola obat yangbisa membantu puskesmas di Kota Jayapura dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban obat sesuai dengan kebutuhan Puskesmas. Dalam rencana penerapan sistem informasi pengelolaan obat di Puskesmas Kota Jayapura perlu adanya penambahan sumber daya manusia sepeti tenaga computer untuk pengelolaan obat dengan menggunakan sistem informasi. Dalam tata kelola saat ini puskesmas masih menggunakan sistem manual yang output laporannya masih berbentuk kertas sehingga diharapkan puskesmasbisa menggunakan sistem yang bisa terintegrasi sehingga pelaporan obat akan lebih mudah. Teknologi informasi komunikasi sudah digunakan di Puskesmas tetapi perlu adanya sistem yang teritegrasi dengan sistem lain sehingga tata kelola dan pelaporan obat akan lebih mudah. Dukungan dana dalam pengelolaan obat di Puskesmas Kota Jayapura sudah cukup baik sehingga puskesmas bisa melakukan inovasi dengan pengadaan sistem informasi untuk tata kelola obatyang bik di Puskesmas.untuk dukungan organisasi puskesmas dalam tata kelola obat yang selama ini cukup, dukungan ini diharapkan bisa membantu puskesmas dalam tata kelola obat yang lebih baik.

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?