HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembahasan Lengkap Teori Bank Sampah menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Bank Sampah

Gambaran Umum dari Bank Sampah

Pengertian Sampah

Sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah tidak digunakan lagi dalam kegiatan manusia dan dibuang. Para ahli kesehatan Amerika membuat batasan sampah (waste) adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia, dan tidak terjadi dengan sendirinya (Notoatmodjo, 2011: 190).

Klasifikasi Sampah

  1. Berdasarkan Sifat

Berdasarkan sifatnya sampah dapat digolongkan sebagai berikut :

  • Sampah organik – dapat diurai (degradable)

Sampah organik yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.

  • Sampah anorganik – tidak terurai (undegradable)

Sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.

  1. Berdasarkan Sumber

Menurut sumbernya sampah dapat digolongkan sebagai berikut :

  • Sampah alam
  • Sampah manusia
  • Sampah konsumsi
  • Sampah nuklir
  • Sampah industri
  • Sampah pertambangan (Notoatmodjo, 2011:194).

Pembahasan Lengkap Teori Bank Sampah menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Bank Sampah

 

Sumber-sumber Sampah

  1. Sampah yang berasal dari permukiman (domestic wastes)

Sampah ini terdiri dari bahan-bahan padat sebagaia hasil dari kegiatan rumah tangga yang sudah dipakai dan dibuang. Seperti: sisasisa makanan baik yang sudah dimasak atau yang belum, bekas pembungkus berupa kertas, plastik, dan lain sebagainya.

  1. Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum

Sampah ini berasal dari dari tempat-tempat umum, seperti tempattempat hiburan, terminal bus. Sampah ini berupa: kertas, plastik, botol dan lain sebagainya.

  1. Sampah yang berasal dari perkantoran.

Sampah yang berasal dari perkantoran baik perkantoran pendidikan, perdagangan, departemen, perusahaan dan lain sebagainya. Sampah ini berupa kertas-kertas, plastik, karbon dan sebagainya.

  1. Sampah yang berasal dari jalan raya.

Sampah ini berasal dari pembersihan jalan, yang umumnya terdiri dari: kertas, kardus, debu, batu-batuan, daun-daunan, plastik dan sebagainya.

  1. Sampah yang berasal dari industri (industrial wastes).

Sampah ini berasal dari kawasan industri, termasuk sampah yang berasal dari pembangunan industri, dan segala sampah yang berasal dari proses produksi. Seperti: logam, sampah-sampah pengepakan barang, plastik, kayu, kaleng, botol, dan sebagainya (Soekidjo, 1995).

Pembahasan Lengkap Teori Bank Sampah menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Bank Sampah

Teori-teori dari Gambar Model Teori Bank Sampah

Pengertian Bank Sampah

Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah, bank sampah sendiri di atur dalam pasal 1 ayat 2 peraturan ini. Adapun bunyi dari pasal ini yaitu: “Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi.”

Jenis Sampah dalam Kelompok Bank Sampah

Menurut lampiran II point G Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah, dimana jenis-jenis sampah yang dapat ditabungkan dibank sampah yaitu:

  1. Kertas, meliputi koran, majalah, kardus dan dupleks;
  2. Plastik, meliputi plastik bening, botol plastik, dan plastik kertas lainnya;
  3. Logam, meliputi besi, aluminium, dan timah.

Menurut penulis bahwa sampah rumah tangga yang dihasilkan dapat memiliki nilai ekonomi apabila masyarakat mampu mengelola jenis sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya didalam rumah tetapi juga ruang lingkup perumahan yang ditempati oleh masyarakat. Bukan semua jenis sampah yang dapat ditabung atau disetorkan oleh nasabah kepada pihak pengurus bank sampah, sehingga sampah yang di tabungkan memiliki nilai ekonomi. Seperti halnya kertas, botol, plastik dan logam.

Kondisi Sampah dalam Penyetoran ke Bank Sampah

Dalam lampiran II Point I Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah, kondisi atau keadaan sampah yang di setorkan haruslah dalam keadaan bersih dan utuh, karena harga sampah dalam keadaan bersih dan utuh sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Menurut penulis tujuan dari kondisi diatas untuk mempermudah para pihak pengurus dalam hal melakukan transaksi dan juga pemilihan dengan cepat tanpa harus membersihkan jenis sampah yang telah disetorkan masyarakat setempat dan pihak pengurus tidak bekerja dua kali (2x), karena pihak pengurus bukan sepenuhnya bekerja sebagai karyawan tetap melainkan sukarela.

Contoh Tesis yang Membahas tentang Bank Sampah

Contoh Tesis 1 : Manajemen Bank Sampah dalam Pemberdayaan Ekonomi Nasabah (Studi Kasus pada Bank Sampah PAS (Peduli Akan Sampah) Arcawinangun, Purwokerto, Banyumas)

Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research). Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisisnya, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif, yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan suatu situasi atau suatu area populasi tertentu yang bersifat faktual secara sistematis dan akurat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat disampaikan bahwa manajemen bank sampah dalam pemberdayaan nasabah adalah:

  1. Manajemen Bank Sampah PAS (Peduli Akan Sampah) Arcawinangun, Purwokerto, Banyumas adalah sama seperti di bank-bank penyimpanan uang, para nasabah dalam hal ini masyarakat bisa langsung datang ke bank untuk menyetor. Bukan uang yang di setor, namun sampah yang mereka setorkan.
  2. Pemberdayaan Ekonomi Nasabah Bank Sampah PAS Arcawinangun, Purwokerto, Banyumas yaitu lingkungan dan sumber daya alam. Sampah yang tidak ada manfaatnya kemudian sampah tersebut diolah menjadi kerajinan tangan yang mempunyai nilai gunanya. Sumber daya manusia adalah penduduk asli masyarakat sekitar dengan dibekali pengetahuan, sikap dan keterampilan. Kemudian membuat produk dari sampah menjadi kerajinan tangan yang kreatif dan unik-unik.

 

Contoh Tesis 2 : Efektivitas Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah

Pengelolaan sampah melalui bank sampah merupakan salah satu bentuk dari partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah mulai dari sumbernya. Sampah yang selama ini dianggap sisa konsumsi yang harus dibuang, saat ini justru dikumpulkan dan ditabung karena memiliki nilai ekonomis. Bank sampah Pelita Harapan yang berada di RW 04 Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar merupakan salah satu bank sampah yang masih terus aktif sampai saat ini di kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan sampah melalui bank sampah Pelita Harapan serta menjelaskan prospek keberlanjutan pengelolaan sampah di bank sampah Pelita Harapan. Kehadiran Bank Sampah di Kota Makassar, khususnya Bank Sampah Pelita Harapan di Kelurahan Ballaparang Kecematan Rapoccini, memberikan pengaruh pada perubahan dalam kehidupan masyarakat. Sampah yang selama ini dianggap sisa konsumsi yang harus dibuang, saat ini justru dikumpulkan dan ditabung karena memiliki nilai ekonomis. Sampah menjadi sumber pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan mendaur ulang menjadi barang-barang cantik dan unik yang bisa menghasilkan uang. Pembelajaran (lessons learned) yang dapat diambil apabila akan menerapkan sistem bank sampah di daerah lain maka diperlukanyaitu: (1) adanya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah; (2) adanya organisasi/lembaga yang mengelola sampah yang sudah terpilah; (3) adanya kerjasama dengan pengepul dan pengrajin daur ulang sampah; (4) adanya pendampingan dari LSM; (5) adanya dukungan pemerintah..

Contoh Tesis 3 : Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengelola Sampah Anorganik Melalui Bank Sampah

Penelitian ini di latar belakangi oleh semakin meningkatnya angka produksi sampah dari tahun ke tahun khususnya di Kota Medan. Jika pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara optimal tentu akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat itu sendiri. Jika dilihat dari sudut pandang sosial-ekonomi, pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang tidak menyenangkan bagi masyarakat seperti munculnya bau yang tidak sedap dan berpengaruh pada kunjungan pariwisata, dan turunnya tingkat kesehatan masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan biaya kesehatan untuk mengobati masyarakat yang sakit. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah mengetahui tentang bagaimana upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah anorganik di Bank Sampah SJM? Dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah anorganik di Bank Sampah SJM?. Teori yang digunakan adalah teori-teori pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Defenisi terkait sampah, jenis dan karakteristik serta konsep dan jenis pengelolaan sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model analisis intraktif sebagaimana yang diajukan oleh Miles dan Huberman. Sedangkan narasumber atau informant dalam penelitian ini sebanyak 7 (tujuh) orang, yang terdiri dari 3 (tiga) orang nasabah Bank Sampah dan 4 (empat) orang pengurus Bank Sampah SJM. Dimana mereka dipilih berdasarkan keterwakilan dari orang-orang yang diteliti atau diamati. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, FDG dan observasi langsung pada lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat sudah dilakukan khususnya dalam pemberdayaan ekonomi. Di mana tabungan sampah yang dimiliki oleh para nasabah berhasil untuk membantu atau mencover kebutuhan belajan rumah tangga dan juga biaya oprasional pendidikan. Selain itu, perubahan sikap dan pandangan dalam pengelolaan sampah juga terjadi di tengah nasabah.

Contoh Tesis 4 : Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat (Studi Kasus : Bank Sampah Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan)

Bank sampah adalah tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah non organik yang sudah dipilah sesuai dengan jenisnya yang dari rumah tangga yang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna atau bernilai ekonomis bagi masyarakat melalui proses daur ulang. Informasi atau pengetahuan yang diperoleh oleh tokoh pendiri bank sampah serta masyarakat mengenai pengelolaan sampah sebagian besar diperoleh melalui proses belajar, pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (DKPP). Wujud kepedulian tokoh pimpinan bank sampah antara lain berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pemberian contoh mengelola sampah dengan baik seperti kegiatan daur ulang sampah, keterampilan membuat kerajinan tangan dari sampah non organik serta membuat pupuk cair dari sampah organik. Motivasi warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan bank sampah sebagian besar dipengaruhi oleh motivasi ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan. Upaya pengenalan bank sampah dilakukan melalui sosialisasi pada acara kumpul warga. Faktor-faktor keberhasilan pengelolaan bank sampah di kecamatan Pamulang antara lain peran pimpinan atau tokoh masyarakat sebagai teladan dan motivator masyarakat, komunikasi yang baik antara pengurus dengan nasabah bank sampah, manajemen pengelolaan bank sampah yang baik, dukungan dan peran aktif masyarakat dan instansi pendukung terhadap pengelolaan bank sampah (Bank Sampah Melati Bersih dan Pemerintah Daerah).

Contoh Tesis 5 : Kontribusi Bank Sampah Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Di Gampong Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar

Salah satu persoalan lingkungan yang sampai saat ini belum terselesaikan yakni masalah sampah, karena yang namanya sampah pada umunya segala sesuatu yang langsung dibuang dan dibakar. Salah satu metode pengelolaan sampah adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan salah satu bentuk penanganan sampah berbasis masyarakat melalui pendirian bank sampah. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: pertama, Bagaimana sistem pengelolaan sampah di bank sampah Gampong Blang Krueng. Kedua, Bagaimana kontribusi bank sampah terhadap pemberdayaan masyarakat di Gampong Blang Krueng. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif. Penelitian bersifat deskriptif menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dalam menggumpulkan data di Gampong Blang Krueng. Subjek dari penelitian ini adalah Kechik Gampong, Sekretaris gampong, Direktur BUMG, Ketua bank sampah, 2 orang pegawai bank sampah dan 6 orang nasabah bank sampah. Hasil penelitian sistem pengelolaan yang dilakukan oleh bank sampah di Gampong Blang Krueng sebagai berikut: Pertama, pemilahan sampah, kedua, pendataan pertama dan pengangkutan, ketiga, dikumpulkan ke bank sampah, keempat, sampah dipilah sesuai jenis dan didata ulang, kelima, pengolahan, keenam, penjualan dan pencairan uang nasabah. Kontribusi bank sampah terhadap pemberdayaan yang dirasakan oleh masyarakat yaitu: Permberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial dan pemberdayaan ekologi.

Contoh Tesis 6 : Pengelolaan Bank Sampah dalam Pelestarian Lingkungan Hidup

Selama ini sampah hanya dianggap sebagai sesautu yang menjijikan.

Masyarakat enggan mempedulikan banyaknya sampah yang berserakan di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagimana pengeloaan bank sampah; (2) Mengetahui bagaimana peran pemerintah kelurahan terhadap pengelolaan Bank Sampah; (3) Mengetahui apa saja kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan bank sampah di Kelurahan Paju Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo.

Penelitian ini mengguanakan desain penelitian kualitatif. Sumber data primer yang dijadikan sebagai sumber penelitian adalah hasil observasi kegiatan yang berkaitan dengan bank sampah, wawancara dengan Lurah Paju, Pengurus Bank Sampah ?Manunggal Karso” dan sebagaian masyarakat Kelurahan Paju. Teknik pegumpulan data yang digunakan dalam penelitin ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunankan reduksi data, penyajian data, kesimpulan.

Pengeloaan Bank Sampah di Kelurahan Paju Kecamatan Ponorogo Kabupten Ponorogo sudah terstruktur dengan baik. Ini sesuai dengan tugas para pengurus bank sampah yang sudah sesuai dengan perannya masing-masing, Pemerintah Kelurahan Paju mendukung bank sampah dalam bentuk dukungan terhadap pelaksanaan bank sampah, mulai dari pensosialisaian dan pengajuan bantuan dana untuk bank sampah. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi dari pengelolaan bank sampah yaitu 1) Dari tingkat kesadaran masyarakat; 2) Dari segi biaya; Dalam pengeloaan ini dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak. Ini dilakukan agar terciptanya lingkungan hidup yang asri dan tidak merugikan berbagai pihak.

Saran dalam pengelolaan bank sampah ini adalah untuk pemerintah dan segenap masyarakat tidak pernah dalam melaksanakan bank sampah ini, pengurus bank sampah tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi dalam pengembangan program bank sampah, dan untuk masyarakat agar semakin terampil dalam mengelola sampah, agar lingkungan menjadi sehat dan nyaman.

Contoh Tesis 7 : Dukungan LSM Econatural Society Terhadap Program Makassar Tidak Rantasa’ (MTR) (Studi Pengelolaan Bank Sampah Lantebung Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar)

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, dukungan Econatural Society terhadap program Makassarta Tidak Rantasa’ begitu besar karena telah mendirikan Bank Sampah untuk mendukung program pemerintah. Program ini mengajarkan kita akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengajarkan masyarakat cara mendaur ulang sampah agar dapat menjadi nilai ekonomis. Respon pemerintah terhadap program Bank Sampah adalah pemerintah sangat senang dengan adanya program Bank Sampah ini dapat dilihat dari pengelolaan Bank Sampah dilakukan secara efektif sehingga Bank Sampah berdampak pada bertambahnya pendapatan keluarga tapi masih banyak masyarakat yang tidak ikut andil dalam program ini.

Implikasi Penelitian ini adalah (1) dengan adanya dukungan Econatural Society terhadap program Makassarta Tidak Rantasa’ maka pemerintah harus lebih aktif dalam menjalin kerjasama dengan semua elemen baik swasta utamanya masyarakat untuk membuat Makassar bersih dari dan terhindar dari masalah persampahan dan (2) dengan adanya program Bank Sampah ini pemerintah sangat apresiasi dan masyarakat juga senang dengan program tersebut.

Contoh Tesis 8 : Studi Efektivitas Bank Sampah Sebagai Salah Satu Pendekatan dalam Pengelolaan Sampah yang Berbasis Masyarakat di Kota Padang

Efektivitas bank sampah sebagai salah satu pendekatan pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat di Kota Padang dilihat dari pencapaian tujuan bank sampah yaitu mengubah perilaku masyarakat (3R), mengubah sampah menjadi uang dan mengubah sampah menjadi kontribusi perbaikan lingkungan. Pelaksanaan bank sampah secara organisasi dari 6 bank sampah sampel diperoleh hasil bahwa 50% bank sampah masih berjalan dengan baik, namun sebagian besar penabung yang terdata sudah tidak aktif lagi. Fasilitas pendukung bank pada sebagian besar bank sampah sudah lengkap, namun ada beberapa fasilitas pendukung tersebut yang tidak diberdayakan bank sampah. Efektivitas rata-rata bank sampah sekolah, bank sampah permukiman, dan rata-rata bank sampah di Kota Padang termasuk kategori cukup efektif dengan skor masing-masing adalah 2,25 pada bank sampah sekolah, 2,29 pada bank sampah pemukiman dan 2,27 pada rata-rata bank sampah di Kota Padang.

Contoh Tesis 9 : Peranan Bank Sampah Gemah Ripah Terhadap Kesempatan Kerja Dan Pendapatan Keluarga Di Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, bertujuan untuk mengetahui peranan Bank Sampah Gemah Ripah terhadap kesempatan kerja dan pendapatan keluarga di Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah istimewa Yogyakarta. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 50 nasabah atau penabung dari 331 penabung atau nasabah Bank Sampah Gemah Ripah tahun 2011. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, observasi, dokumentasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan analisis statistik deskriptif dengan tabel frekuensi dan tabulasi silang.

Penelitian ini menemukan bahwa peranan Bank Sampah Gemah Ripah terhadap kesempatan kerja di Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta masih kecil yaitu 1,02%. Peranan Bank Sampah Gemah Ripah terhadap pendapatan keluarga di Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta juga masih kecil yaitu 0,90% dari pendapatan hasil menabung Rp 4.772.700,00 dan jumlah pendapatan total keluarga baik pendapatan dari pekerjaan pokok maupun pendapatan lainnya Rp 528.322.700,00. Peranan pendapatan menabung di Bank Sampah Gemah Ripah terhadap pendapatan total keluarga dilihat dari pekerjaan pokok paling besar berasal dari penabung atau nasabah yang mempunyai pekerjaan pokok sebagai buruh 1,34% dan yang paling kecil berasal dari penabung atau nasabah yang memiliki pekerjaan pokok sebagai PNS yaitu 0,63%. Faktor penghambat dalam perkembangan Bank Sampah Gemah Ripah adalah manajemen Bank Sampah yang belum baik.

Contoh Tesis 10 : Peran bank sampah berkelanjutan dalam mendukung ketahanan

keluarga : studi kasus bank sampah Malaka Sari Jakarta Timur

Hasil yang diperoleh dalam penentuan urutan priotitas pendekatan yang tepat untuk menciptakan arah kebijakan bank sampah adalah pendekatan partisipasi keluarga, kesejahteraan dan keamanan lingkungan. Sedangkan analisis SWOT digunakan untuk menentukan strategi bank sampah sebagai upaya-upaya apa yang seharusnya disusun dalam meningkatkan peran strategis dalam mendukung ketahanan keluarga melalui strategi konsolidasi dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk meminimalkan kelemahan yang dimiliki bank sampah, sehingga bank sampah memungkinkan mendukung terwujudnya ketahanan keluarga yang meliputi aspek Sosial Budaya dengan adanya partisipasi interaksi antar para keluarga mengelola sampah; aspek Ekonomi dengan adanya tambahan pendapatan bagi kesejahteraan keluarga ; aspek keamanan lingkungan dengan terciptanya lingkungan yang aman, hijau dan bersih sehingga terlindunginya kesehatan keluarga.

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?