HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Model Quantum Learning terhadap Pencapaian Kompetensi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan

Judul Skripsi : Pengaruh Model Quantum Learning terhadap Pencapaian Kompetensi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan dengan Memperhatikan Minat Belajar

 

A. Latar Belakang

Kenyataan dilapangan masih banyak guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang masih belum beranjak dari model pembelajaran lama, seperti ekspositori yang cenderung teacher centered learning, siswa lebih banyak bersikap pasif, mereka lebih banyak menerima informasi dari guru dalam bentuk ceramah, dan tanya jawab, kemudian melakukan peningkatan pemahaman melalui pemberian tugas yang di berikan oleh guru. Pada model ekspositori ini keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sangatlah sedikit. Semua rancangan pembelajaran sudah dipersiapkan sepenuhnya oleh guru, dan siswa tinggal menerima dan mengikuti saja dan menurut apa yang diperintahkan guru, kondisi ini sangat tidak menguntungkan karena sering menimbulkan rasa bosan, masa bodoh, dan rasa malas siswa dalam mengikuti pelajaran bahkan cenderung sekedarnya, tidak berminat mengikuti pelajaran dan bahkan merasa tertekan yang akibatnya pencapaian kompetensinya kurang baik., guru belum berani mencobakan model pembelajaran lain seperti model quantum learning yang lebih mengedepankan kepentingan perkembangan pribadi siswa, dan kebebasan berpikir dan berkreasi serta memberikan rasa senang dan nyaman mengikuti proses pembelajaran, yang menjadikan pencapaian kompetensi belajar siswa meningkat.

Berdasar latar belakang dan perkiraan-perkiraan yang penulis kemukakan perlu diuji kebenarannya, untuk itulah kiranya perlu adanya penelitian mengenai pendekatan pembelajaran quantum, dan minat belajar serta pengaruhnya terhadap pencapaian kompetensi belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa SMA Negeri di Kabupaten Kebumen.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan pencapaian kompetensi belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan antara penerapan model quantum learning dengan model pembelajaran ekspositori ?
  2. Apakah terdapat perbedaan pencapaian kompetensi belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan antara siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan rendah ?
  3. Apakah terdapat interaksi pengaruh terhadap pencapaian kompetensi belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan antara model pembelajaran dan minat belajar siswa ?

 

 

C. Kajian Teori

Pengertian model Pembelajaran Quantum

Model pembelajaran Quantum merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang dilakukan dengan adanya penggubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan disekitar situasi belajar. Interaksi antar komponen pendidikan akan mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi kesuksesan belajar yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya (De Porter, Reardon, Singer-Nouri, 2005 : 5).

Pengertian Model Pembelajaran Ekspositori

Menurut Ausabel dalam Wolfolk & Nicolich (1984: 240) Model pembelajaran ekspositori merupakan suatu model pembelajaran dimana guru menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa dengan mengorganisasikan, mengurutkan dan menyelesaikan materi yang ada secara cermat agar siswa menerima materi-materi dengan mudah. Lebih lanjut dikatakan bahwa “The expository approach is appropriate for teaching the concepts, certain problem arise” (Model ekspositori sesuai untuk mengajarkan konsep atas masalah-masalah yang timbul).

Pengertian minat

Minat merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang. S.C. Utami Munandar (1992: 11) menyatakan bahwa prestasi seseorang selalu dipengaruhi macam dan intensitas minatnya, anak yang berminat terhadap matematika akan bekerja keras untuk mencapai nilai yang tinggi dalam matematika. Minat belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dari dalam siswa yang mampu membangkitkan atau menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai tujuan belajar.

Minat Belajar Pendidikan Kewarganegaraan

Dari uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa minat belajar Pendidikan Kewargnegaraan adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang mampu membangkitkan atau menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan yaitu pencapaian kompetensi belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang optimal. Minat belajar Pendidikan Kewarganegaraan terwujud dalam tiga indikator yaitu : Pertama ketertarikan pada suatu obyek tertentu, yang terdiri dari ;

a) kelengkapan fasilitas belajar

b) minat atau rasa suka terhadap mata pelajaran

c) frekuensi kegiatan dalam periode waktu tertentu.

Kedua respon terhadap suatu obyek tertentu, yang terdiri dari ;

a) penghargaan atau penggunaan waktu dalam belajar

b) orientasi pada hasil belajar yang telah dicapai

c) tingkatan aspirasi

d) keuletan dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan untuk mencapai tujuan

e) arah sikap pebelajar terhadap sasaran kegiatan belajarnya.

Ketiga keinginan terhadap sesuatu hal yang terdiri dari ;

a) kecenderungan untuk memahami suatu konsep

b) pengorbanan untuk mencapai tujuan.

 

D. Metode Penelitian

Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen.

Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas XI Semester 1 Sekolah Menengah Atas Negeri Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2009/2010.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik multi stage cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 153 siswa yang mewakili populasinya.

Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes pencapaian kompetensi belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam bentuk pilihan ganda serta angket untuk mengumpulkan data minat belajar. Untuk mengetahui ketepatan dan kesahihan instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas.

Uji validitas pada tes pencapaian kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan digunakan korelasi Product Moment dari Pearson dan uji reliabilitas menggunakan KR-20. Uji validitas dan reliabilitas pada angket digunakan korelasi Product Moment dari Pearson dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Untuk menganalisa hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel penelitian adalah valid peneliti menggunakan teknik Analisis Varian (ANAVA) dua jalur, pada taraf signifikansi 0,05.

 

E. Kesimpulan Skripsi

1. Penggunaan model pembelajaran, dalam hal ini model quantum learning dan model pembelajaran ekspositori dapat berpengaruh secara signifikan terhadap pencapaian kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa Kelas XI SMA Negeri Kabupaten Kebumen, Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010. Berdasarkan hasil analisis data, model quantum learning lebih berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan ada perbedaan pengaruh antara penerapan model pembelajaran Quantum Learning dengan model pembelajaran Ekspositori terhadap pencapaian kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan terbukti kebenarannya.

2. Minat belajar yang dimiliki siswa dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap pencapaian kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Hal ini berarti minat belajar dapat mempengaruhi tinggi rendahnya pencapaian kompetensi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Siswa yang memiliki minat belajar tinggi memperoleh skor tinggi dibanding dengan siswa yang memiliki minat belajar rendah. Dengan demikian hipotesis ke dua yang menyatakan terdapat perbedaan signifikan pencapaian kompetensi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan antara siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan rendah, kebenarannya dapat dibuktikan.

3. Interaksi model pembelajaran dan minat belajar dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap pencapaian kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Hal ini berarti penggunaan ke dua model pembelajaran dan minat belajar sama-sama dapat dijadikan penentu tinggi rendahnya pencapaian kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Berdasarkan hasil analisis penggunaan kedua model pembelajaran dan minat belajar secara bersama-sama dapat mempengaruhi terhadap pencapaian kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan demikian hipotesis ke tiga yang menyatakan terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap pencapaian kompetensi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diterima kebenarannya.

Leave a Reply