HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Model Problem Based Learning Menggunakan Multimedia dan Modul

Judul Tesis :  Pembelajaran Fisika dengan Model Problem Based Learning Menggunakan Multimedia dan Modul Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kemampuan Verbal Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Melalui Kementerian Pendidikan Nasional telah dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagai contoh diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan disempurnakannya Kurikulum dari Kurikulum Berbasis Kompetensi menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Namun prestasi belajar Fisika termasuk di SMA Negeri 3 Surakarta belum optimal. Pembelajaran Fisika pada umumnya masih berorientasi pada guru. Siswa cenderung menerima apa saja yang dijelaskan oleh guru tanpa harus mengetahui makna dari pelajaran tersebut. Siswa juga cenderung menghafal pengertian dan rumus, pendekatan pembelajarannya kurang berhubungan dengan fenomena alam, kehidupan sehari-hari, dan perkembangan teknologi. Hal ini menyebabkan siswa pasif dan kurang termotivasi dalam belajar, siswa mengangap bahwa Fisika itu sulit dan membosankan, sehingga siswa mengalami kesulitan belajar dan menyebabkan prestasi belajar Fisika rendah.

Dalam pembelajaran Fisika guru belum mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang dapat membagkitkan semangat belajar siswa, sehingga siswa mempunyai keberanian, serta mempunyai kemampuan belajar. Pembelajaran Fisika menekankan pada pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengembangkan sikap ilmiah. Hal ini bisa tercapai apabila dalam pembelajaran menggunakan pendekatan keterampilan proses. Depdikbud (1986) mengutarakan bahwa pendekatan keterampilan proses merupakan wawasan atau anutan pengembangan keterampilan-keterampilan intelektual, sosial, dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang pada prinsipnya telah ada dalam diri siswa. Keterampilan proses merupakan keterampilan yang meliputi kegiatan siswa untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir, serta mengembangkan sikap ilmiah siswa.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran dengan model PBL menggunakan multimedia dengan pembelajaran PBL menggunakan modul?
  2. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir abstrak tinggi dan kemampuan berpikir abstrak rendah?
  3. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemampuan verbal tinggi dan kemampuan verbal rendah?

C. Tinjauan Pustaka

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Salah satu model pembelajaran yang berprinsip kerjasama kelompok yang diperkirakan mampu mengembangkan kemampuan belajar selain pembelajaran kooperatif adalah Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah. Model ini merangsang siswa untuk menganalisis masalah, memperkirakan jawaban-jawabannya, mencari data, menganalisis data dan menyimpulkan jawaban terhadap masalah.

Multimedia

Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video, dan animasi yang menghasilkan presentasi yang menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi. Disini dapat digambarkan bahwa multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik. Multimedia dapat diartikan sebagai informasi komputer yang dapat disajikan melalui audio atau video, teks, grafik, dan animasi.

Modul

Modul adalah bahan belajar yang dirancang secara sistematis berdasarkan kurikulum tertentu dan dikemas dalam bentuk satuan pembelajaran terkecil dan memungkinkan dipelajari secara mandiri dalam satuan waktu tertentu. Modul dapat mengandung berbagai macam kegiatan belajar.

Kemampuan Berpikir Abstrak

Kemampuan berpikir merupakan sekumpulan ketrampilan yang kompleks yang dapat dilatih sejak usia dini. Berpikir merupakan proses mental yang terjadi karena berfungsinya otak dalam rangka mencari jawaban atas suatu persoalan, menemukan ide-ide, mencari pengetahuan, atau sekedar untuk berimajinasi. Proses berpikir terjadi oleh berfungsinya otak manusia, karena otak manusia merupakan pusat kesadaran, pusat berpikir, perilaku, dan emosi manusia mencerminkan keseluruhan dirinya, kebudayaan, kejiwaan, bahasa dan ingatannya (Semiawan, C.R. 1977 cit. Andra 2010).

Kemampuan Verbal

Dalam kehidupan manusia peranan bahasa sebagai alat komunikasi sangatlah penting, fungsi yang paling mendasar dari bahasa adalah pemikiran konseptual kedalam kehidupan. Bila pemikiran konseptual tidak dinyatakan dalam bahasa maka orang lain tidak akan memahami pikiran tersebut.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dilakukan dari bulan Juni 2011 – Mei 2012.

Populasi adalah semua siswa kelas X di SMA Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012.

Sampel diambil secara acak (cluster random sampling), terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X.2 dan kelas X.9. Kelas X.2 belajar menggunakan multimedia dan kelas X.9 menggunakan modul.

Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengukur prestasi belajar yang dilakukan dengan tes prestasi siswa, kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan verbal.

Data dianalisis menggunakan ANAVA dengan desain faktorial 2x2x2.

E. Kesimpulan

Pembelajaran dengan model problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan multimedia dan modul terbukti membantu siswa mengembangkan pengetahuan, keterampilan berpikir, keterampilan pemecahan masalah, serta menjadi siswa yang mandiri. Dengan pembelajaran menggunakan multimedia terbukti dapat menarik siswa untuk belajar lebih aktif, sehingga siswa dapat memecahkan masalah-masalah yang dipelajari pada materi Fisika yang bersifat abstrak, seperti pada materi gelombang elektromagnetik. Sedangkan dengan modul siswa mampu memahami materi pelajaran sesuai dengan kecepatan masing-masing.

Siswa yang memiliki kemampuan berpikir abstrak tinggi dan kemampuan verbal tinggi mampu menyelesaikan masalahmasalah yang terdapat dalam modul lebih cepat dan memperoleh rerata prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan verbal rendah.

Prestasi belajar Fisika siswa dapat meningkat dari sebelumnya. Hal ini terbukti rerata nilai prestasi belajar siswa dapat melampaui nilai KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal). Nilai KKM di SMA Negeri 3 Surakarta adalah 75.

Kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan verbal siswa merupakan faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa baik aspek kognitif maupun afektif dalam pembelajaran Fisika.

Incoming search terms:

Leave a Reply