HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Model Pembelajaran Kooperatif Circ, Jigsaw, dan STAD terhadap Keterampilan Membaca

Judul Skripsi : Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Circ, Jigsaw, dan STAD terhadap Keterampilan Membaca Ditinjau dari Kemampuan Logika Berbahasa

 

A. Latar Belakang Masalah

Ada empat keterampilan berbahasa Indonesia yang menjadi muara akhir pembelajaran bahasa Indonesia. Keempat keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Sebagai salah satu tujuan pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan membaca merupakan keterampilan yang paling mendasar apabila dibandingkan dengan ketiga keterampilan yang lain. Membaca merupakan keterampilan yang menjadi jendela ilmu pengetahuan.

Hampir semua ilmu pengetahuan dipahami melalui membaca. Membaca merupakan sesuatu yang fundamental dalam semua disiplin ilmu (Lei, Rhinehart, Howard, & Cho:1). Oleh karena itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya masyarakat untuk gemar membaca. Masyarakat yang demikian akan memperoleh pengetahuan lebih cepat dan wawasan baru yang semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masamasa mendatang (Farida Rahim, 2003:1).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis: CIRC, Jigsaw, dan STAD?
  2. Apakah ada perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa tinggi dan yang memiliki kemampuan logika berbahasa rendah?
  3. Apakah ada interaksi antara penggunaan jenis model pembelajaran kooperatif dan kemampuan logika berbahasa dalam memengaruhi keterampilan membaca?

 

C. Kajian Teori

Hakikat Keterampilan Membaca

Orientasi di dalam pembelajaran bahasa pada dasarnya ialah empat keterampilan berbahasa. Apabila keempat keterampilan berbahasa ini dapat terkuasai dengan memadai oleh seseorang, maka dianggap baiklah keterampilan berbahasa seseorang itu. Keempat keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan ini saling berkait dan menunjang satu dengan yang lainnya. Keempatnya merupakan keterampilan yang berbeda tetapi korelatif, tidak ada keterampilan menyimak tanpa berbicara atau membaca, tidak ada keterampilan berbicara tanpa menyimak, tidak ada keterampilan membaca tanpa menulis, tidak ada keterampilan menulis tanpa membaca, dan sebagainya. Demikianlah keempatnya saling erat berkait. Namun demikian, untuk memudahkan pembelajarannya, keempatnya perlu didalami secara mandiri (tentu tidak dapat lepas sama sekali). Ini dilakukan semata-mata untuk memudahkan pendalaman pembelajarannya.

 

Model Pembelajaran Kooperatif

Dasar filosofis pembelajaran kooperatif ialah keyakinan bahwa bekerja sama akan menghasilkan energi kolektif yang disebut sebagai sinergi (synergy). Sinergi ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa Dalam dunia pendidikan sinergi ini diaplikasikan dalam komunitas pembelajaran (Johnson & Johnson, 1994: 21; Slavin, 1995: 16; Joyce, 2009: 34).

 

Konsep Model Pembelajaran Kooperatif CIRC

Model pembelajaran kooperatif jenis CIRC pertama kali dibahas oleh Madden, Slavin & Stevens (1986) dalam tulisannya Cooperative Integrated Reading and Composition: Teacher Manual. Dalam buku ini dibahas secara mendasar langkahlangkah dan bagaimana mengaplikasikan model CIRC ini dalam pembelajaran di kelas. Stevens & Slavin pada tahun yang sama mengadakan penelitian dengan judul The Effect of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) on Academically handicapped and nonhandicapped students’ achievement, attitudes, and metacognition in Reading and Writing, dalam Elemetary School Jaurnal (1986, 11, 123-135).

 

Definisi Konseptual Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw

Model pembelajaran kooperatif Jigsaw adalah strategi pembelajaran yang berpijak dari interaksi sosial kelompok kecil, dengan pembelajaran setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (kelompok asal). Agar dapat menguasai materi yang menjadi tanggung jawabnya, setiap anggota kelompok asal berkumpul dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendalami materi yang sama. Tiap-tiap anggota kelompok bertemu dalam diskusi kelompok ahli membahas materi yang ditugaskan. Setelah selesai berdiskusi dalam kelompok ahli, kembali pada kelompok asal untuk menjelaskan pada teman sekelompoknya.

 

Konsep Dasar Model Pembelajaran Koopertif STAD

Model pembelajaran kooperatif jenis STAD merupakan bentuk pembelajaran kooperatif paling tua dan paling sederhana. Pertama kali dikenalkan pada awal tahun 1978 oleh Slavin dalam tulisannya pada Journal of Research and Development in Education (1978, 12, 39-49) dengan topik Student Teams and Achievement Divisions. Selanjutnya, dikembangkan oleh Frantz (1979) dalam penelitiannya yang berjudul The Effect of The Student Teams Achievement Approach in Reading on Peer Attitudes.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan disain faktorial 3×2. Manipulasi dilakukan pada variabel model pembelajaran. Kelompok eksperimen diberikan perlakukan khusus, masing-masing model pembelajaran kooperatif jenis CIRC, Jigsaw, dan STAD. Kelompok eksperimen dibedakan atas siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa tinggi dan rendah. Populasi adalah siswa kelas 5 sekolah dasar di Jawa Tengah tahun pelajaran 2011/2012, sedangkan sampel adalah siswa kelas 5 pada 12 SD di empat kabupaten/kota, yaitu 3 SD di Kabupaten Kudus, 3 SD di Kota Semarang, 3 SD di Kabupaten Magelang, dan 3 SD di Kabupaten Karanganyar, yang seluruhannya berjumlah 364 siswa yang diambil dengan teknik multi stage area random sampling. Data keterampilan membaca dikumpulkan dengan tes keterampilan membaca, tingkat kemampuan logika berbahasa ditentukan dengan tes kemampuan logika berbahasa. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan dianalisis. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis variansi dua jalan.

 

E. Simpulan

1. Ada perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis CIRC dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis Jigsaw ataupun jenis STAD. Perbedaan itu berupa keterampilan membaca kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis CIRC lebih baik daripada yang belajar dengan jenis Jigsaw ataupun STAD, sedangkan antara jenis Jigsaw dan STAD sama baiknya.

2. Ada perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa tinggi dan rendah. Perbedaan itu berupa keterampilan membaca kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa tinggi lebih baik daripada yang rendah.

3. Ada interaksi antara penggunaan jenis model pembelajaran kooperatif dan kemampuan logika berbahasa dalam mempengaruhi keterampilan membaca bahasa Indonesia. Interaksi tersebut dapat dijelaskan berikut ini.

  • Dalam pembelajaran keterampilan membaca siswa yang memiliki kemampuan logika tinggi, penggunaan model pembelajaran kooperatif jenis CIRC lebih baik dibandingkan dengan jenis Jigsaw ataupun STAD, sedangkan model pembelajaran kooperatif jenis Jigsaw sama baiknya dibandingkan dengan jenis STAD.
  • Dalam pembelajaran keterampilan membaca pada siswa yang memiliki kemampuan logika rendah, penggunaan ketiga model pembelajaran kooperatif jenis CIRC, Jigsaw, maupun STAD sama baiknya.

Leave a Reply