HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Role Playing untuk Meningkatkan Kompetensi Belajar Sejarah

Judul Tesis : Penerapan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Kompetensi Belajar Sejarah dan Karakter Peserta Didik

 

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran sejarah memiliki peranan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah, yaitu orientasi intelektual dan sikap jiwa untuk memahami dirinya sebagai anggota masyarakat dan bangsa maka pembelajaran sejarah dituntut dapat mengaktualisasikan dua hal, yakni

  1. pendidikan dan pembelajaran intelektual
  2. pendidikan dan pembelajaran moral, civil society yang demokratis dan bertanggung jawab kepada masa depan bangsa (dalam Zuchdi, 2009:74).

Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa pembelajaran sejarah memiliki peranan yang cukup besar dalam peningkatan karakter peserta didik. Dan dalam penelitian ini, peneliti menerapkan pembelajaran Role Playing sebagai upaya untuk meningkatkan kemapuan peserta didik dari segi kognitif maupun afektif. Akhirnya dapat ditarik kesimpulan tentang harapan guru/peneliti, dengan menerapkan pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan (terjadi penguatan) kompetensi dan karakter dalam diri peserta didik.

Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti mengambil judul Penerapaan Metode Role Playing Untuk Meningkatkan Kompetensi Belajar Sejarah Dan Karakter Peserta Didik (Penelitian Tindakan Kelas pada kelas XI IPS 1 SMAN Ajibarang semester 1 tahun pelajaran 2012/2013)

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah implementasi metode Role Playing untuk meningkatkan kompetensi belajar sejarah bagi siswa kl XI IPS 1 SMA N Ajibarang semester 1 tahun 2012/2013?
  2. Bagaimanakah implementasi metode Role Playing untuk meningkatkan nilainilai karakter bagi siswa kl XI IPS 1 SMA N Ajibarang semester 1 tahun 2012/2013?

C. Kajian Teori

Pembelajaran Sejarah

Dari pengertian sejarah dan pengertian pembelajaran maka peneliti kemudian menyimpulkan tentang pembelajaran sejarah. Bicara pembelajaran sejarah berarti membawa rangkaian peistiwa dan perkembangan tentang kehidupan manusia dimasa lampau untuk diinformasikan kepada peserta didik. Dalam Seminar Nasional di Yogyakarta tahun 1957, dikemukakan bahwa pelajaran disekolah harus dapat menunjukkan pusat-pusat kebesaran dan hasil pekerjaan yang dapat dibanggakan, menekankan perhatian pada peristiwa-peristiwa dan akibat-akibat yang menunjukkan perkembangan kearah persatuan menghindari perselisihan dan pertentangan. Sejalan dengan hal tersebut maka pelajaran sejarah harus ditujukan pada pembangunan dan pembinaan bangsa (nation and character building (Saeful Bachri, 2010: 94-95) ).

 

Role Playing

Teknik-teknik dalam pembelajaran kolaborasi disebut CoLT (Collaboration Learning Techniue). Salah satu diantara teknik pembelajaran kolaborasi adalah CoLT 10, yaitu Role Playing. Dalam teknik Role Playing dibuatlah skenario dan peserta didik diminta untuk berperan atau mengambil identitas yang mengharuskan mereka mengaplikasikan pengetahuan, ketrampilan, atau pemahaman mereka ketika mereka berbicara dan memerankannya dari perspektif yang berbeda (Barklay, 2012: 92).

 

Karakter Peserta Didik

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, lingkungan maupun kebangsaan sehingga menjadi insan kamil (Sutjipto, 2011, 506). Pendapat lain mengenai pendidikan karakter dikemukakan oleh Doni Koesoema. Salah satu diantaranya adalah pendidikan karakter sebagai pedagogi, yaitu penanaman nilai dalam diri siswa dan pembaharuan tata kehidupan bersama yang menghargai kebebasan individu (Koesoema, 2007, 134).

D. Metodologi Penelitian

Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Sumber data yang digunakan peneliti berasal dari siswa yang sering dikenal sebagai sumber primer yang berupa dokumentasi, pengamatan atau observasi dan tes.

Sumber data ini diambil hasil test. Untuk karakter siswa diperoleh dari hasil observasi baik yang dilakukan oleh guru yang melakukan penelitian maupun teman sejawat.

Berdasarkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yang berupa teknik dokumentasi, observasi, dan test maka alat yang digunakan dalam pengumpulan data berupa dokumen nilai , butir soal pre test dan post tes siklus I, siklus II dan siklus III. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan validasi isi.

 

E. Simpulan

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga Siklus. Berdasarkan teori, mengacu pada rumusan masalah dan dari hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa :

  • Pembelajaran dengan metode Role Playing dapat meningkatkan kompetensi belajar siswa yang cukup signifikan. Adapun peningkatanya dapat dilihat dari jumlah siswa yang mendapatkan nilai sama atau diatas KKM adalah 100 % dan dari nilai rata-rata terdapat peningkatan sebesar 135 %, dari rerata 35 menjadi 81.
  • Pembelajaran dengan metode Role Playing dapat meningkatkan karakter. Dilihat dari perolehan skor, jumlah siswa yang memperoleh skor 75 pada kondisi awal hanya 16 siswa (61,54%) dan pada Siklus III atau kondisi akhir menjadi 26 siswa (100%).

Kemudian dilihat dari jumlah siswa yang mengalami peningkatan perolehan nilai karakter, ada 18 siswa (75%) Peniliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan melaksanakan pembelajaran dengan metode Role Playing dengan harapan siswa mampu menggali berbagai informasi akulturasi budaya lokal, Hindu budha dan Islam dalam berbagai bidang di Indonesia. Dalam menggali berbagai informasi dilakukan secara bertahap dari diskusi dalam kelompok untuk menggali informasi dari masing masing anggota kelompok. Setelah informasi dari anggota kelompok diperoleh kemudian tahap berikutnya dilakukan diskusi / presentasi kelas untuk menyampaikan informasi yang telah didapat dari kelompok dengan menggunakan teknik Role Playing.

Kesimpulan lebih lanjut tidak ada metode yang paling baik dalam pembelajaran karena hasil belajar siswa tergantung banyak factor. Disamping itu peneliti berpendapat masih perlu diadakan penelitian kembali yang barangkali menggunakan metode yang berbeda dengan harapan dapat menerapkan metode dengan tepat sehingga diperoleh hasil seperti yang diharapkan.

Incoming search terms:

Leave a Reply