HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Proyek dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Gaya Berpikir Siswa

Latar Belakang Masalah Metode Pembelajaran dari Kreatifitas Siswa

Sudah diketahui bersama bahwa keberhasilan proses belajar mengajar dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor guru, faktor siswa, faktor pendekatan pembelajaran, faktor metode pembelajaran, faktor sarana-prasarana, faktor lingkungan dan lain-lain. Disamping itu aspek dari pengaruh keberhasilan pembelajaran menjadi sangat luas dan kompleks, sehingga akan sangat sulit bila semua implikasi keberhasilan itu diteliti dan tentunya juga akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan biaya yang mahal serta pengorbanan yang tidak sedikit. Dengan pertimbangan hal-hal itulah maka penelitian hanya dibatasi pada empat aspek yang mempengaruhi hasil belajar yaitu:

  1. Pendekatan Pembelajaran
  2. Metode Pembelajaran
  3. Gaya Berpikir (cara berpikir) siswa
  4. Kreativitas siswa.

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di depan maka,  penulis akan melaksanakan penelitian untuk mengetahui pengaruh pembelajaran IPA dengan pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan metode proyek dan pemberian tugas yang ditinjau dari gaya berpikir dan kreativitas siswa. Oleh karena itu penulis mengambil judul penelitian “Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Metode Proyek dan Pemberian tugas ditinjau dari Gaya Berpikir dan Kreativitas siswa”.

Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran IPA berbasis masalah dengan menggunakan metode proyek dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar siswa pada topik Energi dan Usaha?
  2. Apakah ada pengaruh gaya berpikir sekuensial dan gaya berpikir acak terhadap prestasi belajar siswa pada topik Energi dan Usaha?
  3. Apakah ada pengaruh kreativitas kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada topik Energi dan Usaha?

Landasan Teori Pembelajaran Berbasis Masalah

  1. Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah

Menurut Wina Sanjaya (2008: 214) “Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara alamiah”.

  1. Metode Proyek (Project Method)

Metode adalah suatu cara tertentu yang digunakan untuk mendapatkan sesuatu. Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam memberikan kecakapan dan pengetahuan kepada siswa pada proses pembelajaran guna mencapai tujuan pelajaran.

  1. Metode Pemberian Tugas (Metode Resitasi)

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2005: 85), “Metode Pemberian tugas atau metode resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru 60 memberikan tugas agar siswa melakukan kegiatan belajar”.

Metodologi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2009 / 2010.

Sampel yang digunakan adalah 4 kelas, yaitu kelas VIII A, B menggunakan metode proyek dan kelas VIII C, D menggunakan metode pemberian tugas.

Penentuan sampel menggunakan teknik Cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui dokumen dan tes.

Analisis menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2 x 2 x 2 dan dilanjutkan dengan ANOM.

Kesimpulan

  1. Tidak ada pengaruh penggunaan metode Proyek dan Tugas terhadap prestasi belajar Fisika pada materi Energi dan Usaha. Kedua model pembelajaran ini sama kuat pengaruhnya terhadap prestasi belajar Fisika pada materi Energi dan Usaha. Hal ini dapat dilihat pada rata-rata nilai prestasi belajar yang menunjukkan lebih tinggi daripada kriteria ketuntasan minimal (KKM: 65) yang dipatok. Rerata pada kelas yang dibelajarkan melalui metode proyek adalah 65,50. Sedangkan pada siswa yang dibelajarkan dengan model Tugas diperoleh rerata 68,41; sama-sama memenuhi harapan.
  2. Tidak ada pengaruh Gaya Berpikir siswa terhadap prestasi belajar Fisika pada materi Energi dan Usaha. Hasil uji lanjutnya memberikan informasi dimana siswa yang memiliki kategori Gaya Berpikir Acak mendapatkan rerata prestasi relatif lebih tinggi yaitu 67,17 dengan standar deviasi 16,55 sedangkan siswa yang memiliki kategori Gaya Berpikir Sekuensial mendapatkan rerata prestasi 66,76 dengan standar deviasi 13,10.
  3. Ada pengaruh Kreativitas Siswa terhadap prestasi belajar Fisika pada materi Energi dan Usaha. Dari hasil uji lanjut dan analisis mean (rerata) diperoleh bahwa siswa dengan Kreativitas tinggi mendapatkan rerata prestasi yang tinggi (71,28) dan siswa dengan Kreativitas rendah mendapatkan prestasi yang jauh lebih rendah (62,44).
Incoming search terms:

Leave a Reply