HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Metode Pembelajaran Kerja Kelompok

Pengertian Metode Pembelajaran Kerja Kelompok

Metode kerja kelompok adalah metode mengajar dengan mengkondisikan peserta didik dalam suatu group atau kelompok sebagai satu kesatuan dan diberikan tugas untuk dibahas dalam kelompok tersebut. Karena itu guru dituntut untuk mampu menyediakan bahan-bahan pelajaran yang secara manipulasi mampu melibatkan anak bekerjasama dan berkolaborasi dalam kelompok.

Penerapan metode kerja kelompok menuntut guru untuk dapat mengelompokan peserta didik secara arif dan proporsional. Pengelompokkan peserta didik dalam suatu kelompok dapat didasarkan pada:

  1. fasilitas yang tersedia;
  2. perbedaan individual dalam minat belajar dan kemampuan belajar;
  3. jenis pekerjaan yang diberikan;
  4. wilayah tempat tinggal peserta didik;
  5. jenis kelamin;
  6. memperbesar partisipasi peserta didik dalam kelompok; dan
  7. berdasarkan pada loter/ random.

 

Tujuan Metode Pembelajaran Kerja Kelompok

Penggunaan metode kerja kelompok menurut Moedjiono (1992:62) bertujuan untuk:

  1. Memupuk kemauan dan kemampuan kerjasama di antara para pesera didik
  2. Meningkatkan keterlibatan sosio-emosional dan intelektuan para peserta didik dalam proses belajar mengaar yang diselenggarakan
  3. Meningkatkan perhatian terhadap proses dan hasil dari proses belajar mengajar secara berimbang

 

Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Metode Kerja Kelompok

1. Kegiatan Persiapan Metode Kerja Kelompok

  • Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
  • Menyiapkan materi pembelajaran dan menjabarkan materi ?tersebut ke dalam tugas-tugas kelompok.
  • Mengidentifikasi sumber-sumber yang akan menjadi sasaran ?kegiatan kerja kelompok.
  • Menyusun peraturan pembentukan kelompok, cara kerja, saat ?memulai dan mengakhiri, dan tata tertib lainnya.

2. Kegiatan Pelaksanaan

3. Kegiatan Membuka Pelajaran

  • Melaksanakan apersepsi, yaitu pertanyaan tentang materi ?pelajaran sebelumnya.
  • Memotivasi belajar dengan mengemukakan kasus yang ada ?kaitannya dengan materi pelajaran yang akan diajarkan
  • Mengemukakan tujuan pelajaran dan berbagai kegiatan ?yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pelajaran itu.

4. Kegiatan Inti Pelajaran

  • Mengemukakan lingkup materi pelajaran yang akan dipelajari
  • Membentuk kelompok
  • Mengemukakan tugas setiap kelompok kepada ketua ?kelompok atau langsung kepada semua siswa
  • Mengemukakan peraturan dan tata tertib serta saat memulai dan mengakhiri kegiatan kerja kelompok.
  • Mengawasi, memonitor, dan bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan kerja kelompok.
  • Pertemuan klasikal untuk pelaporan hasil kerja kelompok, pemberian balikan dari kelompok lain atau dari guru.

5. Kegiatan Mengakhiri Pelajaran

  • Meminta siswa merangkum isi pelajaran yang telah dikaji melalui kerja kelompok.
  • Melakukan evaluasi hasil dan proses
  • Melaksanakan tindak lanjut baik berupa mengajari ulang materi yang belum dikuasai siswa maupun memberi tugas pengayaan bagi siswa yang telah menguasai materi metode kerja kelompok

 

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kerja Kelompok

Kekuatan dari metode kerja kelompok ini adalah :

  • Membuat peserta didik aktif mencari bahan untuk menyelesaikan tugasnya
  • Menggalang kerjasama dan kekompakan dalam kelompok
  • Mengembangkan kepemimpinan peserta didik dan pengajaran keterampilan berdiskusi dan proses kelompok

Keterbatasan penggunaan metode kerja kelompok ini, adalah :

  • Kerja kelompok hanya memberikan kesempatan kepada peserta yang aktif dan mampu untuk berperan sedangkan peserta didik yang terbelakang tidak terbuat apa-apa
  • Memerlukan fasilitas yang beragam baik untuk fasilitas fisik dan ruangan maupun sumber-sumber belajar yang harus disediakan.

 

Alasan Penggunaan Metode Kelompok

Metode kerja kelompok digunakan guru karena alasan sebagai berikut:

  1. Membuat peserta didik dapat bekerja sama dengan temannya dalam satu kesataun tugas.
  2. Mengembangkan kekuatan untuk mencari dan menemukan bahanb-bahan untuk melaksanakan tugas tersebut.
  3. Membuat peserta didik aktif.
Incoming search terms:

Leave a Reply