HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Metode Pembelajaran Forum Debat

Pengertian Metode Pembelajaran Forum Debat

Forum adalah suatu gelanggang terbuka, dimana seseorang mendapat kesempatan berbicara tentang masalah apapun. Pembicara dapat datang dari kelompok massa, dan segera setelah selesai pembicaraannya ia harus kembali ke tempat semula. Jadi dalam forum tidak ada anggota tertentu yang duduk terpisah dari pendengar, tetapi ditekankan pada pemberian kesempatan bagi setiap orang untuk mengemukakan pikiran dan perasaan di depan khalayak.

Berbagai macam cara pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas, mulai dari simposium, seminar, lokakarya atau yang sering disebut workshop, rapat, diskusi, konferensi, kongres, dan musyawarah kerja. Sedangkan Debat adalah suatu diskusi antara dua orang atau lebih yang berbeda pandangan, dimana antara satu pihak dan pihak yang lain saling menyerang. (sumber : eduscpes.com).

 

Langkah – Langkah Metode Pembelajaran Forum Debat

  1. Guru Membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainya kontra.
  2. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas.
  3. Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggotanya. Kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibahas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
  4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi.
  5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap.
  6. Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.

 

Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Forum Debat

Beberapa kelebihan dari model pembelajaran debat diantaranya adalah:

  1. Memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang telah diberikan.
  2. Melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan.
  3. Melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat.

Selain itu juga terdapat kekurangan dalam model pembelajaran debat, diantaranya adalah:

  1. Ketika menyampaikan pendapat saling berebut.
  2. Terjadi debat kusir yang tak kunjung selesai bila guru tidak menengahi.
  3. Siswa yang pandai berargumen akan slalu aktif tapi yang kurang pandai berargumen hanya diam dan pasif.
  4. Menghabiskan banyak waktu untuk melakukan sesi debat antar kelompok.
  5. Perlunya tema yang mudah dipahami oleh siswa.
  6. Tema haruslah dapat diperdebatkan.
  7. Perataan siswa dalam kelompok terkadang tidak heterogen.

 

Etika dalam Interupsi Berdebat

Interupsi ditawarkan dengan berdiri dan berkata “interupsi” atau kata-kata semacam itu. Pembicara di podium tidak diwajibkan menerima semua poin interupsi. Pembicara tersebut boleh meminta penyela untuk duduk dulu selagi pembicara tersebut menyelesaikan kalimatnya lalu menerima interupsi setelah kalimatnya selesai, atau kapanpun pembicara tersebut merasa siap. Poin interupsi boleh ditawarkan oleh lebih dari satu pembicara dari pihak lawan. Pembicara di podium bisa menolak semuanya ataupun beberapa, dan bisa memilih penyela mana yang dia izinkan, sehingga yang lain harus duduk.

 

Jenis Data dan Cara Pengambilan Data

Jenis data yang didapat adalah data kuantitatif dan kualitatif, sebagai berikut.

  1. Data hasil belajar diambil dengan cara memberikan tes kepada siswa setelah selesai debat aktif.
  2. Data pelaksanaan pembelajaran diperoleh dari hasil pengamatan kolaboratif selama pelaksanaan debat aktif dengan menggunakan instrumen observasi kegiatan guru dan siswa.
  3. Data refleksi guru dan siswa diambil dengan cara pemberian angket kepada siswa setelah selesai debat aktif.
Incoming search terms:

Leave a Reply