HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Metode Pembelajaran dan Tingkat Motor Educability terhadap Teknik Dasar Sepak Takraw

Judul Skripsi : Pengaruh Metode Pembelajaran dan Tingkat Motor Educability terhadap Penguasaan Keterampilan Teknik Dasar Bermain Sepak Takraw

 

A. Latar Belakang Masalah

Keterampilan khusus suatu cabang olahraga tertentu seperti sepak takraw dapat menjadi isi dari kurikulum jurusan penjaskesrek didukung oleh pendapat bahwa salah satu faktor penting pelaksanaan penelitian belajar keterampilan motorik adalah pemilihan jenis keterampilan tertentu yang memungkinkan dapat diungkapkan dengan jelas hasil belajar atau perubahan perilaku yang terjadi sebagai akibat belajar (Rusli Lutan, 1988 : 76). Seperti halnya berbagai jenis keterampilan motorik lainnya, dalam penguasaan keterampilan bermain sepak takraw diperlukan suatu pemilihan jenis dan metode yang benar-benar efektif serta diperlukan juga penanganan yang benar dan mendalam. Kesalahan sekecil apapun dalam menyampaikan baik itu mengenai teknik dasar atau yang lainnya akan dapat mengakibatkan kesalahan yang sangat fatal dikemudian hari. Banyaknya kesalahan yang terjadi bisa diakibatkan dari cukup sulitnya penguasaan keterampilan ataupun faktor lain yang terkait seperti: kualitas biomotorik, kapasitas motorik, kapasitas psikologis (Bompa, 1990 : 336).

Penerapan metode mengajar praktik keseluruhan dalam proses perkuliahaan permainan sepak takraw diharapkan mampu mendorong percepatan penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw bagi mahasiswa karena berdasarkan pengamatan, informasi dan kebiasaan para pengajar olahraga di lapangan, bahwa metode yang digunakan selama ini pada umumnya menggunakan metode praktik bagian. Hal ini yang membuat tertarik peneliti untuk mengadakan penelitian tentang metode pengajaran permainan sepak takraw guna memperoleh gambaran pengaruh dua jenis metode praktik keseluruhan dan bagian dengan tingkat kemampuan motor educability mahasiswa penjaskesrek Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja terhadap penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan pengaruh antara metode praktik keseluruhan dan bagian terhadap penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw?
  2. Apakah ada perbedaan penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw antara yang memiliki tingkat motor educability tinggi dan motor educability rendah?
  3. Apakah ada pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat motor educability terhadap penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw?

 

C. Kajian Teori

Peranan Kemampuan Motor Educability

Dalam Melakukan Keterampilan bahwa motor educability adalah suatu istilah yang menunjukkan kapasitas seseorang mempelajari keterampilan yang sifatnya baru dalam waktu yang cepat dengan kualitas yang baik. Motor educability (ME) biasanya, biasanya bertujuan untuk memprediksi potensi belajar dalam kemampuan belajar. Karena ME berkenaan langsung dengan pengungkapan cepat lambatnya seseorang dalam menguasai suatu keterampilan baru secara cermat, maka ME dianggap sebagai indikator “intelegensi” dalam belajar motorik (Kirkendall, et.al, 1987 : 131, Rusli Lutan, 1988 : 119).

 

Keterampilan Dasar Bermain Sepak Takraw

Permainan sepak takraw sudah menjadi permainan yang mulai digemari baik dikalangan masyarakat umum dan pelajar. Sepak takraw adalah suatu permainan yang mempergunakan bola dari rotan atau plastic (synthetic fibre) dilakukan di atas lapangan empat persegi panjang, rata, baik terbuka maupun tertutup dan lapangan dibatasi oleh net yang tingginya 1,55 m di pinggir dan minimal 1,52 m di tengah untuk putra dan 1,45 M di pinggir dan minimal 1,41 m di tengah untuk putri. Permainan sepak takraw diselenggarakan di lapangan tertutup asalkan memenuhi syarat. Ukuran lapangan adalah 13,40 m x 6,10 m bebas dari segala rintangan ke atas 8 m di ukur dari permukaan lantai dengan tinggi net 1,55 m (Sudrajat Prawirasaputra, 2000 : 8). Permainan ini dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 3 orang dan setiap regu dilengkapi 1 orang cadangan dan satu tim terdiri dari 3 regu dan satu regu cadangan dan jumlah 1 tim tdak boleh lebih dari 12 orang (PB Persetasi, 1999 : 31) Menurut Sulaiman (2007) tujuan bermain sepak takraw dari setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga bola dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau pemain lawan membuat kesalahan.

 

Karakteristik Belajar Permainan Sepak Takraw

Aktivitas dalam permainan sepak takraw merupakan serangkaian kegiatan fisik yang melibatkan sejumlah otot besar pada batang tubuh serta anggotaanggota tubuh bagian atas dan bawah dan semua gerakan-gerakan yang dilakukan dalam permainan sepak takraw seperti: passing, heading, servis, block, dan smash yang sangat membutuhkan suatu pengorganisasian sejumlah otot-otot yang besar dari tubuh dan juga membutuhkan tenaga yang cukup besar. Pada belajar keterampilan gerak dikenal dengan tahapan-tahapan belajar. Masing-masing tahapan belajar memiliki karakteristikk yang berbeda dan membawa implikasi yang berbeda pula di dalam pemilihan dan penggunaan metode yang sesuai dengan karakteristik dari tahap perkembangan keterampilan tersebut.

 

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Penjaskesrek Fakultas Olahraga dan Kesehatan Undiksha Singaraja.

Penelitian dilaksanakan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu dan 90 menit setiap kali pertemuan.

Melihat dari kondisi yang ada, seperti lapangan sepak takraw, waktu, serta dana yang tersedia, maka tidak mungkin peneliti akan meneliti semua populasi. Besarnya sampel penelitian sejumlah 40 orang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan, ini didasarkan pada variabel serta tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian.Penelitian ini melibatkan dua variabel bebas (independent) dan satu variabel terikat (dependent).

 

E. Kesimpulan

  1. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode praktik keseluruhan dan metode praktik bagian terhadap penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw, mahasiswa Penjaskesrek semester III FOK UNDIKSHA Singaraja tahun akademik 2009/2010, di mana secara keseluruhan metode praktik keseluruhan lebih baik dari metode bagian.
  2. Ada perbedaan penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw yang signifikan antara kelompok yang memiliki tingkat motor educability tinggi dan kelompok yang memiliki tingkat motor educability rendah, mahasiswa Penjaskesrek semester III FOK UNDIKSHA Singaraja tahun akademik 2009/2010, di mana kelompok mahasiswa yang memiliki tingkat motor educability tinggi lebih baik dibandingkan dengan kelompok mahasiswa yang memiliki tingkat motor educability rendah.
  3. Ada pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat motor educability terhadap penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw mahasiswa Penjaskesrek semester III FOK UNDIKSHA Singaraja tahun akademik 2009/2010. Pada kelompok mahasiswa yang memiliki tingkat motor educability tinggi, penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw kelompok mahasiswa yang mengikuti metode praktik keseluruhan lebih baik dibandingkan kelompok mahasiswa yang mengikuti metode praktik bagian. Sedangkan pada kelompok mahasiswa yang memiliki tingkat motor educability rendah, penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw kelompok mahasiswa yang mengikuti metode praktik bagian lebih baik dibandingkan kelompok mahasiswa yang mengikuti metode praktik keseluruhan.
Incoming search terms:

Leave a Reply