HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Mind Map (Peta Pikiran) dan Diskusi dari Kemampuan Memori

Judul Tesis  : Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Konstruktivisme Melalui Metode Mind Map (Peta Pikiran) dan Diskusi Ditinjau dari Kemampuan Memori Dan Verbal Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan uraian pemaparan mengenai tujuan pembelajaran IPA, karakteristik materi serta tingkat kognitif siswa, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep yang dimiliki siswa dibangun dari proses asimilasi sampai ekuilibrasi memerlukan proses pembangunan pengetahuan secara mandiri yaitu penggunaan pendekatan konstruktivisme. Seperti pernyataan Ainurahman (2009: 15-16) “konstruktivisme merupakan respon terhadap berkembangnya harapanharapan baru berkaitan dengan proses pembelajaran yang menginginkan peran aktif siswa dalam merekayasa dan memprakarsai kegiatan belajarnya sendiri”.

Peran aktif siswa menjadi kunci dasar dari pembelajaran konstruktivisme bahkan untuk merekayasa dan memprakarsai dalam kegiatan belajar. Sehingga untuk mendapatkan konsep yang comprehenship (menyeluruh) memerlukan adanya metode–metode yang mampu meningkatkan pemahaman dan membangun pengetahuan. Ada beberapa metode pembelajaran yang mampu membuat siswa aktif, antara lain: metode eksperimen, demonstrasi, diskusi, problem composing/making, peer tutoring (tutor sebaya), jigsaw, STAD, TGT, dll. Meskipun telah banyak metode pembelajaran Fisika yang berorientasi pada kinerja siswa, namun metode ini belum banyak digunakan oleh para guru untuk membelajarkan IPA, khususnya Fisika. Adapun metode pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini adalah diskusi dan mind map, karena sesuai dengan karakteristik pelajaran IPA khususnya Fisika yang meliputi proses, produk dan sikap ilmiah.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran konstruktivisme dengan metode mind map dan diskusi terhadap prestasi belajar?
  2. Apakah terdapat pengaruh kemampuan memori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar?
  3. Apakah terdapat pengaruh kemampuan verbal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar?

C. Tinjauan Pustaka

Definisi dari Konstruktivisme

Menurut banyak literatur, konstruktivisme adalah “teori belajar yang bersandar pada ide bahwa pebelajar mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri di dalam konteks pengalaman mereka sendiri” Murphy cit. Trianto ( 2010: 28). Dalam proses konstruksi pengetahuan dibutuhkan keaktifan siswa dalam menggali informasi dan kesadaran dalam proses belajar.

Definisi Mind Map

Menurut Buzan (2007 : 103), “Mind map adalah alat berfikir kreatif yang mencerminkan cara kerja otak. Mind map memungkinkan otak menggunakan semua gambar dan asosianya dalam pola radial dalam jaringan sebagai mana otak dirancang”. Potensi otak manusia akan berjalan secara maksimal jika ada sebuah pengaturan informasi yang tersistem. Manusia mendapatkan informasi sifatnya acak beragam rumit ketika tidak ada sistem pengaturan yang rapi akan membuat kesulitan seseorang dalam memilah informasi yang telah didapat. Dalam proses komunikasi otak lebih mudah mengingat informasi dalam bentuk gambar simbol suara bentuk-bentuk dan perasaan.

Pengertian Memori

definisi dari memori dinyatakan oleh Putra (2007: 92-96) “Memori merupakan suatu konsep yang abstrak. Memori mengacu pada proses mental yang berkenaan dengan pengambilan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali suatu informasi atau pengalaman ketika dibutuhkan”. Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa informasi yang didapat disimpan dan sewaktu-waktu dapat dikeluarkan sesusai kehendak dipengaruhi kondisi mental seseorang selain itu juga dipengaruhi oleh kontinuitas informasi yang dipakai, semakin banyak informasi yang sama dipakai maka dalam proses pengambilanya akan lebih mudah dibanding yang kadang dipakai. Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Memori Setiap individu memiliki kemampuan memori atau ingatan untuk memasukkan apa yang dipersepsi berbeda-beda. Menurut Walgito (1988: 107) menyatakan bahwa “kemampuan memori merupakan anugrah Allah yang diberikan kepada setiap makhluknya untuk mampu mengingat suatu hal”. Setiap individu memiliki tingkatan yang berbeda-beda dalam memproses informasi yang sudah didapat

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental). Populasinya adalah semua siswa kelas X SMA N 1 Godong tahun ajaran 2011/2012, terdiri dari 8 kelas.

Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, terdiri 2 kelas.

Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif dan kemampuan memori menggunakan metode tes, sedangkan data prestasi belajar afektif menggunakan pengamatan observasi.

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama.

E. Kesimpulan

1. Pembelajaran konstruktivisme melalui metode mind map dan diskusi berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar kognitif. Sedangkan pembelajaran konstruktivisme melalui metode mind map dan diskusi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar afektif.

2. Kemampuan memori siswa berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar dalam ranah kognitif akan tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar dalam ranah afektif.

3. Kemampuan verbal berpengaruh secara sigifikan terhadap prestasi kognitif dan afektif belajar siswa. Pembelajaran konstruktivisme mendorong siswa untuk aktif membangun pengetahuan secara mandiri baik sikap, bahasa verbal lisan, ataupun tulisan.

Incoming search terms:

Leave a Reply