HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Kooperatif MM dan NHT Ditinjau dari Memori Kerja dan Aktivitas Belajar

Judul Skripsi : Pembelajaran Kimia dengan Metode Kooperatif MM (Make A Match) dan NHT (Numbered Head Together) Ditinjau dari Memori Kerja dan Aktivitas Belajar Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Inovasi pembelajaran dalam hal metode pembelajaran menjadi bagian yang dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada dalam pembelajaran IPA kimia, salah satunya yang terjadi di SMP Negeri 2 Ceper. Materi pelajaran yang sangat bervariasi jenis dan sifatnya menuntut para guru untuk kreatif dalam menemukan dan menuangkan ide-ide baru tentang metode pembelajaran yang sesuai digunakan. Metode pembelajaran kooperatif MM (Make a Match) dan NHT (Numbered Head Together) merupakan tawaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA Kimia pada pokok bahasan struktur atom, ion dan molekul dengan memperhatikan faktor internal pada diri siswa seperti memori kerja dan aktivitas belajar.

Berdasarkan uraian di atas penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang pengaruh penggunaan metode pembelajaran kooperatif MM (Make a Match) dan NHT (Numbered Head Together) terhadap prestasi belajar siswa yang memiliki memori kerja dan aktivitas belajar yang berbeda-beda.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif MM (Make a Match) dan NHT (Numbered Head Together) terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan atom, ion dan molekul?
  2. Apakah ada pengaruh memori kerja siswa terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan atom, ion dan molekul?
  3. Apakah ada pengaruh aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan atom, ion dan molekul?

C. Landasan Teori

Pembelajaran Kooperatif Make a Match

Teknik belajar mengajar ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Pembelajaran kooperatif Make a Match (mencari pasangan) mempunyai ciri utama yaitu siswa diminta mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal dalam waktu tertentu. Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.

Pembelajaran Kooperatif NHT (Numbered Head Together)

NHT (Numbered Head Together) atau kepala bernomor dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk saling berbagi ide dalam menyelesaikan satu masalah dan mendorong semangat mereka untuk bekerja sama dengan baik dalam satu kelompok. Menurut Nurhadi (2004: 121) menyebutkan bahwa metode NHT melibatkan para siswa dalam melihat kembali bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek atau memeriksa pemahaman mereka mengenai isi pelajaran tersebut.

Memori Kerja

Memori merupakan kemampuan individu untuk menerima, menyimpan dan memproduksi kembali informasi atau kesan-kesan. Manusia memiliki lebih dari satu jenis memori. Masing-masing memori mempunyai mekanisme penyimpanan informasi yang unik dan terhubung satu sama lainnya. Informasi mengenai satu hal yang sama dapat disimpan di berbagai tempat penyimpanan memori yang berlainan.

Aktivitas Belajar

Aktivitas belajar adalah proses berbuat untuk mengubah tingkah laku. Frobel dalam Sardiman (2010: 96) menyatakan bahwa:”manusia sebagai pencipta, secara alami siswa harus bekerja sendiri”. Jadi, aktivitas belajar siswa adalah aktivitas mandiri siswa untuk mampu menemukan dan mencipta. Aktivitas belajar siswa memegang peranan penting dalam keberprestasian proses pembelajaran.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2011 – Januari 2012.

Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ceper Tahun Pelajaran 2011/2012.

Sampel yang digunakan diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling yang terdiri dari dua kelas, kelas VIII A dan VIII B. Kelas VIII A diberikan pembelajaran dengan metode kooperatif NHT dan kelas VIII B diberikan pembelajaran dengan metode kooperatif MM.

Data dikumpulkan dengan tes untuk prestasi kognitif dan memori kerja, dan angket untuk prestasi afektif dan aktivitas belajar.

Data dianalisis dengan Anava (Analysis of Varians) dengan desain faktorial 2 x 2 x 2 sel tak sama.

E. Simpulan

1. Pembelajaran dengan metode NHT dan MM telah menumbuhkan jiwa kooperatif pada siswa, menjadikan siswa menjadi lebih berani mengungkapkan pendapat di depan kelas dan mampu membangun kemampuan kognitifnya secara lebih baik. Sedangkan bagi guru, penggunaan metode NHT dan MM mempermudah guru dalam proses pembelajaran.

2. Dari hasil penelitian dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar kimia antara siswa yang mempunyai kemampuan memori kerja tinggi atau rendah. Dapat dijelaskan bahwa perbedaan kemampuan memori kerja pada siswa tidak menghambat siswa untuk memahami materi yang sedang dipelajari.

3. Siswa yang mempunyai aktivitas belajar tinggi cenderung untuk aktif, sehingga ia dapat membangun struktur kognitifnya dengan lebih baik guna mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru dengan cara menghubungkan pengetahuan sebelumnya yang telah diperolehnya sehingga mampu mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik dan sebagai akibatnya prestasi belajarnya juga lebih baik. Sedangkan, siswa dengan aktivitas belajar yang rendah cenderung pasif, ia akan menunggu informasi atau pengetahuan yang diberikan oleh guru.

Leave a Reply