HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Inkuiri Terbimbing dari Kemampuan Memori dan Gaya Belajar Siswa

Latar Belakang Masalah Tesis Metode Inkuiri untuk Siswa

Seseorang selalu berinteraksi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia berada, dengan demikian baik perubahan didalam individu maupun dalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya peningkatan prestasi belajar. Dengan demikian laboratorium riil maupun laboratorium virtuil merupakan lingkungan belajar siswa akan merangsang siswa dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat mencapai prestasi yang lebih baik.

Berdasarkan permasalahan yang diungkapkan, telah dilakukan penelitian yaitu pebelajaran IPA melalui inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium riil dan virtuil ditinjau dari kemampuan memori dan gaya belajar.

 

Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh metode inkuiri terbimbing dengan dilengkapi media laboratorium riil dan virtuil terhadap prestasi belajar?
  2. Apakah terdapat pengaruh kemampuan memorijangka pendek terhadap prestasi belajar?
  3. Apakah terdapat pengaruh gaya belajar kinestetik dan visual terhadap prestasi belajar?
  4. Apakah terdapat interaksi antara metode inkuiri terbimbing dilengkapi media laboratorium riil dan virtuil dengan kemampuan memori terhadap prestasi belajar?
  5. Apakah terdapat interaksi antara metode inkuiri terbimbing dilengkapi media laboratorium riil dan virtuil dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar?
  6. Apakah terdapat interaksi antara kemampuan memori dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar?

Tinjauan Pustaka

  1. Inkuiri Terbimbing

Syah cit.Barlow (2011:189) menyatakan bahwa”inkuiri terbimbing merupakan proses penggunaan intelek siswa dalam memperoleh pengetahuan dengan cara menemukan dan mengorganisasikan konsep-konsep dan prinsipprinsip kedalam sebuah tatanan yang penting menurut siswa.”

  1. Laboratorium Riil

Laboratorium riil adalah laboratorium khusus atau ruangan khusus yang dilengkapi dengan alatalat dan bahan-bahan nyata untuk melakukan percobaan, dalam laboratorium riil ini siswa benar-benar dihadapkan dengan benda-benda yang nyata.

  1. Laboratorium Virtuil

Laboratorium virtuil merupakan fasilitas untuk melakauan kegiatan ilmiah berupa penelitian, eksperimen, pengujian dan pengukuran yang terkontrol dalam kondisi tidak nyata atau tidak sebenarnya.

  1. Kemampuan Memori

Kemampuan memori juga menggambarkan persepsi awal atau ingatan yang dipunyai oleh siswa sebelumnya sebelum ada perlakuan pembelajaran tentang suatu materi pembelajaran.

  1. Gaya Belajar Siswa

Pengertian gaya belajar menurut DePorter (2008:112), “gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana seseorang itu menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi”.

 

Metodelogi Penelitian

Metode Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen.

Populasinya adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri Maospati tahun ajaran 2011/2012, terdiri dari9 kelas.

Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling,terdiri 2 kelas.

Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif dan kemampuan memori menggunakan metode tes, sedangkan gaya belajar, penilaian prestasi belajar afektif menggunakan tes angket.

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama.

 

Kesimpulan

  1. Pembelajaran inkuiri terbimbingmelaluilabolatorium virtuil dan labolatorium riil berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar kognitif. Dengan hasil rata-rata prestasi kognitif labolatorium virtuil yaitu 77,2 sedangkan labolatorium riil dengan rata-rata 65,1.sehingga lebih baik dapat disimpulkan bahwa laboratorium virtuil lebih baik daripada labolatorium riil sedangkan pembelajaran inkuiri terbimbing melalui labolatorium virtuil dan labolatorium riil tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar afektif.
  2. Kemampuan memori siswa berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar dalam ranah kognitif dengan rata-rata memori tinggi 73,3 dan rata-rata memori rendah 69,0akan tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar dalam ranah afektif.
  3. Gaya belajar berpengaruh secara sigifikan terhadap prestasi kognitif dan tidak berpengaruh terhadap prestasi afektif belajar siswa. Gaya belajar visual memiliki rata-rata 74,9 prestasi kognitif lebih baik dibanding dengan gaya belajar kinestetik dengan rata-rata 68,7.
  4. Tidak ada interaksi yang signifikan antara penggunaan laboratoriun riil dan virtuil dengan kemampuan memori terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa.
  5. Ada interaksi yang signifikan antara pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium riil dan virtuil dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif dan tidak ada interaksi antara pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium riil dan virtuil gaya belajar terhadap prestasi belajar afektif siswa.
  6. Tidak ada interaksi yang signifikan antara kemampuan memori dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif tetapi tidak ada interaksi yang signifikan terhadap prestasi belajar afektif siswa. Hubungan kemampuan memori terhadap prestasi belajar kognitif maupun afektif merupakan pengaruh yang independen dan tidak berhubungan dengan gaya belajar.

Leave a Reply