HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Media Pembelajaran Animasi dan KIT IPA Ditinjau dari Gaya Belajar

Judul Tesis : Pembelajaran Fisika Dengan CTL Melalui Media Pembelajaran Animasi dan Kit IPA Ditinjau dari Gaya Belajar dan Motivasi Berprestasi Siswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Semangat kompetisi harus selalu ditumbuhkan dalam diri siswa agar timbul obsesi untuk menjadi yang terbaik. Dengan demikian siswa selalu memanfaatkan waktunya untuk belajar, karena ia menyadari bahwa dirinya dalam kompetisi. Jika semangat kompetisi sudah ada dalam diri siswa maka motivasi berprestasi dengan sendirinya tumbuh dan menjadi karakter pada siswa, prestasi belajar merupakan hasil pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai hasil proses pembelajaran. Menurut taksonomi Bloom dan kawankawan dalam Winkel (1996) hasil belajar meliputi tiga ranah yaitu ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.

Berdasarkan uraian di atas, pembelajaran dalam penelitian ini dirancang dengan menggunakan model CTL melalui media pembelajaran animasi dan KIT IPA yang dilengkapi LKS, model CTL memiliki tujuh komponen yaitu: konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya (Trianto, 2007: 105-106). Pemilihan CTL sebagai model dalam penelitian ini didasarkan atas karakteristik materi suhu dan kalor, materi suhu dan kalor banyak dijumpai oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, dengan demikian diharapkan siswa dapat menghubungkan pengalaman yang telah didapatkan dengan konsep-konsep yang dipelajari.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran animasi dan KIT IPA terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Apakah terdapat pengaruh gaya belajar visual dan kinestetik terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Apakah terdapat pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa?

C. Kajian Teori

Contextual Teaching and Learning (CTL)

Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual yakni: pemodelan (modeling), inkuiri (inquiry), konstruktivisme (contructivism), bertanya (questioning), masyarakat belajar (learning community), refleksi (reflection), dan penilaian autentik (authentic assesment).

Media Pembelajaran Animasi

Peranan animasi terutama animasi dalam dunia komputer dan peranan animator sebagai sang arsitek pendesain sebuah animasi cukup memberikan kemudahan dalam dunia maya. Dengan adanya dukungan software animasi berbasis 3 dimensi ini, maka sutradara tidak perlu lagi mendatangkan seorang aktris atau aktoryang bayarannya mahal dalam pembuatan film. misalnya cukup dengan mempunyai foto tampak samping dan tampak depan maka dapat kelihatan mirip dengan aslinya, dalam bentuk tiga dimensi (3D).

KIT IPA

KIT Ilmu Pengetahuan Alam adalah kotak yang berisi alat-alat IPA. Seperangkat peralatan Ilmu Pengetahuan Alam tersebut mengarah pada kegiatan yang berkesinambungan atau berkelanjutan. Peralatan Ilmu Pengetahuan Alam yang dirancang dan dibuat ini menyerupai rangkaian peralatan uji coba ketrampilan proses pada bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam. Sebagai alat yang dirancang dan dibuat secara khusus, maka dapat diartikan bahwa KIT Ilmu Pengetahuan Alam merupakan suatu sistem yang didesain atau dirancang secara khusus untuk suatu tujuan tertentu.

Gaya Belajar

Gaya belajar dapat diperingkat disepanjang kontinu yang diawali dari: pengalaman konkrit (yang terlihat di dalam sebuah pengalaman baru) yang dilalui, observasi reflektif (mengamati orang lain atau mengembangkan pengalaman sendiri), konseptualisasi abstrak (menciptakan teori untuk menjelaskan observasi) untuk melakukan, eksperimentasi aktif (dengan menggunakan berbagai teori untuk mengatasi masalah dan mengambil keputusan.

Pengertian Motivasi

Motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat. Sedangkan motivasi dapat diartikan “sebagai dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas tertentu demi mencapai tujuan tertentu” (Hamzah B. Uno, 2006: 3). Menurut McDonald dalam Hamalik (2001:106) motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan”.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Masbagik tahun pelajaran 2010/2011, sejumlah tujuh kelas.

Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas. Satu kelas eksperimen I dengan media pembelajaran animasi dan satu kelas eksperimen II dengan KIT IPA.

Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk ranah kognitif, observasi untuk ranah afektif dan angket untuk gaya belajar dan motivasi berprestasi.

Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dengan desain faktorial 2 x 2 x 2.

E. Kesimpulan

Pembelajaran menggunakan media animasi tergolong jarang dilakukan oleh guru, terutama di SMA Negeri 1 Masbagik. Disamping pembuatannya yang rumit juga dibutuhkan penguasaan konsep yang baik agar sesuai dengan materi pembelajaran yang disampaikan. Karena tergolong jarang digunakan sehingga membuat siswa tertarik untuk belajar menggunakannya, ketertarikan ini berpengarh terhadap prestasi belajar siswa yang dibuktikan dari rerata kelas kelompok menggunakan media animasi sebesar 75,53 dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas KKM sebesar 70,59%.

Adanya kesesuaian antara gaya belajar dimiliki siswa dengan media pembelajaran yang digunakan membuat siswa lebih mudah menyerap dan mengelola informasi. Hal tersebut memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dari uraian-uraian sebelumnya terlihat bahwa prestasi belajar siswa yang memiliki gaya belajar visual dan prestasi belajar siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik tidak memiliki perbedaan dan sama-sama baik, ini ditunjukkah dari rerata kedua kategori gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik masing-masing 75,70 dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas KKM sebesar 71,79% dan 73.30 dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas KKM sebesar 60,00%.

Tidak terdapat pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah terhadap prestasi belajar siswa. Ini dikarenakan prestasi belajar siswa bermotivasi tinggi dan prestasi belajar siswa bermotivasi rendah tidak memiliki perbedaan secara statistik, rerata kedua kelompok adalah 75,54 dan 73,63.

Leave a Reply