HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Kurikulum Nasional Dan Lokal

Kurikulum Nasional Dan Lokal

 STRUKTUR KURIKULUM (INTI DAN MUATAN LOKAL)

Kurikulum Nasional Dan Lokal Kurikulum Nasional Dan Lokal

 

A. Kedudukan Muatan Lokal dalam Kurikulum Nasional

Sebagaimana dijelaskan diatas, pendidikan harus berorientasi kepada lingkungan atau daerah, yaitu dengan cara melaksanakan program muatan lokal. Muatan lokal adadalah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam,sosial budaya, dan wajib dipelajari peserta didik didaerah itu. Dengan demikian,kedudukan muatan lokal dalam kurikulum bukanlah mata pelajaran yang berdiri sendiri, tetapi mata pelajaran terpadu, yaitu menjadi bagian mata pelajaran yang sudah ada. Oleh karena itu, muatan lokal tidak mempunyai alokasi waktu sendiri.

Muatan lokal diberikan secara terpadu dengan muatan inti atau nasional. Dalam mata pelajaran tertentu, seperti kesenian pendidikan olahraga dan kesehatan, serta pendidikan keterampilan,muatan lokal dapat diberikan sebagai bagian dari mata pelajaran itu dengan menggunakan waktu yang telah disediakan bagi mata pelajaran yang bersangkutan. Dengan demikian,muatan lokal dipakai untuk menerjemahkan pokok bahasa atau subpokok bahasan dalam GBPP agar lebih relevan dengan minat belajar dan lebih efektif dalam mencapai tujuan nasional. Dalam kaitannya dengan komponen kurikulum, muatan lokal juga berposisi sebagai komponem kurikulum. Muatan lokal adalah bahan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar yang dianggap penting oleh pendidik atau masyarakat sekitar untuk dipelajari oleh anak didik sebagai komponem kurikulum. Muatan lokal merupakan media penyampaian bahan muatan lockal, itulah sebabnya, kedudukan muatan lokal dalam kurikulum berupa materi dan media penyampaiannya.

Muatan lokal dalam kurikulum dapat menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri atau menjadi bahan kajian suatu mata pelajaran yang ada sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri, muatan lokal mempunyai alokasi waktu tersendiri. Tetapi, sebagai bahan kajian mata pelajaran, muatan lokal bisa sebagai tambahan bahan kajian yang telah ada. Karena itu, muatan lokal bisa mempunyai alokasi waktu sendiri dan bisa juga tidak. Muatan lokal sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri tentu dapat diberikan alokasi jam pelajarannya. Misalnya, mata pelajaran bahasa daerah, pendidikan kesenian, dan pendidikan keterampilan. Demikian pula, muatan lokal sebagai kajian tambahan dari bahan kajian yang telah ada atau sebagai satu pokok bahasan atau lebih yang dapat diberikan alokasi waktunya. Tetapi, muatan lokal sebagai bahan kajian yang merupakan penjabaran yang lebih mendalam dari pokok bahasan atau subpokok bahasan yang telah ada, sukar untuk diberikan alokasi jam pelajaran tersendiri. Bahkan muatan lokal berupa disiplin di sekolah, sopan santun berbuat, berbicara, kebersihan serta keindahan sangat sukar, bahkan tidak mungkin diberikan alokasi waktu.

B. Fungsi Muatan Lokal dalam Kurikulum Nasional

Sebagai komponen kurikulum, muatan lokal dalam kurikulum secara keseluruhan memiliki fungsi sebagai berikut:

1.     Fungsi penyusuaian

Dalam masyarakat, sekolah merupakan komponen sebab sekolah berada dalam lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, program sekolah harus disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan daerah masyarakat. Demikian juga peribadi-peribadi yang ada dalam sekolah yang hidup dalam lingkungan masyarakat, sehingga perlu diupayakan agar setiap peribadi dapat menyesuaikan diri dan dan akrab debgan daerah lingkungannya.

2.     Fungsi integrasi

Peserta didik adalah bagian integral dari masyarakat sehingga muatan lokal merupakan program pendidikan yang berfungsi untuk mendidik, membentuk, dan mengintegrasikan pribadi peserta pendidik dengan masyarakat.

3.     Fungsi perbedaan

Peserta didik yang satu dengan yang lain berbeda. Pengakuan atas perbedaan berarti memberi kesempatan bagi setiap pribadi untuk memilih apa yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Muatan lokal adalah suatu program pendidikan yang luwes, yaitu program yang pengembangannya disesuaikan dengan dengan minat, bakat, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik, lingkungan, dan daerahnya. Hal ini bukan berarti muatan lokal akan mendidik setiap pribadi yang individualistik, akan tetapi muatan lokal harus dapat berfungsi untuk mendorong dan membentuk peserta didik ke arah kemajuan sosialnya dalam masyarakat.

Untuk lebih lengkapnya di bawah ini IDtesis menyediakannya link download sebagai bahan refrensi untuk anda :

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi akuntansi lengkap / tesis akuntansi lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Incoming search terms:

Leave a Reply