Ditinjau oleh: Wikan Tyas
Konsep adalah ide abstrak yang mewakili sejumlah objek, peristiwa, atau gagasan yang memiliki ciri sama, dan umumnya dinyatakan melalui suatu istilah. Dalam penelitian, konsep merupakan titik awal dari rangkaian yang menentukan seluruh metodologi: konsep diterjemahkan menjadi variabel, variabel dirumuskan menjadi definisi operasional, lalu diukur dengan instrumen. Artikel ini membahas pengertian konsep menurut para ahli, ciri-cirinya, serta perbedaannya dengan teori, konstruk, variabel, dan definisi operasional — pembedaan yang paling sering membingungkan saat menyusun Bab II.
Pengertian Konsep Menurut Para Ahli
Soedjadi mengartikan konsep sebagai ide abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan, yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata sebagai lambang bahasa.
Bahri berpendapat bahwa konsep adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri sama. Objek-objek tersebut hadir dalam kesadaran seseorang dalam bentuk representasi mental tak berperaga, dan dapat dilambangkan dengan suatu kata.
Singarimbun dan Effendi menguraikan konsep sebagai generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu, sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai fenomena lain dalam hal yang sama.
Dari ketiganya dapat ditarik benang merah: konsep adalah gagasan abstrak yang mengelompokkan sejumlah hal berdasarkan kesamaan cirinya, lalu diberi nama.
Ciri-Ciri Konsep
- Abstrak — tidak dapat diamati atau diukur secara langsung
- Mewakili kelompok objek atau peristiwa yang berciri sama
- Dinyatakan dengan istilah atau lambang bahasa
- Terbentuk melalui pengalaman dan pengamatan berulang
- Memungkinkan penyederhanaan hal-hal yang rumit agar dapat dikomunikasikan
Ciri pertama yang paling penting bagi penelitian Anda. Karena abstrak, konsep tidak dapat langsung diukur — ia harus diterjemahkan lebih dulu menjadi sesuatu yang teramati.
Kekeliruan Umum: Konsep Bukan Teori
Bagian ini perlu diperhatikan, karena banyak tulisan mencampuradukkan keduanya — bahkan ada yang menuliskan “pengertian konsep (teori) menurut para ahli” seolah keduanya sama.
Konsep dan teori berbeda tingkatannya.
Konsep adalah satuan gagasan tunggal. Teori adalah seperangkat konsep dan definisi yang saling berhubungan, yang mencerminkan pandangan sistematik mengenai suatu fenomena dengan menerangkan hubungan antarvariabel, bertujuan menjelaskan dan meramalkan fenomena tersebut.
Dengan kata lain: teori tersusun dari konsep-konsep. Kecemasan adalah konsep; Teori Trait-State Anxiety adalah teori yang menghubungkan beberapa konsep sekaligus.
Bila Anda mengutip definisi yang berbunyi “seperangkat konsep yang saling berhubungan”, yang Anda kutip sebenarnya adalah definisi teori, bukan konsep. Periksa kembali sebelum memasukkannya ke Bab II.
Perbedaan Konsep, Konstruk, Variabel, dan Definisi Operasional
Inilah bagian yang paling menentukan mutu Bab II dan Bab III Anda, dan paling sering tertukar.

Perbedaan konsep dan konstruk paling sering ditanyakan penguji. Keduanya sama-sama abstrak, tetapi konstruk sengaja dibangun peneliti untuk keperluan penelitian tertentu, sedangkan konsep dapat berasal dari bahasa sehari-hari.
Alur dari Konsep sampai Uji Statistik
Rangkaian berikut adalah tulang punggung metodologi Anda. Bila salah satu mata rantainya putus, seluruh penelitian menjadi tidak konsisten.
Konsep ? Variabel ? Definisi operasional ? Instrumen ? Skala data ? Uji statistik
Contoh penerapannya:

Perhatikan bahwa skala data ditentukan oleh definisi operasional, dan uji statistik ditentukan oleh skala data. Inilah sebabnya definisi operasional tidak boleh disusun asal-asalan.
Panduan pemilihan uji statistik tersedia di artikel uji chi square untuk penelitian kesehatan.
Fungsi Konsep dalam Penelitian
Menyederhanakan — memungkinkan peneliti membicarakan hal rumit dengan satu istilah.
Mengelompokkan — menyatukan sejumlah gejala yang berciri sama.
Menjembatani teori dan data — konsep adalah penghubung antara gagasan abstrak di Bab II dengan angka yang dikumpulkan di Bab IV.
Memudahkan komunikasi ilmiah — peneliti lain dapat memahami dan mengulang penelitian Anda.
Cara Menuliskannya di Bab II
Susun dengan urutan berikut:
- Definisi konsep menurut beberapa ahli — sertakan minimal tiga
- Definisi yang Anda pakai beserta alasannya
- Dimensi atau aspek yang terkandung dalam konsep tersebut
- Keterkaitan konsep dengan variabel penelitian Anda
Poin kedua yang paling sering terlewat. Mengutip lima definisi lalu membiarkannya tanpa keputusan adalah temuan yang pasti ditanyakan penguji. Nyatakan secara tegas: “Dalam penelitian ini, konsep X didefinisikan sebagai … mengacu pada pendapat …”
Setelah konsep ditetapkan, terjemahkan menjadi bagan kerangka konsep — panduannya di artikel kerangka konsep dan hipotesis penelitian.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menyamakan konsep dengan teori. Teori tersusun dari konsep, keduanya berbeda tingkatan.
- Mengutip banyak definisi tanpa menetapkan yang dipakai.
- Menyusun definisi operasional yang tidak sejalan dengan instrumen. Bila definisi menyebut “kecemasan menghadapi persalinan” tetapi instrumennya mengukur kecemasan umum, ada jurang yang akan dipertanyakan.
- Melompat dari konsep langsung ke instrumen tanpa melalui definisi operasional.
- Menyalin definisi operasional dari penelitian lain tanpa menyesuaikan dengan instrumen yang Anda pakai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda konsep dan definisi? Konsep adalah gagasannya; definisi adalah penjelasan mengenai gagasan tersebut. Satu konsep dapat memiliki banyak definisi dari ahli berbeda.
Apa beda konsep dan variabel? Konsep bersifat abstrak dan tidak bervariasi. Variabel adalah konsep yang nilainya dapat berbeda antarsubjek, sehingga dapat diukur.
Berapa banyak definisi ahli yang perlu dikutip? Minimal tiga agar terlihat keragamannya, tetapi yang lebih penting adalah menetapkan satu definisi yang Anda pakai.
Apakah boleh membuat definisi konsep sendiri? Boleh menyusun definisi operasional sendiri, tetapi definisi konseptualnya sebaiknya mengacu pada ahli yang sudah diakui — agar penelitian Anda dapat dibandingkan dengan penelitian lain.
Apa itu konstruk? Konsep yang sengaja dibangun untuk keperluan penelitian ilmiah. Contohnya “kecemasan menghadapi persalinan” — dibangun peneliti untuk membatasi kajian pada situasi tertentu.
Penutup
Konsep tampak sebagai istilah sederhana, tetapi justru di sinilah banyak penelitian mulai goyah. Konsep yang tidak ditetapkan dengan tegas akan menghasilkan definisi operasional yang kabur, instrumen yang tidak sesuai, dan akhirnya uji statistik yang keliru.
Satu hal yang perlu Anda bawa dari artikel ini: rangkaian konsep sampai uji statistik harus konsisten. Rangkaian inilah yang paling sering putus, dan paling sering ditanyakan penguji.
Bila Anda memerlukan pendampingan menyusun kerangka teori dan definisi operasional, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.
Daftar Rujukan
- Soedjadi, R. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
- Bahri, S. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
- Singarimbun, M., & Effendi, S. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.
- Mardalis (2003). Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.
Incoming search terms:
- pengertian konsep menurut para ahli pdf












Leave a Reply