HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Keterkaitan Headline Schwarz oder Frau dengan Isi Dua Teks Berita di Halaman 1 dan 3 Dalam Surat Kabar Die Zeit Nomor 3, Tanggal 10 Januari 2008

ABSTRAK

Skripsi ini membahas keterkaitan headline Schwarz oder Frau? dengan isi dua teks berita di halaman 1 dan 3 dalam surat kabar Die Zeit nomor 3, tanggal 10 Januari 2008. Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif ekspositoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teks tidak memihak pada salah satu kandidat (Obama ataupun Hillary). Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kedua teks berisi keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing kandidat. Adjektiva Schwarz dan nomina Frau dalam headline dimunculkan bukan untuk menunjukkan kelemahan kedua kandidat, tetapi justru dimunculkan untuk menunjukkan keunggulan yang dimiliki kedua kandidat dari apa yang dianggap sebagai kelemahan mereka.

Kata kunci: Keterkaitan, Schwarz, Frau

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan berbagai bentuk teks, seperti daftar belanja, artikel surat kabar (Fairclough, 2003: 3)1, artikel majalah, novel, iklan, surat, dan lainnya. Menurut Brinker (1988) dalam Linke (2001: 15) teks merupakan sesuatu yang bersifat tertulis dan terdiri atas lebih dari satu kalimat yang membentuk satu kesatuan2 dan menurut Bu?mann (1990) dalam Heinz (1994: 42) teks dibentuk dari kalimat-kalimat yang mempunyai keterkaitan satu sama lain atau koheren3. Dengan demikian, teks merupakan kalimat-kalimat yang mempunyai keterkaitan satu sama lain (koherensi) dan membentuk satu kesatuan. Di samping itu, teks juga mempunyai fungsi komunikasi, seperti yang dijabarkan dalam bagan berikut yang dibuat oleh Claude Shannon dan Warren Weaver (1949) (Renkema, 2004: 40).

Proses interpretasi terhadap pesan yang diterima berkaitan dengan proses pemahaman makna dari kalimat-kalimat dalam teks. Makna yang dimaksud tidak hanya makna eksplisit, melainkan juga makna implisit (Fairclough, 2003:11)5. Di samping itu, selain pengetahuan dan pengalaman dari penerima pesan (receiver), ada unsur lain yang juga berperan penting dalam proses ini, yaitu konteks teks itu. Konteks dari sebuah teks dapat berupa situasi, latar, kondisi yang melatarbelakangi teks, unsur budaya, dan tokoh yang menjadi topik pembicaraan dalam teks itu (Fowler, 1996: 112).

Teks berita surat kabar tidak hanya terdiri atas paragraf-paragraf, melainkan juga judul–biasanya dicetak tebal dengan ukuran huruf yang lebih besar–dan kepala berita yang umumnya dicetak tebal dengan ukuran huruf yang sama dengan huruf dalam teks beritanya. Di samping itu, ada bagian lain yang dikenal dengan nama headline. Headline merupakan suatu teks yang unik. Keunikannya terletak pada letaknya di surat kabar dan ukuran huruf yang digunakan. Headline berkaitan erat dengan berita yang menjadi topik utama surat kabar itu (Reah, 1998: 13-14)6.

Ketika pertama kali membaca headline “Schwarz oder Frau?” pada surat kabar Die Zeit nomor 3, tanggal 10 Januari 2008, muncul keingintahuan dalam diri saya mengapa kata schwarz dan Frau yang dipilih untuk digunakan pada headline tersebut. Hadirnya foto Hillary Clinton dan Barack Obama sebagai latar belakang headline tersebut memunculkan pertanyaan dalam benak saya, mengapa bukan kata Amerikaner dan Amerikanerin atau langsung Obama dan Hillary yang digunakan dalam headline tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut memunculkan asumsi bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan atau message–seperti yang tertulis pada bagan halaman 1–melalui penggunaan kata schwarz dan Frau pada headline tersebut. Selain itu, tertulis juga POLITIK S. 2/3 yang menjelaskan bahwa di halaman dua dan tiga terdapat artikel yang berkaitan dengan headline dan foto tersebut.

Setelah membaca teks yang terdapat di halaman 1, 2, dan 3, diputuskan teks yang akan dianalisis diambil dari halaman 1 dan 3, sedangkan teks pada halaman 2 tidak dianalisis. Alasannya adalah teks pada halaman 2 tidak langsung berhubungan dengan headline karena membahas siklus sejarah presiden Amerika. Pada halaman pertama, ditemukan sebuah teks yang isinya mengenai Hillary dan berkaitan langsung dengan headline. Pada halaman tiga terdapat teks yang menjelaskan perbandingan keunggulan Hillary dan Obama yang juga berkaitan dengan headline. Oleh karena itu, teks di halaman 1 dan 3 adalah teks yang dipilih untuk dianalisis.

Nama Hillary Clinton dan Barack Obama semakin dikenal setelah mereka menjadi kandidat calon presiden dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2008. Kedua kandidat mempunyai keunggulan yang membuat banyak orang, baik dari dalam maupun luar Amerika Serikat, tertarik untuk menyimak dan memerhatikan kampanye mereka. Kandidat pertama adalah Hillary Clinton. Sosok ini, tidak asing bagi masyarakat dunia. Hillary adalah istri mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton. Keunikan sosok Hillary adalah bahwa ia seorang perempuan, dan jika ia berhasil terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, ia akan menjadi presiden wanita pertama bagi Amerika Serikat7.

Kandidat kedua adalah Barack Obama. Sosok baru yang disinyalir dapat membawa pembaharuan bagi Amerika Serikat ini merupakan seorang yang berkulit hitam. Oleh karenanya, pengajuan diri Obama sebagai calon presiden Amerika Serikat cukup menyita perhatian publik. Jika Obama berhasil terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, ia akan menjadi presiden berkulit hitam pertama bagi negara adi daya itu8.

Melihat fakta bahwa pemilihan presiden Amerika Serikat, negara yang sangat berpengaruh di dunia internasional, sangat menarik untuk disimak, saya bermaksud mengangkat sosok Hillary Clinton dan Barack Obama sebagai topik skripsi. Berdasarkan pemaparan singkat pada paragraf sebelumnya mengenai teks dan fungsi komunikasinya, akan ada dua teks berita yang dianalisis. Keduanya merupakan teks berita dalam surat kabar Die Zeit nomor 3, tanggal 10 Januari 2008, halaman 1 dan 3 yang berkaitan dengan headline “Schwarz oder Frau?”, dengan judul masing-masing Eisern siegt die Lady dan Prosa gegen Poesie. Analisis tersebut diharapkan mampu menjawab keingintahuan saya berkaitan dengan penggunaan kata schwarz dan Frau pada headline tersebut.

Analisis yang dilakukan merupakan proses interpretasi saya sebagai pembaca teks. Analisis ini mencakup dua bidang kajian linguistik, yaitu sintaksis dan semantik. Dalam bidang sintaksis, analisis akan dilakukan dengan memerhatikan unsur gramatikal kalimat-kalimat teks tersebut. Dalam tataran semantik, analisis akan dilakukan dengan menentukan makna kalimat pada masing-masing artikel sesuai konteksnya (Proposisi), presupposisi (Renkema, 2004: 133)9, kesinambungan makna antarkalimat dalam teks tersebut (Sinnkontituität), dan hubungan setiap bagian dalam teks (intratekstualitas) maupun hubungan kedua teks dan hubungan antara kedua teks dengan headline (ekstratekstualitas).

Leave a Reply