HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Kekuatan Elemen Balok Dan Kolom Pasca Kebakaran

Contoh Tesis – Analisis Kekuatan Elemen Balok Dan Kolom Pasca Kebakaran Pada Gedung Teater Atrium Solo Baru

kekuatan elemen balok dan kolom pasca kebakaran Kekuatan Elemen Balok Dan Kolom Pasca Kebakaran

Latar Belakang Tesis

Akhir-akhir ini kasus kebakaran gedung cenderung meningkat dengan skala yang cukup besar. Salah satu kasus besar bangunan terbakar adalah gedung teater Atrium yang terletak di jalan utama Solo – Sukoharjo tepatnya di kawasan Solo Baru. Kebakaran tersebut diakibatkan oleh huru-hara / kerusuhan yang terjadi pada tahun 1998. Tidak sedikit kerugian yang dialami pihak developer sebagai pemilik gedung secara khusus dan Pemkab Sukoharjo secara umum, mengingat bahwa site gedung yang strategis sebagai roda perekonomian dan merupakan kawasan berkembang.

Kondisi eksisting yang terjadi saat ini tampak sebagai bangunan tidak terawat. Elemen kolom dan balok pasca bakar masih berdiri tegak dimana beton tersebut terlihat berwarna kehitaman karena terbakar api. Sebagian besar beton masih terselimut penuh namun terdapat sebuah elemen balok dan kolom dengan selimut beton telah terkelupas.

Kerusakan – kerusakan yang ada pada elemen tersebut akan semakin memprihatinkan bila tidak segera dilakukan perbaikan. Pada elemen balok dan kolom tersebut telah terjadi deformasi terbukti dengan terkelupasnya selimut beton, menjadi pertanyaan seberapa besar perubahan terhadap struktur apabila gedung difungsikan kembali. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kekuatan elemen pasca bakar pada balok dan kolom terdeformasi sebagai acuan dalam perencanaan kembali gedung yang telah terbakar. Penelitian yang dilakukan diantaranya adalah mengetahui mutu material pasca bakar yaitu kuat tekan beton dan kuat tarik baja setelah terbakar sebagai kapasitas untuk menahan gaya – gaya dalam yang terjadi pada balok dan kolom .

Umur pakai suatu gedung tidaklah mesti berakhir dengan bangunan yang  terbengkalai dan tak terawat, melainkan masih dapat dipakai apabila pada gedung tersebut diperbaiki dengan teknologi rehabilitasi yang tepat. Hal ini akan diperoleh jika survey atau investigasi yang dilakukan di lapangan dapat menggambarkan kondisi riil yang sebenarnya. Keakuratan data dan informasi yang ada di lapangan akan sangat menentukan. Jika melihat ke masa depan, maka akan semakin banyak dijumpai titik-titik yang memiliki potensi tinggi bagi terjadinya bencana kebakaran, seperti pada kawasankawasan perumahan yang akan semakin padat tingkat huniannya. Disamping kerugian jiwa dan material, bencana kebakaran juga menyisakan trauma bagi para korbannya, oleh sebab itu sebisa mungkin bencana ini harus dihindari.

 

Rumusan Masalah

Terdapat elemen balok dan kolom gedung teater atrium mengalami kerusakan yang diakibatkan karena terbakar. Hal ini akan berpengaruh pada kekuatan elemen struktur tersebut. Oleh sebab itu dibutuhkan analisis kekuatan elemen struktur dalam merencanakan kembali gedung teater tersebut dengan melakukan uji terhadap sampel elemen struktur balok dan kolom terdeformasi untuk mengetahui kekuatan sisa pasca bakar, dan kemudian bagaimanakah perilaku elemen balok dan kolom tersebut dalam menahan gaya dalam diantaranya gaya aksial, lenturan dan gaya geser yang terjadi, apakah masih cukup kuat menahan ataukah tidak?

 

Tujuan  Penelitian

  1. Menghitung kekuatan sisa struktur bangunan pasca kebakaran,
  2. Mengusulkan teknik perbaikan/perkuatan elemen-elemen struktur (balok dan kolom).

 

Kesimpulan Tesis

  1. Gedung Atrium Solo Baru yang telah terbakar mengalami kerusakan ringanpada plesteran yang terkelupas dan kerusakan sedang pada selimut beton yang terkelupas pada elemen balok dan kolom
  2. Setelah dihitung kekuatan elemen balok dan kolom masih memenuhi persyaratan kuat dimana momen, geser dan aksial ultimate lebih kecil dibandingkan momen, geser dan aksial dari penampang elemen tersebut
  3. Tidak memerlukan perkuatan struktur, kerusakan yang diakibatkan mengelupasnya selimut beton dapat diperbaiki dengan melapisi / cor kembali pada elemen yang rusak tersebut dengan grouting menembakan mortar atau beton (biasanya dengan ukuran agregat kecil) di permukaan beton pada elemen balok dan kolom yang rusak tersebut. Kemudian kerusakan yang plesteran dapat diselesaikan dengan melakukan plester ulang, Adanya perubahan warna permukaan menjadi hitam akibat panas api dan asap di perlukan aternatif penyelesaian yang tepat pada elemen struktur balok dan kolom tersebut dengan mela kukan pengecetan ulang untung meningkatkan estetika bangunan / perbaikan arsitektural saja.
Incoming search terms:

Leave a Reply