HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Kadar TNF-A dan Prokalsitonin pada Pasien Nefropati Diabetik Stadium V

Judul Skripsi : Pengaruh Hemodialisis Terhadap Kadar TNF-A dan Prokalsitonin pada Pasien Nefropati Diabetik Stadium V

 

A. Latar Belakang

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyebab utama dari penyakit ginjal stadium akhir dan nefropati diabetik (ND) merupakan 30 – 40% dari penderita penyakit ginjal kronik (PGK) dan merupakan resiko tinggi dari cardiovascular disease (CVD) (Sasso et al., 2006).

Pasien dengan PGK dengan hemodialisis rutin mempunyai kemungkinan besar meninggal karena CVD. Pasien yang menjalani hemodialisis mempunyai resiko tinggi untuk menderita penyakit jantung resiko 10-30% lebih besar terjadi kematian karena CVD dibanding dengan populasi umum. Penyakit pembuluh arteri dan kardiomiopati adalah penyebab kematian yang terbesar (Sarnak et al., 2003).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada penurunan kadar TNF-A pada pasien ND stadium V Pasca hemodialisis di RSDM Surakarta?
  2. Apakah ada penurunan kadar PCT pada pasien ND stadium V Pasca hemodialisis di RSDM Surakarta?
  3. Apakah terdapat korelasi antara kadar TNF-A dan PCT pada pasien ND stadium V yang menjalani hemodiálisis di RSDM Surakarta?

 

C. Tinjauan Pustaka

Nefropati Diabetik

Nefropati diabetik merupakan suatu sindroma klinik yang ditandai dengan keadaan mikroalbuminuria yang menetap pada keadaan diabetes  yang tergantung dan tidak tergantung dengan pemberian insulin. DM penyebab terbanyak dari penyakit ginjal kronis stadium akhir. Serta merupakan salah satu faktor tradisional terjadinya penyakit jantung vaskuler, dengan penurunan LFG dan premikroalbuminuria akan terjadi peningkatan resiko CVD (Bloomgarden, 2008).

 

Uremia

Uremia didefinisikan dengan peningkatan kadar nitrogen urea dalam serum (azotemia) pada gagal ginjal, gejala dari uremia muncul ketika LFG turun sampai kurang lebih 20% dari normal. Pada keadaan uremia akan terjadi peningkatan penanda proinflamasi kronik seperti CRP dan meningkatnya kadar sitokin proinflamasi yang berhubungan dengan peningkatan angka kematian. Sitokin ini dan stimulus inflamasi diduga mempunyai peranan terhadap progresifitas dari proses aterosklerosis (Nolan, 2005).

 

TNF-A

Tumor nuclear faktor dibentuk atas 212 asam amino diatur pada homotrimers yang stabil dengan berat molekul 51 kDal. TNF-A adalah suatu sitokin yang bersifat pleiotropik, yang sebagian besar dihasilkan oleh monosit, makrofag dan sel T. Sebagai tambahan, seperti sitokin proinflamasi yang lain, ekspresi dan sintesa dari TNF-A tidak hanya dihasilkan oleh sel-sel hematopoetik saja. Selanjutnya, sel intrinsik ginjal, termasuk sel mesangial, glomerulus, endotel, dendrit, sel tubulus ginjal, juga dapat menghasilkan sitokin ini.

 

Pengertian Aterosklerosis

Aterosklerosis merupakan salah satu penyebab utama dari kesakitan dan kematian pada pasien dengan penyakit ginjal kronis. Kejadian yang tinggi dari kejadian dan lesi vaskuler telah banyak didokumentasikan secara studi retrospektif dan analisis prospektif (Massay, 2005).

 

Definisi Prokalsitonin

Prokalsitonin adalah suatu prekusor dari hormon kalsitonin, yang merupakan suatu polipeptida dengan 116 rangkaian asam amino. Untuk pertama kali ditemukan pada tahun 1993, dimana PCT secara bermakna meningkat sangat tinggi pada pasien yang menderita sepsis yang disebabkan oleh bakteri (Akbulut, 2005).

 

Hemodialisis

Hemodialisis merupakan salah satu terapi pengganti ginjal buatan dengan tujuan untuk eliminasi sisa-sisa produk metabolisme (protein) dan koreksi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit antara kompartemen darah dan dialisat melalui selaput membran semipermiabel yang berperan sebagai ginjal buatan (Suwitra, 2006). Terapi dari uremia didominasi oleh dialisis, disebabkan sedikitnya donor ginjal (Meyer dan Hostetter, 2007).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental kuasi dengan pendekatan before and after with no control design.

Populasi sampel : diambil acak pada semua pasien nefropati diabetik stadium V yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis RSDM Surakarta.Waktu yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 3 bulan.

Subyek penelitian yang diambil secara acak, didapatkan jumlah 12 orang, laki- laki (66,7%) lebih banyak daripada wanita (33,3%) (Tabel 5.1).

 

E. Kesimpulan

1. Ada peningkatan yang bermakna kadar TNF-A pada pasien ND stadium V pasca hemodialisis di RS Dr. Moewardi Surakarta (p=0,010).

2. Ada peningkatan yamg bermakna kadar PCT pada pasien ND stadium V pasca hemodialisis di RS Dr. Moewardi Surakarta (p=0,002).

3. Ada korelasi positif sedang antara kadar TNF-A dan kadar PCT prehemodialisis (r=0,37; p=0,242) dan korelasi positif lemah pada pasca hemodialisis selama 4 jam (r=0,18; p=0,576).

Leave a Reply