HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Sumatera Utara 2016/2017

1.Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Website terhadap Kepuasan Pengguna Website Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara

 

Abstrak

Website BPS Provinsi Sumatera Utara berfungsi sebagai salah satu layanan yang diselenggarakan oleh BPS bagi para pengguna data. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bahwa kualitas pelayanan website BPS dari sisi: kegunaan (usability), kualitas informasi (information quality), kualitas layanan interaksi (service interaction quality), kualitas transaksi (transaction quality) secara simultan dan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan pengguna website BPS Provinsi Sumatera Utara. Subjek penelitian ini adalah pengguna website BPS Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilakukan dengan sampel berjumlah 51 responden. Hipotesis diuji dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan taraf signifikansi 10%.

 

Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas layanan (kegunaan, kualitas informasi, kualitas layanan interaksi, kualitas transaksi) secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna secara signifikan. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial diperoleh bahwa seluruh variabel kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang positif terhadap kepuasan pengguna. Yang mempunyai pengaruh signifikan adalah variabel kegunaan (usability) dan kualitas transaksi (transaction quality). Variabel kualitas layanan interaksi (service interaction quality), dan kualitas informasi (information quality) tidak berpengaruh secara signifikan. Variabel yang memiliki pengaruh paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan pengguna adalah variabel kualitas transaksi dan variabel kegunaan.

 

 

2. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru pada SMP Negeri di Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan PandanKabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara . Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan PandanKabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara .Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan PandanKabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Adanya Pengaruh positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan PandanKabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara.

 

Penelitian ini adalah penelitian metode deskriptif analisis kuantitatif, yang dimaksudkan meneliti peristiwa yang telah terjadi mengenai kinerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi dan motivasi kerja. Populasi penelitian ini adalah guru pada SMP Negeri di Kecamatan PandanKabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara, sebanyak 63 orang. Jumlah sampel sebanyak 39 orang. Dengan tehnik pengambilan sampel adalah menggunakan stratified Profortional Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket model likert yang telah teruji validitas dan reabilitasnya, dan di analisis dengan tehnik korelasi dan regresi. Hasil penelitian adalah kepemimpinan kepala sekolah , budaya organisasi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utaradengan signifikansi 0.000 ( dengan nilai F hitung sebesar 55.926 ) ,hubungan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Organisasi dan motivasi kerja dengan Kinerja Guru Pada SMP Negeri di Kecamatan Pandan Tapanuli Tengah Sumatera Utara sebesar 82.70 % , artinya ada hubungan yang sangat erat. .Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di kecamatan Pandan dengan signifikansi sebesar 0,010 dengan nilai t hitung sebesar 2,730. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja pada guru SMP Negeri di Kecamatan Pandan dengan nilai signifikansi 0.000 dengan nilai t hitung sebesar 4.402. Pengaruh motivasi kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri di Kecamatan Pandan dengan nilai signifikansi sebesar 0.002 dengan nilai sebesar 3,427.

 

Sebagai kesimpulan , penelitian ini membuktikan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi dan motivasi kerja pada guru SMP Negeri di kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Adanya hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Adanya hubungan positif dan signifikan antara budaya organisasi dengan kinerja guru pada SMP Negeri di kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Adanya hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Adanya hubungan positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru pada SMP Negeri di kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara.

 

 

3. Pengaruh Partisipasi Penganggaran terhadap Kinerja Manajerial dengan Budgetary Slack sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan – Perusahaan Perkebunan Nasional (PTPN) Wilayah Sumatera Utara

 

Abstrak

Penelitian ini mempunyai tujuan menilai pengaruh partisipasi penganggaran terhadap kinerja manajerial dan menilai pengaruh budgetary slack terhadap hubungan partisipasi penganggaran dengan kinerja manajerial.

 

Bentuk penelitian yang dilakukan adalah penelitian empiris, Studi kasus pada PTPN di Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari objek penelitian. Data ini diperoleh dari orang-orang yang langsung berkaitan dengan anggaran. Data yang diikumpulkan akan diolah dengan software statistik yaitu SPSS Versi 12.0, untuk kemudian dianalisis dan diambil kesimpulan berdasarkan analisis tersebut. Semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel, dengan kata lain penelitian ini adalah sensus sebanyak 161 orang. Data penelitian yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan dengan mengirimkan kuesioner kepada seluruh manajer tingkat atas dan menengah Perusahaan-Perusahaan Perkebunan Nasional (PTPN) di wilayah Sumatera Bagian Utara. Analisis data yang digunakan adalah multiple regresi.

 

Berdasarkan uraian dan penelitian dan analisa maka dapat disimpulkan antara lain anggaran partisipatif, budgetary slack dan interaksi antara anggaran partisipatif dan budgetary slack mempunyai arah yang positif terhadap Kinerja manajerial, secara simultan ketiga variable berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial, secara parsial juga ketiga variable tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial, persamaan tersebut juga menjelaskan bahwa semua variable tersebut dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap prestasi kerja sebesar 40% atau 60% prestasi kerja dipengaruhi variable lain. Perusahaan pada tataran tertentu memberikan peluang kepada karyawan untuk memberikan kontribusi dalam perencanaan anggaran agar mempu meningkatkan kinerja manajerial. Sama halnya dengan partisipasi maka budgetary slack juga harus diberikan peluang karena tidak hanya secara parsial namun interaksinya dengan anggaran partisipatif juga memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kinerja manajerial. Perlunya perusahaan melakukan Total Quality Managemen dalam melaksanakan standar penilaian kerja karyawan dalam menentukan bentuk motivasi yang baik bagi karyawan

 

 

4. Pengaruh Citra Merek, Keterampilan Menjual, Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Produk Tupperware Pada Pegawai Kantor BPS Provinsi Sumatera

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh citra merek, keterampilan menjual, harga dan promosi terhadap keputusan pembelian produk Tupperware. Penelitian ini termasuk ke dalam explanatory. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampelnya 50 responden yang pernah membeli Tupperware di Kantor BPS Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara serempak citra merek, keterampilan menjual, harga dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Tupperware di Kantor BPS Provinsi Sumatera Utara. Secara parsial hanya variabel citra merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel lainnya berpengaruh positif dan signifikan. Variabel promosi merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam keputusan pembelian, kemudian disusul oleh variabel keterampilan menjual, harga dan citra merek. Angka R square sebesar 0,919 menunjukkan bahwa 91,9 persen variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh keempat variabel bebas yang digunakan dalam persamaan regresi.

 

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keeratan hubungan antara citra merek, keterampilan menjual, harga dan promosi terhadap keputusan pembelian adalah sangat kuat, sehingga saran- saran yang dapat disampaikan adalah agar perusahaan dapat mempertahankan citra merek dan keterampilan menjual yang dimiliki, menurunkan harga agar masyarakat menengah ke bawah dapat menikmati keistimewaan yang dimiliki produk dan meningkatkan promosi agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat.

 

 

5. Pengaruh Profesionalisme Guru, Kemampuan Komunikasi dan Insentif terhadap Kinerja Guru di Wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Gunungsitoli Barat Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara

 

Abstrak

Sekolah merupakan salah satu lembaga altematif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi. mcncapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan guru yang profesional. Oleh karena itu, guru mempunyai fungsi,peran, dan kedudukan yang sangat strategis. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional mempunyai visi terwujudnya penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalitas untuk memenuhi hak yang sama bagi setiap warga negara dalam memperoleh pendidikan yang bermutu. Kinerja seorang guru dikatakan baik jika guru telah melakukan unsur-unsur yang terdiri dari kesetiaan dan komitmen yang tinggi pada tugas mengajar, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran, kedisiplinan dalam mengajar dan tugas lainnya, kreativitas dalam pelaksanaan pengajaran, kerjasama dengan semua warga sekolah, kepemimpinan yang menjadi panutan siswa, kepribadian yang baik, jujur, dan objektif dalam membimbing siswa, serta tanggung jawab terhadap tugasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Profesionalisme Guru,Kemampuan Komunikasi dan lnsentif terhadap Kinerja Guru di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Gunungsitoli Barat.

 

Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Gunungsitoli Barat yang berjumlah 47 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,508 yang berarti bahwa 50,8% variabel kinerja guru dapat dijelaskan oleh variabel profesionalisme,kemampuan komunikasi, dan insentif sedangkan sisanya sebesar 49,2% dapat dijelaskan oleh varaibel lain yang tidak diteliti dalam penelitian. Berdasarkan uji simultan dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru, kemampuan komunikasi dan insentif secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dan secara parsial profesionalisme guru, kemampuan komunikasi dan insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Gunungsitoli Barat, dari hasil uji parsial juga dapat dilihat variabel yang dominan mempengaruhi kinerja guru di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Gunungsitoli Barat adalah variabel Profesionalisme guru.

 

6. Analisis Kualitas Pelayanan Penerbitan Sertifikat Tanah di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara (Studi Kasus di Kantor Pertanahan Kabupaten Simalungun)

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Pada umumnya kualitas pelayanan publik dalam pemerintahan di Indonesia pada umumnya masih belum seperti yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai keluhan masyarakat yang menimbulkan citra yang tidak baik terhadap pelayanan publik. Persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan di Kantor Pertanahan Kabupaten Simalungun masih perlu diketahui, apakah sama dengan yang selama ini dicitrakan oleh masyarakat. Karena itu perlu adanya kajian untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan dan pelaksanaannya.

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan penerbitan sertipikat tanah pada Kantor Pertanahan Kabupaten Simalungun. Dan juga menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan penerbitan sertipikat tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Simalungun. Sampel yang digunakan berdasarkan “accidental” yaitu masyarakat yang secara kebetulan mengurus surat penerbitan sertipikat tanah. Teknik analisis data dihitung dengan menggunakan “nilai rata-rata tertimbang”.

 

Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: persepsi masyarakat pengguna pelayanan publik di Kantor Pertanahan Kabupaten Simalungun sudah cukup memuaskan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik yakni dapat dikelompokkan berdasarkan: perilaku pegawai (dimana dapat dilihat dari perilaku yang melayani pengguna jasa), kenyamanan (ketertiban dan keteraturan penataan ruangan dan bagian-bagian berdasarkan ruang lingkup kerjanya masing-masing), sistem dan prosedur pelayanan (tidak berbelit-belit, transparansi biaya, dan bukti tanda terima), dan sarana dan prasarana pelayanan (peralatan kerja dan pendukung lainnya yang memadai termasuk penyediaan sarana teknologi telekomunikasi dan informatika).

 

 

7. Pengaruh Kompetensi, Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Kepala Seksi pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten/Kota Se Sumatera Utara

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis bagaimana pengaruh kompetensi, kecerdasan emosional dan motivasi baik secara simultan maupun parsial dalam memengaruhi kinerja kepala seksi BPS Kabupaten/Kota se Sumatera Utara, serta menguji dan menganalisis apakah ada perbedaan kompetensi, kecerdasan emosional, motivasi dan kinerja kepala seksi berdasarkan tipe BPS Kabupaten/Kota. Jenis penelitian yang digunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi berganda. Unit dan lokasi penelitian adalah kepala seksi BPS Kabupaten/ Kota se Sumatera Utara. Jumlah sampel sebanyak 118 dari 174 kepala seksi. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, pengumpulan data sekunder dan studi pustaka. Uji F untuk mengetahui apakah ketiga variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap kinerja. Uji t untuk mengetahui apakah variabel bebas secara spasial mempunyai pengaruh kinerja. Uji Anova untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan rata-rata untuk lebih dari dua kelompok sampel yang saling bebas dengan satu faktor pembeda.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dan positif variabel kompetensi, kecerdasan emosional dan motivasi terhadap kinerja kepala seksi BPS Kabupaten/Kota baik secara simultan maupun secara parsial. Kecerdasan emosional merupakan variabel yang memberikan pengaruh yang terbesar terhadap kinerja kepala seksi dibanding dua variabel lain. Koefisien determinasi adjusted (R2 ) sebesar 0,552 artinya sekitar 55,2 persen keragaman kinerja dapat dijelaskan ketiga variabel, sedangkan sisanya 45,8 persen dipengaruhi oleh faktor lainnya diluar variabel penelitian. Hasil uji Anova, hanya kecerdasan emosional kepala seksi yang menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan berdasarkan tipe BPS Kabupaten/Kota. Terdapat perbedaan signifikan dari kecerdasan emosional kepala seksi antara tipe A terhadap tipe C BPS Kabupaten/Kota, sedangkan antara tipe A dengan B dan tipe B dengan C tidak ada perbedaan.

 

 

8. Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Bidan Desa Terpencil di Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera Utara

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh variable motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap prestasi kerja bidan desa terpencil di Kabupaten Samosir Propinsi sumatera Utara Secara teoritis motivasi intrinsik dan ekstrinsik berpengaruh terhadap prestasi kerja individu di dalam organisasi untuk mencapai tujuan. Dilakukan penelitian dengan desain penelitian eksplanatori terhadap 70 orang responden yang merupakan bidan desa terpencil di Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera Utara dengan menggunakan teknik aksidental sampling yang secara proporsional mengambil sampel dari bidan desa terpencil tiap kecamatan yang ada. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner untuk melengkapi data-data pengamatan, dan uji dengan analisis regresi linear ganda.

 

Hasil temuan penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan antara variable motivasi intrinsik terhadap variabel prestasi kerja, dan ada pengaruh signifikan antara variabel motivasi ekstrinsik terhadap variabel prestasi kerja dan juga ada pengaruh secara bersama-sama variabel motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap variabel prestasi kerja. Variabel motivasi intrinsik dan variabel motivasi ekstrinsik menunjukkan pengaruh positif terhadap variabel prestasi kerja. Guna meningkatkan prestasi kerja maka perlu peningkatan motivasi intrinsic dan ekstrinsik melalui pemberian insentif, penghargaan, pendidikan dan pelatihan, serta pemberian fasilitas yang memadai, selain itu juga perlu ditingkatkan kedisiplinan dengan menerapkan sistem reward dan punishment untuk mendorong motivasi positif dari para bidan desa terpencil di Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara.

 

 

9. Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan terhadap Motivasi Kerja dan Dampaknya terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Sumatera Utara

 

Abstrak

Peran sumber daya manusia dari waktu ke waktu akan semakin strategis terhadap perkembangan dan dinamika organisasi. Sumberdaya manusia bukan sekedar alat untuk mencapai tujuan melainkan sebagai human capital yang berharga dan perlu mendapat perhatian dalam upaya peningkatan kualitas untuk mencapai kinerja optimal. Pendidikan, pelatihan, dan motivasi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja suatu organisasi. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Utara yang memiliki tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerahlkewenangan Provinsi di bidang Kesekretariatan Pemerintahan Desa/Ke/urahan, Kelembagaan dan Pengembangan Sosial Budaya, Usaha Ekonomi Masyarakat, Pemanfaatan Sumberdaya Alam dan Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna serta Tugas Pembantuan. Teori yang digunakan adalah teori manajemen Sumber daya manusia yang berhubungan dengan pendidikan, pelatihan, motivasi dan kinerja. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terhadap populasi yang berjumlah 76 orang. Metode analisis data menggunakan path analysis.

 

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh tidak signifikan terhadap motivasi. Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi. Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Namun motivasi tidak berfungsi memediasi variabel pendidikan terhadap kinerja. Tetapi untuk variabel pelatihan terhadap kinerja, motivasi berfungsi memediasi variabe/ pelatihan terhadap kinerja.

 

 

10. Studi Tentang Faktor-Faktor Penyebab Siswa Mengulang Kelas di Sekolah Dasar Propinsi Sumatera Utara

 

Abstrak

Dalam rangka pengadaan sumber bahan penunjang penulisan lisan literatur metodologi pengajaran, studi meneliti pengaruh penerapan ceramah, tanya-jawab, diskusi, kerja kelompok, demonstrasi, dan eksperimen dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. data dikumpulkan melalui observasi 120 guru kelas IV, V, VI di kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada waktu mereka sedang mengajarkan Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS. Studi menunjukkan bahwa pada penerapan masing-masing metode ada pola dasar kegiatan belajar mengajar yang meliputi apersepsi, kegiatan pokok penyampaian materi sesuai karakteristik masing-masing metode, dan evaluasi, serta dengan persentase yang bervariasi seluruh variabel keaktifan siswa dan kendala metodologis muncul pada penerapan metode tanya-jawab dan sebagian besar variabel pada penerapan metode ceramah, diskusi, kerja kelompok, demonstrasi, dan eksperimen.

 

 

11. Evaluasi Pencapaian Kinerja Berbasis Balanced Scorecard pada Organisasi Sektor Publik (Studi Kasus pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara II)

 

Abstrak

Dalam rangka mewujudkan tujuan reformasi birokrasi, agenda reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan bertumpu pada penataan dan penajaman fungsi organisasi, penyempurnaan proses bisnis (business process). serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk memastikan keberhasilan pencapaian tujuan reformasi birokrasi dan sejalan dengan good governance itu sendiri, maka diperlukan suatu sistem penilaian kinerja sebagai bagian dari sistem pengelolaan. Sejak tahun 2007. Kementerian Keuangan telah menetapkan penggunaan metode Balanced Scorecard dalam pengelolaan kine1ja dengan tujuan agar kinerja menjadi terukur dan terarah. Di lain sisi, kinerja organisasi Ditjen Pajak dalam mengamankan penerimaan negara mulai dipertanyakan seiring tidak tercapainya penerimaan pajak sejak tahun 2009. Berdasarkan Laporan Keuangan Direktorat Jenderal Pajak untuk tahun 2008 sampai dengan 2013, dikctahui bahwa realisasi pencrimaan pajak adalah 106.82%(2008); 94,33% (2009): 94,85% (2010); 97,26% (2011); 94.44% (2012): dan 92.58% (20 13 ).

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan kinerja berbasis Balanced Scorecard pada organisasi sektor publik dengan studi kasus pada Kanwil DJP Sumatcra Utara II. Penelitian ini berjenis deskriptif melalui studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dari hasil wawancara dan observasi serta data sekunder dari hasil dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan proses pengelolaan kinerja berbasis Balanced Scorecard pada Kanwil DJP Sumatera Utara II pada tahun 2013 dan 2014. Pada hasil akhir diketahui pencapaian kinerja pada Kanwil DJP Sumatera Utara II dengan metode Balanced Scorecard menunjukkan nilai scbesar 95,64% pada tahun 2013 dan 102,11% pada tahun 2014 dari masing-masing target sebesar l00%. Dari pencapaian kinerja tersebut dapat diketahui bahwa kinerja tahun 2014 mengalami peningkatan dari tahun 2013.

 

 

12. Pengaruh Job Insecurity, Komitmen Organisasi, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Intent To Quit Dosen dan Pegawai di Universitas Islam Sumatera Utara

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Job Insecurity, Komitmen Organisasi, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Intent to Quit dosen dan pegawai di Universitas Islam Sumatera Utara. Sampel pada penelitian ini berjumlah 125 orang yang merupakan dosen dan pegawai di lingkungan Universitas Islam Sumatera Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS ver. 16.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara job insecurity terhadap intent to quit dosen dan pegawai. Sedangkan lingkungan kerja berpengaruh negatif terhadap intent to quit dosen dan pegawai, begitu juga dengan kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap intent to quit dosen dan pegawai. Job Insecurity berpengaruh negatif terhadap Komitmen Organisasi dosen dan pegawai. Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap Komitmen Organisasi dosen dan pegawai. Komitmen Organisasi berpengaruh positif terhadap Intent to quit dosen dan pegawai.

 

 

13. Pengaruh Anteseden Motivasi terhadap Kinerja Kordinator Satistik Kecamatan dengan Motivasi sebagai Variabel Intervening (Studi pada Kordinator Satistik Kecamatan BPS Propinsi Sumatera Utara)

 

Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan di BPS Kabupaten!Kota di Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja KSK dengan motivasi sebagai variabel intervening dan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja. Dalam penelitian ini diambil sam pel sebanyak 100 responden dari 314 KSK yang sudah PNS. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang didesain dengan skala Likert dan terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan realibilitas. Karena metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur maka data yang berskala ordinal (skala Likert) diubah terlebih dahulu menjadi data berskala interval dengan menggunakan Metode Successive Interval. Analisis jalur ini diolah dengan menggunakan SPSS.

 

Hasil penelitian menunjukkan semua hipotesis yang dibangun dapat diterima yaitu:

  1. Kepemimpinan, budaya organisasi, kompensasi dan motivasi secara simultan berpengaruh positif dan signiftkan terhadap kinerja (p = 0,000); Kepemimpinan dan kompensasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi (p = 0,000);
  2. Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi (p = 0,000); Kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi (p = 0,000); Kepemimpinan melalui motivasi sebagai variabel intervening berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (p = 0,000);
  3. Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinetja (p = 0,000); Kompensasi melalui Motivasi sebagai variabel intervening memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinetja (p = 0,000);
  4. Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinetja (p = 0,000). Variabel budaya organisasi mempunyai pengaruh yang terbesar terhadap kinerja dibandingkan dengan variabel lainnya dengan rincian sebagai berikut: pengaruh kepemimpinan sebesar 1,7 %, budaya organisasi sebesar 46,7 % dan kompensasi sebesar 22, 5 %.

 

 

14. Analisis Tingkat Pertumbuhan dan Ketimpangan Antar Kabupaten/Kota. Studi Empiris Kabupaten/Kota di Pulau Sumatera Tahun 2000 – 2004

 

Abstrak

Ketimpangan pendapatan antar daerah dapat menjadi pemicu masalah disintegrasi bangsa di Indonesia, ketimpangan pembangzman antarwilayah yang rerjadi ridak saja dapat dilihat dari perbedaan tingkat kesejahreraan dan perkembangan ekonomi antar wilayah tetapi dapat juga dengan membandingkan penguasaan PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) dan laju pertumbuhan PDRB amar pulau. Ketimpangan antar wilayah dapat rerjadi di dalam propinsi rertentu anrar kota 1 kabupaten dalam satu pulau.

 

Penelitian ini bertujuan :

  • menghitung dan menganalisis pertumbuhan ekonomi koral kabupaten di Pulau Sumatera berdasarkan karakterisrik pertumbuhan ekonomi dan PDRB perkapita dengan Tipologi Klassen.
  • menghirung dan menganalisis ringkat ketimpangan regional dari disrribusi pendapatan antar wilayah (1 Kabupaten) di Pulau Sumatera dengan menggunakan lndeks Theil yang meliputi komponen dalam grup Kabupuren/Kota dan komponen antar grup Kabupaten/Kota.

 

Teknik analisis untuk menganalisis perrwnbuhan ekonomi daerah rnenggunakan Tipologi Klassen dan zmwk menganalisis tingkar pemeraraan distribusi pendapatan antardaerah digunakan lndeks Entrophy Theil dan !ndeks Ketimpangan Williamson. Data yang digunakan yaitu data sekzmder dari Biro Pusar Sraristik pada kurun waktu 2000-2001.

 

Berdasarkan analisis tipologi klasse11 di Pulau Sumatera kabupaten/kota yang rermasuk dalam kategori cepat maju dan cepat tumbuh kecenderangan berada di Kota Propinsi dan sebagian di Kabupaten/Kota yang memiliki sumber daya yang dimanfaarkan secara maksimal seperti, pertambangan dan perdagangan. Pola sebaran pertumbuhan antar wilayah di Pulau Sumatera yang cederung mengumpul pada kuadran II dan Kuadran III. Sementara itu daerah yang memiliki pertumbuhan tinggi berada pada kuadran I dan cenderung menyebar terutama di daerah-daerah yang menjadi pusat-pusat pertumbuhan dan hanya terjadi di beberapa tempat yang merupakan pusat pertumbuhan dengan intensitas yang berbeda. lndeks ketimpangan PDRB perkapita antar provinsi di Pulau Sumatera selama periode tahun 2000-2001 dengan mengggunakan indeks Williamson menunjukkan kecenderungan yang menurum Sementara itu hasil perhitungan indeks Theil menunjukkan hasil sama yaitu kecenderungan penunman ketimpangan Wa/aupun cederung menurun angka indeks rata-rata kerimpanang Williamson tersebut masih relatif tinggi (kategori ketimpangan raraftinggi yakni diatas 0.50). Kondisi tersebut menunjukkan PDRB per kapita di Provinsi di Pulau Swnarera relarif tidak rnerata. Berdasarkan hasil perhitungan indeks Wiliamson dan indeks entropi Theil ketimpangan antardaerah yang tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Kepulauan Riau dan Propinsi Lampung.

 

Ketimpangan pendapatan antar daerah tidak akan dihilangkan sama sekali karena tiap daerah mempunyai karakteristik dan sumberdaya yang berbeda-beda namun begitu nilainya sebaiknya tentu ditekan agar suaru daerah mempunyai ketimpangan pendapatan taraf rendah karena kerimpangan pendapatan merupakan sumber pemicu dari disintegrasi suatu daerah maupun bangsa.

 

 

15. Pengaruh kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan terhadap guru-guru SMA Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. SMA Negeri tersebut yang berbeda disekitar wilayah ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah meliputi SMA Negeri 1 Plus Matapuli Pandan, SMA Negeri 2 Pandan, dan SMA Negeri 1 Tukka.

 

Rumusan dalam penelitian ini adalah: bagaimana pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan atau pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah. Metode Analisis Data, hasil analisis regresi linear berganda dari output SPSS.

 

Rumus persamaan regresi linear dalam penelitian ini adalah :

Y= 15,188+0,640 z2+0,565X2+e  Dimana Y: Kinerja Guru SMA Negeri di Kabubpaten Tapanuli Tengah

X1: Kepemimpinan, dengan koefisien al: 0,640

X2: Budaya Organisasi, dengan koefisien a2: 0,565

Pengaruh variabel Kepemimpinan (X1) sebesar 0,640, Budaya Organisasi (X2) sebesar 0,565. Secara matematis regresi ini menunjukkan besarnya pengaruh masing-masing variabel independen setiap kenaikan harga satu satuan. F hitung sebesar 26,099 dengan signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi kurang dari 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti secara serempak terdapat pengaruh Kepemimpinan (X1) dan Budaya Organisasi (X2) secara signifikan terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah. Nilai t hitung sebesar 2,276 dengan signifikansi sebesar 0,027. Karena hasil signifikansi ini lebih kecil dari 5%, berarti bahwa variabel Kepemimpinan memepunyai pengaruh yang signifikansi lebih kecil dari 5%, berarti bahwa variabel Budaya Organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah.

 

Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa variabel Budaya Organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja guru SMA di kabupaten Tapanuli Tengah.

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)