HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Riau 2016/2017

1. Kualitas Pelayanan Keuangan Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa pelayanan keuangan dilaksanakan untuk memenuhi kepentingan pelanggan, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan pada bagian keuangan daerah dalam menerbitkan surat perintah pembayaran di sekretariat daerah provinsi kepulauan riau. Mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam melakukan pengembangan kualitas pelayanan yang berkualitas yang berfokus pada kepuasan pelanggan.

 

Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas bahwa kualitas pelayanan surat perintah pembayaran yang dilihat dari bukti nyata menunjukan dalam memberikan pelayanan di sekretariat daerah Propinsi Kepulauan Riau menghadapi permasalahan keterbatasan petugas, kurang sarana dan prasarana berupa ruangan, peralatan kantor, ruangan tunggu khusus. Dilihat dari keandalan, menunjukan sekretariat daerah Propinsi Kepulauan Riau menghadapi permasalahan menyangkut jangka waktu pelayanan dan ketepatan waktu pelayanan. Masalah keadaan pelayanan yang perlu diperhatikan adalah menyangkut kemampuan memberikan pelayanan yang perlu secara menerus membenahi dan meningkatkan kemampuan pegawainya untuk lebih tanggap dalam melayani dan meningkatkan pelayanan yang diberikan semakin berkualitas. Dilihat dari jaminan menunjukan bahwa masih menghadapi permasalahan menyangkut kemampuan, pengetahuan dan keterampilan dalam melayani pelanggan.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggan yang mengurus dikumen surat perintah pembayaran di secretariat daerah provinsi kepulauan riau yang dilihat adalah faktor intern, yang meliputi: kebutuhan dan kebiasaan, pengetahuan serta pengalama, dan faktor ektern, meliputi sikap pelanggan yang berbentuk dari apa yang dihadapkan individu. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan ruangan surat pembayaran pada sekretariat daerah provinsi kepulauan propinsi kepulauan riau ini, maka pihak apparat perlu meningkatkan sumber daya yang dimiliki sehingga pelayanan yang diberikan kepada pelanggan lebih berkualitas.

 

2. Karakteristik Personal dan Karakteristik Kredit sebagai Prediktor terhadap Efektifitas Program Penguatan Permodalan Dana Bergulir Melalui Pengembalian Kredit oleh UMKM di Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor karakteristik personal (X1), karakteristik kredit (X2), sebagai prediktor efek:tif program penguatan modal (Y2) melalui tingkat pengembalian kredit (Y1) pada UMKM Provinsi Kepulauan Riau. Hasil Pengumpulan data dengan surnber data primer diperoleh dan jumlah sampel sebanyak 131 responden dalam hal ini adalah debitur dan pengelola yang ada pada UMKM Provinsi Kepulauan Riau.

 

Jenis penelitian adalah explanatory case study dan metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda (Multiple Regression Analysis), dengan menggunakan uji validitas Pearson rank dan uji reliabilitas-Alpa Cronbach terhadap instrumen penelitian. Untuk menilai pengaruh karakteristik personal (X1), karakteristik kredit (X2),pengembalian kredit (Y1), efektif program penguatan modal (Y2) pada UMKM Provinsi Kepulauan Riau, digunakan analisis jalur (path ana/isis) dengan program SEM dengan mengukur karakteristik personal (XI), karakteristik kredit (X2),pengembalian kredit (Y1), efektif program penguatan modal (Y2 pada UMKM Provinsi Kepulauan Riau sebagai persamaan sturktur. Setelah dilakukan penelitian dan pengujian menunjukkan karakteristik personal (X1), karakteristik kredit (X2), pengembalian kredit (Y1) ternyata memiliki tingkat prediksi dan pengaruh yang cukup kuat terhadap efektif program penguatan modal (Y2) melalui pengembalian kredit (Y1) pada UMKM Provinsi Kepulauan Riau baik secara simultan maupun secara parsial.

 

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Kinerja merupakan tolak ukur dari sebuah keberhasilan atau kegagalan dari capaian yang hendak dituju. Dalam mengukur indikator banyak sekali yang dapat diteliti. Dari sekian banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai maka ada beberapa faktor yang dianggap menentukan keberhasilan Kinerja pada dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pegawai pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pemilihan key informan. Unit analisis adalah Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau. Subjek penelitian adalah pihak-pihak yang berhubungan dengan tujuan penelitian seperti Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau, Kabid-kabid Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau dan beberapa Staf atau pegawai Dinas Pemuda dan Olabraga Provinsi Kepulauan Riau. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan penelusuran dokumen serta analisis data secara kualitatif. Key informan pada penelitian ini diambil dari Pejabat dan Staf di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau. Pengumpulan data melalui teknik kualitatif dimana teknik ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara kepada para key informan penelitian. Kinerja dipengaruhi oleh banyak faktor. Dalam penelitian ini peneliti mendapatkan jawaban dari penelitian mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pegawai.

 

Dari hasil penelitian maka dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi kinerja didapat ada dua faktor dominan yang mempengaruhi kinerja pada Dinas Pemuda dan Olabraga Provinsi Kepulauan Riau yaitu faktor komunikasi pemimpin dan motovasi kerja.

 

 

4. Strategi Manajemen Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Sekretariat Daerah di dalam kerangka otonomi daerah memiliki posisi yang sangat strategis, karena kedudukannya sebagai sentral administrasi pemerintahan daerah, sebagai koordinator dalam penyusunan kebijakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat serta memberikan pelayanan administratif kepada seluruh perangkat kerja daerah.

 

Dalam era otonomi daerah saat ini tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja Pemerintah Daerah sangat tinggi, Pemerintah Daerah sebagai lembaga pelayanan masyarakat harus dapat mengatur, mengurus dan melayani kebutuhan masyarakat secara optimal. Demikian halnya dengan Sekretariat Daerah untuk menjawab tuntutan masyarakat tersebut perlu kajian strategis Sekretariat Daerah dalam upaya bagaimana memberikan pelayanan, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan menggali potensi sumber daya yang dimiliki secara optimal.

 

Dalam konsep strategi manajemen perlu dilakukan analisis terhadap lingkungan strategis yaitu mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, kemudian mengidentifikasi isu-isu strategis yang dihadapi, dan pada akhirnya dapat dirumuskan strategi Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau dalam upaya meningkatkan kinerja Sekretariat Daerah secara optimal.

 

Dari hasil analisis strategi manajemen Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau diperoleh rumusan strategis Sekretariat Daerah, yaitu meningkatkan aparatur sekretariat daerah yang propesional, disiplin dan penuh tanggungjawab, mewujudkan pelayanan umum masyarakat yang prima, tranparan, dan akuntabel, meningkatkan sistem informasi yang menunjang pelaksanaan kegiatan Sekretariat Daerah dan mewujudkan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berfihak kepada rakyat.

 

5. Studi Evaluasi Kebijakan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mensosialisasikan manfaat sebuah kebijakan, sehingga masyarakat luas, khususnya kelompok sasaran dan penerima, dapat mengetahui manfaat kebijakan secara lebih terukur.

 

Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluasi dan dilakukan untuk

  • Mendeskripsikan program-program yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau dan
  • Mengevaluasi kendala dan hambatan dalam proses pelaksanaan program pemberdayaan perempuan yang dijalankan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau.

 

Subyek Penelitian adalah Aparatur Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau, Karyawan Rumah Singgah Engku Puteri, Perwakilan LSM dan Masyarakat Anggota Industri Rumah Tangga. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk data primer, serta telaah dokumen untuk data sekunder.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program pemberdayaan perempuan yang dilaksanakan selama ini sesuai dengan Tupoksi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau yang telah sebelumnya diadakan pembahasan intensif dengan berbagai pihak Sebagai kesimpulan, penelitian membuktikan bahwa Kebijakan Program Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau dapat berhasil apabila ada kerjasama diantara para stakeholder yang secara bersama-sama memberikan input guna peningkatan peran serta perempuan unluk merespon kondisi yang ada terkait dalam gender diantara laki-Iaki dan perempuan dalam pencapaian tujuan pemberdayaan perempuan yang mandiri. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya kerjasama diantara para pemangku kepentingan (stakeholder) agar program pemberdayaan perempuan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

 

6. Pengaruh Kompensasi dan Pemberdayaan terhadap Kinerja Pegawai pada Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu daerah adalah kinerja pelayanan birokrasi pemerintahan daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh kompensasi dan pemberdayaan terhadap kinerja pegawai baik secara parsial maupun simultan (bersama-sama). Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, yakni menjelaskan dan menganalisis seberapa besar pengaruh kompensasi dan pemberdayaan terhadap kinerja pegawai pada Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau. Subyek penelitian adalah pegawai negeri sipil di lingkungan Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau dengan jumlah subyek penelitian sejumlah 37 (tiga puluh tujuh) orang. Analisa yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinieritas, uji model dan analisis regresi linier. Untuk mendukung analisa kuantitatif peneliti menggunakan wawancara dengan Inpektur Pembantu (Eselon III) sebanyak 1 orang dan Kepala Sub Bagian (Eselon IV) sebanyak 1 orang dan staf Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 1 orang sebagai key informance.

Hasil pengujian secara parsial membuktikan kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara statistik dengan hasil penghitungan nilai t-hitung sebesar 5,067 dan taraf signifikan sebesar 0,000 dan pemberdayaan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai secara statistik dengan hasil penghitungan nilai t-hitung sebesar 0,380 dan taraf signifikan 0,890. Sedangkan kalau secara simultan (bersama-sama), kompensasi dan pemberdayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik dengan hasil penghitungan nilai f-hitung sebesar 53,454 dan taraf signifikan sebesar 0,000.

Adapun saran yang akan diberikan kepada Inspektorat Provinsi Kepulauan riau keterkaitan dengan hasil penelitian adalah sebagai berikut:

  • Mengalokasikan dan menyediakan anggaran yang diperuntukan untuk tunjangan pegawai yang layak sesuai beban kerja dan pengadaan sarana dan prasarana (fasilitas) kantor yang memadai sesuai dengan kebutuhan kerja.
  • Memberikan pekerjaan yang jelas sesuai dengan wewenang dan aturan yang telah ditetapkan dan melakukan evaluasi secara berkala atas hasil pekerjaan pegawai melalui rapat staf secara rutin.
  • Memberikan motivasi kepada bawahannya seperti memberikan pujian, kompensasi, selalu melibatkan bawahannya dalam pekerjaan dan pengambilan keputusan, menjalinkan komunikasi dan koordinasi yang efektif dan baik.
  • Memberikan reward bagi pegawai berprestasi dan punishment bagi pegawai yang melanggar secara tegas dan jelas.

 

 

7. Pengaruh Kompetensi Pegawai dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh kompetensi pegawai dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau. Kompetensi pegawai merupakan salah satu faktor internal individu yang dapat membuat kinerja seseorang menjadi efektif atau superior ditempat kerja. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan pendekatan kuantitatif asosiatif, dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang responden. Data yang diperoleh dengan menggunakan koesioner. Jawaban dari setiap pernyataan diukur dengan menggnunakan skala Linkert dari sangat setuju sampai dengan tidak setuju. Analisis yang dipergunakan adalah analisis deskriftif dan analisis regresi. Proses perhitungan dilakukan dengan bantuan paket program SPSSjor Window versi 17.0

 

Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa :

  • Kompetensi pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agarna Provinsi Kepulauan Riau. Besarnya kompetensi pegawai secara berurutan dari besar hingga terkecil ditentukan oleh, kompetensi intelektual, kompetensi emosional, kompetensi spritual
  • Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau.
  • Kompetensi pegawai dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh postif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau.

 

8. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pasca Diberlakukannya Kepres 80/2003 Pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi serta kendala-kendala yang dihadapi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa pasca diberlakukannya Kepres 80/2003, penelitian ini adalah peneJitian deskriptif kualitatif untuk menjawab pertanyaan didalam perumusan masalah yaitu Apa Motivasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa serta apa kendala-kendala yang dihadapi Panitia Pengadaan Barang/Jasa didalam proses pengadaan Barang/Jasa? Subyek penelitian adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjadi Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2009 dan 2010 dengan jumlah subyek penelitian sejumlah 10 (sepuluh) orang.

 

Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Panitia Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau adalah cukup baik. Hal ini dikarenakan kepuasan (satisfier) Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut dalam kondisi baik dan ketidakpuasan (unsatisfier) juga dalam kondisi baik, serta pada pelaksanaan proses pengadaan barang/jasa di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau masih ditemukan adanya intervensi terhadap Panitia Pengadaan Barang/Jasa dari Pejabat Pembuat Komitmen, Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran dan calon rekanan.

 

9. Analisis Profesionalisme Aparatur Pemerintah Daerah: Studi Kasus pada Skretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah profesionalisme aparatur Sekretariat Daerah Provinsi Kepualauan Riau dalam melaksanakan pekerjaan (tugas dan fungsinya) dana pa yang menjadi kendala dalam peningkatan profesionalisme aparatur di Sekretariat daerah provinsi kepulauan riau. Diasumsikan bahwa seorang aparatur yang professional mempunyai sikap mental (mental attitude), pengetahuan (knowledge), dan keahlian (skill) yang dapat diandalkan dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.

 

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif untuk menggambarkan fenomena sesuai dengan obyek yang diteliti secara sistematis berdasarkan data dan fakta dilapangan tanpa menguji hipotesa tentang profesionalisme aparatur di secretariat daerah provinsi kepulauan riau dalam melaksanakan tugas dan fungsi melalui pendidikan dan pelatihan.

 

10. Analisis Motivasi Kerja Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau Analisis Motivasi Kerja Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Penelitian ini tentang Analisa Motivasi Kerja Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Di Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau ada beberapa permasalahan yang terjadi pada lingkup Pegawai Negeri Sipil yaitu :

  • Sistem penilaian kinerja yang kurang obyektif,
  • Penempatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan masih belum didasarkan pada kompetensi,
  • Sistem Imbalan yang berfungsi sebagai bagian dari reward system,
  • peraturan disiplin tidak dilaksanakan secara konsekuen,
  • Kenaikan pangkat belum didasarkan pada prestasi kerja nyata.

 

Tujuan penelitian adalah :

  • Mengetahui Motivasi Kerja PNS di Lingkungan Sekeratriat Daerah Provinsi Kepulauan Riau,
  • PNS yang menduduki Esalon dan Non Esalon, PNS Golongan Tinggi (III dan IV) dan PNS Golongan rendah (I dan II).

 

Manfaat penelitian adalah :

  • Sebagai sumbangan pemikiran bagi para peneliti, akademisi, dan pemerintah, serta diharapkan bisa dijadikan acuan dalam rangka memperkaya khasanah penelitian yang sudah ada
  • Sebagai bahan masukan atau informasi bagi Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan pada Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulaun Riau. Penelitian yang dilakukan lebih mengarah pada jenis penelitian deskriptif komparatif jumlah Populasi adalah 150 orang dengan sampel berjumlah 109 orang.

 

Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan :

  • Motivasi kerja Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau adalah tinggi. Hal ini didukung oleh adanya kesesuaian harapan para pegawai dengan pekerjaan dilakukan ini menunjukkan terpenuhinya motif-motif yang dikehandaki pegawai dalam bekerja.
  • Hasil uji perbedaan yang dilakukan terhadap;
    1. perbedaan motivasi kerja PNS Pria dan wanita menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan,
    2. Perbedaan motivsi kerja antara PNS yang menduduki Esalon dan PNS Non Esalon pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan pada perebedaan yang signifikan,
    3. Perbedaan Motivasi Kerja antara PNS Golongan tinggi (III dan IV) dan PNS Golongan rendah (I dan II) menunjukkan perbedaan yang signifikan. perbedaan ini dapat diterima dengan alasan bahwa terdapat beberapa hal yang membedakannya. Perbedaan ini dikarenakan perbedaan gaji, kedudukan dalam jabatan, kematangan.

 

 

11. Implementasi Kebijakan Program Bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tak Layak Huni (RS-RTLH) di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Salah satu Kebijakan Pemerintah untuk penanggulanganan tingkat kemiskinan di daerah Kabupaten Bintan – Provinsi Kepulauan Riau adalah dengan Program Bantuan Rehabilitasi Sosial – Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH). Penelitian terhadap implementasi kebijakan publik tersebut bertujuanuntuk mengetahui bagaimana proses dan kinerja implementasi Program;apakahprogram berdampak positif bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu, juga bertujuan untuk mengetahui faktor hambatan dan faktor dukungandalam implementasi program.

 

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan paparan secara kualitatif. Data untuk analisis didapat dari sumber data primer dan sekunder, dengan metode observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan dan responden, serta melalui kajian pustaka dan dokumentasi. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa kondisi yang ada di daerah Kabupaten Bintan, baik secara geografis wilayahnya maupun sosial ekonomi masyarakatnya merupakan faktor hambatan eksternal dalam implementasi program. Dinas Sosial Kabupaten Bintan selaku instansi implementator program memiliki hambatansecara internal; berupa keterbatasan sumberdaya manusia (SDM), baik dalam jumlah (kuantitas) maupun kendala dalam kualitas (kemampuan / kecakapan) SDM tersebut Secara internal juga ada hambatan rendahnya dukungan dana operasional. Di sisi lain juga ada hambatan masih lemahnya koordinasi dengan instansi terkait dalam Tim Koordinasi Program Bantuan RS-RTLH. Implementasi Program Bantuan RS-RTLH dapat terlaksana dengan baik. Dalam penggunaan anggaran tercapaitepat guna: realisasi penggunaan/ serapan anggaran tercapai seluruhnya (100%); tepat waktu: realisasi fisik RS-RTLH sesuai anggaran dapat selesai menurut jadwal/ alokasi waktu; dantepat sasaran: penerima manfaat adalah warga masyarakat miskin sesuai kriteria menurut ketentuan kebijakan.Program juga direspon dan diterima dengan baik, menimbulkan partisipasi publik, serta dirasakan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan. Oleh karena itu dinilai sangat penting oleh masyarakat, maka agar implemetasi program dilanjutkan secara merata, dengan prosedur pengajuan/ pengurusan tidak rumit.

 

Disimpulkan bahwa dengan kondisi yang ada di daerah, Implementasi Kebijakan Program Bantuan RS-RTLH di Kabupaten Bintan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.Faktor kunci yang berperan dalam keberhasilan implementasi kebijakan adalah: sumberdaya manusia, finansial; koordinasi;dan komunikasi.

 

12. Pengaruh Motivasi Kerja dan Kompetensi SDM terhadap Kinerja Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Riau, merupakan organisasi pemerintahan yang bekerja dibidang pelayanan. Dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi BPAD Prov Kepri diharapkan dapat menunjukkan kualitas kerja yang maksimal namun seiring perjalananya terdapat masalah dalam kinerja khususnya seperti belum teraturnya pengelolaan data dan arsip, belum mempunyai ruang depo arsip, tidak didukung dengan tata pengelolaan dokumen yang rapi dan teratur, serta tidak ada peralatan komputer yang khusus mengolah system kearsipan sehingga dalam pelayanan arsip membutuhkan waktu yang lama dalam penyajian informasi data.

 

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari motivasi kerja dan kompetensi sdm terhadap kinerja Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Dengan mengetahui seberapa kuat pengaruh yang ditimbulkan dari motivasi kerja dan kompetensi sdm terhadap kinerja organisasi, diharapkan institusi tersebut dapat mengambil langkah-Iangkah perbaikan terhadap kegiatan pelaksanaan pekerjaan dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.

 

Penelitian ini merupakan Penelitian Survey untuk menjawab 4 hipotesis yaitu :

  • tidak terdapat pengaruh motivasi kerja dan kompetensi sdm terhadap kinerja BPAD Provinsi Kepulauan Riau,
  • terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja BPAD Provinsi Kepulauan Riau
  • terdapat pengaruh kompetensi sdm terhadap kinerja BPAD Provinsi Kepulauan Riau, dan
  • terdapat pengaruh motivasi kerja dan kompetensi sdm terhadap kinerja BPAD Provinsi Kepulauan Riau.

 

Obyek dari penelitian ini adalah seIuruh pegawai BPAD. Teknik penarikan Sampel yang digunakan adalah dengan teknik sampling jenuh. Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode pengukuran parametik analisis regresi tinier berganda dengan bantuan program computer SPSS 17.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kompetensi sdm mempengaruhi kinerja BPAD secara signifikant di p < 0.05, dengan nilai koefisein regresi sebesar 46.3%. Analisis lebih detail menunjukkan kompetensi sdm berpengaruh lebih besar dibandingkan dengan motivasi kerja hal ini terlihat dari nilai koefisien regresi kompetensi Iebih besar yaitu yaitu 0.820 dari pada nilai koefisein regresi penilaian kinerja sebesar 0.448.

 

Sebagai kesimpulan membuktikan bahwa :

  • motivasi kerja memberikan pengaruh positif dan signifikan terbadap kinerja BPAD
  • kompetensi sdm memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja BPAD,
  • secara bersama-sama motivasi kerja dan kompetensi sdm berpengaruh terhadap kinerja BPAD.

 

13. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekretariat terhadap Motivasi Pegawai di Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan yang ditampilkan Kepala Sekretariat terhadap motivasi pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Analisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau dilakukan dengan tujuan untuk melihat gaya kepemimpinan yang ditampilkan Kepala Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan untuk menjawab hipotesis: pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekretariat terhadap motivasi kerja pegawai Sekretariat Dinas Pendidikan. Subyek penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau dan Kepala Sekretariatnya. Sampel penelitian adalah seluruh pegawai. Analisis hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik respondens komparative yang dikemukakan Suharsimi Arikunto (2002:225) dan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik regresi dan korelasi yang dikemukakan Suharsimi Arikunto (2002:253 ) serta menggunakan program SPSS.

 

Hasil analisis regresi yang diperoleh ada pengaruh yang signifikan (berarti) antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja pegawai. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima karena nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel. Bila dilihat dari Koofisien nilai (B) dapat diartikan ada pengaruh positif gaya kepemimpinan terhadap motivasi keIja karyawan di Dinas Pendidikan Propinsi Kepulauan Riau. Selanjutnya hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja sangat kuat.

 

14. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan transformasional yang meliputi pengaruh idealisme, inspirasional, stimulasi intelektual dan konsiderasi individual dalam mempengaruhi kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Variabel yang diteliti yaitu: variable X yaitu gaya kepemimpinan transformasional (meliputi dimensi : idealisme, inspirasional, stimulasi intelektual dan konsiderasi individual) sedangkan Variabel Y (kinerja). Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus yaitu metode pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Alasan pengambilan sampel dengan metode ini adalah karena jumlah populasi yang sedikit yaitu 70 responden yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

 

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah :

  • Untuk mengetahui seberapa besar variabel X (idealisme, inspirasional, stimulasi intelektual, dan konsiderasi individual) secara individu maupun secara parsial (bersama-sama) dalam meningkatkan kinerja pegawai,
  • Untuk mengetahui variabel apa yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja,
  • Untuk mengetahui seberapa besar kinerja pegawai negeri sipil pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

 

Dari hasil uji t dan uji F didapatkan hasil perhitungan nilai t hitung dan f hitung lebih besar dari nilai ttabel dan F tabel untuk nilai Fhitung yaitu 38,782 > Ftabel sebesar 2,513. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan dengan dimensi idealisme, inspirasional, intelektual dan konsiderasi individual secara serentak dan signifikan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Hasil perhitungan untuk nilai R2 dalam analisis regresi berganda, dalam penelitian ini diperoleh angka koefisien determinasi atau R2 sebesar 0,705 artinya 70,5% variasi variabel gaya kepemimpinan transformasional dapat menerangkan variasi variabel kinerja. Sedangkan sisanya 29,5% lagi dijelaskan oleh variabel residualnya atau variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

 

15. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau

 

Abstrak

Kepemimpinan yang efektif merupakan persyaratan vital bagi kelangsungan hidup dan keberhasilan organisasi. Pimpinan atau manager yang efektif tidak hanya mempengaruhi bawahannya tetapi juga ia mampu menjamin bahwa bawahannya mencapai pelaksanaan kerja yang terbaik. Sehingga didalam memacu motivasi kerja dan kinerja pegawai diperlukan peran yang sangat menonjol dari gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap para pegawai di Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau. Karena motivasi dan kinerja pegawai di Dinas Perhubungan dari sudut pekerjaan rutin dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi belum berjalan optimal sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 27 Tahun 2009, hal ini melahirkan suatu pertanyaan bahwa apakah dengan pengaruh gaya kepemimpinan yang ada sekarang motivasi kerja dan kinerja pegawai di Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau dapat tercapai.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

  • Gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, dengan pengaruh sebesar 28,6%. Berdasarkan hasil analisis uji t menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau berpengaruh positif terhadap kinerja pegawainya, dan motivasi kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, dengan pengaruh sebesar 11,9%. Berdasarkan hasil analisis uji t menyimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawainya.
  • Berdasarkan hasil analisa secara simultan dengan menggunakan uji F menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau dan motivasi kerja pegawai berpengaruh 28,7% dalam meningkatkan kinerja pegawai yang ada. Pengaruh yang dihasilkan positif.

Jadi dapat disimpulkan yang mempengaruhi faktor – faktor gaya kepemimpinan bukan hanya faktor motivasi kerja dan kinerja saja tetapi juga ada faktor – faktor lain diluar faktor – faktor tersebut, seperti sosial fisiologis, ekonomi, budaya dan lain – lain, dan faktor – faktor ini tidak tertampung didalam penelititian ini dikarenakan keterbatasan waktu penulis.

 

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)