HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Pembelajaran Bahasa Indonesia

1.Alih Kode dan Campur Kode dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta (Sebuah Kajian Sosiolinguistik)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan wujud alih kode dan campur kode yang terjadi dalam pembelajaran bahasa Indonesia, faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya alih kode dan campur kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia, serta dampak alih kode dan campur kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas X SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas X SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta yang mengandung unsur alih kode dan campur kode. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas X. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi secara langsung dan wawancara mendalam. Pengujian validitas data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Teknik analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode yang ditemukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas X SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta.

 

Wujud alih kode intern ditemukan :

  • alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa
  • alih kode dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.

Wujud alih kode ekstern ditemukan :

  • alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa asing (Inggris),
  • alih kode dari bahasa asing (Arab) ke bahasa Indonesia.

 

Dari hasil penelitian ditemukan lima wujud campur kode :

  • campur kode berupa penyisipan kata,
  • campur kode berupa frase,
  • campur kode berupa klausa,
  • campur kode berupa pengulangan kata, dan
  • campur kode berupa idiom/ungkapan.

 

Faktor-faktor penyebab alih kode meliputi :

  • penutur (OI),
  • lawan tutur (O2),
  • hadirnnya penutur ketiga (O3),
  • pokok pembicaraan (topik),
  • untuk membangkitkan rasa humor.

 

Faktor penyebab campur kode meliputi:

  • ingin menjelaskan sesuatu,
  • karena situasi,
  • ingin menjalin keakraban guru dan siswa.

 

Dampak alih kode dan campur kode meliputi :

  • dampak positif yaitu siswa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru,
  • dampak negatif rusaknya tatanan bahsa Indonesia yang diakibatkan dari terjadinya interfrensi dan integrasi, serta dengan adanya alih kode dan campur kode penggunaan bahasa Indonesia tidak dilakukan secara baik dan benar sehingga dalam pembelajaran situasi menjadi tidak formal.

 

 

2. Analisis Stilistika dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Puisi Sepilihan Sajak Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono Serta Relevansinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • Mendeskripsikan dan menjelaskan pemilihan kata (diksi) dalam Sepilihan Sajak Hujan Bulan Juni Puisi karya Sapardi Djoko Damono
  • mendeskripsikan dan menjelaskan gaya bahasa figuratif Sepilihan Sajak Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono,
  • mendeskripsikan dan menjelaskan citraan Sepilihan Sajaka Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono,
  • mendeskripsikan dan nilai pendidikan karakter dalam Sepilihan Sajak Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, dan
  • Mendeskripsikan dan menjelaskan relevansi pengkajian stilistika dalam Sepilihan Sajak Hujan Bulan Juni Puisi karya Sapardi Djoko Damono sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA.

 

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode content analysis (analisis isi). Kegiatan yang dilakukan adalah membaca, mencermati, menafsirkan, dan menganalisis Sepilihan Sajak Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono.

 

Sumber data dalam penelitian ini adalah :

  • Dokumen: Sumber data dari penelitian ini adalah buku Sepilihan Sajak Hujan Bulan Juni terbit pada bulan Desember tahun 2014 sebagai cetakan ketiga dengan 120 halaman,
  • Informan: Hasil wawancara berisi pendapat para pembaca dan pengarang mengenai Sepilihan Sajak Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono. Informan adalah pembaca ahli untuk menanggapi Sekumpulan Sajak Hujan Bulan Juni dan
  • buku-buku literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dengan analisis dokumen dan wawancara secara mendalam. Triangulasi dilakukan dengan triangulasi sumber dan teori.

 

Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa :

  • aspek diksi secara keseluruhan dalam sepilihan sajak Hujan Bulan Juni puisi karya Sapardi Djoko Damono berjumlah 123 data, di antaranya ialah
    1. Kata Abstrak,
    2. Kata Konkret,
    3. Makna Konotasi, dan Makna Denotasi, diksi yang paling dominan adalah Kata Abstrak;
  • aspek gaya bahasa figuratif keseluruhan berjumlah 50 data di antaranya ialah
    1. Majas Personifiksi,
    2. Majas Simile,
    3. Majas Sarkasme,
    4. Majas Hiperbola, dan
    5. Majas Paradoks, gaya bahasa figuratif yang paling dominan adalah personifikasi;
  • aspek citraan secara keseluruhan berjumlah 74 data diantaranya ialah
    1. Citraan Penglihatan,
    2. b) Citraan Gerak,
    3. c) Citraan Perabaan,
    4. d) Citraan Pendengaran,
    5. e) Citraan Penciuman, citraan yang paling dominan adalah citraan gerak;
  • nilai pendidikan karakter yang terungkap yaitu 11 nilai, nilai peduli lingkungan yang paling dominan; dan
  • memiliki relevansi terhadap pembelajaran sastra di SMA, hal ini dibuktikan dari adanya silabus di kelas X semester 2. Ciri khas kepenyairan Sapardi Djoko Damono pada diksi lebih menekankan pada kata konkret dengan pemanfaatan majas personifikasi di dalam gaya bahasa figuratif, serta lebih banyak pemanfaatan citraan gerak.

 

Kata kunci: puisi, analisis stilistika, nilai pendidikan karakter, dan relevansi pembelajaran

 

 

3. Aspek Kejiwaan Tokoh dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel The Chronicle of Kartini Karya Wiwid Prasetyo Serta Relevansinya dengan Bahan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • mendeskripsikan dan menjelaskan struktur tema, tokoh dan penokohan serta amanat dalam novel The Chronicle of Kartini karya Wiwid Prasetyo;
  • mendeskripsikan dan menjelaskan aspek kejiwaan tokoh dalam novel The Chronicle of Kartini karya Wiwid Prasetyo;
  • mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan karakter dalam novel The Chronicle of Kartini karya Wiwid Prasetyo;
  • mendeskripsikan dan menjelaskan relevansi kajian novel The Chronicle of Kartini karya Wiwid Prasetyo dengan bahan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA.

 

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra melalui teori psikologi Abraham Maslow yang sebelumnya didahului dengan pendekatan struktural. Sumber data penelitian ini adalah novel The Chronicle of Kartini karya Wiwid Prasetyo, yang diterbitkan oleh Diva Press Yogyakarta pada tahun 2010 dan silabus mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA. Sumber data informan, yaitu dua dosen, dua guru dan dua siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu analisis dokumen dan teknik wawancara dengan informan. Teknik validitas data dengan triangulasi sumber dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif.

 

Hasil penelitian ini sebagai berikut :

  • struktur novel yang terdapat dalam novel The Chronicle of Kartini, yaitu tema, tokoh dan penokohan serta amanat;
  • aspek kejiwaan tokoh sesuai dengan teori kebutuhan Abraham Maslow meliputi: kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan paling dasar manusia seperti makan dan minum; kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan manusia yang mendorongnya untuk memperoleh rasa aman dalam hidupnya; kebutuhan rasa saling memiliki dan dicintai, yaitu kebutuhan manusia akan hubungan dengan individu lainnya karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan dalam interaksinya; kebutuhan penghargaan (harga diri), yaitu terlihat dari kegigihan tokoh Kartini untuk mendapatkan hak pendidikannya, hingga karya-karya dan hal-hal yang dilakukannya dapat diakui dan dipuji oleh orang lain; kebutuhan aktualisasi diri ditunjukkan oleh tokoh Kartini karena adanya dorongan dalam dirinya untuk mengaktualisasikan cita-cita dan mimpinya;
  • nilai pendidikan karakter difokuskan pada nilai yang paling dominan dalam isi novel, yaitu kerja keras;
  • relevansi kajian novel sebagai materi ajar pelajaran bahasa Indonesia di SMA sesuai dengan hasil wawancara dengan Rokhmad Basir, S.Pd. dan Budiyono, M.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia SMA N 1 Weru, Sukoharjo dan SMK Muhammadiyah Watukelir, Sukoharjo. Kemudian, didukung oleh hasil wawancara dengan siswa kelas XII SMA. Hasil wawancara juga diperkuat dengan wawancara dengan Drs. TA Prapancha Hary, M.Si. selaku dosen Prodi Psikologi dan Dra. Widowati, M.Hum. selaku dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.

Kata Kunci: PSIKOLOGI SASTRA Abraham Maslow, nilai pendidikan karakter, relevansi dengan bahan pembelajaran di SMA, novel The Chronicle of Kartini.

 

4. Aspek Kejiwaan dan Nilai Pendidikan Karakter Tokoh-tokoh dalam Novel Mimpi Anak Pulau Karya Abidah El Khalieqy serta Relevansinya sebagai Bahan Pembelajaran Bahasa Indonesia

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • mendeskripsikan dan menjelaskan struktur novel Mimpi Anak Pulau;
  • mendeskripsikan dan menjelaskan aspek kejiwaan tokoh-tokoh dalam novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy berdasarkan teori kebutuhan bertingkat Abraham Maslow;
  • mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan karakter dalam novel Mimpi Anak Pulau;
  • Mendeskripsikan relevansi novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy sebagai bahan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.

 

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra untuk mendeskripsikan aspek-aspek kejiwaan dalam novel . Data dalam penelitian ini berupa kata,frasa, kalimat yang terdapat dalam novel Mimpi Anak Pulau. Sumber data penelitian ini adalah novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy, yang diterbitkan oleh AR-RUZ MEDIA. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik noninteraktif. Teknik pengumpulan data noninteraktif dilakukan dengan melakukan pembacaan secara intensif dari novel dan melakukan pencatatan secara aktif dengan metode content analysis. Validitas data yang digunakan menggunakan trianggulasi data dan sumber. Artinya data yang sama atau sejenis akan lebih mantap kebenarannya bila digali dari beberapa sumber data yang berbeda.

 

Simpulan dari hasil penelitian ini sebagai berikut :

  • struktur novel yang terdapat dalam novel Mimpi Anak Pulau anatara lain tema, tokoh dan penokohan, alur, setting dan sudut pandang;
  • bentuk aspek psikologi sastra dalam novel Mimpi Anak Pulau meliputi, , konflik, belajar, motif. Kebutuhan bertingkat meliputi, kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan dasar yang paling mendesak pemuasannya karena berkaitan langsung dengan pemeliharaan biologis, kebutuhan rasa aman yaitu kebutuhan yang mendorong individu untuk memperoleh ketentraman, kepastian, kebutuhan dicintai dan disayangi yaitu suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk mengadakan hubungan afektif atau ikatan emosional dengan individu lain, kebutuhan harga diri pada novel ini dapat terlihat saat Bu Rubiyah menyekolahkan Gani sampai Perguruan tinggi untuk mengangkat drajat keluarganya, dan kebutuhan aktualisasi diri ditunjukan adanya keinginan dalam diri tokohuntuk mengaktualisasikan cita-citanya;
  • nilai pendidikan karakter meliputi religius, kerja keras, kreatif, tanggung jawab, rasa ingin tahu, peduli sosial, cinta tanah air, semangat kebangsaan dan nasionalisme, jujur, mandiri;
  • relevansi novel sebagai bahan ajar di sekolah sesuai dengan hasil wawancara dengan Sumarwati, S.Pd dan Haryana, S.Pd Guru Bahasa Indonesia SMA N 1 Kalasan, Yogyakarta menyatakan bahwa novel Mimpi Anak Pulau bisa dan tepat jika digunakan sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA.

Kata Kunci: Psikologi Sastra, Abraham Maslow, Pendidikan Karakter, Novel Mimpi Anak Pulau.

 

5. Pemanfaatan Sumber Belajar Digital Edmodo untuk Meningkatakan Daya Tarik dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII di MTS Muhammadiyah 1 Gondangrejo Karanganyar

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan daya tarik dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi pelajaran membaca cermat dengan memanfaatkan sumber belajar digital. Penelitian ini merupakan Clasroom Action Reseach atau biasa dikenal dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian siswa kelas VII MTs Muhammadiyah 1 Gondangrejo yang berjumlah 34 siswa. Prosedur penelitian tindakan kelas ada 4 rangkaian yaitu: perencanaan, pelakasanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi yang selalu dilakukan pada setiap siklus. Peneliti berperan sebagai kolaborator guru. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes untuk mengukur pemahaman atau hasil belajar siswa dan angket untuk mengukur daya tarik siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan membaca cermat. Sedangkan kriteria keberhasilan ketercapainya penelitian ini apabila sekurang-kurangnya 85% siswa telah mencapai standar KKM = 73 dan persentase daya tarik siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan membaca cermat juga meningkat sebesar 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa, di antaranya peningkatan rata-rata nilai kelas dari kondisi awal 58 menjadi 70.41 pada siklus I dan 80.82 pada siklus II. Nilai terendah meningkat dari kondisi awal 40 menjadi 52 pada siklus I dan 68 pada siklus II. Nilai tertinggi meningkat dari kondisi awal 70 menjadi 84 pada siklus I dan 95 pada siklus II. Selain itu persentase jumlah siswa yang mencapai KKM = 73 juga mengalami peningkatan dari kondisi awal 30% menjadi 41.17% pada siklus I dan 85.29% pada siklus II. Presentase daya tarik siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan membaca cermat dengan pemanfaatan sumber belajar digital juga mengalami peningkatan dari kondisi awal 45% menjadi 69.37% pada siklus I dan 85.23% pada siklus II. Keseluruhan hasil penelitian telah memenuhi syarat kriteria keberhasilan penelitian yaitu 85.29% siswa telah mencapai standar KKM = 73 dan persentase daya tarik pembelajaran siswa meningkat sebesar 85.23%.

Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Sumber Belajar Digital, Daya Tarik, Hasil Belajar.

 

 

6. Kajian Kode Kultural Semiotika Roland Barthes, Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata, dan Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan :

  • Kode kultural semiotika Roland Barthes dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata;
  • Nilai pendidikan karakter dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata;
  • Relevansi nilai pendidikan karakter dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama.

 

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kode kultural melalui teori semiotika Roland Barthes. Sumber data penelitian adalah novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata dan informan. Teknik pengumpulan data dengan analisis dokumen dan wawancara informan dengan pengamatan secara cermat terhadap objek penelitian. Instrumen penelitian berupa kartu data dan peneliti. Teknik validasi data dengan triangulasi sumber dan triangulasi teori. Teknik analisis data dengan model analisis interaktif.

 

Hasil analisis dari penelitian ini ditemukan :

  • Kode kultural dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata memiliki kode kultural bendera dari bambu kuning, sekolah kami seolah akan tumpah, pandai-pandailah berenang, perang badar, memilih sebuah sekolah islam, sumur jernih dan pohon filicium, penyeimbang perahu kelas, menjual kehormatan, muslimah yang menjaga aurat, panggilan menuju kemenangan, Laskar Pelangi dan Lukisan alam, membunuh cita-cita, kejernihan buah pikirannya,
  • Kyoto University, tikus kecil mati, memikul takdir, masuk sumur maut, menanggung nafkah.
  • Nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel laskar pelangi adalah pendidikan karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, bertanggung jawab, kerja keras, percaya diri, berpikir (logis, kritis, kreatif, dan inovatif), cinta ilmu, menghargai karya dan prestasi orang lain, santun, demokratis, nasionalis, dan menghargai keberagaman, serta faktor yang mempengaruhi pembentukan pendidikan karakter adalah faktor intern berupa insting atau naluri, adat atau kebiasaan, kehendak atau kemauan, suara batin atau suara hati, keturunan dan faktor ekstern berupa pendidikan dan lingkungan.
  • Relevansi nilai pendidikan dalam novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMP adalah isi dari novel sesuai dengan pembelajaran bahasa Indonesia serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya dapat diambil sebagai pelajaran.

Kata kunci: Kode Kultural, Teori Roland Barthes, Pendidikan Karakter, dan Novel

 

7. Kajian Psikologi Sastra, Nilai Pendidikan Karakter dalam Cerita Anak Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) Karya Wanda Amyra Mayshara, dan Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan :

  • struktur cerita anak KKPK karya Wanda Amyra Mayshara;
  • penggambaran psikologi tokoh utama cerita anak KKPK karya Wanda Amyra Mayshara;
  • nilai pendidikan karakter cerita anak KKPK karya Wanda Amyra Mayshara;
  • relevansi cerita anak KKPK karya Wanda Amyra Mayshara dengan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan content analysis (analisis isi). Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra.

 

Sumber data dalam penelitian ini adalah :

  • teks, cerita anak KKPK karya Wanda Amyra Mayshara,
  • catatan lapangan yang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian deskripsi dan bagian refleksi,
  • buku-buku lain yang relevan

 

Teknik pengumpulan data dengan telaah dan wawancara. Sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Validitas data dengan triangulasi teori dan sumber. Teknik analisis data dengan analisis interaktif. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut. Tema dalam cerita anak KKPK karya Wanda Amyra Mayshara terdiri atas sepuluh tema di antaranya memprioritaskan waktu, kepedulian, persahabatan, kegigihan, kreativitas, selalu ingin bersaing, kemandirian, keinginan menjadi penulis, percaya diri, dan keinginan berlibur ke Desa Sentanu. Latar yang digunakan adalah lingkungan yang terdekat dengan aktivitas anak, seperti rumah, sekolah, ruang kelas dan Hutan Sentanu. Keseluruhan tokoh dalam cerita berwujud manusia menggunakan sudut pandang orang ketiga. Psikologi tokoh utama digambarkan dengan psikologi perkembangan kognitif Jean Piaget bahwa tokoh utama berusia 7-11 tahun memasuki masa operasional konkret. Pemikiran terus berkembang dalam menghadapi masalah dan mencari cara pemecahannya. Berdasarkan aspek psikologi kepribadian Abraham Maslow, tokoh utama menunjukkan 5 aspek kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologi, kebutuhan keamanan, kebutuhan dicintai dan memiliki, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Cerita anak KKPK karya Wanda Amyra Mayshara mengandung 12 nilai pendidikan karakter antara lain: religius, toleransi, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, peduli lingkungan, mandiri, dan gemar membaca. Cerita anak KKPK karya Wanda Amyra Mayshara memiliki relevansi dengan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.

Kata kunci: KKPK, psikologi sastra, pendidikan karakter, bahan ajar

8. Pembelajaran Bahasa Indonesia Berparadigma Kritis Transformatif di SMP PGRI Jati Kudus

 

Abstrak

Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kreatifitas berfikir peserta didik dengan pembelajaran berparadigma kritis tranformatif; dan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dalam meningkatkan kreatifitas berfikir peserta didik dengan pembelajaran berparadigma kritis tranformatif.

Penelitian ini dilaksanakan di SMP PGRI Jati Kudus dengan menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.

 

Sumber data diperoleh dari :

  • para nara sumber atau informan;
  • tempat dan peristiwa;
  • dokumen;

sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan

  • wawancara;
  • observasi langsung;
  • analisis dokumentasi.

Pengambilan sampel dengan (purposive sampling). Pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi metode, trianggulasi sumber dan review informan.

Hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis

  • pengumpulan data;
  • reduksi data;
  • sajian data;
  • penarikan kesimpulan atau verifikasi.

 

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa :

  • Perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia berparadigma kritis tranformatif di SMP PGRI Jati Kudus meliputi;
    • mengidentifikasi tujuan pembelajaran,
    • menyusun RPP,
    • mengembangkan strategi pembelajaran,
    • mengembangkan dan memilih materi bahan ajar, dan
    • mengadakan evaluasi.
  • Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berparadigma kritis transformatif di SMP PGRI Jati Kudus berlangsung interaktif. Langkah pembelajaran diawali dengan
    • merekonstruksi/mengurai fakta; kemudian
    • mengungkapkan kembali; selanjutnya
    • mengkaji dan menganalisis; setelah kegiatan tersebut dengan
    • membuat kesimpulan; tahap akhir dengan
    • tindakan menerapkan kesimpulan.

 

Saran penelitian mencakup

  • dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih variatif.
  • Perubahan paradigma pembelajaran tradisional menuju pembelajaran kritis transformatif perlu didukung pola pikir yang lebih maju sesuai dengan perkembangan teknologi.
  • kemampuan penguasaan materi dan pengelolaan kelas guru dalam pembelajaran kritis tranformatif akan dapat menjadikan pembelajaran lebih menantang dan menyenangkan.

 

9. Pemilihan Kode dalam Masyarakat Bilingual pada Masyarakat Melayu Sambas di Kota Pontianak dalam Lingkungan Pendidikan (Studi Kasus dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Al-Madani Pontianak, Kalimantan Barat)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan variasi alih kode dan campur kode, faktor penyebab yang menjadi penentu alih kode dan campur kode, serta dampak penggunaan kode pada tuturan penutur bahasa Melayu Sambas di Kota Pontianak, Kalimantan Barat terhadap pengajaran bahasa Indonesia.

 

Penelitian ini membatasi ruang lingkup pada ranah pendidikan yaitu guru, siswa, pegawai yang berada dalam lingkungan pendidikan. Ranah pembicaraan yang dikaji adalah di sekolah, dan luar sekolah. Topik pembicaraan bersifat umum dan pribadi, situasi pembicaraan serius, santai, emosional. Metode yang digunnakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif menggunakan pendekatan sosiolingiustik dan merupakan sebuah penelitian lapangan (field research). Data dalam penelitian ini adalah masyarakat pendatang di Kota Pontianak dalam lingkungan pendidikan yang menggunakan unsur alih kode dan campur kode. Subjek dalam penelitian ini bersifat purpose sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi secara langsung, wawancara mendalam. Teknik analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dasar penggunaan bahasa diperoleh dua variasi, yaitu

  • alih kode dan campur kode dengan kode dasar bahasa Indonesia (BI),
  • alih kode dan campur kode dengan kode dasar bahasa Melayu Sambas (BMS). Pada peristiwa campur kode diperoleh campur kode dengan kode bahasa Indonesia (BI), bahasa Melayu Sambas (BMS), bahasa Asing (BA), bahasa daerah lain (BDL).

 

Faktor-faktor penentu alih kode pada masyarakat tutur MMS di Kota Pontianak berdasarkan dua faktor.

Pertama berdasarkan situational code-switching yang menyatakan bahwa perubahan bahasa terjadi karena

  • perubahan situasi tutur,
  • kehadiran orang ketiga,
  • peralihan pokok pembicaraan.

Kedua metaphorical code-switching yang menyatakan bahwa perubahan bahasa terjadi karena penutur ingin menekankan sesuatu. Sedangkan faktor campur kode terjadi karena dua faktor utama, yaitu

  • keterbatasan penggunaan kode, dan
  • penggunaan istilah yang lebih popular.

 

10. Pendekatan Whole Language sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Pengalaman dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis pengalaman dan meningkatkan kemampuan menulis pengalaman siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kemasan 01, Polokarto, Sukoharjo dengan menerapkan pendekatan whole language.

 

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang mengambil lokasi di kelas V SDN 01 Kemasan, Polokarto, Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Rencana Pembelajaran setiap siklus disusun oleh peneliti berkolaborasi dengan guru. Setiap tindakan terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil refleksi dijadikan dasar untuk menyusun rencana tindakan. Peneliti melakukan bimbingan intensif kepada guru kelas V tentang penerapan pendekatan whole language dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis pengalaman siswa kelas V yang masih rendah. Oleh karena itu, peneliti ini dapat dikatakan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh siswa (kelas V SD) dan guru kelas V. data yang dikumpulkan berupa data tentang pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis pengalaman pada siswa kelas V. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan tes. Uji validitas data dalam penelitian ini dengan triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan reviu informan. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis. Penerapan whole language dalam pembelajaran menulis pengalaman dilakukan dengan jalan menerapkan komponen whole language yang didalamnya meliputi kegiatan membaca, menulis jurnal, membaca dalam hati, membaca bersama, membaca terbimbing, menulis terbimbing, membaca bebas, dan menulis bebas.

 

Simpulan penelitian sebagai berikut :

Pertama, penerapan pendekatan whole language dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis pengalaman siswa.

Peningkatan kualitas proses pembelajaran tersebut ditandai dengan meningkatnya:

  • Jumlah siswa yang aktif dalam kegiatan apersepsi maupun dalam kegiatan pembelajaran,
  • Jumlah siswa yang mampu berinisiatif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru,
  • Jumlah siswa yang sudah mampu bekerja sama dan kompak dalam kelompok, dan
  • Keterampilan guru dalam mengelola kelas.

Kedua, penerapan pendekatan whole language dapat meningkatkan hasil kemampuan menulis pengalaman siswa dari rata-rata 55,96 menjadi 75,06.

 

11. Penerapan Model Pembelajaran Contexstual Teaching and Learning pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD 4 Jepang Mejobo Kudus

 

Abstrak

Penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • Perencanaan model Contexual Teaching and Learning pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD 4 Jepang Mejobo Kudus;
  • Pelaksanaan model Contexual Teaching and Learning pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD 4 Jepang Mejobo Kudus;
  • Evaluasimodel Contextual Teaching and Learning pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD 4 Jepang Mejobo Kudus;
  • kendala dan cara mengatasi model  Contexual Teaching and Learning  pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD 4 Jepang Mejobo Kudus.

 

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

  • Perencanaan model Contexstual Learning and Teaching pada pembelajaran Bahasa indonesia di SD 4 Jepang Mejobo Kudus dilakukan dengan persiapan perangkat pembelajaran berupapenyusunan materi yang tepat, perangkat pembelajaran seperti Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Kriteria Ketuntasan Minimal Mata Pelajaran, merencanakan evaluasi, remidi dan pengayaan.Persiapan dari kualitas guru dilakukan dengan pengiriman guru untuk mengikuti workshop/ pelatihan dan mengikuti kegiatan KKG.
  • Pelaksanaan model Contexstual Learning and Teaching pada pembelajaran Bahasa indonesia di SD 4 Jepang Mejobo Kudus meliputi pengembangan materi, interaksi guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.
  • Evaluasi model Contexstual Learning and Teaching pada pembelajaran Bahasa indonesia di SD 4 Jepang Mejobo Kudus dilakukan selama proses pembelajaran dan akhir pembelajaran.
  • Kendala dan Cara Mengatasi Model Contexstual Learning and Teaching pada pembelajaran Bahasa indonesia di SD 4 Jepang Mejobo Kudus adalah pada sarana prasarana, keterbatasan meja pada laboratorium multimedia disekolah, yang jumlahnya hanya 20 meja sedangkan siswa 30, oleh karena itu mengatasinya dengan mengadakan system diskusi atau kelompok, sehingga multimedianya bisa mencukupi untuk masing-masing kelompok. Cara mengatasinya adalah guru kreatif untuk mengadakan beberapa game atau pertanyaan sehingga siswa tidak jemu terhadap pembelajaran dan semangat dalam belajar dan tidak ramai dalam belajar.

Kata Kunci: Contexstual Teaching and Learning, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.

 

12. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Pengalaman Melalui Pendekatan Quantum Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (Penelitian Tindakan Kelas Siswa Kelas V SD Negeri 03 Kanigoro Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun Tahun Pelajaran 2008/2009)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • bahwa pembelajaran menulis pengalaman dapat ditingkatkan dengan pendekatan quantum learning pada siswa kelas V SDN 03 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun,
  • kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis pengalaman dengan pendekatan quantum learning pada siswa kelas V SDN 03 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, dan
  • upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala dalam meningkatkan menulis pengalaman pada siswa kelas V SDN 03 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

 

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Reserch), yaitu suatu penelitian yang merupakan bentuk kerjasama/kolaborasi peneliti, guru peneliti dan beserta siswa. Subjek Penelitian, guru bahasa Indonesia dan siswa kelas V SD. Sumber data penelitian ini adalah informan (guru bidang studi bahasa Indonesia dan siswa), Tempat dan peristiwa (kegiatan pembelajaran menulis pengalaman di kelas V SDN 03 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun), Dokumen (materi menulis pengalaman, rencana pembelajaran, silabus, dan daftar nilai). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, tes, dan angket. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode untuk mengetahui keabsahan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan melakukan deskriptif kompararif secara kualitatif untuk membandingkan nilai tes antar siklus maupun dengan indikator kinerja.

 

Proses penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap:

  • persiapan,
  • pelaksanaan,
  • pemantauan dan evaluasi, dan
  • analisis dan refleksi.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan quantum learning dapat meningkatkan proses pembelajaran bahasa Indonesia dan menghasilkan peningkatan menulis pengalaman siswa SDN 03 Kanigoro Kota Madiun.

 

Hal tersebut terefleksi dari beberapa indikator keberhasilan sebagai berikut :

  • minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis meningkat,
  • guru mampu membangkitkan minat siswa,
  • guru mampu menerapkan pendekatan quantum learning dalam pembelajaran,
  • guru mampu mengelola kelas dengan baik dengan mengatasi beberapa kendala dalam pembelajaran menulis, dan
  • kemampuan menulis pengalaman siswa terus meningkat dari nilai rata-rata siklus I (65,2) , siklus II (71,9), dan III (75,6).

 

13. Peningkatan Kemampuan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Integratif (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VIII A SMPN 17 Surakarta Tahun Pelajaran 2007/2008)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • Untuk mendeskripsikan dan menjelaskan proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan integratf guna meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas VIII A SMPN 17 Surakarta tahun pelajaran 2007/2008.
  • Meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas VIII A SMP N 17 Surakarta tahun pelajaran 2007/2008, kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dalam pembelajaran bahasa dengan pendekatan integratif, upaya-upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa dengan pendekatan integratif dan bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran bahasa dengan pendekatan integratif guna meningkatkan kemampuan berbahasa siswa.

 

Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMPN 17 Surakarta pada tahun pelajaran 2007/2008. Sumber data yang diperoleh berasal dari tiga sumber, yaitu tindakan, informasi dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi berperan aktif, dan mencatat dokumen. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif kritis – komparatif dengan membentuk nilai persiklus hingga mencapai indikator.

 

Dalam penelitian ini mengambil 4 kali tindakan siklus.

Siklus 1 pembelajaran tidak berhasil, indikatornya adalah :

  • pasifnya siswa dalam mengikuti pembelajaran,
  • pembelajaran masih berpusat pada guru, dan
  • alokasi waktu yang ditentukan tidak digunakan dengan baik (tidak efektif). Kendala ini menjadi acuan dalam tindakan peningkatan dalam siklus berikutnya.

Dalam siklus 2 dan 3 terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, tetapi sudah berpusat pada siswa. Akibatnya siswa menjadi aktif dan nilai yang dihasilkan meningkat menjadi 67,4 dan 69,1 ini jauh dari batas nilai ketuntasan yang dibuat oleh sekolah yaitu 66. Peningkatan tindakan dilakukan kembali dalam siklus 3 mentargetkan siswa aktif secara maksimal sehingga guru dalam pembelajaran hanya sebagai pembimbing atau pengawas, pembelajaran berpusat pada siswa.

Siklus 4 berhasil dengan memuaskan dengan score nilai 72,5. Indikasinya adalah pembelajaran pada siklus 4 berhasil dengan maksimal. Bagian akhir dari penelitian ini adalah saran. Pembelajaran integratif sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, sehingga disarankan guru menggunakan pendekatan ini untuk peningkatan pembelajaran siswa. Untuk pemerintah disarankan mengadakan PTK untuk guru untuk meningkatkan profesionalisme guru dengan didukung adanya diklat, workshop atau penataran.

14. Peningkatan Kemampuan Menulis Pantun Melalui Metode Quantum Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (Penelitian Tindakan Kelas Siswa Kelas VII SMPN 5 Pontianak Tahun Pelajaran 2011-2012)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa indonesia melalui metode quantum learning khususnya pada pembelajaran menulis pantun. Secara khusus tujuan penelitian ini untuk meningkatkan proses pembelajaran dan kemampuan siswa dalam menulis pantun melaui penerapan metode quantum learning.

 

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action reserch), yaitu suatu penelitian yang merupakan bentuk kerjasama/kolaborasi peneliti, guru peneliti dan siswa. Subjek penelitian, guru bahasa indonesia dan siswa smpn 5 pontianak kelas viie. Sumber data penelitian ini adalah informan (guru bidang studi bahasa indonesia dan siswa), tempat dan peristiwa (kegiatan pemebelajaran menulis pantun di kelas viie smpn 5 kecamatan pontianak batarat kota pontianak) dokumen (materi menulis pantun, rencana pemebelajaran, silabus dan daftar nilai). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, tes, dan angket. Uji validitas data menggunakan trianggulasi sumber data dan trianggulasi metode untuk mengetahui keabsahan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan melakukan deskripsi komparatif secara kualitatif untuk membandingkan baik nilai tes antarsiklus dengan indikator kinerja.

 

Proses penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap:

  • persiapan,
  • pelaksanaan,
  • pemantauan dan evaluasi, dan
  • analisis dan refleksi.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode quantum learning, dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran bahasa indonesia dan menghasilkan peningkatan kualitas kemampuan menulis pantun siswa kelas VII E SMPN 5 pontianak.

 

Hal tersebut terefleksi dari beberapa indikator keberhasilan sebagai berikut:

  • minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis meningkat,
  • guru mampu membangkitkan minat siswa,
  • guru mampu menerapkan metode quantum learning dalam pembelajaran,
  • guru mampu mengelola kelas dengan baik serta dapat mengatasi beberapa kendala dalam pembelajaran menulis pantun, dan
  • kemampuan menulis pantun siswa terus meningkat dari nilai rata-rata siklus i (68,94%), siklus ii (74,20%), dan siklus iii (80,63%).

 

 

15. Tindak Tutur dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Bhina Karya Karanganyar

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah :

  • mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk tindak tutur dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Bhina Karya Karanganyar
  • mendeskripsikan dan menjelaskan strategi penciptaan tindak tutur dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Bhina Karya Karanganyar
  • mendeskripsikan dan menjelaskan kekhasan tindak tutur dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Bhina Karya Karanganyar.

 

Jenis penelitian ini adalah kualitatif studi kasus dengan bentuk deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu strategi tindak tutur yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah rekaman video. Penulis

mentranskripsi data dari rekaman video tersebut. Objek penelitian adalah siswa SMK Bhina Karya Karanganyar yaitu kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), XI Otomotif C (OC), dan XI Permesinan A (PA). Setiap kelas mewakili setiap jurusan di sekolah tersebut. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Penulis menggunakan metode observasi dengan perekaman video untuk mengambil data. Validitas data memakai trianggulasi teori. Metode analisis data yang digunakan adalah metode interaktif.

 

Hasil penelitian ini antara lain:

  • Pertama, ditemukan lima tindak tutur yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur yang dominan adalah direktif. Kemudian, penulis menemukan empat strategi tindak tutur yaitu strategi tindak tutur langsung literal, strategi tindak tutur langsung tidak literal, strategi tindak tutur tidak langsung literal, dan strategi tindak tutur tidak langsung tidak literal. Strategi tindak tutur yang dominan adalah tindak tutur langsung literal.
  • Terakhir, penulis menemukan kekhasan tindak tutur yaitu campur kode dan alih kode di SMK Bhina Karya Karanganyar. Campur kode dan alih kode tersebut yaitu antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Kekhasan yang lain adalah penggunaan tindak tutur langsung literal karena seluruh siswa beridentitas laki-laki. Kekhasan terakhir adalah penggunaan tindak tutur direktif karena siswa SMK Bhina Karya Karanganyar akan melakukan sesuatu jika disuruh, bukan berdasarkan inisiatif sendiri.

 

Kata kunci: tindak tutur, strategi, direktif, pragmatik.

Leave a Reply