HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Malang 2016/2017

 

1. Pemanfaatan Pekarangan dan Teras Rumah di Tengah Kota sebagai Suatu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Studi di Kelurahan Arjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • Memasyarakatkan dan mengajak partisipasi aktif masyarakat Kelurahan Arjosari untuk membuat suatu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL.
  • Merancang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan model blok tanam, yakni 30 KK (responden) berasal dari sejumlah RT yang masih satu RW di kelurahan Arjosari
  • Terbentuknya kelompok lingkungan yang bisa mendukung pelaksanaan KRPL, maupun program-program lain.
  • Mengidentifikasi kendala-kendala dalam pelaksanaan program KRPL.

 

Penelitian dilakukan di Kelurahan Arjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang, dengan pendekatan partisipatoris menggunakan dorongan dan ajakan terhadap 30 responden sampel. Data dianalisis secara diskriptif melalui pemaparan dari data yang telah diperoleh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

  • Tujuan memasyarakatkan dan mengajak partisipasi aktif masyarakar kelurahan Arjosari untuk mengikuti program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) cukup berhasil dan masyarakat sangat aktif menyambut serta elaksanakan program KRPL.
  • Rancangan KRPL penelitian dengan model Blok telah mempercepat perluasan program KRPL.
  • Dari partisipasi aktif warga Kelurahan Arjosari terhadap program KRPL mereka telah behasil membentuk kelompok lingkungan yang bernama Kelompok Lingkungan Lestari (KLL), yang bertugas meneruskan dan memperluas program-program KRPL lebih lanjut.
  • Banyak kendala yang terjadi pada pelaksanaan KRPL, antara lain kendala biofisik seperti warga tidak punya pekarangan, kesulitan air, kesulitan mencari media tanam, pupuk organik, dan bibit tanaman. Demikian pula terdapat kendala sosio (sumber daya manusia) seperti kurang pengalaman bercocok tanam, keterbatasan dana, kurang adanya informasi pasar, kurangnya informasi teknik budidaya pertanian, serta keterbatasan dana operasional dan kelembagaan.

 

2. Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Padi di Perkotaan terhadap Perekonomian Penduduk

 

Abstrak

Alih fungsi lahan merupakan proses pengalihan fungsi lahan sawah pertanian padi sawah menjadi fungsi lain di luar usahatani padi sawah. Secara umum alih fungsi lahan di perkotaan terjadi akibat desakan perkembangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks. Yang menjadi masalah adalah sawah-sawah lahan pertanian padi di kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang adalah tergolong lahan subur dengan irigasi teknis dan produktifitas lahan cukup tinggi sehingga cukup bisa menghidupi penduduk setempat. Dengan keadaan terebut muncul pertanyaan bagaimana nasib para petani selanjutnya.

 

Sehubungan dengan itu penelitian ini ditujukan untuk :

  • Menghitung besarnya pendapatan petani padi dan mantan petani kelurahan Balearjosari,
  • Mengidentifikasi jenis transfer tenaga kerja dari petani padi ke sektor lain yang dilakukan oleh mantan petani,
  • Menganalisis besarnya pendapatan petani padi di bandingkan dengan besarnya pendapatan mantan petani padi yang telah beralih atau diversivikasi ke sektor lain,
  • Mengidentifikasi potensi jenis usaha/pekerjaan non pertanian padi yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan dan sesuai dengan RTRW kota Malang

 

Kerangka pemikiran yang dipakai dalam rangka menjawab tujuan penelitian ini didasarkan pada teori-teori antara lain :

  • Lewis-Fei-Ranis (LFR Model) yang menyatakan sektor tradisional (desa) berlimpah tenaga kerja dengan produk marginal dan produktivitas rendah sehingga mendorong terjadinya transfer tenaga kerja ke sektor modern di kota.
  • Lee (Push Pull Theory) yang menyatakan adanya faktor negatif (-) di desa atau sekor pertanian akan mendorong orang melakukan mobilitas kerja di sektor yang memiliki faktor positif (+) yang memberikan penghasilan lebih baik.

Adanya alih fugsi lahan pertanian menyebabkan terjadi surplus tenaga kerja pertanian yang tidak tertampung di sektor pertanian terutama padi sawah. Akibatnya tenaga kerja pertanian terdorong melakukan transfer tenaga kerja ke sektor lain. Secara umum sektor di luar pertanian memiliki produktivitas cukup tinggi sehingga diduga pendapatan mantan petani lebih tinggi daripada pendapatan petani.

 

 

3. Jenis-Jenis Puring (Codiaeum Variegatum) dan Pembudiyaannya

 

Abstrak

Penghijauan merupakan salah satu upaya manusia untuk mengurangi dampak berbagai pencemaran udara. Juga penghijauan merupakan penanggulangan polutan secara biologis untuk memperbaiki kualitas udara dan perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan agar berhasil dengan baik. Agen tanaman untuk upaya penghijauan yang dapat digunakan adalah tanaman yang memiliki kemampuan untuk mendegradasi polutan tersebut, salah satunya tanaman puring. Puring adalah tanaman yang memiliki daun paling baik dalam menyerap unsur plumbum (Pb/timah hitam/timbal) yang bertebaran di udara terbuka (2,05 mgr/liter). Selain sebagai tanaman penyerap polutan, puring yang dikenal juga dengan nama Croton digunakan sebagai tanaman hias karena keindahan keragaman corak dan warnanya. Tanaman yang termasuk dalam familia Euphorbiaceae ini mempunyai jenis yang sangat banyak, sekitar 260 jenis puring yang ada di Indonesia. Jenisjenis puring diantaranya adalah puring kura, puring emping, puring walet, puring apel malang, puring anting, puring gelatik, puring jengkol, dan puring oscar.Tanaman puring memiliki tinggi antara 90 cm – 3,5 m yang memerlukan cahaya dan mampu hidup dalam naungan sekitar 50-70 %. Media tanam puring, meliputi pupuk kandang, tanah merah, akar pakis halus, akar pakis kasar, pasir malang, sekam bakar, dan pupuk lambat urai (slow release) adalah kombinasi media tanam terbaik dengan pH 5,5-7,5.Gangguan hama yang sering menyerang, yaitu kutu putih (mealy bugs), kutu sisik, thrips, laba-laba kecil, dan ulat. Sedangkan penyakit pada tanaman puring seringkali disebabkan oleh jamur dan bakteri (Agrobacterium tumefaciens). Perbanyakan tanaman dapat dilakukan secara vegetatif melalui stek batang, stek daun, okulasi, dan pencangkokan, serta perbanyakan secara generatif melalui biji.

 

 

4. Tingkat Keberhasilan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (Puap) Studi di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Balearjosari Sejahtera Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • Mengidentifikasi tingkat keberhasilan pelaksanaan program PUAP di kelurahan Balearjosari.
  • Mengidentifikasi kendala-kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program PUAP.
  • Menganalisis besarnya pendapatan petani PUAP dibandingkan dengan pendapatan petani sebelum ikut PUAP.

 

Populasi penelitian ini adalah semua petani agribisnis yang mendapat bantuan dana PUAP tahun 2012. Sampel diambil sebanyak 38 petani secara random. Untuk menjawab permasalahan penelitian dipakai analisis deskreptif juga analisis statistik dengan uji beda dua rata-rata berbantuan SPSS.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat keberhasilan program PUAP di Gapoktan Balearjosari Sejahtera Kelurahan Balearjosari sangat tinggi. Dari berbagai indikator keberhasilan, antara lain indikator Output, Outcome, serta benefit dan impact, hampir semuanya tercapai. Keberhasilan tersebut adalah telah tersalurkannya dana BLM PUAP kepada seluruh petani agribisnis yang mengajukan kredit. Dana telah diterima secara cepat, tepat, tanpa ada potongan sedikitpun. Demikian pula Gapoktan telah mampu memfasilitasi dan mengelola bantuan modal untuk anggotanya, sehingga aktivitas usaha agribisnis para anggotanya makin meningkat serta makin berkembang. Demikian pula pendapatan petani agribis telah meningkat setelah mengikuti program PUAP. Pendapatan yang diperoleh petani PUAP yakni (Rp. 1.040.679,5 / bulan) lebih tinggi secara signifikan, dibandingkan pendapatan sebelum ikut PUAP (Rp. 789.473,68 / bulan). Dalam pelaksanaannya program PUAP di Gapoktan Balearjosari Sejahtera Kelurahan Balearjosari juga tidak ditemukan kendala-kendala yang berarti.

 

 

5. Tingkat Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis Online Bagi Mahasiswa UT Program Non-Pendas

 

Abstrak

Salah satu keluhan yang sering dilontarkan oleh mahasiswa Universitas Terbuka (UT) adalah sulitnya mendapat nilai semester yang tinggi, padahal sumber belajar yang disediakan oleh UT sudah sangat banyak. Kondisi ini bias mempengaruhi kinerja UT di masa depan yang telah mencanangkan sebagai Universitas Kelas Dunia dengan visinya sebagai institusi PTJJ berkualitas dunia pada tahun 2021. Beberapa sumber belajar yang bisa diakses adalah modul (cetak) dan beberapa lagi bisa diakses secara online seperti web suplemen, perpustakan digital, latihan mandiri (LM), dan tutorial online (Tuton). Demikian pula ada layanan tutorial tatap muka (TTM) dan layanan melalui televisi.

 

Penelitian ini ditujukan untuk :

  • mengetahui tingkat pemanfaatan sumber belajar online oleh mahasiswa UT program non-pendas,
  • mengetahui tingkat pemanfaatan sumber belajar non online oleh mahasiswa UT program nonpendas,
  • mengetahui sumber belajar yang disukai oleh mahasiswa UT, dan
  • menganalisis pengaruh pemanfaatan sumber belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa UT.

 

Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa UPBJJ-UT Malang program non-pendas yang telah menempuh dan mendapatkan nilai ujian masa 2010.2. Pada masa tersebut jumlah mahasiswa non-pendas sebanyak 1962 mahasiswa dan diasumsikan homogen. Sampel diambil sebanyak 163 mahasiswa secara random. Untuk menjawab permasalahan penelitian dipakai metode analisis regresi berganda dan tabulasi silang.

 

6. Menelusuri Kebermanfatan Katalog Non-Pendas Ut Ditangan Mahasiswa Non-Pendas UT

 

Abstrak

Katalog UT sebagai salah satu bentuk layanan informasi disediakan sebagai rujukan bagi mahasiswa dalam pembelajaran di UT. Katalog UT diantaranya berisi informasi tentang tata cara registrasi, kurikulum program studi, dan tata cara pemesanan buku. Namun demikian masih ada sebahagian mahasiswa yang tidak memanfaatkan katalog UT, dan ini terlihat ketika masa registrasi di UPBJJ masih ditemukan mahasiswa yang menanyakan kurikulum program studi mereka. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mengetahui pemahaman, pemanfaatan dan waktu pemanfaatan katalog UT oleh mahasiswa UT.

 

Obyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program S1 Non-Pendas di masa registrasi 20122 sebanyak 97 mahasiswa. Tempat penelitian adalah UPBJJ-UT Malang sebagai tempat registrasi mahasiswa Non-Pendas. Instrument penelitian berupa kuesioner disebarkan ke mahasiswa yang melakukan registrasi di UPBJJ. Data kuesioner di analisis dengan bantuan program SPSS. Kemudian data ini di analisis secara deskriptif.

 

Hasil analisis menunjukkan bahwa 52,6% dari sampel menyatakan Katalog UT dapat menjadi panduan (rujukan), 77,3% menyatakan sudah memanfaatkan Katalog UT, dan 36,1% menyatakan hanya pada waktu-waktu tertentu membuka Katalog UT (misalkan pada waktu registrasi, mengurus alih kredit, dan sebagainya).

 

7. Minat dan Kebutuhan Mahasiswa Universitas Terbuka terhadap Perpustakaan

 

Abstrak

Peneiitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber bahan belajar mahasiswa UT, untuk mengetahui trekuensi mahasiswa UT mengunjungi perpustakaan, untuk mengetahui sampai sejauh mana pelayanan yang diberikan perpustakaan lain kepada mahasiswa UT, dan terakhir untuk mengetahui sampai sejauh mana minat dan kebutuhan mahasiswa UT terhadap perpustakaan di setiap UPBJJ. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptit analisis. Sedangkansampelnya, berhubung dana terbatas penulis menentukan untuk melakukan penelitian terhadap 200 responden, yang penulis ambil sesuai perbandingan jumlah mahasiswa dari 10 UPBJJ (30% dari seluruh UPBJJ), yaitu UPBJJ: Jakarta sebanyak 84 responden (42%); Bandung sebanyak 41 responden (20,5%); Banda Aceh sebanyak 3 responden (1 ,5%); Bengkulu 4 responden (2%); Bogar 8 responden (4%), Semarang 21 responden (1 0,5%); Yogyakarta 12 responden (6%); Samarinda 7 responden (3,4%,); Malang 12 responden 6%); Ujung Pandang 8 responden (4%).

 

 

8. Paradigma Kristis Tranformatif Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Peningkatan Kreatifitas Berfikir Siswa SDN 01 Lowokwaru Malang

 

Abstrak

Penelitian ini merupakan problematisasi terhadap modernisme pendidikan, dengan melihat kelemahan dan ketidakbaikan “Filsafat Modern” yang dimulai dari Rasionalisme,Empirisme, dan Positivisme bahkan Saintivisme”. Dan untuk menjalani studi kritik terhadap landasan epistemologi pengetahuan modernisme pendidikan di atas penulis menggunakan semangat pengetahuan filsafat mulai Madzhab Kritis sampai Posmodern, sehingga akan lebih terlihat kelemahan dan ketidakbaikan modernisme pendidikan. Untuk itulah, akan diformulasikan pendidikan yang menjadikan madzhab kritis dan posmodern sebagai landasan epistimologinya dengan istilah “Berparadigma Kritis Transformatif Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Peningkatan Kreatifitas Berfikir Siswa”, untuk mengkritisi modernisme pendidikan dengan harapan akan terjadi perubahan (transformasi) baik disisi pengembangan pengetahuannya maupun kehidupan sosial yang dikehendakinya, yang tentunya berbeda dengan harapan modernism pendidikan, dengan fokus penelitian:

  • Bagaimana Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berparadigma Kritis Tranformatif Dalam Peningkatan Kreatifitas Berfikir Siswa SDN 01 Lowokwaru Malang,
  • Bagaimana pelaksanaan Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berparadigma Kritis Tranformatif Dalam Peningkatan Kreatifitas Berfikir Siswa SDN 01 Lowokwaru Malang,
  • Kendala apa sajakah yang dihadapi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berparadigma Kritis Tranformatif Dalam Peningkatan Kreatifitas Berfikir Siswa SDN 01 Lowokwaru Malang,
  • Upaya yang dilakukan guru Dalam pengembangan kreatifitas siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia berparadigma kritis tranformatif di SDN 01 Lowokwaru Malang.

 

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Library Research, yaitu penulisan berdasarkan literatur melalui penyelidikan kepustakaan dengan membaca buku-buku primer, skunder dan penunjang yang berhubungan dengan pembahasan yaitu “Paradigma Kritis Transformatif Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Peningkatan Kreatifitas Berfikir Siswa”, sebuah modernisme pendidikan, melalui teknik pengumpulan data dokumenter, teknik analisis datanya menggunakan

  • Analisis Deskriptif,
  • Conten Analisis, dan
  • Analisis Kritis.

 

Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep kritis transformatif dapat digunakan sebagai katalis untuk arah baru Pendidikan, baik di epistimologi pengembangan pengetahuannya, hubungan sekolah dan masyarakat (dari subyek-subyek menjadi partisipatoris intersubyektif), hubungan sekolah dan masyarakat (dari induvidualis menjadi partisipator), kurikulum (dari vertikal menjadi horizontal), serta pola pembelajaran (dari intimidatif menjadi partisipatoris), tujuan pembelajaran (menjadi lebih mandiri, kritis dan peka sosial), isi pembelajaran (lebih komunikatif), metode x pembelajaran (dari dogmatis menjadi dialogis intersubyektif), pendekatan pembelajaran (dari pedagogis dogmatis menjadi andragogy dialogis) evaluasi pembelajarannya (lebih partisipatoris dan komprehensif), dan pengelolaan media pembelajaran (lebih tepat guna) maupun andaian kehidupan sosialnya yang berkeadilan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan wahana yang konstruktif dalam kaitannya dengan peningkatan mutu Pendidikan Bahasa Indonesia kedepan, baik secara teoritis maupun praktis, selain itu hasil penilaian ini belum bisa dikatakan final, maka dari itu diharapkan terdapat peneliti lebih lanjut yang mengkaji ulang hasil penelitian ini.

 

 

 


Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Alamat :

IDTESIS SURABAYA

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)

HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) & BBM : 5E1D5370

Email
Print