HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Kota Denpasar 2016/2017

1. Aksesbilitas Partisipasi Politik Penyandang Disabilitas dalam Pemilu di Kota Denpasar

 

Abstrak

Secara realitas, angka partisipasi politik kalangan penyandang disabilitas dalam mengikuti pemilihan umum, baik pemilukada, pilpres maupun pemilu legislatif cenderung menurun Menurunnya angka partisipasi ini kontraproduktif dengan jaminan pelaksanaan hak politik tanpa diskriminasi terutama pada kalangan penyandang disabilitas. Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013 menegaskan penyelenggara pemilu harus memberikan akses bagi penyandang disabilitas. Pilihan atas tema ini menyesuaikan agenda pemilukada serentak yang akan di gelar di Provinsi Bali termasuk Kota Denpasar. Berangkat dari kondisi ini tulisan ini mengupas pelembagaan partisipasi politik kalangan disabilitas dalam pemilu guna memetakan persepsi baik dari kalangan masyarakat penyandang difabel sendiri, pemerintah maupun penyelenggara pemilu di daerah. Pilihan lokasi di Kota Denpasar dipertimbangkan karena kota ini memiliki jumlah penyandang disabilitas terbesar dibandingkan kabupaten laindi Bali serta kota ini dijuluki kota inklusi karena dinilai memiliki komitmen penyelenggaraan layanan publik berbasis disabiltas yang dijamin melalui Peraturan Walikota Nomor 35 Tahun 2011 tentang Upaya Peningkatan Aksesbilitas bagi Penyandang Cacat di Kota Denpasar.

 

 

2. Analisis Strategi Promosi UPBJJ-UT Denpasar

 

Abstrak

Saat ini jumlah mahasiswa Program Guru mengalami penurunan karena para guru hampir semua sudah berijazah sarjana, sehingga Universitas Terbuka harus dapat meningkatkan jumlah mahasiswa Program Non-Guru yaitu FISIP, FEKON dan FMIPA. Perlu adanya promosi untuk mencapai target mahasiswa baru Program Non- Guru. Agar supaya strategi promosi yang akan dilakukan UPBJJ-UT Denpasar dapat berjalan dengan efektif maka perlu mengetahui informasi dari masyarakat mengenal atau setidaknya mengetahui Universitas Terbuka melalui media apa. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dan diinterpretasikan untuk mendapatkan strategi promosi yang efektif dalam mencapai target rekruitmen mahasiswa baru. Penelitian dibatasi dengan responden adalah mahasiswa baru Program Non-Guru karena mahasiswa tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda dengan mahasiswa Program Guru.

 

Berdasarkan data dari hasil penelitian strategi promosi dilakukan yang UPBJJ-UT Denpasar sebaiknya melalui memberikan pelayanan yang baik, memuaskan dan prima kepada mahasiswa, sedangkan strategi promosi melalui surat kabar, radio, televisi, brosur dan internet perlu dilakukan untuk mensosialisasikan dan mempromosikan Universitas Terbuka kepada masyarakat luas.

 

 

3. Persepsi Mahasiswa terhadap Kualitas Pelayanan di UPBJJ-UT Denpasar

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat persepsi mahasiswa terhadap kualitas pelayanan, menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa. Kualitas pelayanan yang diteliti meliputi layanan registrasi, layanan bahan ajar, layanan bantuan belajar terutama tutorial, layanan penyelenggaraan ujian dan layanan tata usaha.

 

Hasil penelitian menunjukkan tingkat persepsi mahasiswa terhadap kualitas pelayanan antara memuaskan dan sangat memuaskan, tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan antara memuaskan dan sangat memuaskan. Dalam penelitian ini kualitas pelayanan yang berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan mahasiswa adalah layanan penyelenggaraan ujian, layanan bantuan belajar dan layanan tata usaha. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan mahasiswa maka layanan penyelenggaran ujian, layanan bantuan belajar dan layanan tata usaha perlu dipertahankan dan ditingkatkan termasuk juga layanan registrasi dan layanan bahan ajar yang dalam penelitian ini tidak berpengaruh secara signifikan namun perlu juga dipertahankan dan ditingkatkan kualitas pelayanannya.

 

 

4. Analisis Efektivitas Implementasi Responsibility Accounting System pada PT. Graha Sarana Duta Denpasar

 

Abstrak

Penelitian ini memfokuskan perhatian kepada PT. Graha Sarana Duta Denpasar yang memiliki seorang Building Manager yang diberi wewenang untuk merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan, mengendalikan dan melaksanakan seluruh kegiatan berdasarkan anggaran yang ditetapkan sehingga dapat membedakan mana biaya yang menjadi kendalinya serta dapat memberikan laporan pertanggungjawaban yang tepat waktu. Permasalahan yang timbul adalah “Apakah Implementasi Responsibility Accounting System pada PT. Graha Sarana Duta Denpasar sudah efektif?” Untuk membahas masalah tersebut diatas dilakukan analisis berdasarkan data hasil kuisioner dengan jumlah sampel 15, yang pengambilannya menggunakan metoda quota sampling. Adapun tehnik analisis yang digunakan adalah kuantitatif Semantik Deferensial dengan skala 5 dan kemudian membandingkannya dengan mengadopsi standard menurut Wijnberg dan Ruiter dengan katagori yaitu nilai 4-5 Sangat efektif, nilai 3,5-3,9 efektif namun masih perlu dilakukan perbaikan-perbaikan, nilai 3,0-3,4 efektif namun wajib/harus melakukan perbaikan-perbaikan dan nilai < 3 Buruk/sangat tidak efektif.

 

Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa Implementasi Responsibility Accounting System pada PT. Graha Sarana Duta Denpasar memperoleh Semantik 4 dengan katagori sangat efektif sehingga perlu dipertahankan. Hal itu dapat dilihat dari Struktur Organisasi memperoleh nilai semantik 4,05 perlu dipertahankan. Penyusunan dan pelaksanaan anggaran memperoleh nilai semantik 3,95 sehingga perlu melakukan perbaikan dalam sosialisasi penyusunan anggaran serta mekanisme penyusunan anggaran per kegiatan pegawai, agar dibuat peraturan yang tegas agar pelaksanaan sesuai anggaran dan dibuatkan jadwal yang tetap untuk pelaksanaan evaluasi serta dibuat petunjuk pengisian Kartu pengawasan anggaran. Pemisahan biaya terkendali memperoleh nilai semantik 3,90 yang selanjutnya perlu dilakukan perbaikan dengan pembuatan mekanisme persetujuan kegiatan diluar anggaran dan format yang baku untuk laporan pemisahan biaya. Pelaporan memperoleh nilai semantik 4,07 perlu dipertahankan dan ditingkatkan sehingga perlu membuat standar format yang baku sebagai acuan pelaporan dan mekanisme evaluasi pelaporan yang berjenjang. Penilaian prestasi manager memperoleh nilai semantik 4,06 juga perlu dipertahankan.

 

 

5. Analisis Faktor-Faktor yang Menyebabkan Prestasi Akademik Rendah pada Mahasiswa Program Non-Pendas di UPBJJ-UT Denpasar

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan prestasi akademik mahasiswa rendah. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan desain survei untuk mengumpulkan data dari para responden. Sebelum dilaksanakannya penelitian ini terlebih dahulu peneliti melakukan pra-survei dengan teknik wawancara terhadap beberapa responden guna mendapatkan informasi untuk menyusun suatu konstruk yang akan dianalisis dan instrumen penelitian. Konteks penelitian ini dilakukan di UPBJJ-UT Denpasar dengan responden mahasiswa Program Non-Pendas yang prestasi akademiknya rendah. Responden pada penelitian ini adalah 71 mahasiswa dengan response rate sebesar 92,5%. Untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan prestasi akademik rendah dan mengetahui tingkat pengaruhnya dengan confirmatory factor analysis dan statistik deskriptif menggunakan bantuan software SPSS 16.0 for windows.

 

 

6. Pengaruh Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Teknisi Pemegang Lisensi di PT GMF AeroAsia Denpasar

 

Abstrak

Karyawan merupakan faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Harapan perusahaan terhadap karyawannya adalah dapat memberikan kinerja yang tinggi dalam bekerja. Banyak faktor yang dapat berpengaruh dalam usaha meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kompensasi, lingkungan kerja dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja teknisi pemegang lisensi di PT GMF AeroAsia.

 

Penelitian ini memiliki 4 tujuan :

  • untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan secara simultan dari faktor kompensasi, lingkungan kerja dan motivasi terhadap Kinerja teknisi PT GMF AeroAsia di Denpasar,
  • untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan dari faktor kompensasi terhadap Kinerja teknisi PT GMF AeroAsia di Denpasar,
  • untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan dari faktor lingkungan kerja terhadap Kinerja teknisi PT GMF AeroAsia di Denpasar, dan
  • untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan dari faktor motivasi terhadap Kinerja teknisi PT GMF AeroAsia di Denpasar.

 

Penelitian ini merupakan penelitian survey yang pengumpulan datanya dilakukan melalui penyebaran kuisioner. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 79 orang dan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji statistik F dan uji statistik t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompensasi, lingkungan kerja dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Variabel kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja. Variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja. Dan variabel motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja.

 

Penelitian ini membuktikan bahwa kompensasi yang dirasa adil dan memenuhi harapan, lingkungan kerja yang nyaman dan aman serta motivasi teknisi berpengaruh positif terhadap Kinerja. Kinerja karyawan yang baik pada akhimya dapat menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

 

7. Pengaruh Motivasi, Kepemimpinan dan Disiplin Pegawai terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar

 

Abstrak

Penelitian ini menganalisis pengaruh Motivasi Kepemimpinan dan Disiplin Pegawai terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan adanya Pengaruh Motivasi, Kepemimpinan dan Disiplin Pegawai terhadap Kinerja Pegawai baik secara simultan maupun parsial penelitian juga berusaha mengetahui variabel yang berpengaruh dominan terhadap Kinerja Pegawai. Hipotesis penelitian sebagai berikut :

  • Motivasi, Kepemimpinan dan Disiplin Pegawai secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar.
  • Motivasi, Kepemimpinan dan Disiplin Pegawai secara persial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar.
  • Salah satu variabel diantara variabel diantara Motivasi, Kepemimpinan dan Disiplin Pegawai berpengaruh dominan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar.

 

Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori yang berusaha menguji hipotesis secara statistik berdasarkan data empirik dari responden dan menjelaskannya secara deskriptif maupun inferensial untuk mengumpulkan data dilakukan dengan tehnik survai dan mendesain kuisioner sebagai instrument penelitian, populasinya adalah Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar berjumlah 53 orang jumlah sampel penelitian sebesar 53 orang dengan metode tehnik sampling Jenuh Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisa regresi liner berganda.

 

Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan segnifikansi F untung lebih kecil daripada signifikansi penelitian berarti motivasi kepemimpinan dan disiplin pegawai secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Koefisien korelasi (R) sebesar 79,8% dan sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Signifikansi t dari X1, X2 dan X3 < Segnifikansi α berarti Motivasi, kepemimpinan dan Disiplin pegawai secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Motivasi (X1) memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar.

 

 

8. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Persepsi Nilai terhadap Niat Berperilaku di UPBJJ-UT Denpasar: Peranan Mediasi Kepuasan Pelanggan

 

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, persepsi nilai terhadap niat berperilaku dengan mediasi kepuasan pelanggan. Konteks penelitian ini bidang pendidikan yang memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Penelitian ini penting dilakukan karena keempat konstruk tersebut saling berhubungan. Responden penelitian ini adalah mahasiswa Program Non-Pendas UPBJJ-UT Denpasar.

 

Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap kebijakan yang terkait dengan pelayanan terhadap mahasiswa. Untuk mengukur konstruk kualitas pelayanan, persepsi nilai, kepuasan pelanggan dan niat berperilaku menggunakan kuesioner yang indikator-indikatornya diadaptasi dari standar ISO JJ02-RK01a-Ed.2 dan wawancara dengan beberapa responden. Sebelum instrumen ini digunakan untuk mengukur keempat konstruk tersebut terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya agar hasil penelitian lebih akurat. Untuk menganalisis data yang diperoleh dari responden, peneliti melakukan analisis dengan menggunakan confirmatory factor analysis untuk mengkonfirmasi faktor-faktor yang membentuk konstruk kualitas pelayanan, persepsi nilai, kepuasan pelanggan dan niat berperilaku. Sedangkan untuk menentukan pengaruh kualitas pelayanan dan persepsi nilai terhadap niat berperilaku dengan mediasi kepuasan pelanggan menggunakan regresi linear.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan secara langsung langsung dan positif mempengaruhi kepuasan pelanggan. Persepsi nilai secara langsung dan positif mempengaruhi kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan secara langsung dan positif mempengaruhi niat berperilaku. Kualitas pelayanan dan persepsi nilai melalui mediasi kepuasan pelanggan secara positif mempengaruhi niat berperilaku.

 

 

9. Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan/Desa di Kota Denpasar

 

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang pengaruh gaya kepemimpinan, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Pemerintah Kelurahan/Desa di Kota Denpasar, sebab latar belakang permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kelurahan/Desa di Kota Denpasar dalam hal ini Lurah/Kepala Desa telah menerapkan gaya kepemimpinan transformasional yang diyakini bahwa gaya ini akan mengarah pada kinerja superior dalam organisasi yang sedang menghadapi tuntutan pembaharuan akan tetapi apakah gaya kepemimpinan yang diterapkan sesuai dengan harapan pegawainya sehingga mampu meningkatkan kinerja pegawai serta apakah disiplin kerja dan motivasi individu mempengaruhi kinerja pegawai, hal inilah yang harus dibuktikan lebih lanjut, mengingat kinerja pegawai pada Pemerintah Kelurahan/Desa di Kota Denpasar dari tahun ke tahun terlihat meningkat namun peningkatannya tidak terlalu signifikan.

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan dari variabel gaya kepemimpinan, displin kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai serta untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan dari variabel gaya kepemimpinan, disiplin kerja dan motivasi kerja secara parsial terhadap kinerja pegawai dan untuk mengetahui variabel manakah diantara variabel gaya kepemimpinan, disiplin kerja dan motivasi kerja yang dominan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai Kelurahan/Desa di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori yang berusaha menguji hipotesis berdasarkan data empirik yang dijelaskannya secara deskriptif maupun inferensial. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survai dan mendesain kuisioner sebagai instrumen penelitian. Responden adalah seluruh pegawai pada Pemerintah Kelurahan/Desa di Kota Denpasar berjumlah 254 orang responden yang diambil dari seluruh populasi yakni dari 16 Kelurahan dan 27 Desa. Teknik analisis untuk uji hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan, disiplin kerja dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Pemerintah Desa/Kelurahan di Kota Denpasar. Besarnya pengaruh secara simultan tersebut adalah Koefisien korelasi (R2) sebesar 0,783 persen, berarti pula gaya kepemimpinan, disiplin kerja dan motivasi kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai serta variabel motivasi kerja memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja pegawai pada Pemerintah Kelurahan/Desa di Kota Denpasar. Maka dapat disarankan kepada Pemerintah Kelurahan/Desa di Kota Denpasar dalam hal ini pimpinan yaitu Lurah/Kepala Desa hendaknya meningkatkan pelaksanaan perilakunya terutama dalam pemecahan masalah dengan teliti, mengkomonikasikan harapan yang tinggi kepada pegawai dan disiplin kerja terutama bersikap adil terhadap ketepatan waktu yang ditunjukkan pegawai (Teladan pimpinan), memberikan kebijakan tentang kesesuaian peraturan dengan pelaksanaan (Ketegasan pimpinan) serta motivasi kerja yakni memberikan gaji yang cukup untuk kebutuhan sandang, memberikan rasa aman dalam bekerja dan kebutuhan harga diri (Penghargaan serta pengakuan atas pekerjaan yang dibebankan kepada pegawai) dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai pada Pemerintah Kelurahan/Desa Di Kota Denpasar.

 

 

10. Sejauh Mana Guru Telah Menguasai Konsep Ketrampilan Proses dan Sejauh Mana Ketrampilan Proses Tersebut Dilaksanakan dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang :

  • sejauhmana guru-guru SD menguasai keterampilan proses IPA;
  • sejauhmana guru-guru SD telah mengaplikasikan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA di SD;
  • hubungan antara penguasaan guru-guru SD dalam keterampilan proses IPA dengan sejauhmana konsep-konsep keterampilan proses tersebut diaplikasikan di kelas;
  • kendala-kendala yang dialami guru-guru SD dalam mengaplikasikan keterampilan proses dalam pembelajaran IP A di kelas.

 

Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru SD yang telah mengikuti program penyetaraan D II Guru SD yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka baik mahasiswa swadana maupun mahasiswa proyek. yang ada di seluruh UPBJJ-UT. Sampel lulusan Program DII PGSD di UPBJJ UT Bogor, Jakarta, Denpasar. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap, yaitu :

  • Pemilihan UPBJJ-UT dilakukan secara purposive, yaitu UPBJJ-UT Bogor, Jakarta, dan Denpasar dengan pertimbangan sedikitnya dapat mewakili dua (2) wilayah yaitu wilayah barat dan tengah;
  • Penentuan lulusan per UPBJJ dilakukan secara cluster sampling, yaitu mewakili wilayah perkotaan dan wilayah pedesaan.
  • Kritcria Guru yang dijadikan sampel adalah :
    1. guru-guru yang mengajar mulai kelas III s.d. kelas VI, dengan alasan mata pelajaran IPA diajarkan mulai kelas III s.d. kelas VI);
    2. guru yang dijadikan sampel adalah guruguru yang telah mengikuti program penyetaraan D II Guru SD baik swadana maupun proyek.

 

Berdasarkan basil temuan-tcmuan di lapangan dan basil pengolahan data, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :

  • Pada dasarnya sebagian besar guru SD memaharni tentang alat peraga IPA/Kit IPA, mengetahui fungsi dan tujuan dari alat peraga tetapi mereka mengalami kesulitan dalam mengimplementasikannya di kelas. Hal ini terjadi karena sebagian besar dari mereka tidak memiliki Ia tar belakang pendidikan IPA, tidak menguasai cara menggunakan alat peraga!Kit IPA, serta tidak tersedianya alat peraga Kit IPA yang memadai di sekolah;
  • Masih ada guru-guru yang mengalami kesulitan dalarn menggunakan alat peraga IP N Kit IP A hal ini terjadi karena sebagian dari mereka tidak memiliki Jatar belakang pendidikan IPA:
  • Sebagian guru telah mengaplikasikan keterarnpilan proses IPA dalam pembelajaran IPA di SD dan jenis keterarnpilan proses yang paling sering diaplikasikan kepada siswa adalah keterampilan mengobservasi. Sedangkan keterampilan proses seperti klasifikasi, pengukuran, komunikasi, inferensi, prediksi, dan eksperimen jarang diaplikasikan bahkan ada guru yang tidak menerapkannya;
  • Banyak hal yang menjadi kendala dalam mengaplikasikan keterarnpilan proses dalam pembelajaran IPA di SD antara lain :
    1. kurangnya alat peraga bila dibandingkan dcngan jumlah siswa yang ada di kelas;
    2. kurangnya penataran!workshop tentang penggunaan alat peraga IPA;
    3. kurangnya pemahaman guru terhadap cara menggunakan alat peraga IPA;
    4. ada asumsi bahwa penggunaan alat peraga atau Kit IPA memakan waktu yang lama;
    5. alat peraga untuk beberapa percobaan tidak tersedia di sekolah;
  • Rata-rata kemarnpuan guru-guru dalarn menjawab keteran1pilan proses IPA dari Kancam Kcbon Jeruk Jakarta, Kancam Parung dan Kancam Semplak Bogor, Kancam Kcdiri Tabanan adalah sebesar 57,72 dari 15 pertanyaan yang ada dalarit lembar tes;
  • Dari basil observasi yang dilakukan pada saat para guru mengajar di kelas terlihat bahwa alat-alat peraga!Kit IPA sangat jarang sekali digunakan dalarn proses pembclajaran. Guru-guru cenderung mengajarkan IPA secara verbalisme. Kalaupun ada yang menggunakan alat peraga!Kit IPA, itupun cenderung dilakukan dengan mendemonstrasikan di depan kclas;
  • Rentangan skor keterarnpilan proses IPA yang diperoleh oleh para guru sangat bervariasi antara 30,23 sampai dengan 79,07 dengan rata-rata(mean)= 58,79 ; median=58,14 ; dan modus sebesar 53,49. Hal ini menandakan bahwa penguasaan mereka terhadap keterampilan proses IP A sangat bervariasi;
  • Rentangan skor aplikasi keterampilan proses IPA yang diperoleh oleh para guru bervariasi dengan rentangan 44 sampai dengan 76 dengan rata-rata (mean) = 59,44; median=60,00 ; dan modus sebesar 52,00;
  • Korelasi antara skor dalam kemarnpuan keterarnpilan proses IP A dengan skor aplikasi keterampilan proses IPA di kelas memberikan basil sebesar 0,252.

 

Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara penguasaan guru-guru dalam ketrampilan proses IPA dengan sejauh mana keterampilan proses IPA tersebut dilaksanakan di kelas tcrgolong rcndah.

 

11. Pengaruh Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT. Perama Swara Tour dan Travel terhadap Kesejahteraan Masyarakat Denpasar Selatan

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sampel penelitian sebanyak 42 masyarakat Denpasar selatan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Slovin n = N / (1 + Ne²). Pengumpulan data dengan observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan regresi sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS 16. Hasil analisis data dengan signifikansi 0,05 menunjukkan bahwa CSR berpengaruh secara positip dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Program CSR yang diberikan oleh PT. Perama Swara Tour dan Travel memberikan pengaruh terhadap kesajahteraan masyarakat di Denpasar selatan. Sebagai temuan dapat dinyatakan bahwa temuan penelitian ini membuktikan “Coorperate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat Denpasar selatan dengan koefisien regresi sebesar 0.326. Hal ini berarti Coorperate Social Responsibility (CSR) mempengaruhi kesejahteraan masyarakat Denpasar selatan dan Implementasikan program CSR dalam upaya pengembangan masyarakat PT. Perama Swara Tour dan Travel yang berfokus pada program pemberdayaan bidang pendidikan dan ekonomi dirasakan telah membantu masyarakat sekitar serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan saat ini telah berjalan efektif.

 

Berdasarkan hal tersebut dalam memberikan bantuan dana modal, sebaiknya perusahaan melakukan pengawasan dan rutin melakukan peninjauan, agar dana yang diberikan oleh perusahaan, tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, Adanya forum masyarakat dan konsultan dari pihak perusahaan, sangat berperan penting dalam keberhasilan program CSR, sebaiknya perusahaan turun tangan secara langsung dalam mengevaluasi kegiatan CSR serta menampung aspirasi masyarakat mengenai program CSR, sehingga terdapat feedback dari kegiatan CSR dan hasilnya lebih efektif.

 

 

12. Analisis Kepuasan Pasien Perbasis Harapan dan Kinerja Pelayanan Jasa (Kasus pada Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut Puskesmas III Denpasar Selatan)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien berbasis harapan dan kinerja pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada Puskesmas III Denpasar Selatan. Populasi peneliltian ini adalah semua pasien yang pernah menerima pelayanan serta pengguna jasa pelayanan Balai Pengobatan Gigi di Puskesmas III Kecamatan Denpasar Selatan. Sampel diambil dengan metode non probability sampling melalui metode convenience sampling, yaitu ketika responden yang dijadikan sampel sedang berada di puskesmas dengan 100 sampel. Metode pengumpulan data melalui kuisioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja (Importance-Performance Analysis). Unit analisis dalam penelitian ini adalah BPG Puskesmas III Denpasar Selatan. Kuesioner yang dibuat untuk menampung data mengenai nilai kinerja pelayanan dan nilai harapan pasien dibuat dua lembar. Skala penilaian diberi bobot secara kuantitatif, dengan nilai 1 sampai dengan 5 (Skala Likert).

 

Hasil analisis yang diperoleh yaitu keandalan, kesigapan, jaminan, empati dan nyata, terdapat dua indikator tingkat harapan dan tingkat kinerja, temuan penelitian menunjukkan indikator harapan kepuasan tinggi dengan skor 4,45 pada kemampuan dokter, 4,33 pada pelayanan pasien, 4,31 pada prosedur tidak berbelit- belit, harapan kepuasan rendah pada 3,91 kurang memberi perhatian khusus pada pasien, 3,98 penataan interior dan eksterior. Pada kinerja pelayanan tinggi 4,31 kemampuan dokter dan perawat, 4,39 kelengkapan kebersihan, 4,28 pelayanan kepada semua pasien. Kinerja pelayanan rendah pada 3,85 penataan interior eksterior, 3,95 jadwal pelayanan dan 3,98 perhatian terhadap keluhan pasien, sehingga variabel yang berpengaruh dalam skala kartesius terdapat pada kuadran 2

 

 

13. Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Barat

 

Abstrak

Adanya berbagai keluhan yang disampaikan oleh masyarakat terkait dengan pelayanan yang dilakukan oleh sebuah lembaga publik seperti Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Barat, menarik untuk dicermati sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana peran serta pemberdayaan dari sumber daya yang ada untuk bisa mengemban misi pelayanan sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat apresiasi dan kepeduliannya sehingga pada akhirnya terciptanya suatu keadaan dimana wajib pajak akan semakin patuh dengan kewajibannya. Maka dipandang perlu untuk melakukan sebuah penelitian mengenai tingkat kepuasan wajib pajak tentang pelayanan yang selama ini mereka nikmati. Tujuan lainnya adalah untuk menganalisis tentang faktor-faktor penentu yang menjadi indikator keberhasilan sebuah pelayanan yang merupakan keinginan sebagian besar dari masyarakat yang dilayani, dimana hal ini kemudian mendapatkan perioritas untuk menentukan arah kebijakan selanjutnya.

Penelitian ini dilakukan terhadap 100 wajib pajak sebagai responden yang melakukan kewajibannnya di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Barat dengan cara memilih secara acak dari sejumlah wajib pajak yang secara demografi dapat mewakili keadaan secara umum dari seluruh wajib pajak yang ada di wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Denpasar Barat. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagai populasi yang dikaitkan dengan teknik Analisis Faktor sebagai alat analisis. Variabel dari masing-masing faktor dapat memberikan gambaran secara lebih jelas dan terperinci mengenai hal-hal yang perlu mendapat perhatian lebih fokus untuk mencapai sebuah tujuan yang diharapkan. Kualitas pelayanan yang perlu mendapat prioritas adalah ketulusan perhatian karyawan, pemahaman akan kebutuhan wajib pajak, hubungan yang harus dijalin dan kesopanan dari karyawan dalam melayani wajib pajak juga menjadi penentu keberhasilan dari sebuah bentuk pelayanan yang berkualitas. Secara umum seluruh faktor dapat menentukan kualitas pelayanan terhadap kepuasan wajib pajak dalam melakukan kewajiban perpajakannya di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Barat tetapi ada hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian untuk menjadi perioritas dalam penanganannya adalah antara lain kesiapan karyawan merespon dengan segera keinginan dan permohonan wajib pajak, kesopanan dalam melayani wajib pajak dan suasana yang benar-benar nyaman dan menyenangkan menjadi bagian yang tak boleh diabaikan untuk menyajikan sebuah pelayanan yang berkualitas.

 

 

14. Faktor-Faktor Dimensi Kualitas Pelayanan yang Menentukan Kepuasan Pasien di Puskesmas I Denpasar Selatan

 

Abstrak

Puskesmas adalah pusat pelayanan kesehatan strata pertama dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Untuk meningkatkan pelayanan maka diadakan penelitian dan pengkajian tentang kepuasan pasien.

 

Tujuannya adalah untuk mengetahui faktor-faktor dimensi kualitas pelayanan yang menentukan kepuasan pasien, menganalisis dan mengidentifikasi faktor- faktor dimensi kualitas tersebut yang perlu mendapat prioritas dalam memberikan pelayanan, serta implikasinya bagi kebijakan pelayanan di puskesmas. Dimensi kualitas yang dimaksud adalah SERVQUAL five’s dimention dari Parasuraman yaitu dilihat dari lima aspek kualitas pelayanan. Metode penelitian adalah deskriptif yaitu eksploratory factor analisis. Populasi sasaran penelitian adalah masyarakat yang datang untuk berobat, umur 17 tahun keatas dan paling tidak sudah pernah berkunjung lebih dari satu kali. Sampel ditentukan 110 responden dengan teknik pengumpulan data non probability sampling yaitu purposive sampling. Ditentukan 22 variabel dan dari hasil uji validitas serta reliabilitas dapat diidentifikasi 21 variabel valid untuk diteruskan sebagai variabel yang diteliti selanjutnya. Analisis variabel dengan analisis faktor, didapatkan terbentuk enam faktor yang dibentuk oleh semua variabel dengan prosentase variance 69,530 %. Variabel-variabel dari masing-masing faktor yang terbentuk adalah faktor perhatian tulus dibentuk oleh variabel perhatian tulus petugas, jalinan kerelasian petugas dengan pasien, keramahan petugas dan respon petugas terhadap permintaan pasien. Faktor keandalan pelayanan dibentuk oleh pelayanan informasi dan administrasi, keandalan pelayanan, ketepatan waktu pelayanan, perhatian petugas secara individu terhadap masing-masing pasien, pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan, dan kecepatan penyelesaian masalah kesehatan pasien. Faktor ketelitian petugas dibentuk oleh variabel ketelitian pelayanan petugas, pelayanan sesuai alur dan prosedur, dan tingkat pengetahuan kesehatan petugas. Faktor kenyamanan dan keamanan puskesmas dibentuk oleh variabel keamanan dan kenyamanan puskesmas, kesopanan petugas dan penampilan petugas. Faktor pelayanan sesuai keinginan dibentuk oleh variabel pelayanan sesuai keinginan dan kebutuhan pasien dan adanya fasilitas alat-alat puskesmas. Faktor terakhir yaitu fasilitas bangunan dibentuk oleh variabel bangunan dan kondisi ruang pelayanan puskesmas. Secara umum semua variabel mempunyai kontribusi untuk kepuasan pasien namun dari hasil analisa yang dominan dan perlu mendapatkan perhatian menejemen adalah faktor pertama yang mempunyai kontribusi paling besar dengan prosentase variance 34,616 % dibentuk oleh faktor ketulusan petugas, jalinan kerelasian, keramahan dan respon petugas dalam memberikan pelayanan di puskesmas. Faktor ini adalah faktor empaty dari dimensi kualitas pelayanan, yang artinya managemen agar lebih menekankan kepada petugas untuk lebih memperioritaskan perhatian yang tulus, ramah, menjalin hubungan yang baik dan responsif dalam memberikan pelayanan di puskesmas.

 

 

15. Pengembangan Model Pembelajaran Melek Media Web pada Pendidikan Tinggi Jarak Jauh

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • mengembangkan model pembelajaran melek media web pada pendidikan tinggi jarak jauh. Melalui media ini diharapkan mahasiswa mendapatkan pencerahan mengingat lokasi mahasiswa yang tersebar di seluruh indonesia.
  • melakukan evaluasi secara empirik validitas substansi dan efektivitas pemanfaatan model media pembelajaran melalui web.

Penelitian ini dilakukan di Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Bogor, Bandung, Purwokerto, Semarang, Surakarta, Denpasar, dan melibatkan 223 responden.

 

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia muda, mayoritas perempuan separo responden sudah bekerja. Dari aspek pengetahuan rata-rata responden mempunyai tingkat pengetahuain yang tinggi terhadap web internet seperti mengetahui cara mengelola web internet. Dari aspek sikap rata-rata responden setuju bahwa informasi tentang pembelajaran baik yang bersifat akademik maupun administrasi dimuat di web. Dari aspek psikhomotorik rata-rata responden mempunyai kemampuan yang rendah dalam mengakses web internet. Selajutnya dibuat model pembelajaran web dalam kemasan powerpoint yang berisi tentang pembelajaran cara mengakses web, dan bagaimana mengelola informasi di web. Model ini disajikan kepada responden dalam kegiatan FGD pertama. Selanjutnya pada FGD kedua para responden diwawancara serta dilihat kemampuannya dalam mengakses web. Dari hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan dari aspek psikhomotorik terhadap kemampuan dalam mengakses web, khususnya yang berkaitan dengan informasi pembelajaran.

 

 

 

 

Incoming search terms:

Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Alamat :

IDTESIS SURABAYA

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)

HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) & BBM : 5E1D5370

Email
Print