HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Jawa Timur 2016/2017

 

1. Analisis Keunggulan Kompetitif Melalui CRM (Customer Relationship Marketing) dalam Kepuasan Nasabah Perbankan Syariah di Jawa Timur

 

Abstrak

CRM (Customer Relationship Marketing) mampu merumuskan strategi yang berbeda dalam melakukan kegiatannya untuk mewujudkan daya saing perbankan dalam rangka keunggulan kompetitif. Adapun kegiatan usaha bank konvensional dan atau syariah adalah: menghimpun dana (funding), menyalurkan dana (lending) serta memberikan jasa- jasa bank lainnya (services), dengan tujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak (Pohan, 2008). Prospek perbankan syariah terlihat sangat cerah, industri perbankan syariah dapat bertahan dari krisis global karena tidak terkait dengan mekanisme pasar dan tanpa spekulasi. Terlihat pada tahun 2010 pertumbuhan asset perbankan syariah global mencapai 8,9 persen dengan total aset sebesar 900 miliar dolar AS. Mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, maka pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia seharusnya dapat lebih meningkat dan tumbuh secara signifikan. Tentu saja masih banyak yang harus disiapkan oleh semua pihak yang terlibat, antara lain pemenuhan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, peningkatan inovasi produk dan layanan kompetitif serta berbasis hubungan dan kekhususan untuk kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan program sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat. Jika ketiga unsur itu dapat dipenuhi dan didukung dengan sarana infrastruktur yang memadai untuk mempromosikan program syariah serta peningkatan instrumen syariah yang terkait, harapannya adalah terwujudnya iklim dan situasi yang ideal bagi perkembangan perbankan syariah di Indonesia (Hall , 2012) Payne (2009) yang mengatakan bahwa: Konsep Customer Relationship Marketing (CRM) yaitu konsep yang berusaha untuk menekankan pada pendekatan fungsional marketing. CRM berusaha menekankan pada tindakan pemasaran melibatkan pasar yang memiliki banyak stakeholder. Pasar terdiri dari sejumlah kekuatan atau unsur-unsur seperti pemerintah, pemasok, lembaga media, serikat pekerja, pelanggan dll dan CRM dapat secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi bisnis yaitu “kemampuan untuk menang serta mempertahankan pelanggan” Dalam perbankan yang dimaksud kemampuan untuk menang serta mempertahankan pelanggan adalah mempertahankan nasabah. Pendapat Payne (2009) tersebut didukung oleh pendapat Zeihmal,Vet al (2013) yang mengatakan bahwa janji-janji dengan mengkomunikasikan produk serta layanan perusahaan itu akan diharapkan oleh pelanggan dan tujuan utama relationship marketing adalah memelihara pelanggan atas dasar komitmen, kepercayaan/ keyakinan yang diberikan oleh perusahaan sehingga mengurangi kegelisahan dan menimbulkan kenyamanan yang akan menguntungkan perusahaan dan pelanggan itu sendiri. Selanjutnya didukung oleh hasil penelitian Mithas, Krishnan, & Fornell (2005) yang mengatakan bahwa Customer Relationship Marketing (CRM) telah menjadi konsep popular untuk pengelolaan hubungan yang sukses dengan pelanggan sehingga implementasi CRM seringkali menyebabkan peningkatan kepuasan, loyalitas pelanggan dan kinerja bisnis sebagai potensi pelanggan yaitu keuntungan yang maksimal. Bertahun-tahun, pemasaran telah menjadi bagian penting dalam membangun customer centric .

 

Hasil penelitian Aiyub (2007) dan didukung oleh hasil penelitian Maski (2010) yang menjelaskan bahwa terdapat pandangan yang keliru terhadap bank syariah sehingga akan membentuk preferensi yang rendah dan berakhir dengan rendahnya keputusan untuk memilih bank syariah sehingga pada masa yang akan datang perlu dilakukan sosialisasi yang lebih baik dan efektif. Hal ini adalah dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bank syariah maka sosialisasi yang efektif dan intensif perlu ditekankan pada pengenalan sisi keunggulan komparatif yang dimiliki bank syariah yaitu tentang produk dan layanan yang dimiliki oleh bank syariah selain itu bank syariah tetap menjaga kepercayaan dari memberikan image yang baik terhadap nasabah yaitu melalui layanan dan profesionalisme kerja yang tinggi, sehingga akan dapat menepis sikap keragu-raguan dikalangan masyarakat terhadap perbankan syariah. Untuk menepis sikap keragu-raguan dikalangan masyarakat terhadap perbankan syariah tersebut maka menurut Lo (2012) mengatakan bahwa CRM sebagai pilar tidak hanya diberikan sebagai dimensi hubungan tetapi juga merupakan upaya lebih dalam melayani permintaan pelanggan untuk produk dan jasa perusahaan sehingga akan mendapatkan hasil 32 yang diinginkan melalui strategi dalam meningkatkan penjualan, kepuasan pelanggan. Menurut Gronroos (2007), CRM (Customer Relationship Marketing) yaitu cara meningkatkan nilai pelanggan dengan menggunakan sarana didalam pemasaran yang memainkan peran penting yaitu berupa communication (komunikasi), trust (kepercayaan), commitment (komitmen) dan empathy (empati) dengan pelanggan yang bertujuan untuk kenyamanan, mengurangi kegelisahan, rasa kepercayaan pelanggan terhadap penyedia layanan serta pengembangan persahabatan karyawan dengan pelanggan sehingga pelanggan menjadi akrab dengan karyawan agar profitabilitas perusahaan tercapai. Sedangkan Kepuasan menurut Oliver dalam Zeithaml et al (20013) merupakan evaluasi pelanggan dari produk atau jasa yang telah digunakan dan produk atau jasa tersebut telah memenuhi atau melebihi harapannya.

 

Berdasar pada uraian tersebut perlu dilakukan penelitian CRM yang efektif dengan menanamkan konsep CRM atau pemasaran hubungan dengan tujuan untuk mendiskripsikan bagaimana keunggulan kompetitif melalui CRM dalam kepuasan nasabah. Penentuan lokasi penelitian dipilih Kota dan Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki kantor cabang Bank Muamalat sekaligus Bank Syariah Mandiri (BSM).

 

Berdasarkan data skunder, terdapat 4 Kota dan Kabupaten yaitu:

  • Kota Surabaya,
  • Kota Malang,
  • Kabupaten Kediri, dan
  • Kabupaten Jember.

 

Penelitian ini menggunakan deskritif dengan teknik analisis data :

  • Reduksi data,
  • Penarikan kesimpulan dan
  • Verifikasi Berdasarkan jawaban hasil wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa CRM telah diterapkan dengan baik di Bank Muamalat dan BSM di Jawa Timur yang dikarenakan Muamalat dan BSM di Propinsi Jawa Timur:
    • mampu memberikan kepercayaan kepada nasabah atas dana yang disimpan karena nasabah tidak pernah merasa terjadi kesalahan atas jumlah uang yang disimpan ,
    • mampu memberikan informasi produk yang sesuai dengan konsep syariah karena nasabah merasa transaksi yang mereka lakukan sudah sesuai dengan syariah, suatu misal tabungan mudharabah, bahwa dalam pembagian keuntungan yang diberikan oleh bank sesuai dengan nisbah bagi hasil, kemudian
    • mampu memelihara hubungan baik dengan nasabah yang dapat memberikan panutan/uswah hasanah karena nasabah merasa adanya pendekatan melalui kontak telepun dan kunjungan dalam rangka menanyakan permasalahan ataupun memperkenalkan produk baru syariah dengan penuh keramahan, serta
    • mampu memberikan komitmen pada nasabah bahwa konsep bagi hasil tidak melanggar keadilan karena nasabah merasa bahwa memang nisbah bagi hasil sudah sesuai dengan porsi pengelolaan sehingga nasabah tidak merasa dirugikan.

 

 

2. Peningkatan Karakter Inovatif dan Hasil Belajar pada Materi Permasalahan Lingkungan Melalui Pembelajaran Berbasis Budaya dan Pengembangan Kecerdasan Interpersonal Siswa Kelas IX A Smp Negeri 1 Pare Tahun Pelajaran 2009/2010

 

Abstrak

Pembelajaran di kelas yang dilakukan guru hanya membekali siswa dengan ilmu pengetahuan yang canggih tanpa diimbangi pendekatan budaya dan moral serta belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter siswa. Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti. Berbasis budaya, menurut St Aloysius (2009) diartikan pendidikan harus ngangeni atau menyenangkan. Kecerdasan interpersonal, diartikan sebagai kemampuan dan ketrampilan seseorang dalam menciptakan, membangun dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi saling menguntungkan. Metode Penelitian didesain sebagai penelitian tindakan kelas (PTK). Subyeknya siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Pare, Kediri Jawa Timur tahun pelajaran 2009/2010 pada sub pokok bahasan permasalahan lingkungan di semester 2 dengan jumlah siswa 34.

Digunakan beberapa instrumen untuk mengetahui:

  • tingkat kualitas proses belajar berlangsung digunakan lembar catatan lapangan yang diisi kolaborator,
  • kualitas hasil belajar digunakan tes kognitif pada setiap siklus,
  • peningkatan karakter inovatif digunakan lembar angket yang diisi siswa dan lembar pengamatan tes psikomotor serta tes afektif saat pembelajaran berlangsung,
  • pengembangan kecerdasan interpersonal digunakan skala kecerdasan interpersonal. Data-data dari hasil penelitian di lapangan diolah dan dianalisis secara kualitatif.

 

Hasil penelitian karakter inovatif menurut hasil angket menunjukkan adanya peningkatan. Rata-rata prersentase karakter inovatif siswa pra siklus sebesar 65 %, siklus 1 sebesar 74 % dan siklus 2 sebesar 87 %. Sedangkan hasil belajar mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan rata-rata kelas ulangan harian tiap siklus. Pra siklus 68, siklus 1 dengan nilai rata-rata ulangan harian 74 dan siklus 2 nilai rata-rata ulangan harian 83.

 

Kata Kunci : Karakter Inovatif, Pembelajaran Berbasis Budaya, Kecerdasan Interpersonal

 

 

3. Model Literasi Keuangan (Financial Literacy) Tenaga Kerja Indonesia di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur

Abstrak

Kesulitan keuangan yang dialami seseorang bukan fungsi dari pendapatan semata namun juga bisa disebabkan kesalahan manajemen (mismanagement) keuangan (Krishna et al., 2010). Tindakan preventif yang dapat dilakukan terhadap kesulitan keuangan yang dikarenakan mismanagement keuangan pribadi adalah melalui pendidikan keuangan. Warsana (2010) menyatakan bahwa dalam rangka mencapai kemerdekaan keuangan, pengetahuan dan implementasi atas praktik keuangan pribadi yang sehat, idealnya perlu dimiliki dan dilakukan setiap orang. Sejauhmana pengetahuan dan implementasi seseorang atau masyarakat dalam mengelola keuangan pribadinya ini sering dikenal sebagai literasi keuangan (financial literacy). Studi tentang literasi keuangan mulai banyak dilakukan di berbagai negara, namun belum demikian di Indonesia. Krishna et al. (2010) dan Nidar dan Bestari (2012) keduanya menunjukkan hasil bahwa mahasiswa sebagai responden belum memiliki tingkat literasi keuangan yang baik. Studi literasi keuangan di University Southern of California USA dilakukan oleh Kezar (2009) menyimpulkan bahwa membantu mahasiswa menjadi melek secara keuangan dan meningkatkan akses dan keberhasilan belajar di kampus menjadi kewajiban moral bagi perguruan tinggi sebagai bagian dari isu akuntabilitas. Working Group on Financial Literacy (2010) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di antara anak muda di Kanada masih rendah. Literasi keuangan yang erat kaitannya dengan perencanaan keuangan (financial planning), dalam penerapannya bukan monopoli masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas, tetapi juga bisa diterapkan pada golongan ekonomi bawah. Hananto (2011) menyatakan bahwa dalam perencanaan keuangan yang terpenting adalah kepemilikian pendapatan seseorang bukan pada jumlah nominalnya; artinya ini juga diperlukan bagi kelompok masyarakat yang tingkat pendidikannya relatif kurang memadai antara lain tenaga kerja migran Indonesia atau tenaga kerja Indonesia (TKI).

 

Hal ini menjadi motivasi penelitian ini, karena penelitian terdahulu dilakukan untuk golongan masyarakat yang berpendidikan. Selama ini gaya hidup para TKI dan keluarganya konsumtif (Santoso, 2010). Jika uang tunai habis, maka kendaraan bermotor dan perhiasan dijual kembali untuk kebutuhan sehari-hari dan modal berangkat kembali ke luar negeri, demikian seterusnya. Artinya, kepergian para TKI ke luar negeri, tidak banyak memberi nilai tambah untuk perbaikan kualitas hidup. Program literasi keuangan ini dimaksudkan sebagai langkah awal mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan data BPS menunjukkan bahwa Ponorogo termasuk kabupaten dengan jumlah TKI terbesar setelah kabupaten Malang. Jumlah yang sedemikian besar menjadi motivasi dipilihnya kabupaten Ponorogo sebagai lokasi penelitian program pengembangan literasi keuangan. Selain itu pada 2010 Bank Dunia (World Bank) telah melakukan kegiatan program pelatihan edukasi keuangan bagi para TKI di kabupaten Malang dan kabupaten Blitar. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat literasi keuangan para TKI dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Analisis diagram tulang ikan, statistik dekriptif berupa perhitungan mean skor tingkat literasi keuangan, dan regresi logit untuk melihat prediktor tingkat literasinya digunakan sebagai alat mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para TKI di kabupaten Ponorogo memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah. Dari lima variabel independen yang dimasukkan dalam model hanya variabel tingkat pendidikan yang mampu memprediksi tingkat literasi keuangan TKI di kabupaten Ponorogo.

 

4. Strategi Ritel Oleh-Oleh Dalam Membangun Store Image di Kawasan Wisata Batu Jawa Timur

 

Abstrak

Penelitian ini di fokuskan pada: gambaran ritel oleh-oleh di kawasan wisata kota Batu Malang, strategi pemasaran yang dilakukan ritel oleh-oleh dalam membangun store image di kawasan wisata, dan bagaimana dampak store image yang di bangun terhadap bauran ritel (Ritel Mix).Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dari dokumen, observasi, wawancara, gambar atau foto. Teknik analisis data menggunakan analisis dari Neuman, (2013), dengan tahapan analisis data dimulai pada proses waktu mengumpulkan data, kemudian mencari hubungan antara data fokus penelitian dengan konsep, tahap berikutnya generalisasi awal terahir mengidentifikasi tema yang luas.

 

Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan bisnis ritel oleh-oleh di kota wisata Batu tumbuh pesat, mulai dari Pedagang Kaki Lima, Toko Kelontong hingga Toserba atau took ritel modern. Banyak bisnis ritel tradisional yang mulai mengembangkan diri menjadi ritel modern. Ritel-ritel tersebut lokasinya berada disekitar obyek wisata dan di jalan-jalan utama menuju Kota Batu yang dilalui wisatawan dari luar daerah. Strategi pemasaran yang diterapkanada dua, yaitu Merchandise Management dan Store Management. Merchandise Management. Dimensi-dimensi Strategi pemasaran atau bauran ritel (retail mix), merupakan karakteristik dari toko ritel yang dapat membentuk kepribadian toko atau citra toko. Sehingga citra toko yang baik memberi kesan baik pula terhadap dimensi-dimensi ritel atau bauran ritelnya

 

5. Model-Model Pemberdayaan Guru SMAN 2 Kota Madiun

 

Abstrak

Latar belakang penelitian ini, bahwa lembaga pendidikan sangat diperlukan adanya pemberdayaan guru untuk peningkatan mutu dan kualitas guru. Peningkatan kualitas guru adalah suatu keharusan dalam menghadapi tantangan global kehidupan dan perkembangan pendidikan masa depan, agar lembaga pendidikan tidak ketinggalan. Adapun kenyataan pemberdayaan Guru SMAN 2 Kota Madiun bagaimana? Sehingga perlu penulis mengadakan penelitian dengan judul: “ Model-model Pemberdayaan SDM Guru di SMAN2 Kota Madiun”.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kebijakan pemberdayaan guru, model-model pemberdayaan guru serta faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan SDM guru di SMAN 2 Kota Madiun. Penelitian ini dirancang dan dianalisa secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yang saling mendukung yaitu interview, observasi dan dokumentasi dengan kepala sekolah, komite SMAN 2 Madiun dan guru. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri dari empat alur kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif interpretatif didukung dengan teori TQM.

 

Hasil penelitian pemberdayaan guru SMA Neneri 2 Kota Madiun menjadikan sekolah ini menghasilkan lulusan yang prestasi baik, dimana 80% siswanya dapat masuk di perguruan tinggi Negeri. Adapun tehnik pembedayaan guru di SMA Negeri 2 Kota Madiun dengan cara sebagai berikut :

  • adanya pelatihan, workshop, penataran, bagi guru yang diselenggarakan oleh dinas Pendidikan Jawa Timur, instansi lain.
  • guru-guru meningkan kemampuan akademik dengan studi S2 di baik dengan biaya mandiri, bea siswa pemkot mapun biaya sharing..
  • pertukaram guru dengan sekolah sederajat laur negeri seperti Cina, AS, jerman.
  • guru dianjurkan mengikuti seminar, lomba karya ilmiah yang dibiayai sekolah.
  • mengikuti pembinaan karier kursus PBM, dan MGBS yang diselenggarakan pemkot Madiun.

 

6. Deteksi Penyakit Sistemik Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) Menggunakan Teknik Pcr Pada Calon Indukan Jeruk Keprok Tawangmangu (Citrus Reticulata Blanco ssp Tawangmangu)

 

Abstrak

Asesi tanaman jeruk keprok asli Tawangmangu merupakan tanaman yang potensial untuk dikembangkan sebagai indukan. Namun program pemuliaan dan pengembangan jeruk  keprok Tawangmangu (Citrus reticulata Blanco ssp Tawangmangu) membutuhkan informasi yang akurat mengenai kondisi kesehatan tanaman induk yang digunakan. CVPD merupakan penyakit penting tanaman jeruk keprok Tawangmangu yang dapat menghancurkan tanaman ini. Oleh karena itu deteksi penyakit CVPD melalui teknik PCR sangat penting untuk menjamin kesehatan tanaman induk yang digunakan. Penelitian dilakukan di kecamatan Tawangmangu dan Ngargoyoso untuk pengambilan 25 sampel asesi dan proses analisis menggunakan teknik PCR dilakukan di Balitjestro, Tlekung, Malang. Hasil PCR kemudian divisualisasikan dalam gel elektroforesis dan dibandingkan dengan Marker DNA dan contoh sampel yang positif menderita penyakit CVPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pita terang pada DNA contoh sampel yang positif terkena CVPD pada 1160 bp jika disandingkan dengan Marker DNA. Namun pada contoh DNA dari dua puluh lima sampel calon induk jeruk keprok asli Tawangmangu tidak didapati pita pada besaran 1160 bp. Hal ini menunjukkan bahwa kedua puluh lima sampel yang diuji tidak terinfeksi oleh penyakit CVPD.

 

Kata Kunci : jeruk keprok asli Tawangmangu, PCR, CVPD

7. Pemahaman Siswa Sekolah Dasar (SD) terhadap Konsep-Konsep IPA Berbasis Kimia: Suatu Diagnosis Adanya Miskonsepsi

 

Abstrak

Penelitian ini berjudul : pemahaman murid Sekolah Dasar (SD) terhadap Konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Alam (!PA) Berbasis Kimia: Suatu Diagnosis adanya Miskonsepsi. Penelitian ini betujuan untuk:

  • mengetahuai pemahaman murid sekolah dasar terhadap konsep-konsep IPA berbasis kimia,
  • mengidentifikasi adanya miskonsepsi, clan
  • mencari penyebab miskonsepsi berclasarkan polajawaban yang cliberikan.

 

Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar yang ada di Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, clan Jawa Barat. Sampel yang diguankan dalam penelitian ini aclalah masing-masing dua SD yang ada di Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Yogyakmia, Kabupaten Wonosari, Kota Bogor, dan Kabupaten Sukabumi. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan Kantor Dinas Pendidikan setempat yang menyatakan bahwa SD-SD tersebut mempunyai kualitas sedang. Data dikumpulkan dengan menggunakan tehnik wawancara dan menghaclapkan siswa klangsung dalam situasi percobaan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonscpsi masih banyak terjacli pada konsep-konsep yang cliteliti. Jika cligunakan kritcria 75% scbagai ambang batas pemahaman konscp yang benar maka hanya clitemukan satu konscp yaitu konsep C, udara diperlukan untuk pembakaran yang dipahami dengan baik oleh murid. Berclasarkan anal isis terhaclpa pola jawaban yang diberikan muriel ternyata clapat clisimpulkan bahwa miskonsepsi yang terjacli pada murid antara lain disebabkan karena dalam memahami suatu konsep murid mengandalkan pada pengalaman seharihari dan hasil pemikiran logis. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh lcmbaga-lembaga pcnghasil tenaga kcpendiclidkan di SD atau lembaga pelatihan peningkatan mutu guru SD untuk memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakukan. Bagi lembaga atau instansi penghasil buku teks IPA SD, basil penelitian ini clapat dimanfaatkan untuk mcmpcrbaiki atau mcmperjelas sajian konscp yang belum dapat dipahami dengan baik oleh siswa.

 

 

8. Siparti 3-S, Triple Helix, dan Modal Sosial dalam Penguatan IKM

 

Abstrak

Paradigma Siparti 3-S, triple helix (TH), dan modal sosial (MS) dipandang relevan dan tepatguna dalam konteks pemberdayaan IKM (Industri Kecil Menengah). Artikel ini me-maparkan gagasan Siparti 3-S, TH, dan MS sebagai kerangka pikir dan operasional yang saling terkait secara fungsional maupun kelembagaan di dalam merancang, mengemas, dan menyelenggarakan program-program penguatan IKM di Indonesia. Sintesis Siparti 3-S bertolak dari pemahaman dan pengalaman penulis sebagai peneliti dan konsultan pemberdayaan IKM di Jawa Timur. Analisis kritikal TH berdasarkan kajian orientasi dan tujuan akhir Triple Helix Model (THM). MS diposisikan sebagai perekat sekaligus pelumas dalam Siparti 3-S maupun TH. Optimisme perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, khususnya IKM, direfleksikan dari salah satu hasil kajian penulis mengenai keberhasilan IKM di sentra industri logam Waru Sidoarjo (Jawa Timur) dalam mengejawantahkan ketiga paradigma tersebut ketika merintis dan membangun ASPILOW (Asosiasi Pengusaha Industri Logam Waru).

Kata kunci : siparti 3-S, triple helix, modal social, IKM, ASPILOW

 

 

9. Kebutuhan Informasi Karier Siswa dalam Pengambilan Keputusan Karier di SMUN Jombang

 

Abstrak

 

Masa remaja dimulai ketika individu berada pada rentang usia 15 – 21 tahun. Pada masa ini perkembangan dan pikiran serta emosi siswa kurang stabil (mudah terpengaruh). Ketidakstabilan tersebut terdorong oleh perasaan terdorong oleh perasaan dari media cetak maupun media elektronik yang sangat berkembang saat ini. Remaja semakin terdorong membutuhkan informasi khususnya informasi karier untuk memenuhi dorongan dirinya sendiri pilihan yang mana yang paling cocok untuk dirinya yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat untuk mengambil suatu keputusan yang tepat dan sesuai dengan dirinya, agar mereka dapat mempersiap kan dirinya untuk masa depannya dengan baik.

 

Penehtian ini merupakan penehtian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan:

  • deskripsi mengenai kebutuhan informasi karier siswa,
  • deskripsi pemahaman diri siswa terhadap infom1asi karier,
  • deskripsi mengenai sumber informasi karier apa saja yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan karier siswa,
  • deskripsi mengenai informasi yang menjadi kebutuhan siswa dalam pengambilan keputusan karier.

 

Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I dan kelas II yang ada di tiga sekolah, yaitu SMUN I Jombang, SMUN II Jombang, SMUN III Jombang dengan populasi 1440 orang siswa, sedangkan sampel penelitian berjumlah 144 orang yang diambil dengan teknik stratifield area random sampling. Analisis yang digunakan adalah metode tendensi sentral (central tendency) dengan menggunakan perhitungan persentase sebagai dasar menyusun ranking dari persentase terbesar ke persentase terkecil.

 

Hasil analisis menunjukkan :

  • siswa membutuhkan informasi karier sesuai dengan pilihannya,
  • siswa paham terhadap infonnasi karier yang berasal dari saran orang tua,
  • siswa membutuhkan sumber informasi karier dari iklan, masyarakat,sekolah,
  • faktor yang berperan terhadap siswa dalam pengambilan keputusan karier adalah faktor orang tua.

 

Atas dasar kesimpulan tersebut disarankan kepada konselor agar lebih meningkatkan layanan informasi karier kepada siswa, dan kepala orang tua siswa agar selalu mengadakan komunikasi dua arah kepada anak, sehingga siswa mendapat tuntunan dari orang tua dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal untuk menyongsong hari depan.

 

 

 


Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Alamat :

IDTESIS SURABAYA

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)

HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) & BBM : 5E1D5370

Email
Print