HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Inkuiri Terbimbing Menggunakan Demonstrasi dan Eksperimen

Judul Tesis : Pembelajaran Fisika dengan Inkuiri Terbimbing Menggunakan Demonstrasi dan Eksperimen Ditinjau dari Motivasi Belajar dan Sikap Ilmiah Siswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Materi yang diajarkan di kelas VIII semester genap diantaranya adalah gaya, energi dan usaha, getaran dan gelombang, cahaya, dan optik. Diantara materi materi itu sebenarnya banyak yang terkait, tetapi keterkaitan itu kurang diperhtikan oleh guru. Contohnya getaran dengan bunyi. Getaran terkait erat dengan konsep bunyi karena getaran adalah sumber bunyi. Tidak ada bunyi kalau tidak ada getaran.

Mengingat adanya keterkaitan itu maka semua konsep harus dapat dipahami oleh siswa. Tidak memahami salah satu konsep dapat menimbulkan kesulitan untuk memahami konsep yang lain. Adapun caranya untuk dapat meningkatkan pemahaman terhadap suatu konsep, salah satu di antaranya adalah pemilihan model, penggunaan metode dan pemilihan media pembelajaran yang tepat. Tepat maksudnya sesuai dengan karakteristik materi sehingga siswa senang, belajar bermakna, dan pada akhirnya prestasi belajar juga naik.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh metode demonstrasi dan eksperimen terhadap prestasi belajar Fisika?
  2. Apakah ada pengaruh motivasi belajar siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar Fisika?
  3. Apakah ada pengaruh sikap ilmiah siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar Fisika?

C. Tinjauan Pustaka

Inkuiri Terbimbing

Metode pembelajaran ada beberapa macam seperti ceramah, diskusi, demonstrasi, eksperimen, karya wisata, latihan ketrampilan, tutor sebaya dan lain sebagainya. Dari metode-metode itu sebenarnya tidak ada satu metode yang cocok untuk semua materi. Seorang guru harus pandai memilih metode mengajar, sehingga siswanya menjadi senang belajar. Dari beberapa metode itu yang akan diteliti pada penelitian ini adalah metode demonstrasi dan eksperimen. Dua metode tersebut adalah bagian dari inkuiri terbimbing.

Demonstrasi

Untuk kegiatan demonstrasi oleh siswa, langkah atau tahapan kegiatan sama dengan demonstrasi oleh guru. Hanya berbeda sedikit pada tahap persiapan, guru harus menyiapkan dulu siswa atau kelompok yang ditunjuk untuk melakukan demonstrasi. Sedangkan pada tahap elaksanaan kegiatan, bedanya terletak pada yang melakukan demonstrasi, yaitu oleh guru dan oleh siswa. Pada dasanya prinsipnya sama yaitu mengamati kegiatan yang dilakukan oleh orang atau kelompok lain.

Eksperimen

Pada metode ini siswa diberi kesempatan untuk melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu obyek, menganalisis hasil pengamatan, membuktikan, dan menarik kesimpulan dari suatu peristiwa gejala-gejala alam. Metode eksperimen dapat disebut juga dengan metode laboratorium atau percobaan, karena menggunakan laboratorium sebagai tempat dan alat untuk melakukan percobaan atau eksperimen. Kegiatan eksperimen adalah kegaiatan yang sistematis sesuai dengan prosedur percobaan.

Motivasi Belajar

Hakekat dari motivasi belajar adalah dorongan internal atau eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahaan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator, atau unsur yang mendukung (Hamzah B. Uno 2006). Dari pendapat itu jelas bahwa belajar itu tidak berdiri sendiri.Belajar dipengaruhi oleh banyak hal.

Sikap Ilmiah

Sikap ilmiah mempunyai tiga komponen yaitu kognitif (berhubungan dengan pengetahuan), Afektif (berhubungan dengan perasaan) dan psikomotoris (berhubungan kecenderungan untuk bertindak). Struktur kognisi merupakan pangkal terbentuknya sikap seseorang. Struktur kognitif ini sangat ditentukan oleh pengetahuan atau informasi yang berhubungan dengan sikap, yang diterima seseorang. Sikap yang dikembangkan dalam sains adalah sikap ilmiah.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunankan metode eksperimen dan dilakukan pada bulan Januari – Juni 2011.

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Bibrik, Jiwan, Madiun sejumlah 155 siswa yang terbagi menjadi lima rombongan belajar (Rombel).

Penentuan sampel menggunakan teknik Cluster random sampling, sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VIIIA dan VIIIB. Kelas VIIIA menggunakan metode eksperimen dan kelas VIIIB menggunakan demonsttrasi.

Data diambil menggunakan instrumen tes prestasi belajar, angket motivasi belajar, angket sikap ilmiah siswa, dan lembar observasi afektif.

Analisis data yang digunakan adalah anava tiga jalan dengan desain factorial 2 x 2 x 2 dan dilanjutkan dengan uji Analisis of means.

 

E. Kesimpulan

1. Guru lebih menyenangi kegiatan pembelajaran dengan metode demonstrasi, setiap siswa sedangkan siswanya lebih menyenangi kegiatan eksperimen. Hal itu dikarenakan pada kegiatan demonstrasi persiapannya lebih mudah dari pada eksperimen sehingga beban kerja guru lebih ringan. Pada kegiata eksperimen semua siswa dapat terlibat langsung pada kegiatan sehingga keaktifan setiap siswa dapat terlihat.

2. Metode demonstrasi menuntut siswa untuk fokus pada kegiatan demonstrasi, karena pada akhirnya ada tindakan untuk melakukan demonstrasi ulang. Metode eksperimen menuntut siswa untuk aktif ambil peran dalam kegiatan. Dari uraian itu jelas bahwa metode demonstrasi dan eksperimen ada kesamaan yaitu menuntut keaktifan siswa, sehingga dapat disimpulkan. Tidak ada perbedaan antara metode demonstrasi dan eksperimen, namun kedua metode ini dapat digunakan karena dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Nila rata-rata prestasi belajar siswa lebih tinggi dari nilai sebelum diberi metode demonstrasi dan eksperimen. Rata- rata nilai siswanya diatas nilai KKM yaitu 75.

3. Metode demonstrasi dan eksperimen tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar siswa. pernyataan itu dibuktikan oleh adanya hasil nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 yaitu 0,499. Tidak adanya perbedaan prestasi belajar kelas demontrasi dan eksperimen dapat disebabkan oleh kerja kelompok yang kurang maxsimal.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply