HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Inkuiri Terbimbing dan CTL Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak

Judul Skripsi :  Pembelajaran Fisika dengan Model Inkuiri Terbimbing dan CTL Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Motivasi Berprestasi Siswa

A. Latar Belakang Masalah 

Dalam pelaksanaan pembelajaran tentunya akan sangat membantu siswa apabila memiliki pola pemikiran abstrak. Karena dalam ilmu fisika selain siswa dituntut untuk mampu melakukan suatu percobaan atau eksperimen tentunya dari data-data yang mereka peroleh akan dianalisis menjadi sebuah kesimpulan dari suatu gajala alam. Kemampuan berpikir abstrak merupakan sekumpulan ketrampilan yang kompleks yang dapat dilatih sejak usia dini. Berpikir merupakan proses aktif dinamis yang bersifat ideasional dalam rangka pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan. Berpijak hal yang demikian dalam melakukan eksperimen tidak akan meninggalkan suatu motivasi kinerja bagi seorang siswa. Motivasi sendiri adalah sutau dorongan kepada seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Jika motivasi ini tinggi maka akan senantiasa melakukan suatu pekerjaan dengan baik dan sistematis sehingga hasil akhir dari pelaksanaan model pembelajaran ini akan tercapai yaitu menigkatnya prsestasi belajar siswa sebagai pembelajaran tuntas.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Taasoobshirazi dalam international journal (2007) menunjukkan bahwa motivasi berprestasi yang dimiliki oleh peserta didik wanita lebih rendah jika dibandingkan dengan peserta didik pria. Hal ini dikarenakan wanita memiliki motivasi intrinsiknya lebih rendah, tingkat kecemasan lebih tinggi dan tidak sesuai dengan karir mereka. Karena itulah dapat di sarankan dalam pembelajaran fisika memberikan tugas proyek yang menghubungkan ilmu fisika yang menjadi pokok bahasan di ruang kelas, tujuan karir dan pengalaman hidup sehari-hari.

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dan CTL terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Adakah pengaruh kemapuan berpikir abstrak terhadap prestai belajar siswa?
  3. Adakah pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestai belajar siswa?

C. Landasan Teori

Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Menurut Sumadi (1993:193) menyatakan bahwa inkuiri merupakan bagian dari discovery atau penemuan yang berarti pertanyaan, pemeriksaan atau penyelidikan. Sehingga inkuiri ini adalah suatu bentuk dari penyelidikan, penggalian informasi yang dilakukan oleh manusia. Trianto (2007:135) menyatakan bahwa strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Model CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan model semacam ini diharapkan siswa mampu memahami apa yang telah dipelajari karena berkaitan erat dengan kehidupan nyata dan pengalaman pribadi siswa.

Kemampuan Berpikir Abstrak

Penalaran abstrak adalah tipe kecerdasan yang menekankan pada kemampuan pemakaian konsep-konsep dan simbol-simbol secara efektif dalam menghadapi situasi-situasi, terutama dalam memecahkan masalah dengan menggunakan fasilitas verbal, dan lambang-lambang bilangan. Hal ini merupakan konsepkonsep dasar kecerdasan yang menekankan pada kemampuan abstraksi. Dalam konsep Binet (menurut Suryabrata dalam www.andrablog.com) unsur abstraksi dalam kecerdasan terwujud dalam kemampuan memutuskan secara tepat, berpikir secara rasional, dan mempunyai otokritik. Sifat abstrak adalah kemampuan mengoperasikan simbol-simbol, lambang-lambang, rumus-rumus, terutama dalam tingkatan analisis dan interpretasi.

Motivasi Berprestasi

Motivasi adalah suatu dorongan pada diri seseorang sehingga mampu melakukan sesuatu untuk kepentingannya diri sendiri. Menurut Frederick J Mc. Donald dalam H. Nashr (2004:39) “Motivasi belajar adalah suatu perubahan tenaga di dalam diri seseorang (pribadi) yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.” Sehingga motivasi ini penting bagi seseorang karena merupakan kondisi psikologis untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam kegiatan belajar tentunya motivasi merupakan daya penggerak di dalam diri siswa yang akan menimbulkan semangat belajar serta melakukan suatu proses pembelajaran dengan baik.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunankan metode eksperimen dan dilakukan pada bulan Juni – Desember 2010. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Muhammadiyah 4 Surabaya dan penentuan sampel menggunakan teknik Cluster random sampling, sampel terdiri dari 2 kelas.

Kelas X1 menggunakan metode inkuiri dan kelas X2 menggunakan metode CTL.

Data diambil dari tes untuk prestasi belajar dan kemampuan berpikir abstrak sedangkan untuk motivasi berprestasi data diperoleh dari angket.

Analisis yang digunakan adalah anava tiga jalan dengan desain factorial 2 x 2 x 2 dan dilanjutkan dengan uji Analisis of means.

E. Simpulan

1. Pembelajaran CTL dan Pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan hasil nilai rata-rata 65,80 dan 60,34. Pelaksanaan kedua model pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk pola pikir sains siswa. Siswa akan mampu untuk menaganalisis gejala alam yang ada sebelum menarik suatu simpulan.

2. Kemampuan berpikir abstrak siswa memberikan pengaruh yang besar dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dan CTL. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir abstrak tinggi mampu memberikan sumbangsih yang besar terhadap pencapaian prestasi belajar siswa. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir abstrak tinggi akan mudah menganalisis gejala-gejala alam yang ada untuk menarik suatu simpulan.

3. Motivasi berprestasi siswa mempengaruhi prestasi siswa dalam pencapaian prestasi belajar. Motivasi berprestasi siswa yang tinggi akan senatiasa melakukan percobaan ataupun eksperimen secara baik karena pada kedua model ini siswa akan cenderung melakukan percobaan atau eksperimen baik di laboratorium atau di lingkungan sekitar untuk membuktikan gejala alam yang ada sebagai suatu konsep dasar fisika.

Leave a Reply