HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Indikator Semangat Kerja

Indikator Semangat Kerja

Tahukah anda ? bahwa dalam menjalani rutinitas sering kali seseorang cepat merasa bosan karena mungkin hampir setiap harinya seseorang akan melakukan hal yang sama atau monoton. Contohnya rutinitas dalam bekerja, hampir setiap hari sesorang dituntut untuk datang kekantor dalam waktu atau jam sekian, setelah sesampainya di kantor seseorang menjalani atau mengerjakan hal yang sama meskipun dalam konteks yang berbeda.

Hal tersebut seringkali dirasakan oleh kebanyakan pegawai. Tapi sekali lagi, tahukah anda ? banyak penelitian yang membuktikan bahwa semangat merupakan kekuatan yang selalu mengalahkan rasa kebosanan, jenuh, dan malas ketika kita melakukan sesuatu dalam bentuk apapun.

Begitu juga dalam bekerja, kita selalu membutuhkan power agar kita dapat melawan rasa kejenuhan, bosan, dan malas. Power atau kekuatan dalam bekerja tersebut sering kita sebut dengan “semangat kerja”.

Semangat kerja ialah metode kerja yang berdaya guna dan berhasil guna dalam meningkatkan prestasi atau produktivitas kerja. Fungsi dari semangat kerja sendiri, memiliki peran yang positif.

Adapun fungsi dari semangat kerja, antara lain :

  1. Mendorong seseorang agar lebih memiliki keinginan untuk maju dalam berpikir.
  2. Menimbulkan hasil prestasi yang memuaskan.
  3. Mengalahkan hal-hal yang negatif dalam pemikiran, sehingga kita mampu melakukan hal yang positif dalam berinisiatif maupun bertindak.
  4. Menumbuhkan loyalitas tinggi terhadap apa yang dikerjakan.
  5. Pemberian bonus atas prestasi kerja.

Dalam semangat kerja, juga terdapat indikator-indikator yang mempengaruhi semangat kerja. Adapun indikator tersebut, meliputi :

  1. Kerja Sama

kerja sama adalah rangkaian perbuatan yangg dilakukan bersama-sama secara teratur oleh lebih dari satu orang yang menimbulkan akibat yang sebetulnya tidak akan terjadi, kalau dikerjakan oleh masing-masing sendirian.

Jadi, pada prinsipnya seorang pegawai bukan hanya cukup melaksanakan atau memenuhi kewajiban dirinya sendiri, tetapi dengan kesadaran dan pemahamannya bersedia untuk membantu dan memikirkan tugas-tugas pegawai lainnya, sebab pada intinya pekerjaan-pekerjaan yang berada di dalam organisasi merupakan satu kesatuan system dengan tujuan agar di antara satu pekerjaan dengan pekerja yang lainnya dapat saling bekerja sama.

  1. Disiplin

Disiplin mengajarkan dan membuat pegawai supaya mempunyai kesanggupan atau kesediaan untuk mengetahui dan memahami aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis yang kemudian dapat menumbuhkan rasa kesadaran, kepatuhan dan perasaan senang agar dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan tidak merasa terbeban dan merasa risih/aneh kalau tidak melaksanakan ketentuan dan peraturan yang berlaku di dalam organisasi.

  1. Kepuasan

Kepuasan kerja merupakan generalisasi sikap-sikap terhadap pekerjaannya yang didasarkan atas aspek-aspek pekerjaannya.

Seorang pegawai yang memperoleh kepuasan dari pekerjaannya akan mempertahankan prestasi kerja dan produktivitas kerja yang tinggi. Dan sebaliknya apabila seorang pegawai tidak memperoleh kepuasan dari pekerjaannya, maka pegawai tersebut cenderung akan menurun prestasi kerja dan produktivitas kerjanya.

Melihat kepuasan kerja dengan semangat kerja pegawai mempunyai hubungan yang positif, maka semangat kerja pegawai akan tinggi apabila pegawai mempunyai rasa kepuasan terhadap pekerjaannya dan terpenuhi kebutuhannya.

  1. Keamanan

Rasa aman untuk menghadapi masa depan adalah suatu jaminan yang dapat memberikan rasa aman didalam menghadapi masa tua atau rnasa pensiun. Rasa aman ini dapat membuat setiap pegawai merasa tenang untuk menghadapi masa depannya yang telah terjamin sehingga dengan adanya jaminan masa depan tersebut, maka pegawai akan dapat bekerja lebih bersemangat yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi kerja dan produktivitas kerja yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih cepat didalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

  1. Dan rasa aman di tempat kerja adalah suasana perasaan yang tenang pada saat pegawai melaksanakan tugas-tugasnya di ruangan kerja. Keadaan suasana tersebut dapat dilihat dari perilaku pegawai pada saat melakukan tugas-tugasnya dengan tidak merasa terancam dan ditekan baik dari atasan, sesama rekan kerja, pihak luar, barang-barang milik pegawai dan inventaris kantor yang ditinggalkan di ruangan kerja maupun di lingkungan tempat kerja dan lain-lain. Oleh sebab itu, apabila di dalam ruangan kerja atau dilingkungan tempat kerja tidak terjamin keamanannya dan sering terjadi pencurian, maka pegawai tidak akan dapat berkonsentrasi dengan baik di dalann melaksanakan tugas-tugasnya. Sehingga apabila keadaan ini terus terjadi di tempat kerja akan timbul kegelisahan kepada setiap pegawai di dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan akibatnya prestasi kerja dan produktivitas kerja cenderung akan menurun karena perhatiannya terpecah-pecah di antara perasaan was-was terhadap kehilangan barangnya dan konsentrasi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Demikian artikel yang membahas mengenai semangat kerja, mulai dari definisi semangat kerja, fungsi semangat kerja, serta indikator semangat kerja. Semoga artikel yang disajikan oleh IDtesis di atas dapat bermanfaat untuk anda.

Incoming search terms:

Leave a Reply