HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Psikologi: Hubungan Bakat Siswa dan Persepsi Orang Tua dgn Pemilihan Jurusan Ilmu Sosial

Judul Tesis : Hubungan Bakat Siswa dan Persepsi Orang Tua dgn Pemilihan Jurusan Ilmu Sosial Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Wonogiri Tahun Ajaran 2006/2007

 

A. Latar Belakang

Titik tolak yang menjadi perhatian dalam pemilihan jurusan atau program yaitu adanya perbedaan bakat. Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Bakat dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu, oleh karenanya pemaksaan kehendak terhadap seorang siswa, dan juga ketidaksadaran siswa terhadap bakatnya sendiri sehingga ia memilih jurusan keahlian tertentu yang sebenarnya bukan bakatnya, akan berpengaruh buruk terhadap kinerja akademik atau prestasi belajarnya.

Dengan adanya peran orang tua yang memiliki persepsi tentang jurusan di SMA akan mempengaruhi pilihan siswa itu sendiri, sehingga pemilihan jurusan sangat memerlukan toleransi orang tua untuk menghargai minat dan bakat putraputrinya. Sebagian besar orang tua pastilah berfikir bahwa pendidikan yang diberikan kepada putra-putrinya harus benar-benar dapat dijadikan bekal di masa mendatang. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa anak harus memilih jurusan yang popular dan dapat menjanjikan masa depan yang lebih baik. Hal ini kemudian dijadikan patokan para orang tua dalam memberikan pendapat pada putra-putrinya untuk mengambil keputusan mengenai jurusan yang akan dipilih.

 

B. Rumusan Masalah

“Adakah hubungan antara bakat siswa dengan pemilihan jurusan Ilmu Sosial pada siswa kelas XI SMA N 3 Wonogiri tahun ajaran 2006/2007?”.

 

C. Landasan Teori

Bakat Siswa

Melalui pendidikan, terutama pendidikan sekolah, masyarakat akan berkembang ke arah kondisi yang bermanfaat. Melalui pendidikan juga terjadi seleksi dari masyarakat yang mampu belajar, terampil, dan berbakat. Setiap orang memang dilahirkan dengan bakat yang berbeda-beda. Conny Semiawan (1997: 11) berpendapat bahwa “Bakat adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang “inherent” dalam diri seseorang, dibawa sejak lahir terkait dengan struktur otak”.

 

Persepsi Orang Tua

Harold J. Leavitt (1986: 27) berpendapat bahwa “ Persepsi (perception) dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana seseorang melihat sesuatu, sedangkan dalam arti luas adalah pandangan atau pengertian yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu”. Harold menyimpulkan pengertian persepsi adalah cara seseorang memandang dan mengartikan sesuatu.

 

Penjurusan di Sekolah Menengah Atas

Sekolah Menengah Atas merupakan lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk mempersiapkan siswanya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mampu menghadapi perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang tidak lepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Sekolah Menengah Atas berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dan membekali siswanya dengan ilmu pengetahuan yang dapat disesuaikan dengan bakat, motivasi dan minat siswa, yaitu dengan membuka tiga jurusan antara lain jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Bahasa, dimana penjurusan tersebut sebagai dasar bagi siswa untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan bakat, motivasi dan minat masing-masing siswa.

 

Keputusan memilih jurusan ilmu social

Ketika memilih jurusan, seorang siswa melakukan pengambilan keputusan. Menurut Siagian (1988: 27) “Pengambilan keputusan adalah suatu kegiatan yang kompleks”. Menurut George R. Terry dan Leslie W. Rue (2001: 17) “Pengambilan keputusan berlangsung dalam setiap organisasi, membuat keputusan adalah memilih suatu alternatif dari dua pilihan atau lebih, untuk menentukan suatu pendapat atau perjalanan suatu tindakan”. Ia adalah peristiwa psikis dan kreatif, dimana pikiran, perasaan, dan pengetahuan terhimpun bersama-sama untuk sebuah aksi, biasanya mencakup ketidakpastian. Agar pembuatan keputusan dapat dilakukan haruslah selalu ada dua pilihan atau lebih.

 

D. Metode Penelitian

Tujuan penelitian dapat dicapai apabila dalam penelitian tersebut dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode yang tepat. Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 136) “Metode adalah cara yang digunakan dalam mengumpulkan data sedangkan instrumen adalah alat atau fasilitas yang digunakan dalam mengumpulkan agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah”.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang positif antara bakat siswa dengan pemilihan jurusan Ilmu Sosial siswa kelas XI SMA Negeri 3 Wonogiri tahun ajaran 2006/2007.
  2. Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang positif antara persepsi orang tua dengan pemilihan jurusan Ilmu Sosial siswa kelas XI SMANegeri 3 Wonogiri tahun ajaran 2006/2007.
  3. Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang positif antara bakat siswa dan persepsi orang tua secara bersama-sama dengan pemilihan jurusan Ilmu Sosial siswa kelas XI SMA Negeri 3 Wonogiri tahun ajaran 2006/2007.

 

Contoh Tesis Psikologi

  1. Hubungan antara presepsi karyawan terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan stress kerja bagian weaving II PT. Batam Textile Industry Ungaran Tahun 2006.
  2. Hubungan antara pola pengasuhan dan pola kelekatan Dengan penyesuaian sosial pada remaja Siswa kelas xi sma negeri 1 sragen.
  3. Hubungan antara Konformitas dan Efikasi Diri Sosial dengan Harga Diri pada Taruna Akademi Kepolisian Tingkat III / Detasemen Ananta Hira
  4. Hubungan Bakat Siswa dan Persepsi Orang Tua dengan Pemilihan Jurusan Ilmu Sosial Siswa XI Sma Negeri 3 Wonogiri Tahun Ajaran 2006/2007.
  5. pengaruh senam lansia terhadap penurunan tingkat depresi pada orang lanjut usia.

 

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?