HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Guided Inquiry Berbasis Web dan Media Visual 3 Dimensi

Judul Tesis : Pembelajaran Fisika dengan Guided Inquiry Berbasis Web dan Media Visual 3 Dimensi Ditinjau dari Modalitas Belajar dan Motivasi Belajar Siswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Saat ini ada bermacam-macam bahasa pemrograman pada program aplikasi yang dapat digunakan untuk mendisain web yang dinamis dan interaktif, diantaranya adalah Microsoft Frontpage, Macromedia Flash MX, Macromedia Dreamweaver dan masih banyak yang lainnya. Dengan software-software tersebut, kita akan lebih mudah untuk mendisain web yang dinamis dan interaktif. Media pembelajaran berbasis web pada saat ini dikembangkan dengan pemanfaatan komputer sebagai panduan (computer assisted instruction). Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat saat ini sangat memungkinkan guru mendesain pembelajaran yang dapat meminimalkan kehadiran guru. Guru sebagai fasilitator dapat mengkonstruksi pembelajaran berbasis web yang dapat dilakukan secara mandiri oleh siswa.

Melalui media interaktif berbasis web siswa akan mendapat feedback melalui komputer dan latihan dapat dilakukan berulang sesuai dengan kemampuan siswa. Media pembelajaran interaktif dengan panduan komputer melibatkan pengguna dalam aktivitas-aktivitas yang menuntut proses mental di dalam pembelajaran. Sejalan dengan pendapat Hooper dalam Tombotoh (2010:7), media interaktif berbasis komputer adalah paket media interaktif yang didalamnya terdapat langkah-langkah instruksional yang didesain untuk melibatkan pengguna secara aktif di dalam proses pembelajaran.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh penggunaan guided inquiry berbasis web dan media visual 3 dimensi terhadap prestasi belajar fisika siswa?
  2. Apakah ada pengaruh modalitas belajar kategori visual dan kinestetik terhadap prestasi belajar fisika siswa?
  3. Apakah ada pengaruh motivasi belajar kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika siswa?

 

C. Kajian Teori

Pembelajaran Guided Inquiry

Pendekatan dan metode tidak dapat lepas dari preose belajar-mengajar. Sebelum mengajar perlu mempertimbangkan pendekatan dan metode apa yang akan digunakan sehingga tujuan pengajaran tercapai secara efektif dan efesien. Dalam proses belajarmengajar terdapat beberapa pendekatan yang sering digunakan dosen antara lain pendekatan konsep dan pendekatan keterampilan proses, dan pendekatan induktif. Sedangkan untuk metode pengajaran yang sering digunakan dosen antara lain metode konvensional, metode demonstrasi, pemberian tugas, kerja kelompok dan sebagainya.

Media Pembelajaran Berbasis Web

Menurut Hardjito dalam Suprisdiantoko (2007:5) mengemukakan bahwa pemicu perkembangan internet antara lain adalah adanya fasilitas internet yang merupakan aplikasi dari world wide web (www), yang merupakan kumpulan koleksi besar tentang berbagai macam dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai server dunia, dan dokumentasi tersebut dikembangkan dalam format hypertext dan hypermedia dengan menggunakan Hypertext Markup Language (HTML), yang memungkinkan terjadi koneksi (link) dokumen yang satu dengan yang lainnya, baik dalam bentuk teks, visual dan lain-lainnya.

Media Pembelajaran Visual 3 Dimensi

Media visual yang dimaksud adalah media yang tidak diproyeksikan. Media yang tidak diproyeksikan sebagai media realia yaitu menggunakan benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misalnya untuk mempelajari gerak, tumbukan, elastisitas bahan, dan fliuda.

Modalitas Belajar

Modalitas belajar adalah cara/kemampuan seseorang dalam menyerap informasi dengan mudah. Dalam buku Quantum Learning (Bobby De Porter & Mike Hernacki, 2005) dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : ”modalitas visual, auditori dan kinestetik (V-A-K)”. Walaupun masing-masing individu belajar dengan menggunakan ketiga modalitas ini, tetapi pada tahapan tertentu kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya.

Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkel dalam Dargo, 2006:52). Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan gairah atau semangat dalam belajar ,sehingga siswa yang bermotivasi kuat memiliki energi banyak untuk melakukan kegiatan belajar.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasi penelitian adalah seluruh siswa SMK Negeri 1 Slahung, Ponorogo Kelas X Tahun Pelajaran 2010/2011 sejumlah 6 kelas.

Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, A dan B yang ditentukan dengan metode cluster random sampling. Kelas A dengan menggunakan media pembelajaran berbasis web dan kelas B dengan menggunakan media pembelajaran visual 3 dimensi.

Pengumpulan data menggunakan metode tes untuk prestasi belajar dan angket untuk modalitas belajar dan motivasi belajar.

Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan analisis varians tiga jalan dengan desain faktorial (2 x 2 x 2).

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian penggunaan guided inquiry berbasis web dan media visual 3 dimensi ternyata tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar fisika siswa. Rerata prestasi belajar kelompok eksperimen A dan eksperimen B masing-masing 72,50 dan 73,25.

Modalitas belajar kategori visual dan kinestetik ternyata tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar fisika siswa. Tidak memiliki pengaruh tidak selamanya bermakna negatif, ini terbukti dari rerata kedua kelompok sama-sama baik dan jumlah prosentase siswa yang memperoleh nilai diatas KKM 90%.

Motivasi belajar kategori tinggi dan rendah tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar fisika siswa. Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan tidak terdapat pengaruh, ini disebabkan oleh nilai signifikansi > 0,05 (0,465 > 0,05). Rerata siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi adalah 73,88. Sedangkan rerata siswa yang memiliki motivasi belajar rendah 71,88. Hal ini menunjukkan kedua kelompok memiliki prestasi belajar yang sama-sama baik dan secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan

Incoming search terms:

Leave a Reply