HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Evaluasi Sistem Pemantauan Korosi Pada Fasilitas Proses Produksi Minyak dan Gas Lepas Pantai

ABSTRAK

Proses produksi minyak dan gas lepas pantai meliputi bejana, dan sistem pipa yang rentan terhadap serangan korosi. Untuk meminimalkan kegagalan yang terjadi akibat serangan korosi dan mencegah shutdown yang tidak direncanakan dipakailah sistem pemantauan korosi. Sistem pemantauan korosi disini diterapkan terbatas yaitu hanya pada bagian fasilitas proses produksi. Bagian tersebut antara lain meliputi production separator, atmospheric separator, scrubber, compressor, dan cooler. Pada sistem pemantauan korosi yang diterapkan sebelumnya corrosion coupon dan probe ditempatkan sangat terbatas. Evaluasi sistem pemantauan korosi dilakukan berdasarkan NORSOK M CR 505 dan NACE RP 077599. Sistem pemantauan korosi yang baru ditempatkan pada jalur pipa yang korosif seperti pada jalur masuk fluida 3 fasa, jalur keluar air, jalur keluar gas pada separator, jalur keluar minyak pada separator, dan jalur keluar gas pada cooler. Metode yang dipakai dalam pemantauan korosi ini adalah weight loss coupon, electrical resistance, linear polarization resistance, dan weld probe. Selain itu pembahasan disini juga berisikan arah penempatan alat pemantau korosi terhadap pipa untuk mendapatkan data korosi yang benar-benar sesuai dengan keadaan di lapangan.

Kata kunci: pemantauan korosi, probe, coupon, minyak dan gas, proses
produksi

BAB 1
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Korosi adalah salah satu bentuk kerusakan yang mengganggu manusia sejak manusia mulai menggunakan logam. Korosi mempunyai jenis yang berbagai macam. Ada yang terlihat jelas menggerogoti instrumen namun ada yang tersembunyi, tidak terlihat, namun suatu saat mereka menyebabkan kerugian yang tidak sedikit jumlahnya. Oleh karena itu diperlukan suatu penanganan khusus terhadap reaksi alami dari logam ini.

Penelitian tentang metode penanganan korosi telah dilakukan sejak lama. Hasil prevensi terhadap korosi antara lain dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu dengan desain yang tepat, dengan inspeksi yang disiplin, dan monitoring atau pengamatan terhadap korosi yang sedang berlangsung. Walaupun banyak referensi untuk ilmu keteknikan akan korosi namun untuk masalah yang menyangkut corrosion monitoring, jurnal dan publikasi ilmiah bisa dikatakan masih sangat jarang. Kemajuan teknologi berperan penting dalam kemajuan metode corrosion monitoring. Pengembangan teknologi dan metode corrosion monitoring baru berkembang pesat dalam 2 dekade terakhir. Selama 2 dekade terakhir tersebut aplikasi corrosion monitoring paling banyak dikembangkan untuk keperluan industri minyak dan gas.

Pada industri minyak dan gas, aset-aset yang dimiliki perusahaan tentunya bernilai sangat mahal. Perawatan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati supaya aset tersebut dapat selama mungkin beroperasi dan bernilai produktif. Korosi merupakan salah satu gangguan yang sangat merugikan terhadap peralatan yang ada pada industri minyak dan gas. Kerusakan akibat korosi dapat menyebabkan perusahaan merugi dalam jumlah yang tidak sedikit. Pencegahan dan penanganan terhadap korosi melalui corrosion monitoring adalah salah satu metode yang cukup efektif. Biaya untuk menanggulangi korosi dapat mencapai 10 – 40% dari biaya total yang dikeluarkan perusahaan. Melalui pertimbangan berbagai aspek, suatu sistem corrosion monitoring dapat mengurangi biaya sekitar 25% dari biaya korosi sebelumnya.

Salah satu aspek yang penting untuk mendapatkan sistem pencegahan korosi yang optimal adalah penempatan dari corrosion probe dan coupon. Penempatan probe dan coupon pada tempat yang tepat membuat korosi yang berbahaya dapat ditanggulangi sejak awal sehingga kerusakan yang bernilai besar tidak sempat terjadi. Melalui data yang didapat dari hasil inspeksi dan melalui studi literatur yang tepat, penelitian ini akan menghasilkan suatu penempatan probe dan coupon yang efektif.

Incoming search terms:

Leave a Reply