HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Efek Antibakteri Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Pertumbuhan Streptococcus Mutans Secara In Vitro

ABSTRAK

Ekstrak bawang putih (Allium sativum) telah dikenal memiliki aktivitas menghambat berbagai bakteri patogen, virus dan jamur. Penelitian kali ini adalah untuk mempelajari efek antibakteri ekstrak bawang putih terhadap Streptococcus mutans secara in vitro. Streptococcus mutans merupakan bakteri utama penyebab timbulnya karies gigi. Penelitian eksperimental dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Subyek penelitian dibagi dalam 8 kelompok yaitu kelompok dengan konsentrasi 0 gr/ml, 0,5 gr/ml, 0,75 gr/ml, 1 gr/ml, 1,25 gr/ml, 1,5 gr/ml, 1,75 gr/ml, 2 gr/ml. Pemberian perlakuan berupa pencampuran masing-masing kelompok dengan media nutrien darah cair dan suspensi bakteri, inkubasi selama 24 jam, kemudian diinokulasikan pada media agar darah yang telah dibagi menjadi segmen-segmen. Dilakukan 3 kali ulangan untuk tiap kelompok. Teknik sampel yang digunakan adalah non random dan dianalisis dengan menggunakan chi square.

Hasil menunjukkan bahwa hampir semua pertumbuhan Streptococcus mutans tidak dapat dihambat. Tidak terdapat perbedaan hasil dari masing-masing konsentrasi ekstrak. Didapatkan X² hitung (1,41) jauh lebih kecil dari X² tabel (14,067) dengan taraf signifikansi ? 0,05 dan derajat bebas (db) 7. Berdasarkan keputusan statistik, ditemukan bahwa tidak terdapat efek antibakteri ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap Streptococcus mutans pada penelitian ini. Namun dengan mempertimbangkan banyak studi in vitro sebelumnya yang telah membuktikan efek antibakteri ekstrak bawang putih, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang lebih komperhensif.

Kata kunci : Ekstrak bawang putih, Streptococcus mutans

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Sejak penemuan bakteri Streptococcus mutans sebagai penyebab karies gigi terbesar, banyak perhatian terfokus pada bakteri ini sebagai target pencegahan penyakit gigi melalui penggunaan berbagai agen antimikroba dan bahkan vaksinasi. Bakteri ini mempunyai suatu potensi yang tidak dimiliki oleh bakteri oral lainnya yaitu kemampuan mensintesis polisakarida intraseluler (IPS) dan kemampuan untuk terus menghasilkan asam pada pH 5,0 atau lebih rendah (Rosen and Lewis, 1995). Usman (1994) menyebutkan bahwa Streptococcus mutans juga bisa menyebabkan endokarditis bakterialis subakut pada suatu prosedur dental invasif karena glukan yang dihasilkan bakteri ini turut membantu perlekatan awalnya pada endokardium/ otot jantung bagian dalam. Penekanan pada tindakan pengobatan daripada tindakan pencegahan hanya dapat mempertahankan gigi dalam jangka waktu 10 tahun (Loesche, et.al., 1996). Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu tindakan pencegahan timbulnya karies dentis yang disebabkan oleh Streptococcus mutans.

Penggunaan antibiotik untuk pencegahan karies gigi tidak direkomendasikan karena adanya resiko perkembangan strain Multidrug Resistant (MDR). Klorheksidin dan sodium hipoklorit yang sudah secara luas digunakan sebagai mouthwash dan agen irigasi mulut ternyata menimbulkan reaksi hipersensitivitas dan efek samping antara lain bersifat sitotoksik terhadap sel-sel ligamen periodontal manusia, menghambat sintesis protein dan mempengaruhi aktivitas mitokondria dari sel-sel ini (Fani, et.al., 2007). Oleh karena itu perlu penelitian lebih lanjut untuk mencari agen antibakteri yang lebih aman dan optimal untuk melawan Streptococcus mutans sebagai aksi preventif terhadap karies gigi. Kemper and Kathi (2000) menyebutkan bahwa bawang putih (Allium sativum L.) menghasilkan allicin dan senyawa – senyawa thiosulfinat lain yang memiliki efek antibakteri berspektrum luas. Menurut Singh and Singh (2008) allicin dan derivatnya juga telah terbukti mampu melawan strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti ingin mempelajari ekstrak bawang putih memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans secara in vitro.

Incoming search terms:

Leave a Reply