HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Core Campuran Sampah Daun Kering, Kertas Koran dan Plastik HDPE

Pengaruh Core Campuran Sampah Daun Kering, Kertas Koran dan Plastik HDPE pada Komposit Sandwich UPRS Cantula 3D terhadap Nilai Sound Transmission Loss

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini dalam bidang transportasi, hiburan, komunikasi dan bidang lainnya memberikan banyak manfaat bagi manusia dan lingkungannya. Sejalan dengan manfaat yang tercipta juga menimbulkan banyak masalah baru, berupa pencemaran/polusi yaitu polusi air, polusi tanah, dan polusi udara termasuk polusi suara berupa kebisingan yang dapat mengganggu kenyamanan dan bahkan merusak kesehatan manusia itu sendiri.

Kebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak dikehendaki dan suara ini sangat mengganggu manusia yang dalam beberapa kasus bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan. Meskipun demikian tidak semua kebisingan yang ada seperti yang disebabkan oleh sistem transportasi tidak baik, misalkan kebisingan dari suara lonceng kereta api yang melintasi jalan raya tanpa palang pintu akan menguntungkan bagi pengguna jalan lainnya karena adanya kereta api yang akan melintas. Tetapi pada umumnya kebisingan dari sistem transportasi sangat merugikan manusia (Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, Vol. 6, No. 1, 2005: 75 – 84, Mulyono, FT UMS). Pengaruh buruk dari kebisingan terhadap manusia diantaranya adalah gangguan emosional, rasa tidak nyaman, tekanan darah meningkat, sakit kepala, berkurangnya konsentrasi, kegelisahan, menurunkan kualitas fungsi pendengaran dan menurunnya kondisi kesehatan secara umum.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan suatu tindakan untuk mereduksi kebisingan. Teknik reduksi bising terbagi menjadi tiga macam, yaitu teknik aktif, pasif dan hibrid. Teknik aktif dapat dilakukan dengan cara membangkitkan gelombang bunyi lain yang memiliki amplitudo yang sama namun dengan fase yang saling berlawanan. Teknik pasif dapat dilakukan dengan cara memasang material penyerap (absorber material). Dengan cara ini energi gelombang bunyi diserap oleh material penyerap bunyi dan mengubahnya ke bentuk panas (Doelle,1993).

Saat ini kita dihadapkan pada semakin banyaknya sumber-sumber bising dan intensitas bising yang tinggi, seringkali dengan akibat yang mengkhawatirkan bahkan merusak. Bising dapat menimbulkan tiga masalah utama, yaitu: hearing loss yaitu kehilangan pendengaran, annoyance yaitu gangguan bunyi dan speak interference yaitu terganggunya pembicaraan (Lord,1980). Secara umum bising merupakan salah satu jenis pencemaran yang berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan. Oleh karena itu kebisingan perlu dikontrol, walaupun bising dalam intensitas tertentu tetap dibutuhkan oleh manusia.

Sasaran pengendalian bising adalah menyediakan lingkungan akustik yang dapat diterima secara akustik di dalam maupun di luar ruangan, sehingga ruangan tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi atau mengurangi pengaruh yang membahayakan dari bising adalah dengan memutuskan jalur rambatan gelombang bunyi dengan barrier material. Barrier material mempunyai ciri umum yaitu massanya yang padat. Penggunaan bahan bangunan yang berat akan mempunyai kemampuan isolasi bunyi yang baik tetapi tidak cocok dengan bangunan masa kini, karena memakan banyak tempat dan meningkatkan beban konstruksi. Sedangkan penggunaan material kayu akan diperoleh partisi yang ringan tetapi akan meningkatkan eksplorasi hasil hutan secara berlebihan sehingga mengganggu kesetimbangan ekosistem dan lingkungan. Demikian juga halnya dengan penggunaan material logam baik besi, alumunium, dan variasinya dalam industri kendaraan dapat menciptakan eksplorasi besar-besaran terhadap hasil bumi yang tidak dapat diperbaharui tersebut.

Bahan komposit telah dikembangkan untuk mengatasi hal ini. Rekayasa komposit sandwich dengan mengkombinasikan serat cantula anyaman 3D- termoset sebagai skin dan core dari campuran sampah organik berupa daun kering dan kertas koran serta sampah anorganik berupa plastik HDPE akan menghasilkan material yang mempunyai sifat mekanik dan akustik yang sesuai dengan kontruksi bodi kendaraan. Material komposit ini diharapkan dapat menggantikan material yang umumnya digunakan pada kendaraan dari bahan dasar logam.

Sound Transmission Loss (STL) merupakan parameter yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu material dapat digunakan untuk mengisolasi gelombang bunyi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh core dari sampah organik dan anorganik terhadap kemampuan menahan gelombang bunyi pada komposit sandwich UPRs cantula 3D, guna memperoleh material yang mempunyai sifat akustik yang baik dan cocok digunakan sebagai partisi.


Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Alamat :

IDTESIS SURABAYA

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)

HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) & BBM : 5E1D5370

Email
Print