HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Contoh Tesis Program Promosi Kesehatan Tahun 2020

CONTOH TESIS NO.1 Analisis Kegiatan Program Promosi Kesehatan Dipuskesmas Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo

Abstrak

Hasil penelitian didapat bahwa pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan didalam dan diluar gedung Puskesmas Telaga didukung dengan berbagai sumber daya berupa pendanaan dan Petugas promosi kesehatan yang berkompeten serta menggunakan berbagai macam metode dan media dalam mempromosikan kesehatan, namun terdapat kendala yang dihadapi yaitu beberapa media dan sarana promosi kesehatan tidak bisa digunakan lagi, sumber pendanaan program promosi kesehatan belum bisa mencukupi anggaran yang dibutuhkan, sehingga menyebabkan proses mempromosikan kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Telaga terhambat. Saran, lebih meningkatkan upaya kemitraan terutama dilintas sektoral agar memudahkan kegiatan promosi kesehatan, menambah anggaran serta jumlah petugas promosi kesehatan puskesmas.

BAB I                                           

Pada pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas terdapat dua kegiatan pokok dalam mempromosikan kesehatan yaitu kegiatan promosi kesehatan di dalam dan di luar gedung puskesmas. Promosi kesehatan di dalam gedung puskesmas adalah promosi kesehatan yang di laksanakan di lingkungan dan gedung puskesmas seperti tempat pendaftaran, poliklinik, ruang perawatan, laboratorium, kamar obat, tempat pembayaran dan halaman puskesmas. Promosi kesehatan di luar gedung adalah kegiatan promosi kesehatan di lakukan untuk masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas (Kemenkes No 585/Menkes/SK/V/2007).

Teknik Analisis

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan berjumlah 8 orang dengan menggunakan teknik Snowball sampling dan proses pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik fenomenologi, pada tahap reduksi data menggunakan analisis domain yang bertujuan untuk mencari rincian domain yang relevan dengan tujuan penelitian.

CONTOH TESIS NO.2 PROMOSI KESEHATAN PADA KEHIDUPAN NEW NORMAL PANDEMI COVID-19

Abstrak

Grafik penyebaran Covid-19 belum menunjukkan tren penurunan namun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penerapan new normal pada sector perkantoran, industri, dan perdagangan serta memberikan kewenangan pada 102 daerah dengan zona hijau untuk menerapkan skenario new normal. Kondisi ini membuat publik menghadapi dilema antara kepentingan ekonomi dan kekhawatiran meningkatnya penularan Covid-19. Tulisan ini membahas upaya meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kehidupan new normal melalui optimalisasi promosi kesehatan. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dan informasi yang kurang transparan, peran semua elemen masyarakat menjadi sangat penting dalam menegakkan disiplin masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. DPR RI melalui Komisi IX dan Tim Pengawas Covid-19 dapat mengawasi pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan yang mendukung pencegahan Covid-19.

BAB I

Di tengah masa pandemi, pemerintah mengeluarkan protocol kesehatan pada situasi new normal tertanggal 20 Mei 2020 melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi dan Surat Edaran Nomor HK.02.01/ Menkes/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha. Pemerintah memberikan kewenangan kepada 102 kabupaten/kota dengan zona hijau untuk beraktivitas dan aman dari Covid-19 (Kompas, 31 Mei 2020).

CONTOH TESIS NO.3 Analisis Implementasi Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit di Era Jaminan Kesehatan Nasional

Abstrak

Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  implementasi  penyelenggaraan  PKRS  masih  belum  optimal pelaksanaannya.  Meskipun telah  adanya dukungan  dan  komitmen pelaksana  yang  baik,  namun ada  faktor  lain yang  bisa  mempengaruhi  implementasi  konsep  tersebut  seperti  masih  belum  lengkapnya  sumber  daya  yang dimiliki,  komunikasi  yang  terjalin  antar  petugas  masih  kurang  terkait  aktivitas  PKRS,  dan  masih  adanya hambatan sikap pelaksana terkait konsep ini.

BAB I                     

Perkembangan   jaringan   PKRS   masih berjalan lambat pada negara negara yang sedang berkembang  dan  juga  tentu  ide  tentang  promosi kesehatan    masih    belum    dipandang    sebagai bagian   reformasi   sistem   kesehatan   di   negara tersebut.10Salah   satunya   dalam   pelaksanaan PKRS   di   Indonesia   pada   15   tahun   terakhir terhitung  sejak  2010,  implementasinya  kurang berjalan   dengan   baik   karena   belum   terjaga prosesnya sehingga harapan untuk mendapatkan hasil yang optimal belum terealisasi.

Teknik Analisis

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan analitik dengan tujuan untuk meninjau   faktor   yang   dapat   mempengaruhi   implementasi   PKRS.   Pengambilan   data   dilakukan   dengan menggunakan  wawancara  mendalam,  observasi  dan  telaah  dokumen  pendukung  penelitian.  Analisis  data dilakukan dengan menggunakan konsep triangulasi sumber, metode maupun teori. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang, yang terdiri dari petugas struktural, fungsional maupun keluarga pasien.

CONTOH TESIS NO.4 ANALISIS STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESADARAN HIDUP SEHAT OLEH RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. RM. SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH

Abstrak

Penelitian ini menemukan bahwa tim PKRS Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soeedjarwadi Provinsi Jawa Tengah menerapkan strategi promosi kesehatan, pertama dari advokasi dalam bentuk lobi politik (Political Lobbying), seminar dan atau presentasi dan media advokasi. Kedua, dukungan sosial (Social Support) dimana strategi ini disebut sebagai bina suasana atau membina suasana yang kondusif. Bina suasana ini dibagi kedalam tiga bentuk, bina suasana individu, bina suasana kelompok dan bina suasana publik. Ketiga, pemberdayaan masyarakat (Empowerment Community) yang merupakan proses pemberian informasi kepada kelompok, keluarga dan invidu secara terus menerus. Dengan adanya strategi promosi kesehatan, maka akan membantu rumah sakit dalam mewujudkan dan meningkatkan kesadaran kesehatan dalam kehidupan masyarakat.

BAB I

Promosi kesehatan adalah salah satu bentuk upaya dalam pelayanan kesehatan yang berdasarkan pada penyampaian pesan atau informasi tentang kesehatan sebagai penanaman pengetahuan mengenai kesehatan, sehingga muncul kesadaran akan hidup sehat (Kholid, 2012: 67). Untuk mencapai sasaran dalam promosi kesehatan, maka diperlukan strategi sebelum menjalankan promosi kesehatan. Strategi dari promosi kesehatan tersebut terdiri dari, advokasi, dukungan sosial, dan juga pemberdayaan masyarakat. Baik rumah sakit umum maupun rumah sakit jiwa perlu adanya promosi kesehatan dengan ketiga strategi tersebut, supaya masyarakat dapat menanamkan rasa kesadaran akan hidup bersih dan sehat.

Teknik Analisis

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi serta penelusuran data online.

CONTOH TESIS NO.5 PENGARUH INTERVENSI PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU CUCI TANGAN PADA ANAK KELAS V SEKOLAH DASAR INPRES BORONG JAMBU I KOTA MAKASSAR

Abstrak

Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental dengan desain one group pre test and post test. Populasi pada penelitian ini sebanyak 42 siswa kelas 5 tahun ajaran 2017-2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga sampel yang digunakan adalah seluruh populasi yang ada yakni sebanyak 42 orang. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi terhadap variabel pengetahuan (p=0,015) dan variabel perilaku (p=0,000).Sedangkan tidak terdapat perbedaan terhadap variabel sikap sebelum dan sesudah intervensi (p=0,134). Ada dua faktor yang mengalami peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi promosi kesehatan terkait cuci tangan pakai sabun (CTPS) yaitu variabel pengetahuan dan perilaku, sedangkan faktor yang tidak mengalami peningkatan adalah variabel sikap.

BAB I

Kegiatan yang tercakup dalam program PHBS untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sangat banyak, salah satunya adalah mencuci tangan dengan sabun. Mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang sangat murah dan efektif untuk mencegah berbagai macam penyakit infeksi. Di Indonesia kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) perlu terus ditingkatkan.Fokus cuci tangan di bidang pendidikan adalah anak – anak sekolah dasar, karena anak – anak merupakan komponen penting sebagai pembawa perubahan.

Teknik Analisis

Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan Analisis bivariat dilakukan untuk melihat apakah ada pengaruh yang bermakna bagi pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai cuci tangan pakai sabun antara sebelum dan sesudah intervensi promosi kesehatan.

CONTOH TESIS NO.6 ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO

Abstrak

Perencanaan promosi kesehatan sudah dilakukan tetapi masih banyak yang harus diupayakan, upaya advokasi sudah dilakukan tetapi belum maksimal di lihat dari pelaksanaan program yang belum optimal, kerjasama antara lintas program dan lintas sektor telah dilakukan, tenaga penyuluh yang ada belum berkompetesi dalam bidang promosi kesehatan, pengadaan media komunikasi masih kurang, pemberdayaan masyarakat belum optimal, bina suasana belum dilakukan, sarana dan media komunikasi masih kurang, dana untuk operasional dan ketersediaan tenaga penyuluh yang berkompetensi merupakan kendala yang dialami Puskesmas dalam pelaksanaan program promosi kesehatan. Saran dari penelitian ini, lebih meningkatkan upaya advokasi kepada lintas sektor maupun pemerintah, memberdayakan tenaga kesehatan lain di Puskesmas dalam kegiatan promosi kesehatan, menjalankan program kunjungan rumah dan memaksimalkan pemberdayaan masyarakat, mengadakan pelatihan khusus bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat.

BAB I

Promosi kesehatan adalah program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan, baik di dalam masyarakat sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya (Notoatmodjo, 2007). Promosi kesehatan berperan penting dalam proses pemberdayaan masyarakat, yaitu melalui pembelajaran dari, oleh dan bersama masyarakat sesuai dengan lingkungan sosial budaya setempat, agar masyarakat dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan.

Teknik Analisis

Analisa data melalui langkah-langkah tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian, tahap penarikan kesimpulan.

CONTOH TESIS NO.7 PERAN PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS DALAM CAPAIAN PHBS RUMAH TANGGA DENGAN IBU NIFAS (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Porong)

Abstrak

Persentase capaian PHBS sebagai hasil penelitian adalah 65,27%. Rata-rata persentase pelaksanaan promosi kesehatan mencapai 36,32%. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan promosi kesehatan masih rendah. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi pearson pada data kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara promosi kesehatan puskesmas dengan capaian PHBS. Nilai significant sebesar 0,000 (? = 0,05).

Kesimpulan penelitian ini adalah persentase capaian PHBS dan pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Porong belum memenuhi target nasional. Promosi kesehatan di Puskesmas berhubungan dengan capaian PHBS rumah tangga ibu nifas. Saran sebagai hasil penelitian ini adalah perlu adanya tenaga khusus promosi kesehatan puskesmas dan pelatihan terhadap petugas promosi kesehatan penting untuk diberikan.

BAB I

Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), penyakit menular dan tidak menular merupakan indikator derajat kesehatan yang capaiannya belum memuaskan (Permenkes, 2011). Berbagai permasalahan tersebut erat kaitannya dengan faktor perilaku. PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) merupakan program yang dicanangkan untuk membentuk perilaku sehat. Namun, keberhasilan pencapaian indikator PHBS masih jauh dari target yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran promosi kesehatan puskesmas dalam capaian PHBS rumah tangga dengan ibu nifas.

Teknik Analisis

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dengan sampel ibu nifas, sedangkan secara kualitatif dengan informan petugas promosi kesehatan dan kader. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling.

CONTOH TESIS NO.8 PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH DI SMA MUHAMMADIYAH 4 KARTASURA

Abstrak

Hasil uji statistic paired sample test untuk pengetahuan kelompok perlakuan adalah terdapat perbedaan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah diberi promosi kesehatan dengan p= 0,001. Tidak terdapat perbedaan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kelompok kontrol antara pre test dan post test dengan p = 0,437. Terdapat perbedaan sikap tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah diberi promosi kesehatan dengan p= 0,002. Tidak terdapat perbedaan sikap tentang kesehatan reproduksi pada kelompok kontrol antara pre test dan post test dengan p = 0,746. Terdapat beda pengaruh promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dengan p =0,001. Tidak terdapat beda pengaruh promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi terhadap sikap remaja tentang seks pranikah antara kelompok perlakuan dengan kelompok control dengan p =0,092

BAB I

Kasus kejadian remaja hamil diluar nikah, adalah salah satu contoh akihat pemahaman pengetahuan, sikap maupun perilaku yang masih kurang tentang kesehatan reproduksi. Salah satu upaya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah dengan memberikan promosi kesehatan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah di SMA Muhammadiyah 4 Kartasura.

Teknik Analisis

Metode penelitian menggunakan Quasi Eksperimen, dengan rancangan penelitian Pre and Post Test with control Group. Sampel penelitian 40 siswa kelas X dan XI, yang dibagi menjadi 20 siswa untuk kelompok perlakuan, dan 20 siswa untuk kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi.

CONTOH TESIS NO.9 ANALISIS PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KALIJUDAN TERHADAP PHBS RUMAH TANGGA IBU HAMIL

Abstrak

Penyakit menular dan tidak menular, Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator derajat kesehatan yang capaiannya belum memuaskan. Berbagai permasalahan tersebut erat kaitannya dengan faktor perilaku. Perilaku yang berperan dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Namun, keberhasilan pencapaian indikator PHBS masih jauh dari target yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran promosi kesehatan puskesmas dalam capaian PHBS rumah tangga ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dengan sampel ibu hamil, sedangkan secara kualitatif dengan informan petugas promosi kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson pada data kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara promosi kesehatan puskesmas dengan capaian PHBS dengan nilai signifi cant sebesar 0,000 (? = 0,05). Penelitian kualitatif menunjukkan bahwa peran promosi kesehatan puskesmas dalam capaian PHBS dapat diwujudkan melalui serangkaian program promosi kesehatan yaitu kunjungan rumah, pemberdayaan melalui kemitraan, serta pengorganisasian melalui Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).

BAB I

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Berbagai hasil survey menunjukkan bahwa derajat kesehatan masyarakat Indonesia masih perlu untuk ditingkatkan. Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), penyakit menular dan tidak menular merupakan indikator derajat kesehatan yang capaiannya belum memuaskan (Pusat Promkes, 2011).

Teknik Analisis

Pengolahan data kualitatif dengan menganalisis hasil wawancara.

CONTOH TESIS NO.10 EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DENGAN METODE PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SMAN 1 RASAU JAYA TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) TAHUN 2014

Abstrak

Hasil: Hasil uji Mann-Whitney dengan melihat perbandingan peningkatan pengetahuan kelompok uji terhadap kelompok kontrol didapatkan nilai significancy (sig) sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara perbandingan peningkatan pengetahuan responden kedua kelompok penelitian. Kesimpulan: Promosi kesehatan dengan metode peer education lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang DBD dari pada metode ceramah.

BAB I

DBD merupakan salah satu penyakit yang sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan kematian yang besar. Salah satu upaya Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan adalah dengan Promosi Kesehatan. Peer education merupakan salah satu metode promosi kesehatan yang diharapkan lebih bermanfaat karena alih pengetahuan dilakukan antar kelompok sebaya yang mempunyai hubungan lebih akrab, bahasa yang digunakan sama, dapat dilakukan di mana saja, kapan saja dengan cara penyampaian yang santai, sehingga sasaran lebih nyaman berdiskusi tentang permasalahan yang dihadapi.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangan non-equivalent control group design with pretest and postest yang dilakukan pada 81 orang siswa SMAN 1 Rasau Jaya sebagai kelompok uji dan 79 orang siswa MAN Rasau Jaya sebagai kelompok kontrol. Uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney.

CONTOH TESIS NO.11 Gambaran Pelaksanaan Promosi Kesehatan pada Instalasi Rawat Jalan Ditinjau dari Pendekatan PRECEDE – PROCEED Fase Lima dan Enam (Studi Kualitatif di Rumah Sakit Paru Jember)

Abstrak

Promosi kesehatan rumah sakit merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman pengunjung rumah sakit tentang penyakit dan pencegahannya. Rumah Sakit Paru Jember yang bertugas di bidang penyembuhan, pemulihan kesehatan, dan pencegahan penyakit paru-paru, terutama kasus tuberkulosis (TBC) punya spesifik strategi dalam upaya promosi kesehatan untuk menghentikan penyebaran TB. Hasil penelitian ini mungkin menjelaskan bagaimana perencanaan dan pelaksanaan promosi kesehatan di instalasi rawat jalan RS Paru Jember. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif. Hasil ini Penelitian tersebut menyatakan bahwa perencanaan upaya promosi kesehatan di Instalasi Rawat Jalan Paru-Paru RS Jember didukung oleh pimpinan dengan kebijakan tertulis, promosi kesehatan strategi, profesional kesehatan, dan partisipasi dan kerjasama di antara staf. Hambatan masuk Pelaksanaan promosi kesehatan di Rumah Sakit Paru Jember termasuk kurangnya waktu manajemen dan SDM promosi kesehatan, kondisi rumah sakit lingkungan, serta perilaku masyarakat yang sulit diubah.

BAB I

Informasi kesehatan yang dibutuhkan pasien bisa didapatkan melalui pendidikan kesehatan dalam program Promosi Kesehatan Rumah Sakit. Teori Pendekatan PRECEDE-PROCEED bertujuan mengkaji masalah kesehatan dan kualitas hidup manusia dan sumber daya untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program promosi kesehatan dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat [5]. Melalui diagnosis kebijakan dan administrasi pada fase lima PRECEDE – PROCEED dapat diketahui bagaimana perencanaan program yang terdiri dari kebijakan, regulasi, dan pengorganisasian setiap kegiatan promosi kesehatan di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Paru Jember. Implementasi dari program tersebut dapat dilihat bagaimana pelaksanaannya pada fase enam pendekatan PRECEDE – PROCEED.

Teknik Analisis

Teknik yang digunakan dalam penentuan informan adalah teknik purposive. Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah sumber data primer yang bersumber dari hasil wawancara dan observasi serta sumber data sekunder yang bersumber dari peraturan tertulis, buku pustaka, hasil penelitian, dan jurnal ilmiah. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah peneliti sendiri (key instrument), alat perekam menggunakan handphone, alat dokumentasi menggunakan kamera digital, panduan wawancara, lembar observasi, dan alat tulis.

CONTOH TESIS NO.12 PENGARUH PROMOSI KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS IV SD NEGERI UTAN KAYU SELATAN 05 KOTA JAKARTA TIMUR TAHUN 2018

Abstrak

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri Utan Kayu Selatan 05 Kota Jakarta Timur yang berjumlah 406 orang dengan sampel penelitian yaitu seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 59 siswa. Instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Metode yang di gunakan yaitu promosi kesehatan mengenai pengetahuan PHBS tentang cara mencuci tangan dengan benar, cara memilih jajanan sehat dan cara membuang sampah dengan benar menggukanan media slide bergambar serta peragaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon (? = 0,05). Hasil penelitian di ketahui ada pengaruh promosi kesehatatan terhadap pengetahuan tentang cara mencuci tangan (p-value = 0,000), pengetahuan tentang cara memilih jajanan sehat (p-value = 0,000) dan pengetahuan tentang cara membuang sampah dengan benar (p-value = 0,000). Disimpulkan terdapat pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan siswa di Sekolah Dasar Negeri 05 Utan Kayu Selatan Kota Jakarta Timur. Dari hasil penelitian ini disarankan untuk dilakukanya kegiatan promosi kesehatan untuk meningkatan pengetahuan siswa tentang PHBS di sekolah berupa pelaksanaan kegiatan yang melibatkan orang tua siswa, dan masyarakat sekitarnya.

BAB I

Kurangnya pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti tuberkulosis, diare, gemuk, kurus dan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan PHBS terhadap tingkat pengetahuan siswa. Desain penelitian eksperimen semu pre-test dan post-test.

Metode Penelitian

Metode yang di gunakan yaitu promosi kesehatan mengenai pengetahuan PHBS tentang cara mencuci tangan dengan benar, cara memilih jajanan sehat dan cara membuang sampah dengan benar menggukanan media slide bergambar serta peragaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon (? = 0,05).

CONTOH TESIS NO.13 STUDI TENTANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DALAM MENUMBUHKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI DESA CIRANJANG : Pusat Kesehatan Masyarakat Desa Ciranjang Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur

Abstrak

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kebijakan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program promosi kesehatan. Sebagai program pemerintah, program promosi kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan drajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) perencanaan pemberdayaan masyarakat melalui program promosi kesehatan dalam menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat, 2) proses pemberdayaan masyarakat melalui program promosi kesehatan dalam menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat, 3) evaluasi pemberdayaan masyarakat melalui program promosi kesehatan dalam menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan 4) strategi pemberdayaan masyarakat melalui program promosi kesehatan dalam menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat. Landasan konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep pemberdayaan, konsep pengelolaan program, konsep promosi kesehatan, dan konsep perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciranjang, Kabupaten Cianjur dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Sumber informasi dalam penelitian ini yaitu pengelola, tutor dan peserta. Pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi, display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan sudah dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya seta telah di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pada proses pemberdayaan peserta memiliki motivasi dan partisipasi yang tinggi, hal ini disebabkan karena adanya pengarahan dan pengawasan dari fasilitator. Proses evaluasi dilakuakan berdasarkan sasaran yang berbeda yakni program dan peserta, pada porses evaluasi program dilakukan oleh pimpinan Puskesmas DTP Ciranjang yang dilakukan setiap satubulan satu kali, sedangkan untuk evaluasi peserta dilakukan oleh tutor yang dilakukan setiap selesai pematerian. Strategi pemberdayaan dengan menggunakan tiga startegi promosi kesehatan menunjukan strategi yang digunakan sudah efektif karena mampu menyentuh semua sasaran promosi kesehatan serta mampu meningkatkan kerjasama antara sasaran yang saling berkaitan tetsebut.

BAB I

Pemerintah Indonesia sudah menyadari akan pentingnya kesehatan dalam suatu negara karena kesehatan merupakan investasi dalam membangun negara ke arah yang lebih baik lagi. Oleh karena itu kesehatan memiliki peran penting dalam membangun suatu negara dan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan pemerintah Indonesia telah melaksanakan berbagai program di antaranya program jumantik, desa siaga, dan klinik sanitasi. Program-program tersebut merupakan konten dari salah satu program besar pemerintah yaitu program Promosi Kesehatan yang dilakukan oleh pusat kesehatan masyarakat sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Teknik Analisis

Sumber informasi dalam penelitian ini yaitu pengelola, tutor dan peserta. Pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi, display dan penarikan kesimpulan.

CONTOH TESIS NO.14 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROMOSI KESEHATAN (Studi pada Pusat Kesehatan Masyarakat Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang)

Abstrak

Kesehatan dipandang sebagai salah satu unsur dalam kesejahteraan umum yang harus diwujudkan. Peningkatan kesehatan dibutuhkan adanya informasi mengenai kesehatan yang dapat diperoleh dari promosi kesehatan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 585/MENKES/SK/V/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh, menunjukkan bahwa dalam implementasi kebijakan promosi kesehatan Puskesmas Dinoyo melaksanakan di dalam puskesmas dan diluar puskesmas untuk memberikan pengetahuan bidang kesehatan diwilayah kerjanya. Promosi kesehatan yang dilaksanakan Puskesmas Dinoyo menggunakan strategi pemberdayaan, bina suasana dan advokasi dengan didukung media promosi. Dari implementasi promosi kesehatan di Puskesmas Dinoyo didukung dengan adanya petugas khusus promosi kesehatan yang mendapatkan pelatihan untuk promosi kesehatan dan media pendukung hasil dari petugas puskesmas. Walaupun begitu terdapat pula penghambat dalam implementasi promosi kesehatan, seperti pemberdayaan masyarakat yang masih belum optimal yang dilihat dari keterangan petugas mengenai daerah yang belum terdapat kader kesehatan untuk lebih memudahkan dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

BAB I

Kesehatan merupakan salah satu unsur yang dipandang penting dalam kesejahteraan umum. Kesehatan menurut Undang-Undang No.36 Tahun 2009 merupakan keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang dapat memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Pembangunan kesehatan senantiasa diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pembangunan kesehatan dalam penyelenggaraannya meliputi upaya peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang harus dilaksanakan dengan menyeluruh, terpadu, tepat serta berkesinambungan untuk mencapai hasil lebih optimal.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.

CONTOH TESIS NO.15 IMPLEMENTASI PROGRAM PROMOSI PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK BERUSIA DI BAWAH TIGA TAHUN (Studi Kasus Di Puskesmas Mangkurawang Kabupaten Kutai Kartanegara)

Abstrak

Hasil:1) program  promosi  pencegahan  diare  yang  dilakukan  di  PuskesmasMangkurawang belum dapat menghilangkan pendapatyang kurang tepat terhadapdiare;  (2)  masyarakat  terbiasa  untuk  mendapatkan  informasi  kesehatan  denganmenggunakan  komunikasi  langsungdengan  petugas  kesehatan,  kader  dan  tokohmasyarakat;  dan (3)  jumlah  petugas  kesehatan  terbatas  sehingga  diperlukanpeningkatan kuantitas dan kualitas kader kesehatan.Simpulan:Dapat  diambil  simpulan  bahwamasyarakatmembutuhkaninformasimengenai semua hal yang berkaitan dengan diare.

BAB I

Penyakit  diare  di  Kabupaten  KutaiKartanegara  masih  merupakanmasalah  kesehatan  yang  selalu  dihadapi.  Data  dari  dinas  Kesehatan  KutaiKartanegara  menunjukkan  bahwa  sejak  bulan  Juni  2009  sampai  akhir  tahun2009  terjadi  peningkatan  kasus  diare  pada  anak.  Hal  ini  dapat  disebabkankarena  di  sejumlah  kecamatan  di  Kabupaten  Kutai  Kartanegara  mengalamibencana  banjir.  Puskesmas  mangkurawang  merupakan  salah  satu  puskesmasdi  Kabupaten  Kutai  Kartanegara  yang  sejak  tahun  2007  sampai  2009  terjadipeningkatan  kasus  diare  pada  anak  yang  cukup  tinggi.  Hal  ini  dapat  disebabkan  karena  masyarakat  di  wilayah  kerja  puskesmas  Mangkurawangumumnya bermukim di sepanjang sungai Mahakam. (Dinkes Kukar, 2009)

Kerangka Berpikir

 

 

Teknik Analisis

Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data  kualitatif.

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?