HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Pendidikan Pendekatan Metode Inkuiri Terbimbing

 

1. Metode Inkuiri Terbimbing dan Metode Inkuiri Bebas Termodifikasi pada Pembelajaran Fisika dengan Memperhatikan Aktivitas Belajar Siswa

 Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

  • pengaruh metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan metode inkuiri bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif,
  • pengaruh metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan metode inkuiri bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar siswa pada aspek psikomotorik,
  • pengaruh antara aktivitas belajar siswa pada ketegori tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif,
  • pengaruh antara aktivitas belajar siswa pada ketegori tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada aspek psikomotorik,
  • interaksi pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif,
  • interaksi pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada aspek psikomotorik.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 19 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009, sejumlah 5 kelas. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 2 kelas. Teknik pengumpulan data untuk variabel tes prestasi belajar Fisika digunakan metode tes, aktivitas belajar siswa dalam belajar Fisika digunakan metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan:

  • terdapat perbedaan pengaruh penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan metode inkuiri bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif,
  • terdapat perbedaan pengaruh penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan metode inkuiri bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar siswa pada aspek psikomotorik,
  • terdapat perbedaan pengaruh antara aktivitas belajar siswa pada ketegori tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif,
  • terdapat perbedaan pengaruh antara aktivitas belajar siswa pada ketegori tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada aspek psikomotorik,
  • tidak terdapat interaksi penggunan pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif,
  • tidak terdapat interaksi penggunan pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada aspek psikomotorik.

 

2. Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing dan Proyek Ditinjau dari Kreativitas dan Sikap Ilmiah Siswa (Studi Kasus dalam Mata Pelajaran Kimia untuk Materi Elektrolisis Kelas XII Semester 1 di SMA Negeri 1 Purwokerto

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

  • Perbedaan prestasi belajar siswa dengan metode inkuiri terbimbing dan metode proyek.
  • Perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kreativitas tinggi dengan kreativitas rendah.
  • Perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dengan sikap ilmiah rendah.
  • Interaksi antara metode inkuiri terbimbing, metode proyek dengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa.
  • Interaksi antara metode inkuiri terbimbing, metode proyek dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa.
  • Interaksi antara kreativitas dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa.
  • Interaksi antara metode inkuiri terbimbing, metode proyek, kreativitas dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2010 – Maret 2011. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPA SMAN 1 Purwokerto Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2010/2011, sejumlah tujuh kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Kelompok eksperimen I diperlakukan dengan metode Inkuiri Terbimbing dan kelompok eksperimen II diperlakukan dengan metode proyek. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk prestasi belajar kognitif, angket untuk kreativitas, sikap ilmiah dan prestasi belajar afektif, lembar observasi untuk prestasi belajar psikomotor. Analisis data penelitian menggunakan anava dengan desain faktorial 2x2x2 dengan bantuan software minitab 15.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

  • Prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode proyek lebih tinggi dari pada metode inkuiri terbimbing.
  • Kreativitas tidak memberikan perbedaan prestasi belajar siswa.
  • Sikap ilmiah tidak memberikan perbedaan prestasi belajar siswa
  • ) Terdapat interaksi antara metode inkuiri terbimbing dan proyek dengan kreativitas terhadap prestasi belajar afektif,
  • Terdapat interaksi antara metode inkuiri terbimbing dan proyek dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar afektif.
  • Terdapat interaksi antara kreativitas dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif.
  • Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dan proyek,dengan kreativitas dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa.

Kata kunci : Pembelajaran Berbasis Masalah, Metode Inkuiri Terbimbing, Metode Proyek, Kreativitas, Sikap Ilmiah, Prestasi Belajar dan Elektrolisis.

3. Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah Melalui Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Kemampuan Memori dan Kemandirian Belajar

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui:

  • pengaruh pembelajaran biologi melalui metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi terhadap pretasi belajar biologi,
  • pengaruh kemampuan memori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar biologi,
  • pengaruh kemandirian belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar biologi,
  • interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan memori terhadap prestasi belajar biologi siswa,
  • interaksi antara metode pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar biologi,
  • interaksi antara kemampuan memori dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar biologi,
  • interaksi antara metode pembelajaran, kemampuan memori dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar biologi.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Surakarta. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I adalah Metode Inkuiri Terbimbing dan kelas eksperimen II adalah Metode Inkuiri Bebas Termodifikasi. Masing-masing kelas terdiri dari 40 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk tes prestasi belajar dan kemampuan memori, angket untuk kemandirian belajar. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software minitab 15. Uji lanjut anava menggunakan Analysis of Mean (ANOM).

Hasil penelitian disimpulkan:

  • prestasi belajar siswa yang menggunakan metode inkuiri terbimbing lebih baik dibandingkan siswa yang menggunakan metode inkuiri bebas termodifikasi,
  • tidak ada pengaruh prestasi belajar siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi dengan siswa kemampuan memori rendah,
  • ada pengaruh prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemandirian tinggi dengan siswa kemandirian rendah,
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan memori terhadap prestasi belajar biologi,
  • ada interaksi antara metode pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap prestasi biologi,
  • tidak ada interaksi antara kemampuan memori dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar biologi,
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, kemampuan memori dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar biologi.

4. Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Kreativitas dan Konsep Diri (Studi Kasus Materi Fotosintesis pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Karas Tahun Pelajaran 2010/2011)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh pembelajaran berbasis masalah (PBM) menggunakan metode inkuiri terbimbing dengan inkuiri bebas termodifikasi, pengaruh kreativitas, pengaruh konsep diri, dan interaksi terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian eksperimen ini populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Karas Magetan. Sampel penelitian diambil dengan sistem cluster random sampling yaitu menggunakan PBM dengan inkuiri bebas termodifikasi dan menggunakan PBM dengan inkuiri terbimbing. Data kreativitas, konsep diri dan prestasi belajar aspek afektif dikumpulkan dengan angket, data prestasi kognitif dikumpulkan dengan test, dan data prestasi psikomotor dikumpulkan dengan observasi. Analisis data menggunakan Anava desain faktorial 2 x 2 x 2 dengan menggunakan bantuan SPSS 16. Uji normalitas dengan Uji Kolmogorov-Smirnov, Uji Homogenitas dengan metode Levene-test dan uji lanjut menggunakan uji Scheffe.

Kesimpulan penelitian ini sebagai berikut:

  • prestasi kognitif dan psikomotor lebih tinggi pada PBM-inkuiri terbimbing (rata-rata: 78,62; 81,18) dibandingkan PBM-inkuiri bebas termodifikasi (rata-rata: 73,83; 76,11),
  • prestasi kognitif, afektif dan psikomotor lebih tinggi pada siswa berkreativitas tinggi (rata-rata: 81,77; 85,60; 83,20) dibandingkan dengan siswa berkreativitas rendah (rata-rata: 70,54; 75,51; 73,94),
  • prestasi kognitif, afektif dan psikomotor lebih tinggi pada siswa berkonsep diri positif (rata-rata: 80,26; 82,87; 84,26) dibandingkan dengan siswa berkonsep diri negatif (rata-rata: 72,90; 78,72; 74,05),
  • prestasi kognitif siswa berkreativitas tinggi, lebih tinggi pada PBM-inkuiri terbimbing (rata-rata: 83,321) dibandingkan PBM-inkuiri bebas termodifikasi (rata-rata: 81,437), tetapi pada aspek afektif lebih tinggi pada PBM-inkuiri bebas termodifikasi (rata-rata: 87,062) dibandingkan dengan PBM-inkuiri terbimbing (rata-rata: 85,423),
  • prestasi kognitif siswa berkonsep diri positif, lebih tinggi pada PBM-inkuiri terbimbing (rata-rata: 84,214) dibandingkan PBM-inkuiri bebas termodifikasi (rata-rata: 77,403),
  • tidak terdapat interaksi kreativitas dengan konsep diri terhadap prestasi belajar siswa,
  • tidak terdapat interaksi PBM-inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan kreativitas dan konsep diri terhadap prestasi belajar siswa.

Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah (PBM), inkuiri terbimbing, inkuiri bebas termodifikasi, kreativitas, konsep diri, fotosintesis, prestasi kognitif, afektif dan psikomotor

5. Pembelajaran Biologi dengan Metode Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) dan Metode Inkuiri Bebas Termodifikasi (Modified Free Inquiry) Ditinjau dari Motivasi Berprestasi dan Sikap Ilmiah Siswa

 Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • pengaruh penggunaan metode Inkuiri Terbimbing dan metode Inkuiri Bebas Termodifikasi terhadap prestasi belajar,
  • pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar,
  • pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar,
  • interaksi antara metode Inkuiri dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara metode Inkuiri dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara motivasi berprestasi dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara metode Inkuiri , motivasi berprestasi, dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belejar.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngawi tahun pelajaran 2010/2011. Sampel penelitian menggunakan sampel acak mengambil 2 kelas. Kelas pertama diberi pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dan kelas kedua diberi pembelajaran dengan metode inkuiri bebas termodifikasi. Teknik pengumpulan data variabel prestasi belajar kognitif digunakan metode tes tertulis, prestasi belajar psikomotor digunakan tes unjuk kerja, motivasi berprestasi, sikap ilmiah, dan prestasi belajar afektif digunakan metode angket. Hipotesis menggunakan Anava tiga jalan 2x2x2, dengan sel tidak sama dan General Linear Model.

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa:

  • pengaruh metode Inkuiri terbimbing lebih baik dari pada inkuiri bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar,
  • pengaruh motivasi berprestasi tinggi lebih baik dari pada motivasi berprestasi rendah terhadap prestasi belajar,
  • pengaruh sikap ilmiah tinggi lebih baik daripada sikap ilmiah rendah terhadap prestasi belajar,
  • tidak ada interaksi antara metode Inkuiri dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar,
  • tidak ada interaksi antara metode Inkuiri dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar,
  • tidak ada interaksi antara motivasi berprestasi dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar, tidak ada interaksi antara metode Inkuiri, motivasi berprestasi dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar Aspek psikomotor ada interaksi antara metode Inkuiri dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar, sedangkan untuk aspek afektif ada interaksi antara motivasi berprestasi dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar.

Kata Kunci : Guided Inquiry, Modified Free Inquiry, motivasi berprestasi, sikap ilmiah, prestasi belajar, sistem pencernaan pada manusia

 

6. Pembelajaran Kimia dengan Metode Inkuiri Terbimbing dan Metode Proyek Ditinjau dari Kemampuan Matematika dan Sikap Ilmiah Siswa (Materi Pokok Bahasan Termokimia Kelas XI di SMA N 1 Wonosari, Gunungkidul Tahun Pelajaran 2011/2012 )

 Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa melalui pembelajaran kimia dengan metode inkuiri terbimbing dan metode proyek antara siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi rendah, sikap ilmiah tinggi rendah dan interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasinya terdiri dari siswa kelas XI SMAN 1 N Wonosari tahun pelajaran 2011/2012. Sampel yang diambil adalah 2 kelas yaitu Kelas XI IPA 1 dan XI IPA II dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas XI IPA 1 dengan metode inkuiri terbimbing, sedangkan XII IPA II dengan metode proyek. Data dikumpulkan dengan tes untuk prestasi kognitif dan kemampuan matematika, serta angket untuk prestasi afektif dan sikap ilmiah. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Varians (ANAVA) .

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan :

  • ada perbedaan prestasi belajar kimia siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dan metode proyek,
  • ada perbedaan prestasi belajar kimia antara siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi dan rendah,
  • ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah,
  • tidak ada interaksi antara Metode Inkuiri Terbimbing dan Metode Proyek dan kemampuan matematika terhadap prestasi belajar siswa,
  • tidak ada interaksi antara Metode Inkuiri terbimbing dan Metode Proyek dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa,
  • ada interaksi antara kemampuan matematika dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar,
  • ada interaksi antara Metode Inkuiri Terbimbing dan Metode Proyek, kemampuan matematika, dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar.

Kata kunci : Metode Inkuiri Terbimbing, Metode Proyek, Kemampuan Matematika, Sikap Ilmiah, Termokimia, Prestasi Belajar

7. Pembelajaran Kimia Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing dan Learning Cycle 5e Ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Kelas XI SMAN Kebakkramat Tahun Ajaran 2013/ 2014

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan metode pembelajaran Learning Cycle 5E, sikap ilmiah, kemampuan berpikir kritis, dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa.

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari-Juni 2014 menggunakan metode eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N Kebakkramat Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 5 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI IPA 1 (metode Inkuiri terbimbing) dan kelas XI IPA 3 (metode Learning Cycle 5E). Teknik pengumpulan data aspek kognitif dan kemampuan berpikir kritis menggunakan metode tes, sedangkan aspek afektif dan sikap lmiah menggunakan metode angket serta aspek psikomotor menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik non parametrik Kruskal Wallis.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan:

  • ada pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing dan learning cycle 5E terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, tetapi tidak ada pengaruh terhadap prestasi belajar psikomotor,
  • ada pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar afektif, tetapi tidak ada pengaruh terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor,
  • tidak ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor,
  • ada interaksi antara pembelajaran inkuiri terbimbing dan learning cycle 5E dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, tetapi tidak terhadap psikomotor,
  • ada interaksi antara pembelajaran inkuiri terbimbing dan learning cycle 5E dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, tetapi tidak terhadap psikomotor,
  • ada interaksi antara sikap ilmiah dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar afektif, tetapi tidak terhadap kognitif dan psikomotor,
  • ada interaksi antara pembelajaran inkuiri terbimbing dan learning cycle 5E dengan sikap ilmiah dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, tetapi tidak terhadap afektif dan psikomotor.

Kata Kunci: inkuiri terbimbing, learning cycle 5E, prestasi belajar, sikap ilmiah, kemampuan berpikir kritis.

 

8. Pembelajaran Kuantum dengan Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui :

  • Pengaruh penggunaan model pembelajaran kuantum dengan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar;
  • Pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar;
  • Pengaruh KPS tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar;
  • Interaksi antara penggunaan model pembelajaran kuantum dengan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar;
  • Interaksi antara penggunaan model pembelajaran kuantum dengan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan KPS terhadap prestasi belajar;
  • Interaksi antara motivasi belajar dan KPS terhadap prestasi belajar;
  • Interaksi antara penggunaan model pembelajaran kuantum dengan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi, motivasi belajar dan KPS terhadap prestasi belajar.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 8 Kediri. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran kuantum dengan metode inkuiri terbimbing dan terdiri dari 38 peserta didik sedangkan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan pembelajaran kuantum dengan metode inkuiri bebas termodifikasi dan terdiri dari 39 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data prestasi belajar dan angket untuk motivasi belajar serta lembar observasi untuk KPS. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software SPSS 16.

Hasil penelitian didapatkan bahwa:

  • Tidak ada perbedaan prestasi belajar antara pembelajaran kuantum dengan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi.
  • Peserta didik dengan motivasi belajar tinggi prestasinya lebih baik daripada yang motivasinya rendah.
  • Peserta didik yang KPSnya tinggi prestasinya lebih baik daripada yang KPSnya rendah.
  • Terdapat interaksi antara pembelajaran kuantum dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar.
  • Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan KPS terhadap prestasi belajar;
  • Tidak terdapat interaksi antara motivasi belajar, dan KPS terhadap prestasi belajar peserta didik;
  • Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran, motivasi belajar dan KPS terhadap prestasi belajar peserta didik.

 

9. Pendekatan Keterampilan Proses Melalui Metode Inkuiri Terbimbing dan Eksperimen Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Aktivitas Siswa

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Pengaruh penggunaan keterampilan proses melalui metode inkuiri terbimbing dan eksperimen terhadap prestasi belajar siswa; Pengaruh kemampuan awal siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa; Pengaruh aktivitas siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa; Interaksi antara penggunaan pendekatan keterampilan proses melalui metode inkuiri terbimbing dan eksperimen dengan kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar siswa; Interaksi antara penggunaan pendekatan keterampilan proses melalui metode inkuiri terbimbing dan eksperimen dengan aktivitas siswa terhadap prestasi belajar siswa; Interaksi antara kemampuan awal siswa dan aktivitas siswa terhadap prestasi belajar siswa; Interaksi antara pendekatan keterampilan proses melalui metode inkuiri terbimbing dan eksperimen, kemampuan awal siswa dan aktivitas siswa terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 2 Sindangagung tahun pelajaran 2010/2011, sejumlah 4 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 2 kelas. Teknik pengumpulan data kemampuan awal dan prestasi belajar kognitif digunakan metode tes, sedangkan aktivitas siswa dan prestasi belajar afektif digunakan metode angket. Instrumen diujicobakan di SMP Negeri 1 Garawangi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Terdapat pengaruh penggunaan metode inkuiri terbimbing dan eksperimen terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; Terdapat pengaruh kemampuan awal tinggi dan rendah terhadap prestasi kognitif dan afektif; Terdapat pengaruh aktivitas siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan eksperimen serta tinggi rendahnya kemampuan awal terhadap prestasi belajar baik kognitif maupun afektif; Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan eksperimen serta tinggi rendahnya aktivitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif maupun afektif; Tidak ada interaksi antara tinggi rendahnya kemampuan awal serta tinggi rendahnya aktivitas siswa terhadap prestasi belajar baik kognitif maupun afektif; Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan eksperimen, tinggi rendahnya kemampuan awal dan tinggi rendahnya aktivitas siswa terhadap prestasi belajar baik kognitif maupun afektif.

 

10. Penggunaan Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Motivasi Berprestasi (Studi Kasus Pembelajaran Fisika Kompetensi Listrik Dinamis pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Wonosari Yogyakarta)

Abstrak

Penggunaan Metode Inkuiri terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Sikap ilmiah dan Motivasi Berprestasi Siswa. (Studi Kasus Pembelajaran Fisika Kompetensi Listrik Dinamis pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Wonosari Yogyakarta Tahun Pelajaran 2008/2009).

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui:

  • perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran fisik dengan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi,
  • perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai sikap ilmiah tinggi dan siswa yang mempunyai sikap ilmiah rendah,
  • perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tingi dan motivasi berprestasi rendah,
  • interaksi antara metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan sikap ilmiah siswa,
  • interaksi antara metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan motivasi berprestasi siswa,
  • interaksi antara sikap ilmiah dan motivasi berprestasi,
  • interaksi antara penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing , inkuiri bebas termodifikasi dengan sikap ilmiah siswa dan motivasi berprestasis siswa.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Wonosari. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari empat kelas. Kelas eksperimen I adalah metode inkuiri terbimbing dan kelas eksperimen II adalah metode inkuiri bebas termodifikasi. Masing-masing kelas terdiri dari 62 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, non tes (angket) dan tes unjuk kerja. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi produc moment Pearson dan uji reliabilitas menggunakan persamaan Kuder – Richardson (K-R 20). Hasil perhitungan diperoleh r11 = 0,8967. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software minitab 15. Uji lanjut anava menggunakan uji Scheffe.

Hasil penelitian didapatkan bahwa:

  • ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran fisika dengan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi,, (Fobs = 6,05 atau P-value = 0,0150),
  • Tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai sikap ilmiah tinggi dan siswa yang mempunyai sikap ilmiah rendah, (Fobs = 3,73 atau P-value = 0,056),
  • ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah, (Fobs = 6,70 atau P-value = 0,011),
  • tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing inkuiri bebas termodifikasi dengan sikap ilmiah siswa pada prestasi belajar fisika(Fobs = 6,70 or P-value = 0,051 ),
  • tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing inkuiri bebas termodifikasi dengan motivasi berprestasi siswa pada prestasi belajar fisika (Fobs = 3,54 or P-value = 0,53),
  • terdapat beda rerata yang signifikan antara sikap ilmiah siswa dengan motivasi berprestasi siswa (Fobs = 4,30 or P-value = 0,047),
  • tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing , inkuiri bebas termodifikasi dengan sikap ilmiah siswa dan motivasi berprestasis siswa. (Fobs = 0,12 or P-value = 0,061).

Hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing lebih efektif dari pada metode inkuiri bebas termodifikasi . sikap ilmiah siswa dan motivasi berprestasi siswa merupakan variabel penting yang perlu dipertimbangkan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar.

11. Pengaruh Pendekatan Kontruktivisme dengan Metode Inkuiri Terbimbing dan Eksperimen terhadap Prestasi Belajar Fisika Ditinjau dari Sikap Ilmiah Siswa (Pada Materi Dinamika Gerak Partikel Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kawedanan Kabupaten Magetan

Abstrak

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui:

  • Perbedaan Pengaruh Penggunaan Pendekatan Konstruktivisme Dengan Metode Inkuri Terbimbing Dan Metode Eksperimen Terhadap Prestasi Belajar Fisika.
  • Perbedaan Siswa Yang Memiliki Sikap Ilmiah Tinggi Dan Rendah Terhadap Prestasi Belajar Belajar Fisika.
  • Ada Tidaknya Interaksi Antara Pendekatan Konstruktivisme Dengan Sikap Ilmiah Terhadap Hasil Belajar.

Penelitian Ini Menggunakan Metode Eksperimen Dengan Desain Faktorial 2×2. Populasi Penelitian Ini Adalah Seluruh Siswa Kelas X Di Sma Negeri 1 Kawedanan Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2011/2012. Sampel Pada Penelitian Sebanyak Dua Kelas Diambil Secara Cluster Random Sampling Yang Masing-Masing Terdiri Dari 32 Siswa. Kelas X.1 Sebagai Eksperimen Pertama Diberi Pembelajaran Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing Dan Kelas X.2 Sebagai Kelas Eksperimen Kedua Menggunakan Metode Eksperimen. Teknik Pengumpulan Data Dengan Menggunakan Metode Tes Untuk Prestasi Siswa Dan Angket Untuk Mengukur Sikap Ilmiah. Pengujian Hipotesis Penelitian Menggunakkan Anova Dua Jalan Dengan Sel Berbeda Menggunakan Software Spss V.16, Kemudian Dilanjutkan Dengan Uji Scheffe’.

Hasil pada penelitian ini adalah:

  • Terdapat Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terbimbing Dan Eksperimen Terhadap Prestasi Belajar Fisika Baik Kognitif (Fobs = 10,060 Atau P=0.002).
  • Terdapat Pengaruh Sikap Ilmiah Tinggi Dan Rendah Terhadap Prestasi Kognitif (Fobs = 48,830 Atau P=0.000) Belajar Fisika.
  • Tidak Terdapat Interaksi Antara Metode Inkuiri Terbimbing Dan Eksperimen Dengan Sikap Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Fisika (Fobs = 1,245 Atau P=0,269).

12. Pembelajaran Kimia Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Kreativitas dan Sikap Ilmiah Siswa (Pembelajaran Materi Laju Reaksi Kelas Xi Semester 3 SMA Negeri 1 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013)

 Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya: Pengaruh penggunaan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi, pengaruh kreativitas, pengaruh sikap ilmiah, serta interaksinya terhadap prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh kelas XI IPA SMA Negeri 1 Purworejo semester 3 tahun pelajaran 2012/2013. Dari 7 kelas XI IPA secara cluster random sampling diambil 2 kelas sebagai sampel yaitu kelas XI IPA 6 dikenai metode inkuiri terbimbing dan XI IPA 7 dikenai metode inkuiri bebas termodifikasi. Pengambilan data menggunakan metode tes untuk prestasi kognitif, angket dan observasi untuk kreatifitas, sikap ilmiah dan afektif serta observasi untuk prestasi psikomotor. Data dianalisis menggunakan ANAVA tiga jalan dengan sel tak sama dan diuji lanjut dengan statistik nonparametrik karena data tidak normal.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:

  • ada pengaruh penggunaan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor tetapi tidak ada pengaruh untuk prestasi belajar afektif,
  • ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor,
  • ada pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar afektif tetapi tidak ada pengaruh terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor,
  • ada interaksi antara penggunaan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomkotor,
  • ada interaksi antara penggunaan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor,
  • ada interaksi antara kreativitas tinggi dan rendah dengan sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor,
  • ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi, kreativitas tinggi dan rendah, sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor.

 

13. Pembelajaran Fisika Melalui Konstruktivisme Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Motivasi Berprestasi dan Sikap Ilmiah (Eksperimentasi Pembelajaran Impuls, Momentum, dan Tumbukan Pada Siswa Kelas XI Semester Gasal SMA Batik 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016)

Abstrak

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh  pembelajaran konstruktivisme menggunakan metode inkuiri bebas termodifikasi dan inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) peserta didik ditinjau dari sikap ilmiah dan motivasi berprestasi peserta didik.

 

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuasi eksperimen yang dilakukan di SMA Batik 2 Surakarta, Provinsi Jawa Tengah pada kelas XI semester gasal tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian melibatkan pembelajaran konstruktivisme dengan metode inkuiri bebas termodifikasi dan inkuiri terbimbing sebagai variabel bebas, sikap ilmiah dan motivasi berprestasi sebagai variabel moderator, serta prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) peserta didik sebagai variabel terikat. Pengumpulan data prestasi belajar (pengetahuan) dalam bentuk tes tertulis, sedangkan data prestasi belajar (sikap dan keterampilan) dalam bentuk pengamatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

  • ada perbedaan pengaruh  pendekatan konstruktivisme menggunakan metode inkuiri bebas termodifikasi dan metode inkuiri terbimbing  terhadap nilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan,
  • ada perbedaan pengaruh antara sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap nilai pengethuan, sikap, dan keterampilan,
  • ada perbedaan pengaruh antara motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap nilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan,
  • tidak ada interaksi pengaruh antara pendekatan konstruktivisme menggunakan metode inkuiri bebas termodifikasi dan metode inkuiri terbimbing dengan sikap ilmiah terhadap nilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan,
  • tidak ada interaksi pengaruh antara pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan metode inkuiri bebas termodifikasi dan metode inkuiri terbimbing dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi pengetahuan siswa, namun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai sikap, dan keterampilan,
  • tidak ada interaksi pengaruh antara sikap ilmiah dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi pengetahuan dan keterampilan namun memberikan pengaruh ynag signifikan terhadap sikap siswa, dan
  • tidak ada interaksi pengaruh antara pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan metode inkuiri bebas termodifikasi dan inkuiri terbimbing, sikap ilmiah, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Kata kunci: Konstruktivisme, Inkuiri Bebas Termodifikasi, Inkuiri Terbimbing, Motivasi Berprestasi, Sikap Ilmiah, Prestasi Belajar.

 

14. Pembelajaran Fisika Melalui Metode Inkuiri Terbimbing Menggunakan Media Laboratorium dan Audiovisual Ditinjau dari Kemampuan Verbal dan Motivasi Berprestasi Siswa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya :

  • pengaruh pembelajaran menggunakan media pembelajaran laboratorium dan audiovisual melalui metode inkuiri terhadap prestasi belajar fisika,
  • pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika,
  • pengaruh kemampuan verbal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika,
  • interaksi media laboratorium dan audiovisual dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar fisika,
  • interaksi media laboratorium dan audiovisual dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar fisika,
  • interaksi motivasi berprestasi dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar fisika,
  • interaksi media laboratorium dan audiovisual dengan motivasi berprestasi dan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar fisika.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2009 – Mei 2010 menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMPN 3 Maospati tahun ajaran 2009/2010. Sampel dalam penelitian ini adalah empat kelas yang diambil secara acak (cluster random sampling). Kelas yang menggunakan media pembelajaran laaboratorium terpilih kelas VIIIA dan VIIIB serta kelas yang menggunakan media pembelajaran audiovisual kelas VIIIE dan VIIIF. Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengukur prestasi belajar fisika, yang dilakukan dengan tes prestasi. Motivasi berprestasi dan kemampuan verbal siswa didapatkan dengan tes motivasi dan tes kemampuan verbal. Uji hipotesis penelitian menggunakan ANAVA dengan desain factorial 2x2x2 dihitung bantuan software Minitab 15.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya :

  • pengaruh pembelajaran menggunakan media pembelajaran laboratorium dan audiovisual melalui metode inkuiri terhadap prestasi belajar fisika,
  • pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika,
  • pengaruh kemampuan verbal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika,
  • interaksi media laboratorium dan audiovisual dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar fisika,
  • interaksi media laboratorium dan audiovisual dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar fisika,
  • interaksi motivasi berprestasi dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar fisika,
  • Interaksi Media Laboratorium dan Audiovisual dengan Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Verbal Terhadap Prestasi Belajar Fisika.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2009 – Mei 2010 menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMPN 3 Maospati tahun ajaran 2009/2010. Sampel dalam penelitian ini adalah empat kelas yang diambil secara acak (cluster random sampling). Kelas yang menggunakan media pembelajaran laaboratorium terpilih kelas VIIIA dan VIIIB serta kelas yang menggunakan media pembelajaran audiovisual kelas VIIIE dan VIIIF. Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengukur prestasi belajar fisika, yang dilakukan dengan tes prestasi. Motivasi berprestasi dan kemampuan verbal siswa didapatkan dengan tes motivasi dan tes kemampuan verbal. Uji hipotesis penelitian menggunakan ANAVA dengan desain factorial 2x2x2 dihitung bantuan software Minitab 15.

Hasil analisis data penelitian adalah:

  • terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran laboratorium dan audiovisual terhadap prestasi belajar fisika (p-value = 0,040 < 0,050),
  • tidak terdapat pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika (p-value = 0,185 > 0,050),
  • tidak terdapat pengaruh kemampuan verbal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika (p-value = 0,206 > 0,050),
  • terdapat interaksi antara media pembelajaran laboratorium dan audiovisual dengan kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar fisika (p-value = 0,019 < 0,050),
  • tidak terdapat interaksi antara media pembelajaran laboratorium dan audiovisual dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar fisika (p-value = 0,520 > 0,000),
  • tidak terdapat interaksi antara motivasi berprestasi dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar fisika (p-value = 0,886 > 0,050),
  • tidak terdapat interaksi antara media pembelajaran laboratorium dan audiovisual dengan motivasi berprestasi dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar fisika (p-value = 0,686 > 0,050).

15. Pembelajaran IPA Fisika dengan Model Problem Solving Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing dan Metode Gasing Ditinjau Dari Kemampuan Verbal dan Kemampuan Logika Matematika Siswa

 Abstrak

Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA masih rendah, sehingga guru harus memperbaiki dan mengembangkan pembelajaran dengan cara menganalisis pengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran problem solving dengan metode inkuiri terbimbing dan gasing, kemampuan verbal, kemampuan logika matematika siswa dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa pada materi gerak. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi terdiri dari seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gabus tahun pelajaran 2014/2015, sejumlah delapan kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas VII-C menggunakan pembelajaran problem solving dengan metode inkuiri terbimbing dan kelas VII-H menggunakan pembelajaran problem solving dengan metode gasing. Teknik pengumpulan data untuk prestasi belajar, kemampuan verbal dan kemampuan logika matematika menggunakan tes. Data dianalisis dengan anava 2x2x2 dan diuji lanjut dengan uji Scheffe’.

Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa:

  • ada pengaruh pembelajaran problem solving menggunakan metode inkuiri terbimbing dan gasing terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa;
  • tidak ada pengaruh kemampuan verbal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif maupun psikomotorik siswa;
  • ada pengaruh kemampuan logika matematika tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif siswa;
  • ada pengaruh interaksi antara pembelajaran problem solving menggunakan metode inkuiri terbimbing dan gasing dengan kemampuan verbal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif siswa;
  • ada pengaruh interaksi antara pembelajaran inkuiri terbimbing dan gasing dengan kemampuan logika matematika tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif siswa;
  • ada pengaruh interaksi antara kemampuan verbal tinggi dan rendah dengan kemampuan logika matematika tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa;
  • tidak ada pengaruh interaksi antara pembelajaran problem solving menggunakan metode inkuiri terbimbing dan gasing, kemampuan verbal tinggi dan rendah, kemampuan logika matematika tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply