HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Strategi Pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP)Tahun 2020

CONTOH TESIS NO.1 Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Guru Terbaik Berdasarkan Kinerja dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

Abstrak

Mengetahui kinerja guru dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan serta meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas. Kepala sekolah membuat 15 kriteria untuk menentukan guru terbaik, yaitu: kehadiran, aturan kedisiplinan, tanggung jawab dan produktivitas, interaksi sosial, motivasi dan pengembangan diri, inovatif, tanggap dan inisiatif, fleksibel dalam tugas lain, komunikasi, kerja tim, kejujuran, ramah dan berbusana sopan, estetis, efektif dalam penggunaan gadget, kelas kebersihan dan kerapihan. Hasil penelitian ini adalah urutan 4 guru terbaik di Yayasan Lentera Insan.

BAB I

Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan bangsa. Agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka perlu dilakukan penilaian kinerja guru yang menjamin proses pembelajaran yang berkualitas.

 

Teknik Analisis

Untuk mengetahui kinerja seorang guru maka salah satu keputusan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dengan pengambilan keputusan diharapkan dapat memilih kinerja guru yang efektif. Penentuan kinerja guru diproses lebih lanjut dengan kriteria Decision Plus (CDP).

 

CONTOH TESIS NO.2 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN KINERJA GURU DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Abstrak

Salah satunya Sekolah Dasar Beji Ungaran. Kualitas pendidikan sangat diperlukan demi kemajuan sekolah. Dalam menjaga kualitas guru, sekolah secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi kinerja guru, untuk memperoleh peningkatan kualitas guru. Di SD Beji dalam memonitoring  kinerja guru masih mengalami mengalami kendala karena meningkatnya jumlah siswa dan terbatasnya pegawai dalam memonitoring prestasi guru. Analitycal Hierarchy Process(AHP) umumnya digunakan dengan tujuan untuk menyusun prioritas dari berbagai alternative pilihan yang ada dan pilihan-pilihan tersebut bersifat kompleks atau multikriteria [2]. Penentuan prioritas inilah yang merupakan bagian penting dari penggunaan metode AHP [3]. Pada dasarnya metode AHP merupakan suatu teori umum tentang suatu konsep pengukuran [3]. Perbandingan-perbandingan ini dapat diambil dari ukuran aktual atau dari suatu skala dasar yang mencerminkan kekuatan perasaan dan prefensi relatif. Dengan penggunaan sistem ini diharapkan mampu memecah permasalahan pada SD Beji Ungaran. Sehingga dalam menentukan prestasi kinerja guru dapat lebih cepat, efektif,efisien dan lebih akurat.

 

BAB I

Kecanggihan teknologi seperti saat ini sangat dibutuhkan di berbagai bidang agar semua pekerjaan menjadi lebih efektif dan efesien. Teknologi seperti itupun dibutuhkan di dalam sekolah-sekolah agar pekerjaan menjadi lebih cepat, efektif dan efesien. Sekolah merupakan sebuah lembaga  untuk pengajaran siswa atau murid di bawah pengawasan pendidik atau guru.

 

Teknik Analisis

Metode ini digunakan untuk menemukan suatu skala rasio baik dari perbandingan  pasangan yang bersifat diskrit maupun kontinu

CONTOH TESIS NO.3 PENENTUAN KRITERIA TERPENTING DALAM PEMILIHAN SUPPLIER DI FAMILY BUSINESS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus Pada Perusahaan Garmen PT. X)

Abstrak

Berdasarkan hasil penelitian didapat faktor yang menjadi prioritas dari kriteria pemilihan supplier adalah kualitas dengan bobot senilai 0,533; Delivery dengan bobot senilai 0,273; Price dengan bobot senilai 0,128; Warranty and Claim Policies dengan bobot senilai 0,067.

 

BAB I

Kriteria pemilihan supplier dalam family business sangat memegang peranan penting, hal ini dikarenakan karena supplier dapat mempengaruhi proses produksi. Kualitas bahan baku yang baik dan ketepatan waktu dalam pengiriman bahan baku akan menjadikan PT. X meraih keunggulan bersaing low cost  dan quick respon. Terdapat 4 kriteria yang sesuai dengan PT. X yaitu Quality, Delivery, Price, Warranty and Claim Policies.

 

Teknik Analisis

Dari keempat kriteria pemilihan supplier tersebut dilakukan pembobotan kriteria dengan mempergunakan model Analytic Hierarchy Process (AHP).

 

CONTOH TESIS NO.4 PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BERDASARKAN KOMPETENSI SPENCER DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS(Studi Kasus di Sub Dinas Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Probolinggo)

Abstrak

Hasilnya bobot kemampuan karyawan kontrak terbagi atas: kemampuan manajerial (0.200) dan kemampuan teknik (0.800). Kemampuan manajerial terdiri dari: disiplin (0.318), melayani (0.289), berprestasi (0.151), proaktif (0.140), dan komitmen pada organisasi (0.102). Sedangkan kemampuan teknis terdiri dari: memimpin (0.500) dan kerjasama (0.500). Dari penelitian tersebut sistem insentif yang tepat adalah sistem insentif pembagian laba, dimana insentif yang diterima berdasarkan pada peningkatan kinerja karyawan.

 

BAB I

Penelitian ini membahas tentang sistem penilaian kinerja karyawan yang dilakukan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Probolinggo, khususnya Sub Dinas Pengairan untuk karyawan level bawah (karyawan kontrak). Selama ini pemberian insentif di Sub Dinas tersebut tidak didasarkan atas kinerja karyawan tetapi atas dasar kebersamaan/ gotong royong. Untuk meningkatkannya dirancang sistem penilaian kinerja karyawan berbasis kompetensi, khususnya kompetensi Spencer. Dimensi penilaian Spencer diintegrasikan dengan DP3 dan Competencies for Executive Leadership Development. Kriteria diolah dengan Software Expert Choice.

 

Teknik Analisis

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data perancangan sistem penilaian kinerja karyawan meliputi penentuan kompetensi umum untuk sistem penilaian kinerja karyawan, penentuan model pembobotan kompetensi, penentuan penilai dan metode penilaian serta penyebaran dan pengumpulan kuisioner.

 

CONTOH TESIS NO.5 SISTEM PENILAIAN KINERJA KARYAWAN PT. CAHAYA IQRA MANDIRI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem pendukung keputusan yang baik yang dapat membantu manajer dalam mengevaluasi kinerja seorang pegawai di suatu instansi. Dilihat dari masalah penilaian kinerja seorang karyawan di PT. Cahaya iqra Mandiri merupakan objek penelitian yang menghasilkan jawaban yang diinginkan, Bagian Admin menjadi prioritas dan dapat diimplementasikan untuk menentukan administrasi yang rapi dan mempunyai tanggung jawab penting di PT. cahaya iqra Mandiri.

 

BAB I

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi masalah dalam pengambilan keputusan, dimana masalah yang muncul bisa besar atau kecil yang sangat berpengaruh pada hasil pengambilan keputusan. Saat ini manusia sedang mengembangkan sistem yang dapat membantu menentukan alternatif terbaik dalam suatu masalah, yaitu sistem pendukung keputusan (DSS) dalam sistem pendukung keputusan terdapat alternatif, kriteria dan bobot yang digunakan untuk menentukan solusi terbaik. Kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan produktivitas kinerja suatu instansi. Sehingga dari sumber daya manusia yang kompeten tersebut dapat menunjang tingkat kinerja, dengan penilaian kinerja maka akan diketahui pencapaian masing-masing pegawai, hal ini dapat dijadikan bahan pertimbangan instansi dalam menentukan pegawai terbaik.

 

Teknik Analisis

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi masalah dalam pengambilan keputusan, dimana masalah yang muncul bisa besar atau kecil yang sangat berpengaruh pada hasil pengambilan keputusan. Saat ini manusia sedang mengembangkan sistem yang dapat membantu menentukan alternatif terbaik dalam suatu masalah, yaitu sistem pendukung keputusan (DSS) dalam sistem pendukung keputusan terdapat alternatif, kriteria dan bobot yang digunakan untuk menentukan solusi terbaik. Kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan produktivitas kinerja suatu instansi. Sehingga dari sumber daya manusia yang kompeten tersebut dapat menunjang tingkat kinerja, dengan penilaian kinerja maka akan diketahui pencapaian masing-masing pegawai, hal ini dapat dijadikan bahan pertimbangan instansi dalam menentukan pegawai terbaik.

 

CONTOH TESIS NO.6 PENGGUNAAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM KESEHATAN (STUDI KASUS PROGRAM PROMOSI KESEHATAN)

Abstrak

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan model AHP, maka dapat dihasilkan suatu alternatif  program kesehatan yang sangat efektif. Dengan menggunakan model AHP maka setiap program kesehatan ditentukan prioritasnya dengan jelas, dibandingkan dengan menggunakan cara  Hanlon, Delbeq maupun  PEARL yang  selama ini  digunakan oleh pengelola progam kesehatan di Kota Ternate dan di Indonesia. Disarankan untuk menggunakan metode AHP dalam menentukan intervensi/program yang paling efektif dan benefit, serta dapat diterima oleh semua stake holder.

 

BAB I

Kesehatan merupakan salah satu permasalahan yang paling kompleks dalam dunia modren saat ini. Menurut Blum (1974) ada empat faktor utama yang menentukan derajat kesehatan masyarakat,  yakni : perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan dan hereditas, yang  dapat  diuraikan  lagi  kedalam  faktor  sekunder dan tersiernya. Seiring dengan kemajuan iptek dibidang kesehatan masyarakat dan kedokteran,  telah memberikan berbagai macam alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah kesehatan yang terjadi dimasyarakat saat ini. Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendekatan yang memberikan kesempatan bagi para perencana dan pengelola program bidang kesehatan untuk dapat membangun  gagasan-gagasan  atau  ide-ide dan mendefinisikan persoalan-persoalan yang ada dengan cara membuat asumsi-asumsi dan  selanjutnya  mendapatkan pemecahan yang diinginkannya.

 

Teknik Analisis

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan intervensi program yang paling efektif, dengan metodogi analitic dengan menggunakan sistem pembuat keputusan dengan model AHP.

 

CONTOH TESIS NO.7 PENGUKURAN KINERJA BISNIS MELALUI PENDEKATAN BALANCED SCORECARD DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan:

  1. Pendekatan balanced scorecard, menunjukkan perspektif keuangan (kondisi BMT-UGT Sidogiri baik); perspektif kepuasan (puas dengan pelayanan BMT-UGT Sidogiri); perspektif bisnis internal (menambah jumlah unit bisnis); perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (produktivitas karyawan meningkat);
  2. Analisis perspektif Balanced Scorecard menggunakan AHP Analisis perspektif individu Balanced Scorecard dengan menggunakan AHP menunjukkan bahwa perspektif yang dianggap paling berpengaruh terhadap kinerja perusahaan adalah perspektif pelanggan yang memiliki nilai bobot tertinggi, sedangkan faktor yang dianggap paling berpengaruh terhadap kinerja perusahaan adalah perspektif pelanggan yang memiliki nilai bobot tertinggi, sedangkan faktor yang paling dianggap memiliki Pengaruh tertinggi pada perspektif pelanggan adalah bertambahnya jumlah anggota. Di sisi lain, perspektif bisnis internal memiliki nilai terendah sebagai hasil analisis AHP.

 

BAB I

Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis kinerja bisnis dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dan anggota BMT-UGT Sidogiri.

 

Teknik Analisis

Teknik pengambilan sampel adalah Stratified Random Sampling untuk karyawan dan convenience random sampling untuk anggota BMT-UGT Sidogiri. jenjang jabatan (jabatan) pegawai di BMT-UGT Sidogiri dijadikan dasar pengambilan sampel secara acak dan berjenjang. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 42 pegawai dan 212 anggota BMT-UGT Sidogiri.

 

CONTOH TESIS NO.8 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA GURU TERBAIK PADA MIN KEDONDONG MENGGUNAKAN AHP (ANALYTIC HIERARCHY PROCESS)

Abstrak

Guru adalah orang yang mengajar disekolah Dalam perkembangan teknologi pada saat ini setiap orang sering mengalami masalah dalam menyelesaikan pekerjaan, maka dari itu metode AHP dapat mempermudah dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Penilaian kinerja guru dengan metode Analitycal Hierarchy Procces(AHP) dapat mempermudah pegawai dalam bekerja secara baik dan optimal.

 

BAB I

Dalam proses pengambilan kepu tusan yang melibatkan banyak criteria dan banyak alternative, metode Analytical Hierarchy Procces (AHP) sering digunakan sebagai metode pemecahan permasalahan. Pengambilan keputusan dilakukan dengan memberikan nilai persepsi sebagai pembobot oleh seorang pengambil keputusan atau ahli.Penerapan adalah sebuah kegiatan yang memiliki tiga unsure penting dan mutlak dalam menjalankannya.

 

Teknik Analisis

Analitycal Hierarchy Procces (AHP) merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan dan mengembangkan berbagai alternatif tindakan yang mungkin untuk dilakukan.

 

CONTOH TESIS NO.9 ANALISIS KINERJA GUDANG DENGAN PENDEKATAN KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) DAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Abstrak

Hasilnya menunjukkan score terendah pada fungsi shipping dengan score KPI sebesar 301. Hal ini disebabkan faktor utilization, yaitu pada saat material kategori A yakni tawas, kaporit, oxygen dan accetylene masing-masing dikirim ke user, pengiriman hanya berkuantitas sehingga area luas pengiriman banyak yang kosong dan mengakibatkan pemborosan pada proses pengiriman.

 

BAB I

Perkembangan industri yang sangat cepat mengharuskan perusahaan mampu mengelola internalnya supaya tidak kalah dari perusahaan kompetitor. Di antara masalah utama dalam pengelolaan internal perusahaan adalah manajemen pergudangan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja dari gudang PT XYZ dan mengetahui faktor apa saja yang paling berpengaruh terhadap kinerja gudang perusahaan, serta mengetahui apakah gudang tersebut menguntungkan atau merugikan perusahaan. PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan usaha eksploitasi dan produksi minyak dan gas. Untuk mengetahui variabel mana yang berperan penting dalam peningkatan performansi gudang, menggunakan variabel key performance indicator yaitu receiving, put-away, storage, order picking dan shipping dengan metode AHP.

 

Teknik Analisis

Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja adalah KPI warehouse, sebuah ukuran berskala dan kuantitatif.

 

CONTOH TESIS NO.10 PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN PENDEKATAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) (Studi Kasus: UKM Batik Sekar Arum, Pajang, Surakarta)

Abstrak

Pelaku industri pun mulai sadar bahwa untuk menyediakan suatu produk yang berkualitas, murah, dan cepat, perbaikan di internal sebuah perusahaan manufaktur tidaklah cukup. Ketiga aspek tersebut membutuhkan peran serta semua pihak (stakeholders) mulai dari supplier, perusahaan, perusahaan distribusi, dan pelanggan. Kegiatan dari stakeholders tersebut harus bersinergi satu sama lain, sehingga perusahaan sebaiknya melakukan rekayasa manajemen dengan menerapkan konsep Manajemen Rantai Pasok atau Supply Chain Management (SCM). UKM Batik Sekar Arum merupakan perusahaan produsen kain dan busana batik cap yang melakukan kegiatan SCM. Hal ini dikarenakan UKM Batik Sekar Arum melakukan kegiatan yang meliputi pembelian bahan baku, proses produksi, dan pendistribusian produk ke beberapa pelanggan. Tak hanya itu, perusahaan ini juga melayani permintaan pembuatan desain batik. Perusahaan terus berupaya untuk mengoptimalkan produksi kain batik hingga produk diterima oleh pelanggan. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah dengan melakukan pengukuran kinerja supply chain perusahaan. Dengan cara ini diharapkan perusahaan dapat mengevaluasi jaringan supply chain dan dapat mengidentifikasi indikator mana yang memerlukan perbaikan. Model SCOR merupakan metode yang dapat mewakili keadaan yang ada di UKM Batik Sekar Arum dikarenakan SCOR dapat mengevaluasi supply chain melalui konsep penjabaran proses inti yaitu plan, source, make, deliver, dan return yang dikonfigurasikan dengan aktual bisnis perusahaan.

 

BAB I

Persaingan dalam dunia perindustrian menjadi tantangan utama bagi perusahaan dalam menjalankan aktivitas produksinya. Perusahaan dituntut untuk berpikir kreatif untuk mengimplementasikan strategi bersaing dengan menghasilkan barang/jasa yang lebih berkualitas, murah, dan cepat dibandingkan dengan pesaing.

 

Teknik Analisis

Analisis Kinerja SCM berdasarkan pendekatan SCOR

 

CONTOH TESIS NO.11 SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) MODEL DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK MENDUKUNG GREEN PROCUREMENT PADA INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT

Abstrak

Hasil yang didapatkan adalah terdapat 18 KPI yang dapat digunakan dalam pengukuran kinerja Procurement berbasis Green. Dengan adana KPI membantu perusahaan dalam menerapkan dan menilai kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan Green.

 

BAB I

Pada saat ini kesadaran manusia akan kondisi lingkungan semakin meningkat, selain meningkatnya kesadaran akan lingkungan terdapat perundang-undangan yang mengatur yaitu UU No.3 Tahun 2014 pasal 30. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kondisi lingkugan maka akan berdampak pada produk yang dipasarkan oleh perusahaan, hal ini mengharuskan perusahaan untuk menerapkan konsep lingkungan padaSupply Chain perusahaan. Green Supply Chain Management adalah menggabungkan faktor lingkungan dengan rantai pasok mulai dari design produk, raw material, proses produk, proses pembuatan, pengiriman kepada costumer, dan end of life produk. Salah satu proses tercapainya green supply chain adalah proses Procurement atau Supplier, agar terlaksananya green supply chain adalah dibuatnya Key Performance Index (KPI) berbasisgreen dengan memperhatikan green objective yang ditentukan. KPI bertujuan untuk menerapkan target kinerja dan penilaian kinerja yang dimana informasi dapat digunakan sebagai bahan pengontrolan kinerja.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan model SCOR (Supply Chain Operation Reference) untuk mencari KPI terpilih, diperlukan pemetaan proses bisnis pada perusahaan yaitu bagian pengadaan dengan menggunakan metode SCOR. Metode SCOR mengharuskan mengidentifikasi level 1 perusahaan yaitu tujuan perushaan yang dimana pada penelitian ini yaitu capaian aspek lingkungan pada supply chain dan proses utama terdapat 5 proses utama yaiut plan, source, make, deliver, dan return. Level 2 yaitu identifikasi proses aktivitas pada bagian procurement, dan level 3 yaitu mengidentifikasi atribut tiap proses pada level 2 dan KPI berbasis Green dari tiap attribut. Setelah didapatkannya Atribut dan KPI dilakukan pembobotan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk mencari atribut dan KPI dengan bobot Green tertinggi.

 

CONTOH TESIS NO.12 Pengembangan kinerja sistem pemantauan pengadaan yang berkelanjutan berbasis Supply Chain Reference Operation (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) pada industri penyamakan kulit

Abstrak

SSCM memiliki pemahaman yang mengintegrasikan keuangan, lingkungan, dan sosial dalam rantai pasokan. Dalam pelaksanaan rantai pasok berkelanjutan diperlukan Key Performance Indicator yang bertujuan untuk memantau dan mengukur kinerja perusahaan dalam penerapan berkelanjutan. KPI yang didapat dari implementasi model SCOR yaitu dengan memetakan proses bisnis perusahaan dalam model SCOR, sehingga diperoleh 14 KPI yang sesuai dengan proses bisnis perusahaan dan mendukung implementasi yang berkelanjutan. Dalam melakukan pemantauan dan alat ukur kinerja sangat dibutuhkan dalam melakukan pemantauan. Saat ini perusahaan belum memiliki sistem monitoring sehingga perusahaan tidak dapat memantau dan mengukur kinerja dengan baik yang mengakibatkan terhambatnya perusahaan dalam menerapkan supply chain secara berkelanjutan.

 

BAB I

Sektor industri di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, peningkatan sektor industri disebabkan oleh peningkatan ekspor dan permintaan dalam negeri. Indonesia juga menjadi pilihan sektor industri karena Indonesia merupakan kawasan strategis selain biaya yang cukup rendah di Indonesia. Peningkatan industri akan menyebabkan kerusakan lingkungan akibat limbah yang dihasilkan dan sumber daya yang digunakan. Kerusakan lingkungan semakin terasa, sehingga pemerintah membuat peraturan yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 yang salah satunya adalah kewajiban industri dalam menjaga lingkungan. Kerusakan lingkungan yang dirasakan saat ini membuat masyarakat semakin peduli akan pentingnya menjaga lingkungan sehingga dapat melakukan perubahan permintaan spesifikasi produk. Aturan dan perubahan permintaan, industri harus menerapkan aspek manajemen rantai pasokan berkelanjutan (SSCM).

 

Teknik Analisis

KPI yang diperoleh diverifikasi pada perusahaan untuk mendapatkan KPI yang dapat diterapkan saat ini dan didapatkan 8 KPI terpilih yang kemudian dilakukan pembobotan menggunakan AHP, bobot tersebut digunakan untuk menghitung kinerja berkelanjutan perusahaan.

 

CONTOH TESIS NO.13 Pengukuran Performansi Supply Chain Dengan Pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP)

Abstrak

Hasil penelitian didapati nilai pengukuran performa PT.IGM pada level satu : perfect order fulfilement 100%, order fulfillment cycle time 2 hari, deliver cycle time 30 hari, supply chain flexibility and adaptability 72% dan cash to cash cycle time 30 hari.

 

BAB I

Kinerja merupakan salah satu aspek yang dapat diukur dalam Supply Chain Management (SCM). Pengukuran kinerja dilakukan dalam rangka untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan dalam suatu rantai pasokan. Metrik-metrik ini terdefinisikan dalam tiga level dimana selanjutnya metrik akan diolah guna mendapatkan nilai kinerja. Perhitungan metrik akan dilakukan pada level 1 hingga 3. Setelah didapat nilai kinerja selanjutnya akan dilakukan benchmark. AHP akan digunakan untuk melihat performance attributes mana yang dipentingkan oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa nilai kinerja Supply Chain di PT. Indofarma Global Medika serta mengetahui performance attribute mana yang paling dipentingkan oleh PT.Indofarma Global Medika.

 

Teknik Analisis

Pada Tugas Akhir ini dilakukan pengukuran performa yang dilakukan dengan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dengan Analytichal Hierarchy Processs (AHP). Metode SCOR dalam penelitian digunakan untuk mendefinisikan metrik-metrik yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

 

CONTOH TESIS NO.14 PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PEMASOK DENGAN PENDEKATAN FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (FUZZY AHP)

Abstrak

Pada penelitian ini dibangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan menggunakan PHP dan MySQL untuk pemilihan pemasok terbaik dengan menggunakan 6 kriteria yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan. Kriterianya adalah quality, delivery performance history, warranties and claim policies, price, order fullfillment lead time, dan total logistic management cost. Masing-masing kriteria tersebut akan dibobotkan dengan menggunakan metode Fuzzy AHP. Hasilnya, akan diperoleh nilai kinerja masing-masing pemasok sehingga bisa diketahui pemasok terbaiknya. Sistem pemilihan pemasok dengan metode ini mampu memberikan hasil yang lebih objektif dibandingkan dengan pemilihan secara manual.

 

BAB I

Salah satu faktor yang memengaruhi performansi perusahaan adalah keberadaan pemasok (supplier) yang berperan sebagai pemasok bahan baku. Keberadaan pemasok ini sangat menentukan kelancaran proses produksi dan produk yang akan dihasilkan. Suatu perusahaan harus bisa memilih pemasok terbaiknya. Pemilihan pemasok merupakan sebuah Multi- Criteria Decison Problem (MCDP), karena banyak faktor yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif dapat memengaruhi performansi pemasok. Fuzzy AHP adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam penyelesaian MCDP.

 

Teknik Analisis

Pada implementasinya dihasilkan bobot kriteria quality sebesar 50,7634%, price 47,1425%, order fulfillment lead time 1,8737%, delivery performance history 1,4860%, total logistic management cost 0,0392%, warranties and claim policies 0,0326%. Kriteria hasil pembobotan ini akan digunakan untuk mendukung penilaian kinerja pemasok.

 

CONTOH TESIS NO.15 PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) BERBASIS ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Abstrak

UKM XYZ bergerak dalam bidang jasa konveksi dengan memproduksi t-shirt, polo, jaket, celana, jersey tim olahraga dan lain-lain. System produksi yang digunakan adalah sesuai pesanan dari pelanggan. Untuk meningkatkan produktivitas dari UKM maka dilakukan penilaian kinerja rantai pasok atau rantai suplai dari hulu yaitu supplier hingga hilir yaitu konsumen. Setelah didapatkan kedudukan kinerja maka dibentuk strategi untuk meningkatkan nilai kinerja.

 

BAB I

Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian pada UKM XYZ di Yogyakarta yang bergerak dalam bidang jasa konveksi dengan memproduksi t-shirt, polo, jaket, celana, jersey tim olahraga dan lain-lain. Penelitian ini berfokus pada pengukuran kinerja supply chain pada UKM XYZ dikarenakan sebelumnya belum pernah dilakukan penelitian terkait hal tersebut. Dalam hal ini penelitian terfokus pada proses produksi kaos UKM XYZ ini untuk mengetahui kinerja supply chain dengan memperhatikan pekerja melakukan pekerjaan serba cepat dan masal, pengadaan bahan baku, kecacatan produk, komplain dari pelanggan, dan lainnya. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode Key Performance Indicator (KPI) yang mana indikatorindikatornya memberikan informasi sejauh mana sasaran yang ditetapkan itu tercapai, Normalisasi (Snorm) yang mana digunakan untuk penyamaan parameter indikator kinerja dengan cara normalisasi, Analytical Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk pengambilan keputusan dan penetapan prioritas pada suatu proses yang terstruktur, dan Supply Chain Operation Reference (SCOR) yang mana perancangan kinerja mengacu pada proses bisnisnya.

 

Teknik Analisis

Penilaian kinerja SCM dilakukan dengan metode Key Performance Indicator (KPI) untuk memberikan informasi sejauh mana sasaran yang ditetapkan itu tercapai, Normalisasi (Snorm) yang mana digunakan untuk penyamaan parameter indikator kinerja. Analytical Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk pengambilan keputusan dan penetapan prioritas pada suatu proses yang terstruktur, dan Supply Chain Operation Reference (SCOR).

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?