HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Contoh Tesis Kampanye Sosial Marketing Tahun 2020

CONTOH TESIS NO.1 Kampanye Sosial Istana Belajar Anak Banten dalam Pembangunan Pendidikan di Era Digital

Abstrak

Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai strategi komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan oleh ISBANBAN yang menghubungkan interaksi offline yaitu kegiatan pengajaran di pelosok Banten dengan interaksi online yaitu media sosial sebagai saluran utama dalam pemasaran sosial yang bertujuan untuk membangun brand awareness untuk berdonasi, Melalui media baru yang memberi informasi lebih luas sehingga diharapkan dapat menjangkau target sasaran adopter lebih lanjut. Sasaran pengadopsi donasi multiplayer yang tidak hanya menyumbangkan dana tetapi juga tenaga dan pemikiran dalam upaya memajukan pendidikan di pelosok Banten.

 

BAB I

Kampanye sosial dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi suatu negara. Perkembangan era digital saat ini menuntut agar kampanye dapat dinikmati dan dilihat melalui media online. Salah satu kegiatan kampanye sosialnya adalah Istana Belajar Anak Banten (ISBANBAN) yang melibatkan anak muda Banten dalam berkontribusi untuk pendidikan di daerah dengan menggunakan media baru.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi kampanye sosial ISBANBAN dengan pendekatan komunikasi pemasaran sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus yang mengambil kegiatan kampanye melalui media baru. Data utama diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi.

 

CONTOH TESIS NO.2 EVALUASI PELAKSANAAN KAMPANYE SOSIAL PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK MENURUNKAN ANGKA DIARE DI KABUPATEN KULONPROGO

Abstrak

Meskipun kampanye â € œPerilaku Hidup Bersih dan Sehatâ € telah menjadi perhatian yang sangat dalam dari pemerintah, ormas dan LSM di Indonesia selama ini, namun program ini masih belum efektif.

Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya penderita diare di Kabupaten Kulon Progo. Hal ini dapat dipengaruhi oleh tiga faktor:

  1. Strategi media dan pesan yang tidak tepat dan
  2. Minimnya kemauan politik pemerintah, serta
  3. Desain kampanye yang tidak didasarkan pada penelitian lapangan. Selain itu, pendekatan kampanye ini tidak mendorong orang untuk berpartisipasi.

 

BAB I

Program kampanye PHBS ini adalah program nasional yang terus dikembangkan untuk mencapai kesehatan masyarakat yang sesungguhnya. Adapun program-program PHBS antara lain penyuluhan kepada masyarakat tentang pola hidup sehat, pemberdayaan generasi muda, pembinaan sekolah sehat, pengembangan media promosi sadar hidup sehat. Ada beberapa program yang sesungguhnya berkaitan (intersection) dengan program kampanye PHBS dan bahkan mendukung pelaksaan kampanye PHBS.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif.

 

CONTOH TESIS NO.3 KAJIAN KAMPANYE SOSIAL WORLD WILDLIFE FUND: THE LAST SELFIE

Abstrak

Kampanye ini menghasilkan 40.000 tweet dalam seminggu dan memenuhi tujuan donasi hanya dalam tiga hari. Melalui penerapan konsep ini yang mencakup berbagai aspek kampanye, di akhir tulisan ini penulis menyimpulkan bahwa kampanye #LastSelfie sesuai dengan urutan proses Engagement di media sosial â € ”konsumsi, kurasi, kreasi, kolaborasi, melalui penamaan kampanye yang cermat, strategi copywriting, berbagi di antara sesama, dan donasi kolaboratif untuk membantu melestarikan hewan yang terancam punah.

 

BAB I

Kasus perlindungan hewan langka di seluruh dunia sulit dipecahkan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan kelangsungan hidup satwa tersebut menjadi salah satu faktor penyebabnya. Mengingat pentingnya kelangsungan hidup hewan-hewan ini, World Wildlife Fund sebagai lembaga penggalangan dana global mengundang biro iklan Denmark dan kalkun untuk membuat kampanye sosial di mana mereka mengundang milenial untuk menyumbangkan uang mereka untuk membantu kelangsungan hidup hewan yang terancam punah dan muncul dengan # LastSelfie. Merupakan kampanye berbasis media sosial dengan menggunakan Snapchat yang kemudian diintegrasikan dengan media sosial lainnya.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksplanatif yang bertujuan untuk mengetahui apakah kampanye #LastSelfie melalui pemecahan struktur materi kampanye dan menggambarkan hubungannya dengan tujuan kampanye berbasis copywriting dan Proses Keterlibatan khalayak sasaran dalam teori media sosial.

 

CONTOH TESIS NO.4 POLITICAL BRANDING JOKOWI SELAMA MASA KAMPANYE PEMILU GUBERNUR DKI JAKARTA 2012 DI MEDIA SOSIAL TWITTER

Abstrak

Hasil dari penelitian ini adalah political branding Jokowi sebagai politisi yang terbuka, dekat dengan masyarakat, kredibel, dan merakyat (egaliter) yang dibentuk melalui personalitas, penampilan dan pesan-pesan politis di Twitter Jokowi.

 

BAB I

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana political branding yang dilakukan Jokowi selama masa kampanye pemilu Gubernur DKI Jakarta 2012 di media sosial Twitter. Fokus penelitian ini adalah penyusunan dan pemaknaan pesan/teks di media sosial Twitter Jokowi yang membentuk political branding Jokowi sebagai hasil dari proses komunikasi di ranah politik Indonesia kontemporer.

 

Teknik Analisis

Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif Hsieh & Shannon dengan pendekatan directed content analysis melalui prosedur induksi.

 

CONTOH TESIS NO.5 Kampanye Sosial Red Readerhood 2019 Untuk Meningkatkan Minat Baca Anak

Abstrak

Obral Buku Big Bad Wolf pertama kali diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tahun 2009. Tujuh tahun kemudian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan PT Jaya Ritel Indonesia menyelenggarakan Obral Buku Big Bad Wolf di Jakarta. Mengedepankan visi dan misinya yaitu “Read to Enlight Nation”, penjualan buku ini kembali hadir di tahun 2019 dengan program kampanye sosialnya yang dikenal dengan “Red Readerhood”. Kampanye sosial ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dengan mengajak masyarakat untuk berdonasi buku dalam acara sale. Program kampanye sosial ini menggunakan 9 Langkah Perencanaan Strategis Ronald D. Smith untuk.

Program Kampanye Sosial Red Readerhood sebagai bagian dari Penjualan Buku Big Bad Wolf terdiri dari tiga sub-acara utama:

  1. Pra-acara;
  2. Acara, dan
  3. Pasca-acara

Kunjungan sekolah di wilayah Jabodetabek yang melibatkan story-teller dan konferensi pers merupakan tahap pra acara. Fase kemudian dilanjutkan dengan Red Readerhood Charity, Partnership, dan kompetisi seperti kompetisi storytelling dan Blogger & Vlogger. Fase pasca acara meliputi Laporan Amal Buku, Wawancara Radio, dan Konten Video Youtube

 

BAB I

Mulai  pada  tahun  2016,  Bazaar  buku  adalah  salah  satu  acara  yang  dipilih pemerintah  sebagai  kegiatan  sosial  untuk  merangkul  semua  kalangan  di  Jakarta pada masa sekarang ini. Bekerjasama dengan PT Jaya Ritel Indonesia, Kementrian Pendidikan  dan  Kebudayaan  Indonesia  menyelenggarakan  sebuah  event  bazaar buku  yaitu  bernamakan Big  Bad  Wolf  Book  SaleJakarta  2016.  Bertujuan  untuk dapat  meningkatkan  minat  baca  dikalangan  anak-anak  usia  dini  untuk  pertama kalinya  diselenggarakan  di  Jakarta, Big  Bad  Wolf  Book  SaleJakarta  2016  pada tanggal 29 April –9 Mei 2016 memberikan diskon buku yang sangat menarik yaitu sebesar 60-80%.  Sama seperti pada Big Bad Wolf Book Sale Kuala Lumpur, Big Bad Wolf Book Sale Jakarta 2016 disambut baik oleh para pecinta buku di Indonesia dengan  antusias  pengunjung  mencapai  350,000  orang  yang  hadir  pada eventtersebut. Namun menurut President DirecturPT Jaya Ritel Indonesia ibu Uli Silalahi, selaku  perusahan  yang  mengadakan event  Big  Bad  Wolf  Book  SaleIndonesia dalam evaluasi kegiatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa acara tersebut belum dapat menggapai masyarakat dalam tujuannya.

 

Teknik Analisis

Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif Hsieh & Shannon dengan pendekatan directed content analysis melalui prosedur induksi.

 

CONTOH TESIS NO.6 KAJIAN PELESTARIAN ALAT MUSIK ANGKLUNG DALAM BENTUK KAMPANYE SOSIAL

Abstrak

Hal inilah yang menjadi alasan pemanfaatan SAU sebagai tempat untuk melakukan penelitian dalam “Kajian Kampanye Sosial Bagi Masyarakat. Pengawetan Alat Musik Angklung ”. Kampanye sosial untuk melestarikan angklung tidak bisa hanya dilakukan oleh Saung Angklung Udjo (SAU) saja. Pemerintah Daerah Jawa Barat juga harus mendukung upaya ini, karena angklung tidak hanya untuk masyarakat Jawa Barat, tetapi juga dapat mewakili Indonesia di mata dunia. Tindakan yang dilakukan oleh SAU seperti menggunakan bauran komunikasi pemasaran yang terdiri dari periklanan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat dan pengalaman, pemasaran langsung, pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut ke mulut, dan penjualan pribadi, tidak berguna jika faktor internal dan eksternal tidak saling mendukung.

 

BAB I

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan sumber daya alam. Perkembangan budaya di Indonesia sangat beragam, mulai dari seni hingga lokasi wisata yang menonjolkan kekhasan Indonesia. Salah satu kesenian tradisional Indonesia adalah angklung, alat musik tradisional yang terbuat dari bambu yang berasal dari Jawa Barat. Bandung. Angklung telah menjadi identitas Indonesia. Dalam Konvensi UNESCO, November 2011 (Alat musik dari bambu telah ditetapkan sebagai warisan budaya dalam konvensi UNESCO. Oleh karena itu, Indonesia berkewajiban untuk melindungi, melestarikan, memajukan dan melestarikannya. Saung Angklung Udjo (SAU) yang berlokasi di Jawa Barat , Bandung. Merupakan tempat wisata yang mempertunjukkan seni pertunjukan bambu, sentra kerajinan bambu dan bengkel alat musik bambu, seperti pertunjukan angklung.

 

Teknik Analisis

Beberapa metode pengumpulan data yang akan digunakan untuk memperoleh informasi dan bahan yang dibutuhkan dalam pembahasan pedoman ini adalah pustaka, observasi, wawancara dan kuisioner. Pengumpulan data dilakukan dengan memadukan analisis kuantitatif dan kualitatif, sehingga hasilnya yang didapat sudah mendekati keinginan sasaran Gambaran khusus diharapkan responden dapat menjawab kebutuhan pabrikan ini belajar.

 

CONTOH TESIS NO.7 Kampanye Sosial Pencegahan Stunting di Desa Karangsewu

Abstrak

PKM ini menggunakan metode ceramah,permainan dan menonton film.

Kegiatannya meliputi

  1. Edukasi stunting melalui penyuluhan dengan media ular tangga dan film
  2. Deteksi dini status gizi balita melalui penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita
  3. Konseling keluarga dan
  4. Seminar.

Hasil dari PKM ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan mitra tentang stunting. Peserta memahami bahwa stunting bukan sekedar pendek atau kerdil akan tetapi juga mengalami gangguan perkembangan kecerdasan dan metabolisme. Media film mampu menumbuhkan minat peserta untuk mengetahui lebih detail mengenai stunting. Sedangkan pemanfaatan media ular tangga dapat menciptakan suasana belajar stunting yang menyenangkan. Orangtua mengetahui anaknya masuk kategori stunting atau tidak berdasar hasil deteksi dini status gizi balita.Hasil analisis diperoleh data deteksi dini menunjukkan enam dari sebelas (55%) balita masuk kategori stunting. Masalah gizi yang dihadapi antara lain balita tidak suka makan sayur, tidak mendapatkan ASI ekslusif, tidak suka makan nasi, pola asuh oleh nenek karena ditinggal bekerja,ibu anemia sejak hamil hingga sekarang dan terdapat satu balita yang sejak lahir mengalami jantung bocor. Sedangkan melalui kegiatan seminar, terdapat komintmen pemerintah desa bersama kader untuk mewujudkan Karangsewu sebagai Desa Peduli Pencegahan Stunting.

 

BAB I

Pertumbuhan yang tidak normal akibat kekurangan gizi sejak dalam kandungan, hingga lahir dan berlangsung lama, menyebabkan balita mengalami kekurangan gizi kronis sehingga pertumbuhan otak dan tubuhnya tidak normal atau terhambat. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah stunting. Tujuan kedua Sustainable Development Goals (SDGs) secara eksplisit menentukan target pencegahan stunting dalam rangka peningkatan generasi kualitas ke depan. Untuk meminimalkan jumlah stunting di Indonesia maka Kementrian Kesehatan menetapkan 100 Kabupaten/Kota prioritas untuk intervensi anak kerdil atau stunting. Kabupaten Kulon Progo masuk sebagai salah satu Kabupaten/Kota yang menjadi prioritas penanganan stunting. PKM ini berlokasi di Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan membangun komitmen mitra tentang pencegahan stunting.

 

Teknik Analisis

Tahap  pertama  berkoordinasi  dengan  pihak pemerintah desa terkait pelaksanaan kegiatan   pengabdian,   menentukan   sasaran dan   waktu   pelaksanaan   kegiatan.   Tahap kedua    tim    melakukan    edukasi    tentang stunting   dengan   metode   ceramah,nonton film   dan   permainan.   Tahap   ketiga   tim melakukan  deteksi  dini  status  gizi  balita. Tahap   keempat   tim   melakukan   konseling masalah  gizi  balita  berbasis  keluarga  dan tahap    kelima    tim    melakukan    seminar pengabdian masyarakat dengan tema Sinergi Multi Pihak Pencegahan Stunting.

 

CONTOH TESIS NO.8 KAMPANYE SOSIAL SIMPAN MANFAAT PUNTUNG

Abstrak

Kebersihan lingkungan sangat penting untuk kesehatan manusia dan makhluk hidup di sekitarnya. Namun, para perokok menjadi tidak peduli tentang fakta tersebut dan salah satu kekhawatiran yang berkembang adalah pembuangan puntung rokok secara sembarangan. Puntung rokok merupakan salah satu jenis limbah yang termasuk dalam kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), mengindikasikan jenis limbah B3 yang memerlukan perlakuan khusus dalam pengelolaannya. Pembuangan puntung rokok secara sembarangan ini sudah menjadi kebiasaan sejak lama karena kurangnya edukasi tentang bahaya puntung rokok terhadap lingkungan. Puntung rokok memiliki manfaat yang besar dan berguna bagi masyarakat jika dikelola dengan baik. Jika masyarakat sadar akan manfaat tersebut, perilaku pembuangan puntung rokok secara sembarangan bisa dikurangi. Kampanye sosial “Selamatkan Manfaat Puntung Rokok” merupakan solusi kreatif untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat puntung rokok bagi pelestarian lingkungan.

 

BAB I

Kebersihan lingkungan sangat penting bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup disekitarnya, jadi sudah selayaknya manusia menjaga kebersihan lingkungan. Pada kenyataannya kurangnya perhatian manusia dalam menjaga kebersihan lingkungan dari bahaya sampah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan menyebabkan pendangkalan sungai yang mengakibatkan timbulnya banjir. Selain itu, sampah dapat mengakibatkan meningkatnya penyebaran penyakit, bau menyengat dan lain-lain sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan (Sari, 2016:158). Meskipun kebanyakan sampah itu berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan, namun ada yang lebih berbahaya lagi yakni dampak sampah kimia yang sering tidak disadari oleh masyarakat umum. Bahan kimia tersebut digolongkan dalam kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan bahan bukan B3. Residu dan B3 sisa litbang akan menjadi limbah B3 yang harus dikelola dan menjadi kewajiban dari penghasil limbah B3 (Anggraini, 2014:41). Puntung rokok merupakan jenis limbah kimia B3 yang dapat membunuh tanaman dan membuat kesuburan tanah berkurang jika dibiarkan.

 

Teknik Analisis

Menganalisis dampak puntung rokok menggunakan tabel TOWS matrix sehingga dapat dimunculkan pesan komunikasi dan strategi kreatif kampanye yang akan dilaksanakan. Data dari pengamatan faktor eksternal dan internal digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dari puntung rokok. dari analisis tersebut digunakan untuk pesan komunikasi dan strategi kampanye. Analisis terbagi menjadi empat kolom dan saling menghubungkan tiap variabel yaitu SO (kekuatan, peluang), WO (kelemahan, peluang), ST (kekuatan, ancaman), dan WT (kelemahan, ancaman).

 

CONTOH TESIS NO.9 Perancangan Kampanye Sosial “JAGOAN”

Abstrak

Perilaku catcalling merupakan perilaku yang sudah ada di masyarakat Indonesia sejak dahulu, dan sudah dianggap hal yang biasa. Faktanya perilaku ini merugikan korbannya, jika dilihat di keadaan lapangan banyak masyarakat tidak mengetahui apa itu tindakan catcalling, bagaimana cara menghilangkannya dan apa saja yang tergolong hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat diruang publik terbuka. Perlu adanya sebuah solusi kreatif yang mengajak generasi muda untuk menyuarakan pendapat dan memulai kebiasaan baru yang positif. Sasaran dari perancangan ini berlaku untuk semua masyarakat, karena semua orang dapat menjadi pelaku dan korban tanpa mereka sadari. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah media yang mampu menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa akan lebih menyenangkan apabila kita dapat berinteraksi, namun dengan cara yang lebih baik dan sopan saat di ruang publik. Selain mengedukasi tentang catcalling, juga dapat mengajarkan bagaimana bertingkahlaku sopan saat diruang publik terbuka supaya tidak menjurus ke perilaku catcalling. Kampanye “JAGOAN” (Jangan Godain di Jalan) seluruh media yang akan dirancang memiliki konsep, berinteraksilah namun tetap bersikap sopan. Dengan cara membagikan edukasi tentang catcalling yang menggunakan bahasa sehari-hari dan juga menawarkan kebiasaan 4S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan) untuk menghindari terjadinya perilaku catcalling.

 

BAB I

Catcalling dan street harassment sendiri adalah fenomena yang masih jarang diteliti lebih lanjut atau dianalisis secara mendalam. Oleh karena itu, isu ini seringkali masih dianggap remeh, dianggap sebagai sesuatu yang telah dimaklumi secara kultural, bahkan dinormalisasi. Fenomena ini dapat sering ditemukan di Jakarta yang merupakan kota besar yang memiliki lebih dari 10 juta penduduk dan juga yang menduduki kota metropolitan urutan pertama di Indonesia menurut data dari Kemendagri ( Detiknews, 2016, p.5) dan juga di Jakarta dapat ditemui banyak pejalan kaki hampir disetiap daerah. Secara tidak langsung banyak kejahatan di ruang publik terjadi di Jakarta, salah satunya catcalling. Menurut hasil riset dari beberapa warga Jakarta, salah satu akibat dari perilaku tersebut adalah para wanita menjadi tidak berani berjalan sendirian atau bergerombol tanpa ditemani oleh lawan jenis. Hal ini juga yang membuat beberapa wanita sering dipandang “tidak mau susah” karena hanya mau pergi jika naik mobil atau kendaraan pribadi. Tidak jarang juga beberapa wanita enggan untuk datang di sebuah acara seperti CFD (Car Free Day) atau pasar malam diluar mall jika sendirian, karena mereka merasa tidak nyaman dengan tatapantatapan aneh dan panggilan-panggilan aneh yang dilontarkan oleh pelaku yang mayoritas laki-laki

 

Teknik Analisis

Metode analisis pertama yaitu metode 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, dan How.) digunakan untuk mengetahui insight dari kebiasaan sasaran perancangan. Metode analisis yang kedua adalah metode analisis Fishbone. Diagram fishbone menguraikan akibat dari masalah dengan membaginya kepada areaarea bahasan tertentu yang dapat ditemukan sumber masalah yang perlu dicarikan solusinya

 

CONTOH TESIS NO.10 Perancangan komunikasi visual kampanye sosial stop bullying ! untuk anak-anak usia sekolah dasar (SD) di wilayah Sragen

Abstrak

Masalah ini berhubungan erat dengan kehidupan sosial masyarakat (banyak orang), untuk itu maka kesadaran harus timbul dari diri masing-masing pribadi. Kabupaten Sragen pun ingin agar masyarakat dan generasi penerusnya menjadi masyarakat yang berkualitas, berkepribadian yang baik, sehingga kehidupannya pun damai dan sejahtera. menyadari bahwa untuk mengubah dunia itu tidak mudah, tetapi tetap harus diusahakan dari lingkup kecil hingga kemudian diharapkan meluas kepada semua orang. Memang tidak mudah membuat semua orang sadar sehingga kemudian mampu memperbaiki diri dan lingkungannya, karena hal ini sama saja dengan usaha untuk mencipatkan dunia baru dengan manusia yang baru dengan karakter yang baik, seperti penciptaan kehidupan dunia yang baru. Bahkan agama mana pun juga sulit untuk mencapi hal ini. Tapi apakah dengan mengetahui kenyataan dan betapa mustahilnya hal ini dicapai akan membuat kita pasrah saja, dan sama sekali tidak berusaha ? atau justru membuat kita semua semakin menyadari pentingnya dan keharusan kita STOP BULLYING dan termotivasi untuk mewujudkannya ? Jawabannya ada pada diri masing-masing…. Tapi yang jelas usaha sekecil apa pun itu lebih baik daripada diam dan membiarkan masalah ini semakin parah dari hari ke hari. Apa jadinya dunia ini nantinya ? mungkin hukum rimba yang akan berlaku, yang kuat semakin kuat dan menekan yang lemah, dan yang terlemah akan selalu menjadi pihak paling menderita tanpa mampu membela diri sedikit pun, dan tidak seorang pun yang bisa / mau menolong, karena tidak adanya kepedulian.

 

BAB I

Adapun masalah yang dikaji adalah bagaimana menerapkan strategi komunikasi yang tepat untuk memberi informasi yang benar kepada masyarakat, menyadarkan masyarakat dari ke-salahkaprahan-nya selama ini, sehingga timbul motivasi untuk introspeksi dan memperbaiki diri, kemudian memberi contoh dan mengajarkan/mendidik yang baik kepada anak-anaknya, membentuk karakter yang baik sedini mungkin, untuk bisa menghargai, bertoleransi, dan mengasihi sesama, dan menularkannya kepada semua orang, atau paling tidak orang-orang di sekitarnya, karena kasus bullying banyak terjadi di sekitar kita tapi ‘tidak terasakan’ semakin menggerogoti dan merusak moral, kejiwaan, dan masa depan generasi selanjutnya. Bullying adalah suatu masalah sosial yang berbahaya yang dampak langsungnya dapat dilihat dari luka secara fisik, tapi yang lebih berbahaya adalah luka psikologis yang sulit bahkan tidak tersembuhkan, yang mengganggu karakter anak bahkan mungkin hingga seumur hidupnya.

 

Teknik Analisis

Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif

 

CONTOH TESIS NO.11 Analysis of Social Marketing Campaign Planning “Kobarkan Kebaikan” Pertamina

Abstrak

Materi kampanye dibuat oleh masyarakat dan disiarkan melalui televisi dan youtube. Berdasarkan teori ekologi media, media secara langsung membentuk dan mengembangkan budaya, demikian pula halnya dengan pemilihan media dalam kampanye “Kobarkan Kebaikan”. Penelitian ini menunjukkan kampanye ini memiliki dampak positif pada keterlibatan dan menghasilkan amplifikasi pesan. Dari segi perencanaan, penelitian ini kurang memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh model SMPP

 

BAB I

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan Pertamina dalam mengelola kampanye pemasaran sosial “Kobarkan Kebaikan”. Kampanye ini digagas berdasarkan penilaian masyarakat yang terpecah akibat Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 dan kampanye presiden dan legislatif tahun 2019 dimulai tahun 2018.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini mengumpulkan data kualitatif berdasarkan model perencanaan Social Marketing Planning Primer (SMPP) oleh Kotler dan Lee (2016).

 

CONTOH TESIS NO.12 MOTIVASI, SIKAP, DAN INTENSI PENGGUNA MEDIA SOSIAL PADA KAMPANYE STOP ILLEGAL FISHING

 

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi pengguna dalam menggunakan media sosial dan terhadap pesan kampanye dipersepsikan berpengaruh positif signifikan terhadap sikap terhadap kampanye sosial di media sosial. Selain itu, peningkatan niat untuk melakukan WOM dipengaruhi secara positif oleh sikap pengguna media sosial. Terdapat perbedaan yang teridentifikasi pada motivasi yang mempengaruhi sikap pengguna media sosial terhadap kampanye kedua kelompok yaitu pengguna media sosial yang belum pernah melihat kampanye Stop Illegal Fishing (151 sampel) dan yang pernah melihat kampanye di media sosial.

 

BAB I

Media sosial biasa digunakan untuk mempromosikan kampanye sosial, salah satunya adalah kampanye Stop Illegal Fishing. Untuk mencapai keberhasilan dalam kampanye ini, beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu sikap positif pengguna media sosial terhadap kampanye dan niat yang tinggi untuk memberikan rekomendasi (word of mouth) kepada orang lain.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jenis motivasi yang mempengaruhi sikap pengguna terhadap kampanye sosial (menghentikan penangkapan ikan secara ilegal) di media sosial. Selain itu juga menganalisis pengaruh sikap terhadap niat pengguna dalam melakukan WOM. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah Partial Least Square.

 

CONTOH TESIS NO.13 PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL TENTANG PENGGUNAAN LAJUR BERSEPEDA DI KOTA SURABAYA

 

Abstrak

Bersepeda sudah menjadi tren hidup sebagian masyarakat di dunia.  Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia juga ikut berperan dalam penyediaan fasilitas lajur sepeda bagi pesepeda yang tujuannya untuk melindungi pesepeda dan menambah komunitas-komunitas pesepeda.  Namun tampaknya kegunaan dari fasilitas ini kurang optimal akibat masih kurangnya pengenalan masyarakat kota Surabaya terhadap fasilitas ini, sehingga menimbulkan berbagai macam pelanggaran dalam berlalu lintas.  Dalam kampanye sosial ini, digunakan pendekatan persuasif informatif yang mengarahkan masyarakat kota Surabaya untuk mendahulukan dan menghargai pesepeda menggunakan lajur sepeda agar bisa mengoptimalkan kegunaan dari fasilitas lajur sepeda itu sendiri.

 

BAB I

Merujuk dari pengertian-pengertian diatas, maka apapun ragam dan tujuan dari kampanye tersebut, upaya perubahan yang dilakukan kampanye selalu terkait dengan aspek pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan perilaku (behavioural). Ostergaard dalam Venus menyebut ketiga aspek tersebut dengan istilah “3A” sebagai kependekan dari awareness, attitude dan action. Menurut Ad Council, kampanye sosial memiliki beberapa kriteria, antara lain:

  1. Non komersial
  2. Tidak bersifat keagamaan
  3. Non politik
  4. Berwawasan nasional
  5. Diperuntukkan bagi semua lapisan masyarakat
  6. Diajukan oleh organisasi yang telah diakui dan diterima
  7. Dapat diiklankan
  8. Mempunyai dampak dan kepentingan tinggi sehingga patut memperoleh dukungan media lokal maupun nasional (dalam Kasali 202).

Kampanye sosial dirancang dan dikelola untuk menyelesaikan problematika (problem solving) atau membenarkan situasi yang ada di masyarakat luas khususnya dalam bidang sosial. Salah satu perbedaan lain yang menunjang adalah kontinuitasnya yang berarti terdapat berbagai komponen di dalam kampanye yang memiliki kemampuan menyampaikan pesan kepada target audience.

 

Teknik Analisis

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam Perancangan kampanye sosial tentang penggunaan lajur bersepeda di kota Surabaya ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, yakni: wawancara, pengamatan langsung, dokumentasi, kepustakaan dan internet.

Sedangkan metode analisa data yang digunakan ialah metode analisa data kualitatif yang bersifat deskriptif dan 5W + 1H (What, When, Who, Where, Why, How). Penelitian deskriptif lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah (Azwar 2005:5). Metode 5W+1H merupakan metode penelitian umum yang sering digunakan untuk mengetahui lebih dalam dan mempertajam tujuan dari penelitian agar dapat menjadi sebuah problem solving

 

CONTOH TESIS NO.14 Film Dokumenter sebagai Media Kampanye Sosial Fenomena Pernikahan Dini di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi

Abstrak

Banyak upaya   yang  telah  dilakukan  oleh  pemerintah   maupun   LSM  terkait,   namun, sayangnya  sampai  saat  ini  masih  banyak  terjadi  praktik  pernikahan  dini.  Dalam kampanye  sosial  ini,  digunakan  pendekatan  visual  kreatif  produksi  melalui  film dokumenter  yang  menjabarkan  kehidupan  langsung  dari  pelaku  pernikahan  dini, juga terkait faktor dan akibat yang ditimbulkan oleh praktik pernikahan dini.

 

BAB I

Film  dokumenter  dinilai  bisa  digunakan  sebagai  media  kampanye  sosial,  yaitu media  untuk  mengubah  perilaku  masyarakat  melalui  wacana  tentang  fenomena sosial  yang  dianggap  penting  untuk  kebaikan  sosial,  salah  satunya  adalah  untuk media  kampanye  sosial  tentang  pernikahan  dini  yang  sudah  marak  terjadi  di Indonesia    salah  satunya  di  daerah  Palabuhanratu,  Kabupaten  Sukabumi

 

Teknik Analisis

Teknik Analisis dalam penelitian ini menggunakan deskiptif kualitatif.

 

CONTOH TESIS NO.15 FOOD PHOTOGRAPHY DI INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KAMPANYE SOSIAL HEALTHY FOOD PADA MASYARAKAT URBAN MILLENIAL

Abstrak

Perencanaan strategi tugas karya akhir ini disusun untuk menjadi panduan penulis dalam memilih langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum eksekusi program diimplementasikan. Proses yang dilakukan dari mulai pra produksi, produksi, pasca produksi, sampai dengan publikasi melalui sosial media instagram dilakukan sesuai perencanaan yang sudah dibuat. Hasil tersebut didapatkan tentunya dari berbagai cara promosi yang penulis lakukan salah satunya yaitu menggunakan bantuan buzzer atau micro influencer untuk meng-upload konten foto beserta caption yang disiapkan penulis. Hasilnya terdapat perkembangan audiens yang dilihat dari peningkatan impression, reach, dan profile view pada setiap harinya.

 

BAB I

Tugas karya akhir ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya yang tinggal didaerah perkotaan agar lebih sadar akan pentingnya menjalani hidup sehat dengan cara mengkonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi, vitamin, dan kandungan lainnya. Pengimplementasian tugas karya akhir ini yaitu dalam bentuk food fotography dan dikomunikasikan melalui akun media sosial instagram @iamhealtyfood. Berangkat dari teori komunikasi pemasaran mengenai pemasaran sosial dan perilaku konsumen, penulis mengangkat isu untuk mengedukasi pemahaman masyarakat sebatas tingkat kognitif atau pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjalani hidup sehat dengan cara mengkonsumsi makanan sehat tersebut.

 

Teknik Analisis

Hasil tugas karya akhir ini dianalisa dari fitur instagram insight yang dapat menunjukkan seberapa banyak audiens yang terjangkau pada akun sosial media instagram @iamhealthyfood.

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?