HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan (action research) merupakan perkembangan baru yang muncul pada tahun 1940-an sebagai salah satu model penelitian yang dilakukan di tempat kerja atau tempat dimana peneliti melaksanakan pekerjaan sehari-hari.

Terdapat beberapa model Contoh Penelitian Tindakan Kelas, misalnya model penelitian tindakan oleh Kemmis dan Mc Taggart yang dikembangkan pada tahun 1988 dengan menggunakan empat komponen utama yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam suatu model spiral yang saling terkait.

Model lain adalah model Ebbut, yang mana di desain dengan tiga tingkatan. Pada tingkatan pertama, ide awal dikembangkan menjadi langkah tindakan pertama, kemudian dimonitor implementasi pengaruhnya pada subjek yang diteliti, semua akibat dicatat sebagai bahan revisi rencana umum tahap kedua. Pada tahap kedua, rencana umum hasil revisi tahap pertama digunakan untuk membuat langkah kedua, kemudian dimonitor pengaruhnya pada subjek yang diteliti. Sama halnya pada tahap pertama, semua akibat dicatat untuk digunakan sebagai bahan revisi tahap ketiga. Pada tahap ketiga ini, sama halnya pada tahap kedua, perbedaannya terletak pada setelah hasil diperoleh maka hasil tersebut dikembalikan pada tujuan umum penelitian tindakan tersebut dilakukan. Hal ini digunakan untuk mengetahui apakah permasalahan yang diangkat tersebut telah dapat dipecahkan atau belum.

Model Elliot yang dikembangkan oleh dua orang yaitu Elliot dan Edelman. Model ini merupakan pengembangan dari model Kemmis dan Mc Taggart. Model Elliot dibuat lebih rinci pada setiap tingkatannya, agar lebih memudahkan dalam tindakannya.
Terdapat beberapa keunggulan dari penelitian tindakan ini antara lain:

  1. Peneliti tidak harus meninggalkan tempat kerja bila akan melakukan penelitian tindakan. Hal ini membedakan penelitian tindakan dengan penelitian konvensional lainnya.
  2. Peneliti dapat merasakan hasil dari tindakan yang dilakukannya.
  3. Responden penelitian ini juga dapat merasakan hasil dari treatment atau perlakuan yang diberikan oleh peneliti.

Untuk membedakan penelitian tindakan pada bidang selain bidang pendidikan, maka para peneliti pada bidang pendidikan ini menyebutnya dengan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif, yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman terhadap kondisi dalam pembelajaran (Hopkins, 1993). Tim PGSM (1999), mengartikan penelitian tindakan kelas (PTK) ini sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai praktisi dalam penelitian tersebut. Guru merupakan orang yang paling tepat dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas di kelasnya. Hal tersebut dikarenakan guru merupakan sosok yang paling akrab dengan kelasnya, sehingga guru dapat merasakan kejanggalan atau adanya permasalahan yang terjadi di kelasnya tersebut. Sehingga guru dapat mengetahui dan merasakan dampak dari penelitiannya yang dilakukan dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Contoh Penelitian Tindakan Kelas (Muslich, 2010).

Isu/ topik yang diteliti : Deskripsikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan
Masalah penelitian : Nyatakan isu sebagai suatu masalah
Rumusan masalah : Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan
Tujuan penelitian : Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah tersebut

Contoh Penelitian Tindakan Kelas dan penerapannya:
Isu/ topik yang diteliti : Siswa kurang aktif di kelas, cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya, tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya
Masalah : Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas, aktif secara utuh
Fokus masalah : Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas?
Atau
Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara “hands on”, “minds on”, maupun “hearts on”?
Rumusan masalah : Masalah apa yang terjadi di kelas,
Bagaimana upaya mengatasinya,
Apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu, di kelas, dan sekolah mana hal itu terjadi?
Tujuan penelitian : Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara “hands on”, “minds on”, maupun “hearts on”

Incoming search terms:

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)