HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Makalah Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Training Ditinjau dari Kemampuan

Contoh Makalah  : Pembelajaran Fisika dengan Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Training Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Aktivitas Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan belajar siswa di bidang pendidikan dinyatakan dengan prestasi belajar. Keberhasilan proses pembelajaran tidak lepas dari Aktivitas siswa karena setiap siswa memiliki kemampuan beraktivitas yang berbeda- beda dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. “Aktivitas belajar yang dialami oleh siswa merupakan suatu proses belajar sesuatu” (Dimyati dan Mudjiono, 2002 :236). Dengan kata lain aktivitas belajar adalah gejala nyata yang tampak pada diri siswa dan dapat diamati oleh guru.

Dari pemikiran di atas, penulis memperoleh pemikiran bahwa untuk meningkatkan peran aktif siswa dalam mencapai prestasi yang diharapkan diperlukan pendekatan pembelajaran yang tepat sehingga akan membantu proses pembelajaran pada pokok bahasan Fluida.

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah perbedaan prestasi belajar menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode inkuiri training pada pokok bahasan Fluida statis?
  2. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah pada pokok bahasan Fluida statis?
  3. Adakah perbedaan prestasi belajar siswa yang memiliki aktivitas tinggi dan rendah pada pokok bahasan Fluida statis?

C. Kajian Teori

Metode Inkuiri Terbimbing

Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing diorganisasikan lebih terstruktur, dimana guru mengendalikan keseluruhan proses interaksi dan menjelaskan prosedur penelitian yang harus ditempuh siswa. Pada pendekatan inkuiri tingkat bimbingan guru cukup besar di dalam proses inkuiri yang dilakukan oleh siswa.

Metode inkuiri Training

Metode inkuiri training siswa sebelum melakukan inkuiri dilatih terlebih dahulu bagaimana melakukan inkuiri, tahap-tahapnya, setelah itu baru siswa melakukan inkuiri materi seharusnya. Bruce Joice dan Marsha Weil (1996 : 194) mengatakan “ The general goal of inquiry training is to help student develop the intellectual discripline and skill necessary to raise question and search out answer stemming from their curiosity”. (artinya bahwa tujuan umum dari latihan inkuiri adalah membantu siswa mengembangkan disiplin intelektual dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk membangkitkan pertanyaan dan mencari jawaban yang berasal dari rasa keingintahuannya).

Pengertian Aktivitas belajar

Pada prinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan atau aktivitas. Aktifitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Kelangsungan belajarsangat diperlukan adanya aktivitas. Dapat dikatakan bahwa tanpa aktivitas, maka proses belajar tidak mungkin berlangsung dengan baik.

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen.

Populasi adalah siswa kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009, sejumlah 3 kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing dan kelas eksperimen 2 menggunakan metode inkuiri training. Masing-masing kelas terdiri dari 40 siswa.

Teknik pengumpulan data untuk prestasi belajar dan kemampuan awal menggunakan metode tes, aktivitas menggunakan metode angket.

Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software minitab 15. Uji lanjut anava menggunakan uji Scheffe dengan bantuan software minitab 15.

E. Kesimpulan

  1. Penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dari inkuiri training terhadap prestasi belajar fisika fluida statis,
  2. Perbedaan pengaruh antara siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah terhadap prestasi belajar fisika fluida adalah bahwa prestasi belajar siswa dengan kemampuan awal tinggi lebih baik dari siswa dengan kemampuan awal rendah.
  3. Perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki aktivitas tinggi dan siswa yang memiliki aktivitas rendah terhadap prestasi belajar fisika fluida statis adalah prestasi belajar siswa yang memiliki aktivitas tinggi lebih baik dari siswa yang memiliki aktivitas rendah.
  4. Tidak ada interaksi penggunaan model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar Fisika.
  5. Tidak ada interaksi penggunaan model pembelajaran inkuiri dan aktivitas siswa terhadap prestasi belajar fisika.
  6. Tidak ada interaksi antara kemampuan awal dan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar fisika,
  7. Ada interaksi antara pembelajaran Inkuiri dengan Kemampuan awal dan Aktivitas siswa terhadap prestasi belajar belajar fisika.
Incoming search terms:

Leave a Reply