HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Analisis Posisi Kerja Operator Perempuan Dengan Pendekatan Biomekanika dan Metode Rula dalam Mendesain Ulang Meja Pengisian Air Minum Kemasan Galon 19l

ABSTRAK

Salah satu aktivitas sederhana yang dilakukan oleh seorang operator di lantai produksi adalah pemindahan barang secara manual. Aktivitas pemindahan barang secara manual yang dilakukan secara berulang-ulang dapat membahayakan kesehatan operator terlebih lagi bagi operator perempuan. Aktivitas yang dilakukan dengan posisi kerja yang membungkuk dan kaku juga membahayakan kesehatan terutama bagi ruas tulang belakang. P.T. Tirta Alam Tunggon merupakan salah satu perusahaan yang menerapkan pemindahan barang secara manual dalam proses produksinya. Aktivitas tersebut yaitu pengangkatan galon ukuran 19L dari meja dengan ketinggian 70 cm. Meja kerja yang saat ini digunakan, tidak sesuai dengan ukuran tubuh pengguna sehingga belum dapat mengakomodasi kepentingan pengguna. Oleh karena itu diperlukan desain ulang bagi meja di stasiun pengisian air minum dengan melakukan analisis terhadap nilai gaya, momen, posisi kerja dan energi yang ditimbulkan pada saat operator perempuan melakukan aktivitas di stasiun pengisian.

Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah gaya dan momen yang terjadi pada tubuh, posisi kerja operator serta energi expenditure pada saat melakukan aktivitas di stasiun kerja pengisian aiar minum. Dari pengolahan data yang dilakukan, diperoleh nilai energi expenditure sebesar 4.597 kkal/min yang termasuk dalam kategori kerja berat. Untuk itu dilakukan desain ulang meja pengisian dengan penambahan tinggi meja dan papan gelinding sehingga dapat mereduksi aktivitas pengangkatan galon. Perhitungan terhadap gaya dan momen memperlihatkan adanya penurunan nilai gaya dari 2235.38 N menjadi 1912.3 N dan nilai momen dari 100.6 Nm menjadi 17.22 Nm. Penilaian terhadap posisi kerja memperlihatkan bahwa posisi kerja dengan desain meja yang baru merupakan posisi kerja yang aman bagi operator perempuan. Dengan pendekatan penilaian posisi kerja, nilai energi expenditure dapat diperkirakan antara 720 hingga 2400 kkal/menit yang dikategorikan ke dalam kerja ringan. Dari penelitian ini diharapkan desain ulang meja kerja akan lebih dapat mengakomodasi kepentingan operator sehingga dapat mengurangi beban kerja dan resiko cidera yang akan diterima operator.

Kata kunci: Gaya dan momen, posisi kerja, energi expenditure

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Teknologi yang berkembang mendorong industri–industri untuk melakukan otomasi dalam proses produksi. Pada beberapa industri masih ditemukan industri yang menggunakan tenaga manusia dalam menjalankan proses produksi terutama dalam aktivitas pemindahan barang. Penggunaan tenaga manusia dapat menghemat biaya produksi karena perusahaan tidak mengeluarkan biaya tambahan bagi mesin serta alat pendukung lainnya. Namun disisi lain penggunaan tenaga manusia tidak selamanya menguntungkan. Kesehatan dan kenyamanan pekerja terganggu apabila aktivitas pemindahan barang secara manual (manual material handling) terus dilakukan. Jurnal Risk Topics, mendefinisikan Manual Material Handling sebagai suatu aktivitas memindahkan barang, yang terkadang disertai dengan postur tubuh yang kikuk, kaku dan berliku, dan dapat menimbulkan keluhan musculoskeletal (musculoskeletal disorders). The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyatakan bahwa kurang lebih sejumlah duapertiga tenaga kerja di United States membutuhkan peregangan otot yang sangat berlebihan dalam melakukan pekerjaan. Pernyataan ini diperkuat dengan adanya data statistik yang menyatakan bahwa 60% tenaga kerja yang terkena cidera tulang punggung menyatakan bahwa peregangan otot yang berlebihan dalam bekerja merupakan penyebab cidera tulang punggung. Diperkirakan sebanyak duapertiga dari kecelakan kerja yang disebabkan peregangan otot yang berlebihan dikarenakan aktivitas pemindahan beban dan sekitar 20% dikarenakan menarik dan mendorong beban.

Aktivitas pemindahan barang secara manual dengan posisi tubuh membungkuk yang kaku yang dilakukan secara berulang-ulang merupakan penyebab terjadinya cidera punggung (Second European Survey on Working Condition, 1996). Aktivitas kerja tersebut secara tidak langsung akan membahayakan kesehatan pekerja terlebih bagi pekerja atau operator perempuan. Resiko keluhan otot pada perempuan akan lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini dikarenakan secara fisiologis, kemampuan otot perempuan memang lebih rendah daripada laki-laki (Tarwaka, 2004). Hasil penelitian Betti’e et al (1989) menunjukkan bahwa rerata kekuatan otot perempuan kurang lebih hanya 60% dari kekuatan otot laki-laki, khususnya untuk otot lengan, punggung dan kaki. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian Chiang et al (1993), Bernard et al (1994), Hales et al (1994) dan Johanson (1994) yang menyatakan bahwa perbandingan keluhan otot antara laki-laki dan perempuan adalah 1:3. P.T. Tirta Alam Tunggon merupakan salah satu perusahaan air minum dalam kemasan yang masih menerapkan aktivitas manual material handling pada beberapa stasiun kerjanya. Salah satu stasiun kerja yang menggunakan prinsip manual material handling yaitu stasiun kerja pengisian air minum kemasan galon ukuran 19L. Galon yang telah terisi air dipindahkan oleh seorang operator dari meja pengisian setinggi 70 cm ke lantai dengan posisi tubuh operator membungkuk. Setelah mencapai lantai, galon tersebut kemudian digelindingkan ke stasiun penyortiran untuk kemudian diperiksa baik isi ataupun kemasan. Aktivitas ini dilakukan berulang-ulang setiap harinya sesuai dengan jumlah produksi air kemasan galon yang mencapai 500 galon perhari. Aktivitas pemindahan barang yang demikian dapat membahayakan kondisi kesehatan operator terutama bagi ruas tulang belakang dan anggota gerak atas. Jeffers (1999) dalam jurnal Ergonomic Analysis of a Multi-Task Industrial Lifting Station Using the NIOSH Method menyatakan bahwa kurang lebih 650,000 pekerja setiap tahunnya menderita sakit dan cidera yang serius dikarenakan penggunaan tenaga yang berlebihan, pengulangan kerja (repetitive actions) dan juga tekanan psikologis. US Department Labor menyatakan bahwa 20% dari total cidera dan sakit di lingkungan kerja merupakan cidera punggung.

Berdasarkan penggambaran permasalahan di atas perlu adanya evaluasi pada stasiun kerja pengisian air minum kemasan galon ukuran 19L. Evaluasi yang lebih lanjut mengarah pada objek operator perempuan dengan perbaikan yang difokuskan pada perancangan ulang (redesign) meja pengisian air minum kemasan galon ukuran 19L yang diawali dengan pengukuran antropometri operator dengan menggunakan pendekatan biomekanika dan metode RULA. RULA (Rapid Upper Limbs Assesment) merupakan suatu metode yang dilakukan untuk menganalisis aktivitas gerakan tubuh yang dilakukan pekerja atau operator. Analisis yang dilakukan meliputi analisis terhadap anggota gerak bagian atas. Hasil akhir yang didapatkan dengan melakukan analisis gerakan menggunakan metode RULA merupakan suatu score yang akan menjadi dasar adanya perbaikan pada metode kerja. Perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja operator perempuan pada saat melakukan aktivitas di stasiun kerja pengisian air minum.

Leave a Reply