HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Analisis Kompetensi Profesional Guru Dalam Interaksi Belajar Mengajar di SMA

Analisis Kompetensi Profesional Guru Dalam Interaksi Belajar Mengajar di SMA

JUDUL : Analisis Kompetensi Profesional Guru Matematika Dalam Interaksi Belajar Mengajar di SMA ~  Secara normal prestasi belajar siswa terbagi menjadi prestasi di atas rata- rata kelas, di bawah rata-rata kelas, dan di antara keduanya. Siswa yang mempunyai prestasi di atas rata-rata kelas dikenal dengan siswa berprestasi baik. Siswa yang mempunyai prestasi di bawah rata-rata kelas dikenal dengan siswa berprestasi rendah. Sedangkan di antara keduanya dikenal dengan siswa berprestasi menengah. Agar tujuan pengajaran yang tercapai secara optimal, yaitu seluruh siswa memiliki prestasi belajar sesuai yang diharapkan, maka guru harus berusaha dengan kemampuan profesionalnya mengelola kegiatan belajar mengajar dengan baik SMA XXX sebagai sekolah favorit, menurut pandangan umum siswa telah memiliki prestasi belajar baik dibandingkan dengan sekolah negeri lainnya di Sukoharjo.

Interaksi belajar mengajar juga berjalan dengan baik dan guru mengelola kegiatan belajar mengajar dengan baik. Namun pada sisi lain ada keluhan dari beberapa siswa SMA dimana kegiatan belajar mengajar matematika di kelas tidak berjalan menyenangkan dan terdapat guru yang dianggap tidak mampu menciptakan interaksi belajar mengajar yang kondunsif. Hal ini terlihat pada adanya siswa yang membenci matematika, menganggap guru metematika menakutkan, masih mengalami kesulitan belajar metematika,dan prestasi belajar matematika rendah. Yang menjadi sorotan di sini mungkinkah belum semua guru matematika di SMA memiliki kompetensi yang baik dan interaksi belajar mengajar di SMA belum berjalan secara optimal.

Dengan demikian peran guru yang berkembang sesuai dengan fungsinya membina siswa untuk mencapai tujuan pendidikan, terlebih dalam sistem yang berlaku saat ini, masalah pengetahuan, kecakapan dan keterampilan guru perlu mendapatkan perhatian serius. Bagaimanapun baiknya kurikulum, administrasi, dan fasilitas, jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas guru tidak akan membawa hasil yang diharapkan. Oleh karena itu peningkatan mutu guru untuk menjadi tenaga pengajar yang profesional adalah unsur yang sangat penting bagi pembaruan dunia pendidikan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di muka maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut:

  1. Bagaimana tingkat kompetensi profesional guru matematika di SMA?
  2. Bagaimana interaksi belajar mengajar yang telah berlangsung di SMA?
  3. Apakah kendala-kendala yang dihadapi dalam membangun kompetensi profesional guru matematika?

Tujuan Penelitian

Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada, secara operasional tujuan dari penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Untuk memperoleh informasi yang akurat tentang kompetensi profesional guru matematika di SMA .
  2. Untuk mengetahui interaksi belajar mengajar yang telah berlangsung di SMA .
  3. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam membangun kompetensi profesional guru matematika di SMA.

Manfaat penelitian

Secara umum hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan masukan terhadap upaya peningkatan kualitas guru matematika. Secara operasional manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:

  1. Bagi guru dapat digunakan sebagai sarana untuk mengetahui kompetensi profesional yang telah dimiliki, sehingga dapat digunakan sebagai tolak ukur usaha meningkatkan profesionalitasnya.
  2. Bagi guru dan siswa informasi tentang interaksi belajar mengajar yang telah berlangsung dapat menjadi pertimbangan dalam memperbaiki sistem pembelajaran sebagai usaha meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.
  3. Bagi sekolah dapat mengetahui kondisi objektif tentang kompetensi profesional guru matematika dan interaksi belajar mengajar yang berlangsung serta kendala – kendala yang dihadapi dalam mengembangkan kompetensi profesional guru matematika. Untuk selanjutnya hal itu dapat digunakan sebagai mempertimbangkan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan sekolah.

Metode Penelitian

Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif dengan strategi pendekatan tunggal terpancang.

Sumber Data

Sumber data yang digunakan terdiri dari :

  • Narasumber,
  • Tempat dan peristiwa penelitian,
  • Arsip dan dokumen.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Pemeriksaan validitas data menggunakan triangulasi memanfaatkan penggunaan sumber dan metode. Untuk teknis analisis data yang digunakan adalah teknis analisis mengalir dan interaktif, dimana reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data saling berkaitan dan tidak terpisahkan, sedangkan prosedur penelitian dimulai dari tahap pra lapangan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data kemudian tahap penulisan laporan.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:

Kompetensi profesional guru matematika di SMA, dilihat dari komponen – komponen berikut adalah:

  1. Guru telah menguasai materi yang tercakup dalam kurikulum dan melakukan pendalaman materi serta perluasan aplikasi matematika dibidang ilmu yang lain,
  2. Mengelola program belajar mengajar, masih kurang dalam penggunaan metode yang belum bervariasi sesuai materi yang disampaikan,
  3. Mengelola kelas, guru telah memiliki kemampuan mengelola kelas yang baik, mampu menciptakan iklim belajar yang kondunsif,
  4. Penggunaan media dalam pengajaran belum optimal,
  5. Menguasai landasan – landasan pendidikan oleh guru matematika belum utuh sehingga guru belum memaknai fungsinya sebagai pengajar dan pendidik dengan utuh,
  6. Menilai prestasi untuk kepentingan pengajaran, masih kurang dalam hal aspek afektif dan psikomotorik.

Kendala – kendala yang dihadapi dalam membangun kompetensi profesional guru matematika adalah sebagai berikut:

  1. Keterbatasan dana, sehingga menghambat upaya pengembangan kemampuan guru,
  2. Permasalahan administrasi, yaitu beban mengajar guru yang banyak,
  3. Belum optimalnya penggunaan media, dikarenakan keterbatasan guru dalam penguasaan teknologi.

Interaksi belajar mengajar yang dilakukan oleh guru matematika, adalah sebagai berikut:

  1. Penggarapan materi dirasa masih sulit oleh siswa,
  2. Guru sudah melakukan bimbingan kepada siswa,
  3. Aktivitas siswa belum optimal,
  4. Fasilitas KBM sudah memadai.
Incoming search terms:

Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Alamat :

IDTESIS SURABAYA

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)

HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) & BBM : 5E1D5370

Email
Print