HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Analisis Keuangan Sub Dolog di Kecamatan Mojolaban kabupaten Sukoharjo (Kasus UPGB Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia adalah sebagai negara agraris dimana sebagian besar rakyatnya terdiri atas petani yang hidup di daerah pedesaan, maka sektor pertanian yang meliputi berbagai jenis usaha tani tidak dapat dipisahkan dari petani padi yang memberikan andil besar dalam usaha pemenuhan swasembada sembilan bahan pokok. Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yakni antara 6,5 % sampai 6,9 % per tahunnya. Dari segi teori pertumbuhan ekonomi makro yang relatif tinggi tersebut diharapkan pula akan memperbaiki kinerja sektor pertanian Indonesia, serta tingkat kesejahteraan masyarakat pertanian Indonesia. (Harian Umum Kompas , 2007)

Salah satu indikator penting yang digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya kesejahteraan petani adalah nilai tukar produk pertanian. BULOG sebagai lembaga publik yang mengatur mekanisme pembelian dan penyaluran bahan pangan kepada masyarakat harus dijalankan sesuai dengan peran dan fungsinya. Semakin efektif peran BULOG dalam mengendalikan harga bahan pangan di masyarakat menjadi indikasi suksesnya BULOG, semakin tinggi nilai tukar produk pertanian, semakin tinggi kesejahteraan para petani. Sebaliknya semakin rendah nilai tukar produk pertanian semakin rendah kesejahteraan petani. Di Indonesia nilai tukar produk pertanian petani mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Harga yang diterima oleh petani dari produk hasil pertanian mereka, khususnya produk dari subsektor pertanian yaitu padi, tidak sebanding dengan harga-harga yang dibayarkan petani baik untuk konsumsi maupun untuk keperluan usaha tani. Harga padi diatur oleh penerintah agar harga beras di Indonesia dapat dijangkau oleh semua masyarakat Indonesia. Setiap tahun pemerintah menentukan harga gabah, namun setiap tahun pula subsidi pemerintah terhadap harga beberapa jenis saprodi dikurangi. Akibatnya memang menjadikan para petani harus membayar keperluan mereka lebih dari harga dasar produk pertanian mereka. Bulog (Badan Urusan Logistik) berikut aparat di daerah yaitu Dolog (Depot Logistik) di tingkat propinsi, adapun di tingkat karesidenan/kabupaten yaitu Sub Dolog dibentuk dengan Keputusan Presiden No. 12 th. 1969. Adapun tugas sub dolog yaitu mempertahankan harga dasar yang ditetapkan pemerintah bagi petani, hal ini dengan tujuan memberikan imbalan yang layak untuk meningkatkan pendapatan petani dan memberikan jaminan pemasaran bagi petani produsen, tugas yang kedua mempertahankan tingkat harga penjualan tertinggi bagi para konsumen dengan tujuan memberikan jaminan harga yang layak bagi konsumen sesuai dengan harga beli, membatasi serta mengurangi kemungkinan gejolak harga di pasaran. Sub Dolog merupakan suatu badan pemerintah yang bergerak di bidang logistik yang menyelenggarakan administrasi keuangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya para petani supaya dalam meningkatkan produksi pangan lebih meningkat lagi di masa yang akan datang. (Agus Saifullah, 2001).

Sepanjang sejarahnya dalam melaksanakan tugas publik Perum BULOG senantiasa mengutamakan pembelian gabah dan beras dari petani dalam negeri. Pembelian dari luar negeri baru akan ditempuh apabila pembelian dari dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan. Sesuai tugas dan fungsinya, Perum BULOG hanya memberikan gambaran situasi perberasan berdasarkan kegiatan operasional dan analisis situasi pangan, sebagai berikut :

1. Situasi Pasar Beras Dunia
Situasi pasar beras dunia saat ini menunjukkan stok yang menipis, sehingga harga relatif tinggi. Hal ini disebabkan adanya kebijakan pemerintah pada sebagian negara produsen seperti Thailand untuk melakukan intervensi pembelian beras, sehingga meskipun terjadi kelebihan produksi harganya di pasar dunia tetap tinggi, disamping terjadinya penurunan produksi akibat serangan hama di beberapa negara produsen lain seperti Vietnam.

2. Produksi Padi dan Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri Selama lima tahun terakhir, jumlah pengadaan gabah dan beras oleh Perum BULOG berkisar antara 1,5 – 2,1 juta ton setara beras. Pengadaan gabah dan beras oleh Perum BULOG diutamakan dalam bentuk gabah sebagai produk yang paling dekat diproduksi petani.

3. Harga Gabah Petani
Berdasarkan laporan BPS pada bulan Agustus 2006, harga GKP rata-rata adalah Rp. 2.163,31/kg atau 25,05% diatas HPP Inpres No. 13/2005. Posisi ini relatif lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2005, 2004 maupun 2003. Perkembangan harga gabah kering panen dapat dilihat pada Tabel 1 :

Tabel 1. Perkembangan Harga Gabah Kering Panen (GKP)
Photobucket Analisis Keuangan Sub Dolog di Kecamatan Mojolaban kabupaten Sukoharjo (Kasus UPGB Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah)

Berdasarkan trend harga GKP selama ini, harga GKP dan beras mengikuti trend harga dasar/HPP. Dengan situasi perberasan seperti ini posisi stok nasional yang terdiri dari stok beras Perum BULOG dan Cadangan Beras Pemerintah pada akhir tahun 2006 diperkirakan hanya 530 ribu ton, sedangkan jumlah ideal cadangan beras nasional selama satu tahun adalah 1 juta ton. Hal ini tentu akan menyulitkan Pemerintah dalam melakukan pengelolaan stok dan penyebaran secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Pengadaan beras di Indonesia masih didukung oleh impor dari luar negeri. Hingga kini Indonesia masih mengimpor beras guna memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Hal ini dikarenakan produksi beras di dalam negeri belum mampu sepenuhnya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi beras yang terus meningkat, maka dapat dimaklumi apabila Pemerintah kemudian memutuskan untuk impor dan Pemerintah menugaskan Perum BULOG untuk melaksanakan impor melalui mekanisme tender terbuka.

Dengan memperhatikan keberadaan Sub Dolog sebagai badan usaha seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden No. 12 th. 1969, dukungan Sub Dolog di Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo dalam perekonomian kerakyatan menjadi penting manakala kinerja dari Sub Dolog itu baik dan daerah tersebut merasa terbantu. Menurut Rayburn (1999), menekankan tentang pentingnya evaluasi kinerja keuangan yang terfokus pada jangka waktu yang singkat maupun yang panjang. Untuk itulah kiranya penting diukur kinerja keuangan Sub Dolog, karena dari hasil pengukurannya dapat diketahui apakah Sub Dolog dalam kaitannya sebagai badan usaha tersebut sudah menguntungkan bagi petani atau belum.

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi pertanian lengkap / tesis pertanian lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

Leave a Reply