HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Analisis Dampak Pengumuman Right Issue Terhadap Return Saham dan Likuiditas Saham di Bursa Efek Jakarta

ABSTRAK

Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 28 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang melakukan kebijakan Right Issue pada periode tahun 2002 sampai dengan 2004. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah pengumuman right issue berpengaruh terhadap return saham dan likuiditas saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perubahan return saham sebelum dan sesudah pengumuman right issue, serta untuk mengetahui perubahan likuiditas saham sebelum dan setelah right issue.

Variabel penelitian ini adalah return saham, abnormal return, dan Trade Volume Activity (TVA). Alat pengujian hipotesis yang digunakan adalah dengan Uji T ( Paired Sample for Means ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa right issue tidak berpengaruh terhadap return saham sebelum dan sesudah right issue, maupun likuiditas saham sebelum dan sesudah right issue. Karena P-Value lebih besar dari 5%.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan perekonomian, maka peran pasar modal menjadi sangat penting sebagai sarana untuk menghimpun dana dari pelaku bisnis dan juga masyarakat dalam usaha untuk menggali potensi masyarakat kita agar ikut berpartisipasi dalam pembangunan yang dilakukan baik oleh swasta maupun pemerintah. Perkembangan harga saham dan volume perdagangan di pasar modal adalah suatu indikator penting untuk mempelajari tingkah laku pasar yaitu investor. Dalam menentukan apakah investor akan melakukan transaksi di pasar modal biasanya mendasarkan keputusan pada berbagai informasi yang dimilikinya, baik informasi yang tersedia di publik maupun informasi pribadi. Informasi tersebut akan memiliki nilai bagi investor jika keberadaan informasi tersebut dapat menyebabkan investor melakukan transaksi di pasar modal, dan transaksi tersebut tercermin melalui perubahan harga saham dan volume perdagangan saham. Dengan demikian seberapa jauh relevansi atau kegunaan suatu informasi dapat disimpulkan dengan mempelajari kaitan antara perubahan harga saham dan volume perdagangan saham di pasar modal. Perusahaan menerbitkan right issue dengan tujuan untuk tidak mengubah proporsi kepemilikan pemegang saham dan mengurangi biaya emisi akibat penerbitan saham baru. Beberapa alas an perusahaan menerbitkan right issue di Bursa Efek Jakarta antara lain adalah :
1. Right issue merupakan solusi yang cepat untuk memperoleh dana yang murah dan dengan proses yang mudah dan hampir tanpa resiko.
2. Right issue jauh lebih aman dibandingkan dengan jalan lain, baik dengan pinjaman langsung atau dengan penerbitan surat hutang. Dengan right, dana masuk sebagai modal sehingga tidak membebani perusahaan sama sekali. Sedangkan jika dana diperoleh dari pinjaman, maka perusahaan harus menanggung beban bunga.
3. Minat emiten untuk melakukan right issue didorong oleh keinginan untuk memanfaatkan situasi pasar modal yang dalam tahun-tahun ini berkembang pesat.
4. Dengan melakukan right issue maka jumlah lembar saham akan bertambah dan diharapkan dengan bertambahnya jumlah lembar saham akan dapat meningkatkan likuiditas saham.
Pengumuman right issue yang dikeluarkan oleh perusahaan, secara teoritis dan empiris bereaksi negatif terhadap harga saham atau nilai pasar perusahaan, dan hal ini adalah kejadian yang disebabkan oleh Systematic Risk. Beberapa temuan empiris yang dilakukan adalah oleh : Scholes ( 1972 ), Marsh ( 1979 ), Asquith dan Mullins ( 1986 ), Masulis dan Korwar ( 1986 ), Myers dan Majluf ( 1979 ), Barday dan Litzenberger ( 1988 ), Mikkelson dan Partch ( 1986 ), dan Kothare ( 1997 ).

Temuan empiris tersebut menunjukkan bahwa nilai pasar perusahaan turun sampai dengan 3% pada saat pengumuman penambahan saham baru ( Budiarto, 1999 ). Beberapa temuan empiris tersebut konsisten dengan model signaling theory, yang mengasumsikan adanya asimetri informasi diantara berbagai partisipan di pasar modal. Model ini menyatakan bahwa pasar akan bereaksi secara negatif karena adanya pengumuman penambahan saham baru yang mengindikasikan adanya informasi yang tidak menguntungkan ( Bad News ), tentang kondisi laba di masa mendatang, apalagi jika dana right issue digunakan untuk tujuan perluasan investasi. Alam, 1994 ( Imam Ghozali ), menguji 21 perusahaan yang melakukan right issue selama tahun 1993 di Bursa Efek Jakarta ( BEJ ) terhadap kemakmuran pemegang saham. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa right issue yang dilakukan perusahaan belum dapat meningkatkan kemakmuran pemegang saham minoritas.

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Heri Siswanto dan Muqodim ( 1999 ). Penelitian tersebut mengambil sampel 24 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta ( BEJ ) dan melakukan right issue antara tahun 1997 samapai tahun 1999. Mereka mengemukakan pengumuman right issue tidak berpengaruh terhadap harga saham dan tingkat keuntungan saham, akan tetapi berpengaruh negatif terhadap likuiditas saham yang menyebabkan likuiditasnya menurun. Pada penelitian tersebut pengumuman right issue tidak mempengaruhi pengambilan keputusan investor, bahkan investor lebih cenderung mengabaikan pengumuman right issue tersebut. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pada periode pengamatan, yaitu mengambil tahun 2002 s/d 2004, karena pada tahun tersebut dinilai kondisi ekonomi cukup stabil. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya pengumuman right issue terhadap return saham dan likuiditas saham dengan judul “ ANALISIS DAMPAK PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP RETURN SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA.”

Incoming search terms:

Leave a Reply