HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Accrual Earnings Management dan Real Earnings Management Terhadap Kinerja Perusahaan

Judul Skripsi : Pengaruh Accrual Earnings Management dan Real Earnings Management Terhadap Kinerja Perusahaan dengan Struktur Kepemilikan Sebagai Variabel Pemoderasi

 

A. Latar Belakang

Struktur kepemilikan dalam penelitian ini digolongkan menjadi struktur kepemilikan terkonsentrasi dan struktur kepemilikan yang menyebar. Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi dapat menjadi mekanisme pendisiplinan manajemen, karena dengan kepemilikan yang besar menjadikan pemegang saham memiliki akses informasi yang cukup signifikan untuk mengimbangi keuntungan informasi yang dimiliki manajemen, jika ini dapat diwujudkan maka tindakan moral hazzard manajemen berupa earnings management dapat dikurangi. Berbeda dengan perusahaan yang struktur kepemilikannya menyebar, pemilik tidak mempunyai akses yang signifikan terhadap informasi yang dimiliki oleh manajemen, sehingga manajemen akan lebih leluasa untuk melakukan tindakan kecurangan atau earnings management.

Penelitian ini menindaklanjuti dan penelitian Theresia (2005) dan Roychowdhury (2006). Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut, maka penelitian ini akan menguji pengaruh accrual earnings management terhadap kinerja perusahaan, pengaruh dari real earnings management terhadap kinerja perusahaan, dan menambahkan struktur kepemilikan sebagai variabel yang mempengaruhi hubungan tersebut. Struktur kepemilikan perusahaan yang terkonsentrasi berpengaruh terhadap pengendalian dan pengelolaan perusahaan, dan struktur kepemilikan perusahaan yang terkonsentrasi ini diyakini berdampak pada bentuk dan tingkat monitoring serta pengelolaan perusahaan, sehingga mengurangi kebebasan manajemen untuk melakukan earnings management yang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah accrual earnings management dan real earnings management berpengaruh terhadap kinerja perusahaan?
  2. Apakah struktur kepemilikan sebagai variabel pemoderasi memperkuat pengaruh accrual earnings management dan real earnings management terhadap kinerja perusahaan?

 

C. Tinjauan Pustaka

Earnings Management

Sampai saat ini earnings management belum didefinisikan secara akurat dan berlaku secara umum. Dechow dan Skinner (2000) menyebutkan dua definisi yang sudah dapat diterima secara luas, yaitu: pertama, Schiper (1989) menyatakan earnings management adalah suatu intervensi yang disengaja dilakukan dengan maksud tertentu terhadap proses pelaporan keuangan eksternal untuk memperoleh beberapa keuntungan pribadi. Kedua, Healy dan Wahlen (1999) menyatakan earnings management terjadi ketika para manajer menggunakan pertimbangan dalam pelaporan keuangan dan penyusunan transaksi untuk merubah laporan keuangan yang menyesatkan pemegang saham atas dasar kinerja ekonomi organisasi atau untuk mempengaruhi hasil sesuai dengan kontrak yang tergantung pada angka-angka akuntansi yang dilaporkan. Kedua pendapat tersebut secara implisit dapat diartikan bahwa earnings management erat kaitannya dengan motivasi-motivasi yang mendasari manajer melakukan earnings management, sasaran-sasaran yang ingin dicapai manajer, dan penggunaan pertimbangan-pertimbangan dalam pelaporan keuangan.

Real Earnings Management

Real earnings management belum secara luas dipelajari sebagaimana accrual earnings management. Graham, et. al. (2005) menemukan bahwa para manajer menyukai manipulasi aktivitas riil, seperti mengurangi discretionary expenditures atau investasi barang modal, daripada manipulasi akrual sebagai suatu cara untuk mengatur laba. Aktivitas real earnings management ini secara signifikan berbeda dibanding yang berbasis akrual, real earnings management berpengaruh langsung ke arus kas.

Struktur Kepemilikan

Struktur kepemilikan saham mencerminkan distribusi kekuasaan dan pengaruh diantara pemegang saham atas kegiatan operasi perusahaan. Salah satu karakteristik struktur kepemilikan adalah konsentrasi kepemilikan yang terbagi dalam dua bentuk yaitu: kepemilikan terkonsentrasi dan kepemilikan menyebar.

 

D. Metode Penelitian

Perusahaan yang melakukan accrual atau real earnings management diduga akan melaporkan kinerja perusahaan yang baik. Accrual earnings management diukur menggunakan discretionary accrual, dan real earnings management dihitung dengan menjumlahkan standardized variabel-variabel abnormal CFO, abnormal kos produksi, dan abnormal discretionary expense, serta struktur kepemilikan dalam penelitian ini dibedakan menjadi struktur kepemilikan terkonsentrasi dan struktur kepemilikan menyebar.

Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan publik non keuangan yang terdaftar di BEI dan diperoleh sampel sebanyak 118 perusahaan dengan periode pengamatan selama 4 tahun (2004-2007).

 

E. Kesimpulan

1. Penelitian ini membuktikan bahwa accrual earnings management tidak mempengaruhi kinerja perusahaan, sedangkan real earnings management mempengaruhi kinerja perusahaan, dan struktur kepemilikan juga mempengaruhi hubungan antara real earnings management dengan kinerja perusahaan. Hal ini dikarenakan pada perusahaan dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang tinggi maka tingkat pengendalian yang dilakukan oleh pemilik juga akan lebih ketat, sehingga akan berdampak pada kinerja perusahaan demikan pula sebaliknya.

2. Struktur kepemilikan sebagai variabel pemoderasi tidak terbukti mempengaruhi hubungan antara accrual earnings management dengan kinerja perusahaan. Hal ini bisa disebabkan karena peran dari pemilik perusahaan belum terlalu kuat untuk meminimalisasi tindakan manajemen dalam memanipulasi laba, mekanisme corporate governance (salah satunya struktur kepemilikan) di Indonesia masih rendah sehingga konsentrasi kepemilikan belum bisa mengendalikan dan mengontrol manajemen untuk melakukan tindak kecurangan, dan yang terakhir konsentrasi kepemilikan belum tentu pemiliknya belum tentu mempunyai voting power atau kepemilikannya ada yang kurang dari 50%, sehingga pemilik perusahaan tidak mempunyai hak suara dalam pengambilan keputusan.

Leave a Reply