HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Teknik Pengukuran Variabel Penelitian Skripsi Tesis

Dalam Wikipedia disebutkan pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran.

Menurut Stevens, (1951) pengukuran adalah penetapan atau pemberian angka terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu.

Dapat dikatakan bahwa pengukuran adalah proses pemberian angka-angka atau label kepada unit analisis untuk mempresentasikan atribut-atribut konsep.

Pengukuran dalam ilmu sosial, sesuai dengan definisi pengukurang yang diungkapkan Stevens di atas, terdapat tiga kunci utama, yakni angka, penetapan, dan aturan. Angka hanya merupakan simbol semata sebelum angka tersebut dihubungkan dengan arti kuantitatif. Kunci kedua adalah penetapan atau memetakan (mapping), sedangkan kunci yang ketiga adalah aturan atau perintah untuk melaksanakan sesuatu. Dalam mengukur aturan dapat diberikan seperti di bawah ini:

  • Jika setuju = 1, jika tidak setuju = 0
  • Jika sangat setuju = 5, setuju = 4, tak acuh = 3, kurang setuju = 2, dan sangat tidak setuju = 1

Contoh:

Jumlah responden ada 6 orang (A, B, C, D, E, dan F). Digunakan aturan angka setuju = 5, setuju = 4, tak acuh = 3, kurang setuju = 2, dan sangat tidak setuju = 1;  serta set angka setuju = 1, jika tidak setuju = 0; maka dapat digambarkan dalam diagram seperti di bawah ini:

 4. gambar 4.11 300x92 Teknik Pengukuran Variabel Penelitian Skripsi Tesis

 1.       INDIKAN DARI OBJEK

Dalam mengukur suatu objek, sebenarnya yang diukur bukanlah objek tersebut melainkan indikan dari objek. Indikan merupakan sesuatu yang menunjukkan frekuensi dari peristiwa. Dapat juga dikatakan indikan sebagai sesuatu yang menunjukkan indikasi tertentu.

Misalnya:

Indikan dari kata ALIM           : merupakan jumlah frekuensi seseorang pergi ke masjid

Indikan dari kata BENGIS      : merupakan jumlah frekuensi seorang anak memukuli adiknya

Angka yang diberikan pada indikan menunjukkan sifat perilaku. Setelah melakukan pengamatan terhadap indikan kemudian dianalisis secara statistik.

2.       PENGUKURAN vs REALITA

Nazir (1988: 156) mengemukakan bahwa dalam ilmu natura, ukuran dari satu variabel dapat secara langsung diamati dan dibandingkan dengan realita. Setongkol jagung A dua kali lebih panjang dari tongkol jagung lain, dapat diukur secara realita dengan menggunakan sentimeter misalnya. Di lain pihak, pengukuran variabel dalam ilmu sosial sering mengandung tanda tanya, apakah pengukuran yang dilakukan cocok dengan realita. Dengan perkataan lain, apakah prosedur pengukuran yang dilakukan isomorphik dengan realita? Suatu pengukuran yang baik harus mempunyai sifat isomophism dengan realita.

3.       JENIS-JENIS UKURAN

Jenis pengukuran secara umum terdapat empat jenis, yakni:

Ukuran nominal

Ukuran nominal merupakan ukuran yang paling sederhana tingkatannya dibandingkan dengan tiga pengukuran lainnya. Hal ini dikarenakan ukuran nominal hanya membedakan kategori berdasarkan jenisnya saja.

Contoh:
Jenis Kelamin dibedakan menjadi dua, yakni laki-laki dan perempuan. Kita dapat memberikan kode laki-laki = 1; sedangkan perempuan dengan kode 2.  Dapat juga kita memberikan kode sebaliknya (perempuan = 1 dan laki-laki = 2).

Hal ini dikarenakan pada pengukuran nominal angka-angka yang diberikan tidak mempunyai nilai hanya berfungsi sebagai kode saja untuk membedakan antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya. Dikarenakan angka 1 dan 2 tersebut merupakan kode untuk membedakan antar jenis, maka angka tersebut tidak dapat diterapkan dalam operasi hitung baik itu penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian.

Dalam ilmu sosial terdapat variable nominal yakni variabel yang dikategorikan secara diskrit atau terpisah. Misalnya status perkawinan, jenis kelamin, jenis pekerjaan, dan sebagainya.

 

Ukuran ordinal

Ukuran ordinal merupakan ukuran yang lebih tinggi dari ukuran nominal. Dalam ukuran ordinal ini angka yang diberikan tidak hanya menunjukkan pembeda antara satu jenis dengan jenis yang lain, melainkan angka tersebut juga menunjukkan urutan atau tingkatan dari jenis yang diukur.

Contoh:

Untuk memberikan tingkatan pada kepuasan konsumen,

Angka 1        = sangat tidak puas

Angka 2        = tidak puas

Angka 3        = kurang puas

Angka 4        = puas

Angka 5        = sangat puas

Urutan angka dalam ukuran ordinal ini selalu memiliki tingkatan atau selalu berurutan, baik dari kecil ke besar, atau besar ke kecil.

Dalam ilmu sosial terdapat pula variabel ordinal yakni variabel yang disusun berdasarkan urutan atau tingkatan. Misalnya prestasis mahasiswa, ranking perlombaan, dan sebagainya.

Ukuran interval

Ukuran interval merupakan ukuran yang memiliki jarak yang sama antara satu objek dengan yang lainnya, dan jarak tersebut dapat diketahui secara pasti. Perlu diketahui bahwa ukuran interval bukan sebagai kelipatan melainkan jarak antar kedua objek adalah sama.

Contoh:

suhu kota A = 20oC,

suhu kota B = 25oC, dan

suhu kota C = 30oC.

Sehingga dapat kita ketahui bahwa suhu kota B lebih panas 5oC dibandingkan suhu kota A, sedangkan suhu kota C lebih panas 5oC daripada suhu kota B. Dapat diketahui jarak interval dari A-B-C adalah 5oC.

Ukuran interval dalam ilmu sosial digunakan untuk mengukur variabel interval yang meliputi variabel penghasilan, sikap, dan sebagainya.

Ukuran rasio

Ukuran rasio merupakan ukuran yang dapat memberi arti perbandingan atau perkalian. Tidak seperti pada ukuran nominal, ukuran rasio dapat diterapkan dalam operasi hitung. Ukuran ini biasanya digunakan dalam pengukuran berat badan atau tinggi badan.

Contoh:

Berat badan A           = 60 kg

Berat badan B            = 50 kg

Berat badan C            = 40 kg

Berat badan D           = 30 kg

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa berat badan A merupakan 2 kali berat badan D. Berat badan A merupakan 1.5 kali lebih berat daripada C. Dan seterusnya.

Sama seperti ketiga ukuran sebelumnya, ukuran rasio dalam ilmu sosial digunakan untuk mengukur variabel rasio seperti tingkat pengangguran, dependency ratio, tingkat kemiskinan, dan sebagainya.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang produk kami silahkan klik link berikut :

Jasa Pembuatan Tesis

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Olah Data

Atau menghubungi nomor kontak berikut 0852.2588.7747 (AS) atau 0857.0.1111.632 (IM3) email IDTesis@gmail.com

Tags:
Leave a Reply

Current day month ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

HP IM3 : 0857.0.1111.632