HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Skala Pengukuran

Salah satu tahap dalam analisa kinerja sistem suatu penelitian pasti tidak lepas dari istilah pengukuran. Pengukuran menurut Ellis (1966) melalui (Carnaham, 1997) Pengukuran adalah penyebutan dengan pasti secara numerik terhadap sesuatu,  termasuk  untuk  setiap  urutan  yang  sudah  pasti  dan  aturan non degenerate. Fenton (1994) mendefinisikan pengukuran sebagai  pendefinisian  suatu  proses  dengan  angka  atau simbol-simbol  yang  menjelaskan  dengan  pasti  atribut  suatu  entiti  di dunia    nyata    sesuai    dengan    aturan    tertentu    yang    didefinisikan sebelumnya.

Sedangkan skala pengukuran merupakan suatu kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, yang pada akhirnya penggunaan alat ukur tersebut akan menghasilkan data kuantitatif. Dalam statistika terdapat beberapa tipe pengukuran, yakni sebagai berikut:

1.       Skala Nominal

Skala nominal merupakan skala yang hanya membedakan kategori berdasarkan jenisnya. Untuk contohnya adalah jenis kelamin yakni dapat dibedakan menjadi laki-laki dan perempuan, dengan kode laki-laki = 1 sedangkan perempuan = 2. Dalam hal ini tidak berarti perempuan yang berkode 2 ini lebih besar atau lebih baik daripada laki-laki yang berkode 1. Selain itu, kita dapat mengkodekan kategori agama, yakni 1 = Islam, 2 = Kristen, 3 = Katholik, 4 = Hindu, dan 5 = Budha. Dapat juga kita menentukan kode lain seperti Budha = 1, Hindu = 2, Katholik = 3, Kristen = 4, dan Islam = 5. Dari hal tersebut dapat kita ketahui bahwa tidak ada sistem kodifikasi yang baku dalam skala jenis nominal ini. Sehingga kode-kode tersebut dapat ditentukan secara bebas oleh peneliti karena tidak mempengaruhi apapun. Skala nominal hanya membedakan jenis dari jenis yang satu dan jenis yang lain dengan pemberian angka atau simbol. Dan pemberian angka atau simbol ini tidak memiliki arti kuantitatif melainkan hanya membedakan antarjenisnya.

Skala pengukuran nominal ini yang terpenting adalah kodifikasi yang berbeda antara jenis yang satu dengan jenis lainnya. Dikarenakan skala nominal ini tidak memiliki nilai (kuantitatif) maka tidak dapat diterapkan pada operasi hitung dengan ilmu matematika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian. Untuk itu, peralatan statistik yang sesuai dengan skala jenis ini adalah modus, Chi Square, distribusi frekuensi, median test, Friedman test, Korelasi Kendall, Korelasi Rank Spearman, dan beberapa peralatan statistik non-parametrik lainnya.

2.       Skala Ordinal

Skala Ordinal merupakan jenis skala yang lebih tinggi dari skala nominal. Dalam skala ini simbol atau angka yang diberikan tidak hanya menunjukkan pembeda antara satu dengan yang lain melainkan menunjukkan urutan atau tingkatan dari jenis kategori yang diukur menurut karakteristik tertentu. Contohnya untuk memberi tingkatan pada kepuasan konsumen, yakni angka 1 = sangat puas, 2 = puas, 3 = kurang puas, 4 = tidak puas, 5 = sangat tidak puas. Atau bisa juga diurutkan seperti 5 = sangat puas, 4 = puas, 3 = kurang puas, 2 = tidak puas, dan 1 = sangat tidak puas. Dalam contoh ini tidak berarti kriteria ‘sangat puas’ memiliki nilai 5 kali lebih banyak dari kriteria ‘sangat tidak puas’ yang bernilai 1.

Dalam skala ordinal ini penyusunan haruslah secara berurutan, misalnya dari besar ke kecil, atau dari kecil ke besar. Sehingga tidak boleh bila memberi kode seperti contoh berikut 1 = sangat puas, 2 = sangat tidak puas, 3 = kurang puas, dan seterusnya. Hal ini dikarenakan penyusunan kategori tersebut tidak berurutan.

Dari penjelasan tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa dalam skala ordinal kode angka yang diberikan tidak dapat diterapkan dalam operasi hitung matematika seperti perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan. Sehingga peralatan yang sesuai adalah statistik non parametrik seperti pada skala jenis nominal yakni modus, Chi Square, distribusi frekuensi, median test, Friedman test, Korelasi Kendall, Korelasi Rank Spearman, dan lain sebagainya.

3.       Skala Interval

Skala interval merupakan skala pengukuran yang memiliki jarak yang sama antara satu objek dengan yang lainnya dan jarak tersebut dapat diketahui dengan pasti. Dapat kita ambil contoh dari suhu kota A = 40oC, B = 45oC, dan C = 50oC. Sehingga dapat kita ketahui bahwa suhu kota B lebih panas 5oC dibandingkan suhu kota A, sedangkan suhu kota C lebih panas 5oC daripada suhu kota B. Dapat diketahui jarak interval dari A-B-C adalah 5oC.

Perlu diketahui bahwa interval bukan sebagai kelipatan melainkan jarak antar kedua objek adalah sama. Untuk contohnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Data

Nilai Ujian IPA

Skor Nilai

Fandy

A

4

Riska

B

3

Lusi

C

2

Mega

D

1

Dari contoh tabel tersebut dapat diketahui nilai A=4, B=3, C=2, dan D=1. Selisih nilai antara A dan B mempunyai selisih yang sama dengan nilai B dan C serta selisih nilai antara C dan D. Tetapi tidak bisa dikatakan bila Fandy yang memiliki nilai A berarti lebih pintar 4 kali dibandingkan dengan Mega yang mempunyai nilai D. Atau Lusi lebih pintar daripada Mega, meskipun selisihnya sama, tetapi tidak mempunyai nilai nol mutlak.

4.       Skala Rasio

Skala rasio merupakan skala pengukuran yang dapat memberi arti perbadingan atau perkalian. Tidak seperti pada skala nominal, skala ratio ini dapat diterapkan dalam operasi hitung. Skala pengukuran jenis ratio ini biasanya digunakan dalam pengukuran berat badan atau tinggi badan. Berikut adalah salah satu contoh data yang menggunakan skala rasio:

Data

Tinggi Badan (cm)

Berat Badan (kg)

Fandy

170

60

Riska

160

50

Lusi

150

40

Mega

140

30

Dari contoh tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa satuan pengukuran yang digunakan adalah sama dan dapat menunjukkan kelipatan antara pengukuran yang satu dengan pengukuran yang lain. Contoh: Mega mempunyai berat badan 2 kali berat Fandy. Contoh lainnya Fandy mempunyai tinggi 21,43% lebih tinggi daripada Mega.

Dalam skala pengukuran ratio ini menggunakan alat statistik parametrik, yang tidak sama dengan alat ukur yang digunakan pada skala nominal atau ordinal yang menggunakan alat statistik non parametrik.

Tags:

Leave a Reply

Current day month ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

HP IM3 : 0857.0.1111.632