HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Potensi Desa Kliwonan sebagai Desa Wisata Industri dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang-undang No. 22/1999 tentang Pemerintah Daerah telah mengubah peta politik dalam penataan kewenangan dan kewajiban pemerintah. Pemerintah Daerah yang semula dikendalikan Pemerintah Pusat menjadi otonomi daerah. Menurut undang-undang tersebut pihak Pemerintah Daerah memiliki kewenangan yanh lebih luas atau lebih besar dalam mengatur pemerintahannya sendiri, kecuali pada lima bidang tertentu yaitu pertahanan, agama, hubungan luar negeri, moneter dan hukum.

Undang-undang Pemerintah Daerah yang berasas pada otonomi daerah ini telah membawa paradigma baru dalam pembangunan daerah. Semula Pemerintah Daerah hanya menunggu sejumlah daftar kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Pemerintah Pusat bahkan juga tentang bagaimana pekerjaan tersebut harus dilakukan, menjadi pembangunan daerah yang tertumpu pada kemampuan Pemerintah Daerah itu sendiri atau dengan kata lain Undang-Undang No. 22/1999 tentang Pemerintah Daerah telah memberikan kekuasaan kepada Pemerintah Daerah untuk mengembangkan sumber daya yang dimiliki secara optimal dalam rangka memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang telah dianggarkan sebelumnya.

Berdasarkan undang-undang No.22/1999 tentang Pemerintah Daerah pasal 7 dinyatakan bahwa bidang pemerintahan yang wajib dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten dan Daerah Kota meliputi pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pertanian, industri, pertanahan, perhubungan, tenaga kerja dan lingkungan hidup. Untuk melaksanakan kewenangan tersebut maka ditentukan sumber pendapatan daerah yang tercantum didalam UU No.22/1999 pasal 79 tentang sumber pendapatan pemerintah daerah yang sesuai dengan otonomi daerah, terdiri dari:
1. Pendapatan Asli Daerah, yaitu hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan pengelolaan daerah yang tidak dapat dipisahkan dan lain-lain.
2. Dana perimbangan keuangan.
3. Pinjaman daerah.
4. Lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka setiap daerah memiliki wewenang yang luas dalam mengelola potensi sumber daerah masing-masing. Oleh karena itu Pemerintah Daerah berusaha mengoptimalkan potensi yang mereka miliki dan juga berusaha mencari sektor alternatif lain yangdapat membantu usaha meningkatkan pendapatan asli daerah.

Otonomi daerah merupakan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pemerintah daerah melalui peningkatan pendapatan asli daerah. Kebijakan otonomi daerah juga telah mendorong pemerintah daerah dalam mengembangkan dan mempromosikan potensi-potensi yang mereka miliki. Krisis moneter yang berlanjut pada krisis ekonomi yang berkepanjangan telah menimbulkan beberapa dampak bagi dunia industri dan mengguncang sendisendi perekonomian nasional lainnya. Terpuruknya perekonomian menyebabkan penurunan kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan. Hal tersebut dikarenakan terjadi penurunan pendapatan asli daerah dan pada saat yang sama beberapa industri besar mengalami kesulitan dan menderita kerugian bahkan tidak sedikit yang harus menutup usahanya dan memberhentikan para karyawanya, sehingga membuat daftar pengangguran kian bertambah.

Namun ditengah krisis tersebut sektor industri kecil yang selama ini dipandang lemah justru dapat bertahan bahkan ada beberapa yang mampu mengembangkan diri. Hal ini tentu saja bertentangan dengan kondisi industri besar yang tak mampu bertahan. Kemampuan sektor industri kecil dan menengah dapat terus bertahan ditengah krisis dikarenakan mereka tidak banyak menggunakan bahan baku impor yang harganya terpengaruh oleh ketidakstabilan kurs dolar pada saat itu. Disamping itu karyawan yang mereka miliki juga relatif sedikit sehingga tidak begitu mengalami permasalahan yang komplek dengan para karyawan tersebut. Dalam pengembangan usahanya para industri kecil lebih mengutamakan potensi daerah yang mereka sendiri. Hal inilah yang membuat sektor mempunyai prospek yang cerah untuk turut bersaing di pasar global. Otonomi daerah yang mengacu pada ekonomi kerakyatan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah masing-masing sehingga akan memberikan manfaat bagi masyarakat daerah itu sendiri. Selanjutnya untuk lebih memberdayakan ekonomi kerakyatan maka pemerintah daerah lebih melibatkan masyarakat dalam mengelola potensi daerah yang ada dengan cara lebih memberikan perhatian kepada pengusaha kecil dan menengah.

Industri kecil memiliki misi pemerataan. Teknologi yang digunakan didalam industri kecil merupakan teknologi menengah atau sederhana dan padat karya. Dengan dukungan Pemerintah, industri ini diharapkan dapat meningkatkan kesempatan kerja dan memberi nilai tambah bagi pendapatan daerah.

Adapun industri kecil itu sendiri dibagi menjadi beberapa kelompok:
1. Kelompok industri pangan, meliputi industri makanan, industri minuman dan industri tembakau.
2. Kelompok industri sandang dan kulit, meliputi industri tekstil, pakaian jadi dan kulit.
3. Kelompok industri kerajinan umum, meliputi industri kayu, industri tenun, industri rotan dan industri bambu.
4. Kelompok industri bukan logam dan logam, meliputi industri mesin-mesin listrik, industri logam dan sebagainya.
5. Kelompok Industri Kimia dan bahan bangunan meliputi, industri kertas, industri percetakan, industri barang-barang karet dan plastik.

Industri batik adalah salah satu industri kecil yang bergerak di bidang kerajinan umum yang mendukung sektor wisata. Selain usaha kecil sektor wisata juga menjadi sektor alternatif yang tidak begitu mengalami dampak dalam krisis ekonomi. Sektor ini dapat dikembangkan dalam upaya meningkatkan pendapatan baik bagi Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Oleh karena itu setiap daerah yang memiliki potensi wisata berusaha mengoptimalkan sektor tersebut. Untuk mengembangkan sektor wisata sehingga menjadi suatu industri pariwisata yang memadai memerlukan perhatian dari berbagai pihak diantaranya pemerintah dengan kebijakannya, pihak swata dengan modal dan investasinya, masyarakat dengan peran sertanya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan serta budaya. Industri pariwisata adalah suatu bisnis yang berhubungan dengan penyediaan barang dan jasa bagi wisatawan.

Mengacu pada pengertian industri pariwisata diatas maka dapat disimpulkan bahwa industri pariwisata tidak dapat berdiri sendiri melainkan membutuhkan unsur-unsur pendukung lainnya yang dapat membantu kelangsungan industri tersebut. Unsur- unsur yang dapat mendukung industri pariwisata adalah transportasi, komunikasi, informasi, akomodasi dan lain-lain. Unsur-unsur ini merupakan unsur yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Keberhasilan suatu industri akan tergantung pada tersedianya unsur-unsur tersebut.

Pengusaha batik adalah salah satu pelaku dalam industri pariwisata yaitu sebagai penyedia cindera mata bagi para wisatawan. Seiring dengan perkembangan jaman diperlukan terobosan dan ide baru dalam menawarkan produk wisata, salah satunya dengan menawarkan suatu jenis wisata yang baru yaitu dengan menciptakan jenis wisata yang belum ada sebelumnya seperti wisata industri. Wisata jenis ini biasanya dilakukan dengan melakukan kunjungan ke suatu komplek industri untuk mengetahui proses produksi dan sebagainya. Wisata industri batik selain untuk memperkenalkan proses produksi juga untuk memperkenalkan budaya bangsa melalui kain tradisional batik.

Kepariwisataan dewasa ini menjadi alat untuk tujuan-tujuan umum ekonomi antara lain sebagai alat pembangunan daerah, mengurangi pengangguran, invisible export (ekspor yang tak terlihat) dan sebagai penanaman modal. Lebih spesifik lagi dengan adanya pariwisata akan membawa dampak positif bagi berbagai pihak antara lain:
1. Bagi masyarakat sekitar daerah tujuan wisata karena dengan meningkatnya jumlah wisatawan, masyarakat dapat memanfaatkan dengan membuka usaha yang akan dibutuhkan oleh para wisatawan.
2. Pendapatan daerah setempat dengan perolehan kas daerah, melalui pemungutan pajak dan retribusi.
3. Munculnya para pedagang asongan di daerah tujuan wisata.
4. Meningkatnyapendapatan daerah yang berasal dari bahan mentah dan cindera mata yang dipasok ke hotel dan galeri.

Pariwisata dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi pendapatan asli daerah oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen dengan membenahi obyek wisata yang dianggap mampu memberikan masukan bagi pendapatan daerah. Selain itu pemerintah daerah Kabupaten Sragen juga mencanangkan desa Kliwonan sebagai desa wisata industri yang sebelumnya belum ada di Kabupaten Sragen. Desa Kliwonan memiliki jumlah penduduk sekitar 5145 jiwa atau 1423 keluarga merupakan daerah dataran rendah yang letaknya berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. Mata pencaharian penduduk Desa Kliwonan adalah 52% sebagai petani dan sisanya sekitar 48% sebagai pengusaha kecil di bidang kerajinan kain batik dan kerajinan kayu. Inilah yang membuat Pemerintah Daerah Sragen tertarik untuk menetapkan Desa Kliwonan sebagai desa wisata industri.

Diharapkan dengan dicanangkannya Desa Kliwonan sebagai desa wisata industri, dapat lebih membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran. Dampak positif bagi para pengusaha adalah dapat meningkatkan omset melalui promosi yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Namun kuramgnya informasi dan promosi yang dilakukan oleh pemerintah setempat kepada masyarakat umum membuat potensi yang ada belum berkembang secara optimal. Bahkan kekurangsiapan penduduk setempat dalam mendukung kesuksesan terciptanya Desa Kliwonan sebagai desa wisata industri dapat tercemin dari kekurangpahaman mereka tentang apa yang dimaksud dengan desa wisata undustri sebagai potensi wisata yang mereka miliki dan apa yang harus mereka lakukan dalam upaya mendukungnya. Akibatnya informasi yang tersedia menjadi terbatas. Namun apabila potensi tersebut dikelola secara baik maka akan menghasilkan sumbangan yang berarti bagi pemerintah daerah setempat.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik mengambil judul “Potensi Desa Kliwonan sebagai Desa Wisata Industri dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah” sebagai judul skripsi penulis.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang produk kami silahkan klik link berikut :

Jasa Pembuatan TesisJasa Pembuatan SkripsiJasa Olah Data

 

Atau menghubungi nomor kontak berikut 0852.2588.7747 (AS) atau 0857.0.1111.632 (IM3) email IDTesis@gmail.com

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi ekonomi lengkap / tesis ekonomi lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

Tags: , , , , ,
Leave a Reply

Current day month ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

HP IM3 : 0857.0.1111.632