HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Persepsi Menonton Tayangan Talk Show Bukan Empat Mata di Trans7 (Studi Deskriptif Persepsi Mahasiswa FISIP UNS Menonton Acara Talk Show Bukan Empat Mata di Televisi Trans7)

ABSTRAK

Dengan adanya talk show Bukan Empat Mata di Trans7 yang merupakan salah satu tayangan berperspektif komedi namun tetap sarat akan informasi, akan sangat mempengaruhi persepsi pemirsa khususnya mahasiswa. Karena untuk bisa memenuhi kebutuhan seperti memperoleh informasi sekaligus hiburan, mahasiswa yang notabene masih menggantungkan ekonominya pada keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Dengan menyaksikan pilihan acara di televisi, salah satunya talk show Bukan Empat Mata, mahasiswa dapat memperoleh hiburan yang menarik, terjangkau, dan murah. Hal ini juga dapat dilakukan dengan santai sambil melakukan aktivitas lainnya di rumah.

Penelitian ini digolongkan dalam Deskriptif Kualitatif, dalam menentukan sampel menggunakan Purposive Sampling. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Non-Reguler FISIP UNS angkatan 2007, khususnya pemirsa/mahasiswa yang suka melihat talk show Bukan Empat Mata. Informan sebanyak 10 orang karena dinilai dapat memberikan kelengkapan dan kedalaman informasi yang sesuai dengan yang diperlukan bagi pemahaman masalahnya.

Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara/interview mendalam. Validitas data menggunakan Triangulasi Data atau Sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model Interaktif, dimana melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan atau verivikasi. Berdasarkan persepsi mahasiswa dapat disimpulkan bahwa konsep talk show Bukan Empat Mata lebih banyak memberikan hiburan dari pada informasi, pemilihan bintang tamu dinilai sudah tepat karena bervariasi, Tukul layak menjadi host dalam talk show ini dan seorang host sangat mempengaruhi kualitas acara yang dipandunya.

Pesan yang ingin disampaikan pada pemirsanya belum bisa sampai karena lebih banyak diisi dengan humor, talk show ini tidak mengarah pada pornografi pornoaksi karena hanya sebuah acara hiburan saja, talk show ini dinilai berbeda dari talk show lainnya dalam segi konsep maupun pembawa acaranya. Talk show ini layak sebagai tontonan karena masih ada unsur informasi yang diambil dan pantas menduduki peringkat utama, Tukul Arwana masih dipercaya pihak Trans7 sebagai host karena masih identik dengan talk show Empat Mata sebagai pendahulunya dan bila diganti dengan host lain kurang sesuai, ”duplikat” Empat Mata tayang lagi karena saat Empat Mata dihentikan ratingnya masih bagus jadi pihak Trans7 menayangkan acara serupa hanya nama acaranya diganti manjadi Bukan Empat Mata.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keberadaan media massa di tanah air khususnya media televisi, saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas keseharian masyarakat. Kehadiran media televisi di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, banyak membawa berkah bagi masyarakat. Media televisi memiliki peran besar dalam menjalankan fungsi untuk memberikan hiburan, pendidikan dan tentu saja memberikan informasi-informasi mutakhir langsung dari lokasi kejadian dengan tingkat realitas yang lebih utuh, hidup, asli, alami, dan bahkan relatif lebih bebas dari pengaruh distorsi.

Televisi dengan mudah, murah dan leluasa dapat dilihat dan didengar secara perorangan ataupun kelompok. Sekali tayang sebuah acaranya, jutaan manusia dapat dengan mudah dan serempak menyaksikannya. Televisi tidak akan pernah menimbulkan kebosanan, karena sifatnya yang ringan, rekreatif dan di dalamnya sering terjadi pembaharuan tayangan acara.

Dunia pertelevisian di Indonesia dimulai dengan lahirnya TVRI yang melakukan siaran perdananya pada tanggal 24 Agustus 1962. Sejak saat itu TVRI menjadi satu-satunya siaran televisi di Indonesia. Kemudian pada awal tahun 1990 suasana pertelevisian di tanah air menjadi semakin marak dengan diijinkannya pihak swasta mengelola stasiun TV diantaranya adalah RCTI, SCTV, TPI, ANTEVE, INDOSIAR. Dan ternyata dunia pertelevisian Indonesia tidak berhenti begitu saja, karena tahun 2002 sampai sekarang muncul beberapa stasiun televisi baru yaitu Trans TV, TvOne, Global TV, dan Trans7 serta Metro TV. Berkembangnya stasiun televisi swasta di Indonesia banyak menimbulkan pilihan bagi pemirsa untuk mendapatkan informasi dan hiburan. Stasiun televisi berusaha untuk dapat memberikan sajian tayangan yang dapat menarik minat masyarakat untuk menonton acara-acaranya dengan menyuguhkan program-program yang diminati khalayak. Upaya ini dilakukan tiap stasiun televisi agar bisa memperoleh rating yang tinggi pada tiap acaranya guna mengeksiskan keberadaannya dan demi memperoleh pemasukan iklan sebanyak-banyaknya.

Persaingan antar televisi dalam menyajikan program acara sangat menguntungkan pemirsa, dimana pemirsa mempunyai kebebasan memilih siaran yang dapat memenuhi kebutuhannya baik dari segi informasi maupun dari segi hiburan. Persaingan itu pada dasarnya merupakan kiat pengelola televisi swasta guna memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan bagi pemirsa yang relatif murah dan terjangkau.

Hadirnya media massa dalam kehidupan kita memberikan berbagai kemudahan bagi para khalayak. Dengan menggunakan teknologi yang canggih dan menarik, televisi mampu mempengaruhi jiwa manusia. Dengan demikian diharapkan pengguna televisi akan mempunyai pemikiran yang sama dengan apa yang telah disampaikan oleh media dan issue dapat diterima dengan baik sehingga mendapatkan feedback yang diharapkan. Kebutuhan akan informasi dan hiburan menyebabkan seseorang akan menyediakan waktunya untuk menikmati apa yang dihadirkan oleh media massa terutama pada televisi.

Tayangan yang mendominasi televisi dan memperoleh rating yang cukup tinggi saat ini salah satunya adalah talk show. Kecenderungan ini berakibat besar bagi televisi. Karena pendapatan utama dan satu-satunya stasiun televisi adalah iklan, akhirnya stasiun televisi juga menyesuaikan diri dengan membuat program yang diharapkan akan mempunyai rating tinggi. Akibatnya orientasi media penyiaran televisi sering hanya untuk menghasilkan dan menyiarkan program yang berorientasi rating, namun sering mengabaikan tanggungjawab sosial, moral, dan etika, serta melanggar hak-hak konsumen. Program talk show Bukan Empat Mata merupakan program unggulan Trans7 sebagai pengganti talk show Empat Mata yang dulu sempat dihentikan penayangannya oleh KPI karena dinilai melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran, dan Standar Program Siaran (P3-SPS).

Program Comedy Talk Show Bukan Empat Mata adalah sebuah program talk Show yang menggunakan perspektif komedi dan selalu menghadirkan Selebriti di setiap episodenya. Tukul Arwana sebagai host Bukan Empat Mata yang disiarkan di Trans7 setiap Senin – Jumat. Jam tayangnya berada di jam tayang utama yaitu jam 21.00 – 22.30 WIB. Tidak hanya menawarkan informasi, tapi juga sekaligus komedi yang segar yang dibawakan oleh Tukul sambil mengobrol ringan seputar topik-topik menarik bersama para bintang tamu dan dengan gayanya yang khas ialah saat Tukul mengucapkan jargon “kembali ke Laptop”. Selalu membahas topik / kasus / tema yang sedang santer di masyarakat dan tema-tema yang unik, menarik & timeless. Tidak hanya talk show & komedi, Bukan Empat Mata juga memiliki unsur entertainment lain, yaitu musik, kejutan-kejutan untuk bintang tamu ataupun host.1

Setiap individu pasti memiliki keinginan memperoleh informasi maupun hiburan guna melepas penat/stress karena rutinitas sehari-hari, meskipun tingkat kebutuhan tiap individu itu berbeda-beda. Informasi sekaligus hiburan itu tidak harus diperoleh dengan mengeluarkan uang yang banyak ataupun biaya yang relatif mahal. Sehingga setiap individu dapat memperolehnya dengan mudah sekali. Cara yang paling tepat dalam memperoleh informasi maupun hiburan yang murah dan tidak akan memberikan kebosanan salah satunya dengan menyaksikan pilihan acaradi televisi. Televisi telah memanjakan pemirsa dengan beragam pilihan acara yang dihadirkan dan pemirsa dapat menyaksikan acaranya sesuai dengan kebutuhannya saat itu.

Peneliti beranggapan bahwa dengan adanya talk show Bukan Empat Mata ditelevisi Trans7 sebagai pengganti talk show Empat Mata, yang merupakan salah satu tayangan berperspektif komedi namun tetap sarat akan informasi akan sangat mempengaruhi pendapat atau persepsi pemirsa khususnya kalangan mahasiswa. Karena untuk bisa memenuhi kebutuhannya seperti memperoleh informasi sekaligus hiburan, mahasiswa yang notabene masih menggantungkan ekonominya pada keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Dengan menyaksikan pilihan acara di televisi, salah satunya talk show Bukan Empat Mata para mahasiswa dapat memperoleh hiburan yang menarik, terjangkau, dan murah. Hal ini juga dapat dilakukan dengan santai sambil melakukan aktivitas lainnya di rumah sekaligus memperoleh informasi yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat. Atas dasar itulah peneliti ingin meneliti lebih lanjut bagaimana persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Non Reguler FISIP UNS angkatan 2007 menonton tayangan talk show Bukan Empat Mata di Trans7.

Tags: , , ,
Leave a Reply

Current day month ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

HP IM3 : 0857.0.1111.632